Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SE

248 karya publik ditemukan.

2026: 232025: 452024: 72023: 532022: 652021: 222020: 12019: 42018: 22

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DIARE BALITA DI APOTEK SEHAT SUSUKAN CIREBON

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya, Diare salah satu gejala penyakit yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi dan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data primer berupa kuesioner pada responden diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon yang dilakukan pada April-Juni 2023 dengan jumlah sampel 100 responden, dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik sosiodemografi responden bedasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 58%, usia 17-25 tahun sebesar 58%, pegawai swasta sebanyak 44% dengan tingkat Pendidikan 52% lulusan SMA dan memiliki hasil tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita pada balita sebesar 96% dengan kategori baik. Hasil hubungan antara usia dan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di uji dengan uji Chi-Square dengan nilai p-value (0,014)<0,05 artinya ada hubungan bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita, hasil hubungan antara jenis kelamin dengan nilai p-value (0,481)> 0,05, Pendidikan dengan nilai p-value (0,878)> 0,05, pekerjaan dengan nilai p-value (0,852)> 0,05 artinya tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PELANGGAN OBAT GENERIK DI APOTEK MADINA SENTUL KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.

HUBUNGAN PENATALAKSANAAN DENGAN KEBERHASILAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TEGAL GUNDIL BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu setelah lima menit pada keadaan cukup istirahat atau tenang. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Pengobatan yang digunakan di Puskesmas Tegal Gundil adalah Amlodipin dan Hidroklortiazid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi yang mencakup usia pasien dan jenis kelamin pada penggunaan obat antihipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, kesesuaian terapi obat antihipertensi, dan keberhasilan terapi obat antihipertensi, dan untuk mengetahui hubungan antara kesesuaian penatalaksanaan dengan keberhasilan terapi obat antihipertensi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder yang diambil dari Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) secara elektronik yang berupa data pasien dan resep obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tegal Gundil periode Januari-Maret 2023. Sampel yang diambil sebanyak 81 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi terbanyak pada rentang usia 56-65 tahun (68%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (74%), obat yang terbanyak digunakan adalah Amlodipin (93%), dan kesesuaian terapi obat antihipertensi dengan JNC VIII (41%), keberhasilan terapi obat antihipertensi (30%). Pada uji Chi-Square didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian penatalaksanaan dengan keberhasilan terapi obat antihipertensi.

ANALISIS PENGELOMPOKAN OBAT DENGAN METODE ABC DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Metode analisis ABC adalah suatu metode analisis yang membagi obat ke dalam tiga tingkatan kelompo. Analisis ABC dibagi menjadi 2 yaitu analisis nilai pemakaian dan analisis nilai investasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat dan perbandingan pengelompokan obat berdasarkan metode ABC nilai pemakaian dan nilai investasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif dan tempat pelaksanaan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Islam Bogor dengan periode Juli-Desember 2022 dan periode Januari-Juni 2023. Hasil perbandingan kelompok A nilai pemakaian periode Januari-juni 2023 lebih besar 0,19% dibandingkan periode Juli-Desember 2022 dan nilai investasi periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,06% dibandingkan periode Januari-Juni 2023. Kelompok B nilai pemakaian periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,09% dibandingkan periode Januari-Juni 2023 dan nilai investasi periode Januari-Juni 2023 lebih besar 0,06% dibandingkan periode Juli-Desember 2022. Kelompok C nilai pemakaian periode Januari-Juni 2023 lebih besar 0,09% dibandingkan periode Juli-Desember 2022 dan nilai investasi periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,01% dibandingkan periode Januari-Juni 2023.

