Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.494 karya publik ditemukan.

2026: 992025: 2552024: 532023: 3282022: 3212021: 1192020: 142019: 642018: 2002017: 22016: 12014: 12005: 12004: 1

POLA PERESEPAN PASIEN JANTUNG RAWAT JALAN RS. SENTRA MEDIKA CIBINONG PERIODE DESEMBER 2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit jantung merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak berfungsi secara maksimal sehingga menghambat sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh kelemahan otot jantung atau adanya celah antara serambi kiri dan kanan jantung sehingga mengakibatkan terganggunya peredaran darah bersih dan darah kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien jantung rawat jalan di fasilitas farmasi rumah sakit. Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong menentukan pola peresepan obat jantung bagi pasien rawat jalan yang terdiagnosis penyakit jantung di fasilitas ini selama Desember 2023 berdasarkan usia dan jenis kelamin. Usia pasien jantung tertinggi pada usia 56-65 tahun sebanyak 38,10 %. Proporsi pasien laki-laki sangat tinggi yaitu 60,95%. Golongan obat yang paling banyak digunakan oleh pasien BPJS yaitu antiplatelet sebesar 19,75%, dan golongan obat pasien non-BPJS yaitu beta-blocker sebesar 30,77%. Jenis obat yang paling banyak digunakan pasien BPJS yaitu bisoprolol sebanyak 17,75 % dan jenis obat yang paling banyak digunakan pasien non BPJS adalah bisoprolol sebanyak 23,08 %. Jumlah item obat dalam resep yang digunakan pasien BPJS yaitu 4-6 item dengan persentase 67,34% sedangkan jumlah item obat dalam resep yang digunakan pasien non-BPJS yaitu 1-3 item dengan persentase 100 %. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola peresepan obat jantung di fasilitas farmasi rawat jalan RS. Sentra Medika Cibinong disesuaikan dengan kebutuhan individu berdasarkan kondisi spesifik pasien.

"AKTIVITAS ANTIOKSIDAN INFUSA DAN KOMBUCHA KULIT BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kultur awal kombucha yang dikenal sebagai SCOBY memfermentasi teh dan gula untuk menghasilkan kombucha. Kombucha memiliki kualitas antioksidan. Kehadiran fenolik bebas yang dihasilkan selama proses fermentasi inilah yang membuat kombucha memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi semakin banyak kandungan fenolik yang dihasilkan, semakin tinggi aktivitasnya. Kulit biji kopi Robusta merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat dibuat menjadi minuman kesehatan dalam bentuk teh kombucha. Tujuan penelitian ini untuk menentukan golongan metabolit dan aktivitas antioksidan dari infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan pada infusa dan kombucha kulit biji kopi Robuasta dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penentuan golongan metabolit dilakukan secara kualitatif menggunakan uji fitokimia. Waktu fermentasi kulit biji kopi dilakukan selama 8 hari. Hasil skrinning fitokimia infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan optimum pada infusa dan kombucha kulit biji kopi konsentrasi 2%, dengan presentase peredaman radikal bebas infusa sebesar 80,81% dan kombucha sebesar 93,35%.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RW 11 DESA CIJUJUNG KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pertolongan pertama adalah penanganan yang diberikan saat kejadian atau bencana terjadi di tempat kejadian, sedangkan tujuan dari pertolongan pertama adalah menyelamatkan kehidupan, mencegah kesakitan makin parah, dan meningkatkan pemulihan. Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan dalam yang dapat disebabkan oleh sinar matahari, cairan panas, api, listrik, atau bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar. Metode penelitian ini berupa survei dengan menyebarkan kuesioner yang dari setiap data akan diolah dan diuraikan dalam bentuk jumlah dan presentasenya dimana penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 3% yang masih memiliki pengetahuan kurang, 56% berpengetahuan cukup, dan 41% berpengetahuan baik.

GAMBARAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGETIKA DI APOTEK WYNETTA KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan terkait adanya kerusakan jaringan. Nyeri dapat diobati dengan swamedikasi. Pada pelaksanaannya, swamedikasi perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya kesalahan pengobatan akibat terbatasnya pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku swamedikasi obat analgetika di apotek Wynetta Kabupaten Bogor mencakup gambaran sosiodemografi, profil swamedikasi konsumen yang membeli obat analgetika, gambaran perilaku pada aspek pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 89 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis secara Univariat pada aplikasi Statistic Product and Servicer Solution (SPSS) versi 26. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil mayoritas responden yang melakukan swamedikasi obat analgetika di apotek Wynetta Kabupaten Bogor adalah berusia 36-45 tahun (38%) berjenis kelamin perempuan (60%), berpendidikan SMA (48%), bekerja sebagai karyawan swasta (45%), memiliki keluhan sakit kepala (30%) memilih obat parasetamol (37%) ,memilih tempat swamedikasi di apotek (82%), mendapat sumber Informasi dari pengalaman (44%). Konsumen di apotek Wynetta memiliki pengetahuan baik (65%), cukup 19 % , kurang 16 % , memiliki sikap baik 57%, cukup 37% , kurang 6% , dan memiliki tindakan baik 63%, cukup 28%, kurang 9%.

EVALUASI OBAT KEDALUWARSA OBAT RUSAK DAN OBAT STOK MATI DI APOTEK TUNGGILIS KOTA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat yang tidak efisien menyebabkan tingginya obat kedaluwarsa, obat rusak dan obat stok mati. Faktor lain penyebab terjadinya karena human error saat penerimaan barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya obat kedaluwarsa dan rusak serta stok mati agar dapat menjadi rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat di Apotek Tunggilis Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif. Sampel yang digunakan untuk mengetahui obat kedaluwarsa, obat rusak dan stok mati yaitu seluruh obat di Apotek Tunggilis Kota Bogor periode tahun 2021 – 2022. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan berupa perhitungan persentase kemudian dibandingkan dengan indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase obat kedaluwarsa pada tahun 2021 sebesar 2,28% dengan total kerugian sebesar Rp 2,433,765 dan pada tahun 2022 sebesar 1,49% dengan total kerugian Rp 1,316,573. Persentase obat rusak pada tahun 2021 sebesar 0,26% dengan total kerugian Rp 139,700 dan pada tahun 2022 sebesar 0%. Persentase obat stok mati pada tahun 2021 sebesar 0,40% dengan total Kerugian Rp 719,904 dan pada tahun 2022 dengan total kerugian sebesar 0,61% Rp 705,276. Kesimpulannya adalah persentase obat kedaluwarsa tahun, obat rusak tahun 2021 dan obat stok mati tidak sesuai.dengan indikator penelitian, sedangkan persentase obat rusak tahun 2022 sesuai dengan indikator penelitian sehingga dengan temuan ini perlu ditingkatkan proses pengelolaan, pengadaan obat untuk meminimalisir terjadinya obat kedaluwarsa, obat rusak dan obat stok mati.