Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 22 dari 127

"EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PASIEN BPJS FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI"

Binar Nursanti; RAODATUL MILAH; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access

Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan merupakan tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu ≤ 30 menit untuk Obat Non Racikan dan ≤ 60 menit untuk Obat Racikan. Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah satu indikator yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengkaji durasi layanan resep bagi pemegang kartu BPJS di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Karya Bhakti Pratiwi, untuk menilai kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Studi ini mengadopsi pendekatan Deskriptif Observasional, menggunakan metode pengumpulan data Retrospektif. Sampel yang dianalisis terdiri dari 100 lembar resep racikan dan 100 lembar resep non-racikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 46 resep racikan dan 28 resep non-racikan memenuhi kriteria waktu tunggu yang ditetapkan. Rata-rata durasi pelayanan untuk resep racikan tercatat 63 menit 43 detik, sementara untuk resep non-racikan adalah 47 menit 43 detik. Hal ini menunujukan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Tidak memenuhi Persyaratan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 serta Pedoman Standar Pelayanan Minimal untuk Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dimana untuk resep racikan ≤ 60 menit dan non racikan ≤ 30 menit.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG WANGUN TENGAH KECAMATAN BOGOR TIMUR

CINDY RORENZA; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat ringan tanpa nasehat dokter. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare di Kampung Wangun Tengah RW 03. Jenis Penelitian ini adalah desktriptif observasional. Sampel pada penelitian merupakan masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 94 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuisioner, data diolah menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian menunjukan responden terbanyak berdasarkan usia pada usia di 36-45 tahun sebanyak 32 responden (34,04%), responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (60,64%), responden terbanyak pada tingkat SMA/SMK berjumlah 56 responden (59,57%), responden penelitian ibu rumah tangga yaitu senbanyak 28 responden (29,79%). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 94 responden masyarakat di Kampung Wangun Tengah RW 03 memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (64,9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (31,9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (3,2%). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas Kampung Wangun Tengah RW03 kota Bogor mempunyai tingkat pengetahuan yang baik.

GAMBARAN KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BPJS PROGRAM RUJUK BALIK TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

KARIN ARDELIANI; M. Kenli Kendi Tampoliu; Muhammad Luth Pratama
2025 · Book · Open Access

Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang menjadi acuan dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional untuk memudahkan dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase gambaran jenis obat, kesesuaian peresepan dan restriksi obat BPJS Program Rujuk Balik terhadap Formularium Nasional di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif observasional. Pengumpulan data secara retrospektif berdasarkan resep masuk di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor periode Desember 2023. Hasil penelitian menunjukan obat yang paling banyak digunakan amlodipin untuk hipertensi (33,56%), bisoprolol untuk jantung (50,96%), tiotropium bromide untuk PPOK (45,87%), metformin untuk diabetes (34,81%), budesonide-formoterol untuk asma (32,26%), asam valproate untuk epilepsi (81,82%), risperidone untuk skizofrenia (75,47%) dan asam asetilsalisilat untuk stroke (75,47%). Peresepan obat seperti asma, diabetes, epilepsi, hipertensi, jantung, PPOK, skizofrenia, dan stroke sebagian besar belum sesuai. Persentase kesesuaian peresepan tertinggi ada pada skizofrenia (100%). Kesesuaian restriksi (89,73%) dan ketidaksesuaian restriksi (10,27%). Dari hasil gambaran, dapat disimpulkan bahwa peresepan obat dalam BPJS Program Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor belum sesuai dengan Formularium Nasional Program Rujuk Balik.

EVALUASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KINERJA PELAYANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG TAHUN 2023

Neilli Apolina; Ni Nyoman Rimawati; ZITA HAYATI
2025 · Book · Open Access

PBF merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi di Apotek Sukahati sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat, evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data sekunder secara retrospektif, dengan mengumpulkan data dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat , evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF) dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67% - 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.