Aktivitas Daun Binahong (Andredera cordifolia(Ten)Steenis) Dan Daun Babadotan (Ageratum conyzoides,L.) Serta Kombinasinya Sebagai Antiinflamasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun binahong dan daun babadotan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan yang secara empiris sejak jaman dahulu dan dimanfaatkan untuk antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa tanaman dan untuk mengetahui adanya efek penyembuhan peradangan pada kulit, pada ekstrak etanol 96% Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dan Daun Babadotan (Aregatum conyzoides, L.) serta kombinasinya dengan menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu tunggal binahong, tunggal babadotan, kombinasi 1:1, 3:1, 1:3, kontrol positif (salep trombophob) dan kontrol negatif (Na-CmC). Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% pada daun binahong dan daun babadotan masing-masing mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan terpenoid. Data diperoleh dengan cara menghitung persen penurunan pada udema mencit Selama 6 jam, hasil data untuk penurunan pembengkakan kontrol positif persen penurunan udem sebesar 83.79%, untuk kontrol negatif persen penurunan sebesar 23,75%, untuk ekstrak etanol 96% daun binahong memiliki persen penurunan sebesar 37,80%, untuk ekstrak etanol 96% daun babadotan persen penurunan sebesar 72.64%, untuk kombinasi 1:1 penurunan persen sebesar 36,87%, untuk kombinasi 3:1 persen penurunan sebesar (79.32% dan untuk kombinasi 1:3 persen penurunan sebesar 57,54%. Kandungan senyawa flavoid yang terdapat pada ekstrak yang berfungsi menurunkan pembengkakan pada mencit.

KESESUAIAN PENATALAKSANAAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN DIARE ANAK RAWAT JALAN DI KLINIK KORPRI KOTA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya, dengan frekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antidiare pada pasien diare anak di Klinik KORPRI Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan crosssectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Juli – Desember 2022. Sampel yang diambil dengan metode total sampling sebanyak 102 pasien. Hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 0 – 5 tahun (68%), jenis kelamin paling banyak laki-laki (60%), berat badan paling banyak 13 – 19 kg (57%), klasifikasi diare paling banyak tanpa dehidrasi (79%), penggunaan obat diare oralit + zink (41%), oralit (24%), cotrimoxazole (19%), kombinasi cotrimoxazole + oralit + zink (16%). Kesesuaian penggunaan obat berdasarkan pedoman dari Buku Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita (Kemenkes RI, 2011) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (Kemenkes RI, 2015) didapatkan hasil sesuai tepat indikasi 81,37%, tepat obat 81,37%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 100%.

OPTIMASI PELARUT EKSTRAKSI HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DAN ANTIBAKTERI

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK KORPRI KOTA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.

HUBUNGAN ANTARA KESESUAIAN TERAPI TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS PENA 98 BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan berulang. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan kesesuaian terapi obat antihipertensi dengan keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di RS Pena 98 Bogor. Penelitian ini, bersifat deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan secara cross sectional menggunakan data sekunder yang diambil secara retrospektif dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini, menunjukan usia paling banyak 56 – 65 tahun sebanyak 36 pasien (45%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 53 pasien (66,25%). Hipertensi tanpa penyakit penyerta sebanyak 55 pasien (68,75%). Golongan obat paling banyak calcium channel blockers (CCB) sebanyak 23 pasien (28,75%). Obat yang terbanyak digunakan yaitu Amlodipin sebanyak 23 pasien (28,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014, yang sesuai sebanyak 73 pasien (91,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 yang berhasil 65 pasien (81,25%). Hasil statistika, uji Chi-square nilai menunjukan ada hubungan yang signifikan antara kesesuaian terapi dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi dengan nilai P. value sig. 0,000 ≤ 0,05.

STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI HAID PADA SISWI SMK INSAN MEDIKA KOTA DEPOK

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16 tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar (52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%). Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p – Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SEMAX DAN CITICOLINE SEBAGAI NEUROPROTEKTOR PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR DENGAN METODE GLASGLOW COMA SCALE