UJI STABILITAS DIPERCEPAТ SEDIAAN LOTION JERAWAT DERMASHINE

Halimatussa’diyah; Lingga Harlim; SITI ZULFA NURHALIZAH
2025 · Book · Open Access

Lotion Jerawat digunakan untuk mengobati dan mencegah timbulnya jerawat terutama pada kulit berminyak dengan kandungan anti acne seperti acid salisil yang bersifat explolisasi untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati yang menyumbat kulit sehingga mencegah timbulnya jerawat, Sulfur memiliki sifat antimikroba untuk mencegah peradangan pada jerawat, serta mengandung pelembab agar kulit wajah tidak menjadi kering. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode uji stabilitas dipercepat diamati pada hari ke-1, 14, dan 21 meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas sediaan setelah terbuka. Hasil pada pengamatan hari ke-1, dan 14 pada uji organoleptik berwarna putih, berbau harum, dan bertekstur lembut, hari ke-21 pada uji organoleptik menunjukan perubahan warna menjadi putih susu, berbau apek, dan tekstur sedikit mencair. Uji pH pada hari ke-1, 14, dan 21 memiliki nilai pH 5. Uji viskositas pada hari ke-1 speed 30, 6.600 cps, ke speed 12, 13.250 cps, speed 6, 19.000 cps, speed 3, 27.33 cps, speed 1.5, 36.000 сps, hari ke-21 speed 30, 7.300 cps, speed 12, 13.83 cps, speed 6, 19.83 cps, speed 3, 30.33 cps, speed 1.5, 38.66 cps. Uji homogenitas hari ke-1, 14, dan 21 homogen. Uji daya sebar hari ke-1 suhu 250C 2,6 cm, suhu 40oC 2,6 cm, pada hari ke-21 suhu 250C 2,8 cm, suhu 400C 3 cm. Dari hasil penelitian Dermashine Acne Lotion/Lotion Jerawat dapat disimpulkan bahwa lotion memiliki kondisi stabil dan memenuhi persyaratan mutu fisik lotion

"GAMBARAN KESESUAIAN SUHU PENYIMPANAN DAN BUD (Beyond Use Date) OBAT REKONSTITUSI DI RUANG PERINATOLOGI BERDASARKAN STANDAR STABILITAS OBAT REKONSTITUSI DI RSUD KOTA BOGOR"

Dian Ekasari; Muhammad Afqary; NURFAUZIA RAHAYU
2025 · Book · Open Access

Rekonstitusi obat merupakan kegiatan pencampuran atau peracikan obat dengan tujuan menghasilkan dosis dan volume yang diinginkan. Pada sediaan obat rekonstitusi yang perlu diperhatikan yaitu suhu penyimpanan pada obat rekonstitusi dan Beyond Use Date (BUD) obat rekonstitusi dimana BUD merupakan batas akhir penggunaan obat rekonstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bentuk sediaan sampel obat rekonstitusi ,mengetahuai gambaran kesesuaian suhu penyimpanan dan Beyond Use Date (BUD) obat rekonstitusi di ruang perinatologi berdasarkan standar stabilitas obat rekonstitusi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini bersifat desktiptif observasional dimana data yang diambil merupakan hasil dari pengamatan langsung pada obat rekonstitusi di ruang perinatologi periode 26 Januri–26 Februari 2024. Pengolahan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan dicatat. Jumlah sampel penelitian sebanyak 97 obat yang sudah melalui proses rekonstitusi hasil ini di dapat dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase bentuk sediaan sampel obat rekonstitusi injeksi dasar 69% dengan jumlah 56 obat rekonstitusi, injeksi hight alert 24% dengan jumlah 19 obat rekonstitusi, injeksi psikotropika 7% dengan jumlah 6 obat rekonstitusi, infus dasar 19% dengan jumlah 3 obat rekonstitusi, infus nutrisi 37% dengan jumlah 6 obat rekonstitusi dan infus hight 44% dengan jumlah 7 obat rekonstitusi. Kesesuaian suhu penyimpanan obat rekonstitusi dan kesesuaian Beyond Use (BUD) sudah sesuai dengan standar stabilitas obat rekonstitusi di RSUD Kota Bogor yaitu 100%.

GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT DIRECT ACTING ANTIVIRAL ( DAA ) PADA PASIEN HEPATITIS C DI RSUD KOTA BOGOR PERIODE 2021-2023

Elin Herlina; Muhammad Afqary; ROSALITA MUSTIKASANI
2025 · Book · Open Access

Hepatitis C merupakan penyakit radang atau inflamasi pada sel-sel hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C. Hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Secara global, diperkirakan 71 juta orang terinfeksi virus hepatitis C kronis. Sejumlah besar dari mereka yang terinfeksi kronis akan berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian terapi obat Direct Acting Antiviral (DAA) di RSUD Kota Bogor serta untuk mengetahui kesesuaian pemberian terapi obat antiviral berdasarkan Pedoman Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C di Indonesia tahun 2017 meliputi data sosiodemografi pasien yaitu usia dan jenis kelamin, data karakteristik pasien hepatitis C berdasarkan tipe infeksi dan tingkat keparahan, dan pemberian terapi obat hepatitis C pada pasien yang sudah melakukan pengobatan, sedangkan data pemberian kesuaian pemberian terapi obat meliputi (Dosis, durasi, dan frekuensi pengobatan). Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 166 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang diperoleh dari rekam medis rawat jalan. Profil sosiodemografi berdasarakan jenis kelamin menujukan bahwa pasien terbanyak yaitu laki-laki sebesar 69,9%, rentang usia yang paling banyak mengidap hepatitis C adalah usia 36 sampai 45 tahun sebesar 41,6%, karakteristik pasien hepatitis C dengan tipe infeksi monoinfeksi lebih banyak dari koinfeksi yaitu sebesar 80,7%, serta tingkat keparahan non sirosis sebesar 62,7%. Kombinasi obat paling banyak digunakan adalah Sofosbuvir dan Daclatasvir sebanyak 50,6%. Kesesuaian durasi, dan kesesuaian frekuensi pengobatan mencapai 100% dan dosis pengobatan mencapai 93,4%.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS PADA LAYANAN BPJS PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

Muhammad Afqary; Muhammad Luth Pratama; SYIFANIRA ANSABIIL
2025 · Book · Open Access

Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85 orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun. lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak 82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi obat.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

Euis Pudjasari Hardjadipura; Muhammad Luth Pratama; SALWATI MANASARI
2025 · Book · Open Access

Apotek adalah suatu tempat tertentu untuk tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. BPJS merupakan fasilitas kesehatan yang diberikan pemerintah dengan sistem pembayaran angsuran setiap bulannya yang dibebankan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini sendiri untuk mengetahui seperti apa gambaran dari sosiodemografi para pasien BPJS serta mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Juanda Bogor terhadap lima dimensi yaitu bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Analilis data dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap pasien yang datang pada jangka waktu Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan teknik pusposive sampling sehingga total responden sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, pembagian kuesioner dan hasilnya diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu Bukti Fisik 77,2%, kehandalan 75,26%, ketanggapan 74,1%, jaminan 68,8%, dan empati 78,7%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan peran petugas Apotek Kimia Farma Juanda Bogor dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien BPJS.

GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP DOKTERlSECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI FARMASI RAWAT JALAN RUMAHuSAKIToKARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

HETI FEBRIYANTI; Neilli Apolina; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access