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dampak yang dapat terjadi pada pasien stroke salah satunya adalah terjadinya kerusakan neurologis. Semax dan Citicoline merupakan neuroprotektor yang dapat memperbaiki kerusakan otak dan meningkatkan kemampuan kognisi serta memori pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaaan Semax dan Citicoline pada pasien stroke menggunakan parameter nilai GCS (Glasglow Coma Scale) di Rumah Sakit PMI Bogor. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif bersifat observasional yang dilakukan dengan pendekatan restropektif dari data Rekam Medik pasien stroke periode Juli – Desember 2019 dengan sampel sebanyak 64 sampel. Hasil penelitian menunjukan profil pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin laki-laki 38 pasien (59.38%), usia 46-59 tahun 26 pasien (40,63%). Lama perawatan lebih dari 5 hari 21 pasien (65.63%) menggunakan Semax dan kurang dari 5 hari 20 pasien (62.50%) menggunakan Citicoline. Profil penggunaan neuroprotektor terdapat 32 pasien (50%) menggunakan Semax dan 32 pasien (50%) menggunakan Citicoline. Hasil gambaran efektivitas penggunaan berdasarkan seilisih nilai GCS (Glasglow Coma Scale) menunjukan Semax (29.89%) dan Citicoline (10.90%). Hasil analisis statistik untuk mengetahui selisih perbedaan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) awal dan akhir terapi pada Semax dan Citicoline dengan uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa ada perbedaan bermakna pada efek perbaikan neurologis antara terapi Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05). Hasil analisis statistik untuk mengetahui persentase kenaikan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) pada terapi Semax dan Citicoline diperoleh hasil bahwa ada perbedaan menggunakan terapi Semax lebih efektif (35.89%) sebagai neuroprotektor dan menggunakan terapi Citicoline (13.72%) yang dikuatkan dengan analisis statistik dengan uji Mann Withney dimana ada perbedaan bermakna antara terapi Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05).

FORMULASI, UJI HEDONIK DAN UJI STABILITAS YOGURT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BEKATUL BERAS MERAH (Oryza sativa L.)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yogurt merupakan salah satu produk probiotik berupa susu fermentasi yang dapat memberikan manfaat kesehatan melalui peningkatan keseimbangan mikroflora usus. Substitusi tepung bekatul beras merah pada yogurt selain meningkatkan nutrisi, juga meningkatkan sifat fisik yogurt. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan formula yogurt yang ditambah tepung bekatul beras merah, uji hedonik dan uji stabilitas yogurt yang dihasilkan. Tepung bekatul beras merah setelah diayak, disterilisasi dan dipanaskan. Formulasi yogurt dilakukan dengan cara mempasteurisasi susu full cream (F1), low fat (F2), skimmed (F3) dan fresh (F4) dengan penambahan susu bubuk skim 5%, sukrosa 5% dan tepung bekatul beras merah 1% kemudian difermentasi selama 8 jam. Organoleptik F1, F2, F3, F4 kental, homogen, F2 lebih disukai dalam segi penampakan, tekstur dan rasa, sedang F1 lebih disukai dalam segi aroma. Seluruh formula stabil selama penyimpanan dan memenuhi standar SNI 2981:2009 tentang yogurt.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS SUKALARANG SUKABUMI

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu ACEI, ARB, beta bloker, CCB dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi periode Juli – Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder dari rekam medik. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling dengan tingkat kepercayaan 90%. Populasi sebanyak 697 pasien, diambil sampel sebanyak 88 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 59 pasien (67%), usia terbanyak adalah lansia akhir 56 – 65 tahun 30 pasien (34%), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 sebanyak 42 pasien (48%) dan pasien tanpa penyakit penyerta 61%. Penggunaan obat antihipertensi lebih banyak secara monoterapi sebesar 68% dibandingkan obat kombinasi sebesar 32%. Monoterapi terbanyak adalah amlodipin sebesar 42% sedangkan kombinasi terbanyak adalah captopril – amlodipin sebesar 24%. Kemudian dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi (PERHI) tahun 2019, yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 76%, tepat dosis 100% dan tepat frekuensi waktu pemberian obat 91%.

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SACHA INCHI (Plukentia volubilis L) SECARA IN VITRO

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl, menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96% sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80, didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.

STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI HAID PADA SISWI SMK INSAN MEDIKA KOTA DEPOK

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16 tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar (52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%). Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p – Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.