#Pengkajian resepvmerupakanokegiatan yangupentingydalam pelayanan resepfkarena dapat membantu mengurangi terjadinyaomedicatior error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiogambaran kelengkapan resep dokter sacara administratif dan farmasetik dijFarmasibRawatiJalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian kelengkapan reseplsecara administratif yang telah mencapai 100% yaitu data pasien (nama, umur, jenis kelamin, tinggiobadanodan beratmbadankpasien), data dokter (nama, nomorlSIP, alamat praktek), tanggal penulisan resep dan ruangan/ unit asal resep. Sedangkan paraf dokter hanya 42%. Kelengkapanmresep secarakfarmasetik yang telah mencapai 100% yaituynamawobat, dosis dan aturanupakai. Sedangkanyjumlah obat sebesar 99% dan bentukysediaan hanya 66%. Berdasarkan hasil kelengkapanbresep secaraoadministratif danbfarmasetikldi Farmasi RawatiJalan Rumah Sakit KaryapBhaktimPratiwi Kabupaten Bogor belum sesuaimdengan Peraturan MenterioKesehatan Republik IndonesiajNomor 72 Tahun 2016nkarena masih terdapat ketidaklengkapan pada resep.

"UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINYAK BIJI SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L) MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS"

Abdul Aziz Setiawan; MUTIARA RAHMAH; Nina Imaniar
2025 · Book · Open Access

Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.

"EVALUASI PENYIMPANAN OBAT ETHICAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO.73 TAHUN 2016"

Euis Pudjasari Hardjadipura; Muhammad Luth Pratama; WIDYA AGUSTIN
2025 · Book · Open Access

Penyimpanan obat tidak daat dipisahkan dari seluruh operasional kefarmasian bak apotek rumah sakit atau apotek komunitas. Penyimpanana adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara obat yang diterima pada tempat yang dianggap aman dan dapat menjaga mutu obat. Apotek Kimia Farma Juanda merupakan salah satu apotek besar dan cukup ramai di kota Bogor dengan beragam obat yang disediakan yang tentunya penyimpan obatnya perlu diperhatikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui cara penyimpanan obat dan kesesuaian cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi kemudian hasilnya dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah memenuhi cara penyimpanan obat berdasarkan data ceklist Permenkes No. 73 Tahun 2016. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah 100 % sesuai dan memenuhi atuaran yang tercantum dalan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN DI APOTEK AMIRA DAERAH CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

Ajat Sudrajat; Karuma Barza Afida; RITA SUGIARTO
2025 · Book · Open Access

Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor, dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%), jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%), ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi (100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).

GAMBARAN KESESUIAN DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN BERDASARKAN PEDOMAN PENGELOLAAN VAKSIN DI FASYANKES TAHUN 2021 DI INSTALASI FARMASI RSIA PASUTRI BOGOR

Andry Dwi Cahya; Binar Nursanti; SITI NURYANTI
2025 · Book · Open Access

Pengelolahan vaksin yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kerusakan vaksin dan mengurangi potensinya. Kegagalan rantai distribusi atau penyimpanan vaksin pada suhu yang tidak sesuai adalah salah satu dari banyak penyebab masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021. Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, penelitian observasional deskriptif ini narasumber di wawancarai melalui kuesioner dari lembar checklist dan observasi secara langsung. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan di ruang gudang farmasi, instalasi farmasi dan poliklinik. Tiga indikator menunjukkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di RSIA Pasutri Bogor. Yaitu Indikator kegiatan distribusi vaksin, keadaan lemari es dan pemeliharaan rantai dingin (cold chain) yang berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan presentase antara 80 % - 100 %. Namun demikian, masih ada kekurangan. seperti petugas yang tidak memiliki pelatihan yang cukup, peralatan yang tidak memadai, pencatatan yang tidak lengkap, dan ruang yang tidak memadai. Kemudian, tidak ada laporan atau catatan yang menunjukkan bahwa setiap orang yang bertanggung jawab telah melakukan distribusi dan penyimpanan vaksin. Kesimpulan yang diperoleh dari gambaran kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021.

GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PELITA SEHAT POMAD BERDASARKAN JNC VIII

Binar Nursanti; Kelistiana Duha; SITA KRISTIANA PURBA
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi, dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut World Health Organization (WHO, 2023) lebih dari 30% populasi pada orang dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesesuaian pemberian terapi obat antihipertensi di Klinik Pelita Sehat Pomad berdasarkan standar (JNC) VIII berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan usia dan jenis kelamin, klasifikasi hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi dan mengambarkan tingkat kesesuaian pemeberian terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian purposive sampling dengan menganalisa data pasien secara retrospektif dari data rekam medis pasien dengan penyajian data secara deskriptif. Pasien dengan rentang usia lansia awal atau rentang usisa 45-56 tahun memiliki jumlah pasien terbanyak yatitu 26 pasien (33%). Pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki hasil presentase terbanyak yaitu 48 pasien (60,8%). Gambaran Karakteristik Pasien Hipertensi dengan klasifikasi hipertensi tingkat 1 memiliki hasil presentase tertinggi sebanyak 54 pasien (68,4%). Amlodipin merupakan pengobatan monoterapi atau tunggal yang sering diberikan kepada pasien hipertensi dengan persentase sebesar 78,5%. Terdapat ketidaksesuaian pemberian terapi sebesar 6,33%, dan kesesuaian pemberian dosis mencapai persentase 100%.

"KARAKTERISTIK DAN KADAR ASAM KLOROGENAT DARI KOPI HIJAU JENIS ROBUSTA (Coffea Canephora)"

Abdul Aziz Setiawan; FITRIA ADISTI NUR HIKMAH; Halimatussa’diyah
2025 · Book · Open Access

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, karena hasil perkebunan kopinya cukup melimpah dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Kopi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang dikonsumsi setiap hari. Minat masyarakat terhadap minuman kopi semakin tinggi terutama kalangan muda karena salahsatu manfaatnya yaitu mampu membakar lemak dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik dan kandungan asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta yang didapatkan di BALITRO dan di pasaran. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji pH, skrining fitokimia, dan penetapan kadar asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada uji penentuan kadar air sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 8,54%, 12,3% dan 10,6%. Pada pengujian skrining fitokimia, senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam sampel antara lain Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Pada penetapan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam seduhan sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 3,20%; 0,64%; dan 1,28%. Hasil perbandingan dari ketiga sampel tersebut disimpulkan bahwa seduhan kopi hijau dalam bentuk serbuk memiliki kandungan asam klorogenat paling tinggi.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI DEPO FARMASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIMACAN

Ayu Lestari; Euis Pudjasari Hardjadipura; HESTIE ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access

Obat high alert adalah obat yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kesalahan serius (sentinel event). Dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien, Rumah Sakit harus membuat kebijakan dalam pengelolaan obat salah satunya obat high alert sesuai yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016, tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, terutama untuk obat yang memiliki resiko tinggi yang dapat menyebabkan efek yang serius jika terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Memperbaiki sistem penyimpanannya adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi kesalahan pemberian obat high alert. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif kualitatif dengan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert yang ada di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan. Sistem penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan terdiri dari 3 golongan yaitu obat dengan resiko tinggi/high alert dengan rata-rata presentase 99% termasuk kriteria sangat baik, pada high alert kategori LASA dengan presentase rata-rata 88% dengan kriteria sangat baik, dan high alert kategori elektrolit konsentrat tinggi dengan presentase rata-rata 93% dengan kriteria sangat baik. Secara keseluruhan sistem penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan sudah sesuai dengan peraturan menteri kesehatan No, 72 Tahun 2016.

STABILITAS SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternate L) DENGAN VARIASI MINYAK ZAITUN DAN CMC

HESTI KUSTINI; Harry Noviardi; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC (5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan 6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C, 40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.

AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT DENGAN DIET TINGGI LEMAK

ELISA AGUSTIN; Halimatussa’diyah; Nina Imaniar
2025 · Book · Open Access

Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14 hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%, dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.

"ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS DI APOTEK 99 KOTA BOGOR"

Deby Dhabrigeni Yuza; EKA MAULIDA HERRYANTI; Febi Ishfahani
2025 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA (78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%). Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada 8 jenis berdasarkan kuadran 1.