Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 23 dari 127

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP FARMASI RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN JAMINAN PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

ENGGAR NASTANTI; Neilli Apolina; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.

STANDARISASI NEKTAR KRISTAL DARI NIRA KELAPA

Lilik Sulastri; TAZKIA AULIA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995) dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PASUTRI BOGOR

Andi Ahriansyah; Bintari Setyaningsih; KRISTIA ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access

Obat high alert adalah obat yang memiliki resiko tinggi membahayakan keselamatan pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016 kategori high alert menjadi 3 diantaranya LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit konsentrasi tinggi dan sitostatik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert yang ada di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, karena semua populasi dijadikan sampel. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan pada hasil penelitian ini adalah lembar observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan obat high alert sesuai dengan standar prosedur operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor dengan prosentase kesesuaian 100% pada penyimpanan obat high alert, penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) atau NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) dan penyimpanan obat Elektrolit Konsentrat Pekat.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG MELAKUKAN SWAMEDIKASI PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

M. Kenli Kendi Tampoliu; NOVIA APRILIANTI SUNARYA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB AKURASI STOCK OPNAME TIDAK TERCAPAI DI INSTALASI FARMASI KHUSUS IGD RS BAYUKARTA KARAWANG

AGRIOLA PERTIWI; Bernadus Tatag P; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access

Dalam menentukan persediaan obat yang baik maka perlu adanya pengelolaan obat yang baik pula. Kegiatan stock opname merupakan suatu kegiatan pemeriksaan terhadap persediaan barang sebagai salah satu bentuk pengawasan farmasi yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang yang tersedia sama dengan jumlah barang yang tercatat di komputer.Berdasarkan data Stock Opname perbulan di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarta Karawang, persentase akurasi Stock Opname masih belum bisa tercapai sesuai kebijakan manajemen RS Bayukarata Karawang yaitu minimal 97%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran stock opnamefaktor apa saja dalam melakukan stock opname yang mempengaruhi akurasi stock opname di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarata Karawang tidak tercapai. Penelitian menngunakan data stock opname bulan Septrmber-Oktober 2020 untuk selanjutnya dilakukan observasi penelitian di Instalasi Farmasi IGD meliputi pengelolaan perbekalan farmasi, alat kesehatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP), dan proses stock opname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Stock Opname di Instalasi Farmasi Khusus IGD RS Bayukarta Karawang dilakukan oleh 6 petugas dengan data rata-rata akurasi yaitu 93,53% dengan faktor yang mempengaruhi akurasi stok opname yaitu diakibatkan karena kejadian yang diakibatkan pada saat pentimpanan dan pengemasan (44,0%), kejadian kesalahan input pada saat transaksi (28,8%), kejadian kesalahan penerimaan barang dari logistik farmasi (16,8%), dan kejadian salah hitung stock dan input stock (10,4%). Kejadian tersebut terjadi karena petugas belum seluruhnya memahami danmensosialisasikan SPO yang sudah ada.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

MARIA ULFA SOLIHAT; Muhammad Afqary; Nurfitriyana
2025 · Book · Open Access

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK MEDISTIRA 2

Febi Ishfahani; VIVI ANDRIYATININGSIH; Wahyu Candra Andri Putranto
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.

ANALISIS ABC PENJUALAN DI APOTEK ASKIA KOTA BOGOR

ANGGI RAHMADANI; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access

Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255 item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI POLIKLINIK EDELWEISS RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR

Binar Nursanti; LISTIANAWATI; Tri Desminingrum
2025 · Book · Open Access

HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP ASPEK ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMA PARUNG BOGOR

Muhammad Afqary; Naufal Mu'tashim; RIMA HANDAYANI
2025 · Book · Open Access

Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PASCA OPERASI HERNIA DI RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

Andi Ahriansyah; MUHAMAD FIRDAUS; Nazmi
2025 · Book · Open Access

hernia inguinalis adalah penonjolan organ intra abdomen melalui fossa atau lubang yang berada didalam rongga abdomen sehingga benjolan tidak tampak dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien operasi hernia di Rumah Sakit Ummi Bogor. Menggunakan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penggunaan antibiotik. dilakukan secara deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder berupa rekam medik pasien, penelitian ini diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki sebesar 95,2 % (119 pasien), dan berdasarkan usia yang paling banyak 45-55 tahun sebesar 66,4% (83 pasien), Bedasarkan status pekerjaan yang paling banyak yaitu buruh sebesar 37,6% (47 pasien), Berdasarkan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan yaitu seftriaxone sebesar 54,4% (68 pasien).

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DIPLOMA TIGA STTIF BOGOR MENGENAI SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

ERMA PERMATASARI; Karuma Barza Afida; M. Kenli Kendi Tampoliu
2025 · Book · Open Access

Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mengenai suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 107 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi pada mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebesar 75,70%, usia terbanyak remaja akhir sebesar 82,24%, pekerjaan disamping sebagai mahasiswa terbanyak sebagai asisten tenaga kesehatan sebesar 98,13%, tahun masuk STTIF Bogor terbanyak pada tahun 2019 sebesar 38,32%, riwayat penyakit Covid-19 sebagai penyintas Covid-19 sebesar 57,01%. Mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mempunyai pengetahuan baik sebesar 77,57%, cukup sebesar 8,41% dan kurang sebesar 14,02%. Sikap positif sebesar 74,77% dan sikap negatif sebesar 25,23%.

EVALUASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK MANIS (Citrussinensis L) KOMBINASI DENGAN SARI LIDAH BUAYA (Aloe vera L)

ALVINA FIRLI ANISA; Halimatussa’diyah; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Masker peel-off merupakan masker gel yaitu penggunaannya mudah, tidak perlu dibilas dan mudah diangkat. Dalam kulit jeruk mengandung minyak atsiri dan vitamain C yang memberi efek baik pada kulit wajah. Lidah buaya dimanfaatkan untuk kosmetika sebagai pelembab kulit wajah. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi dan mengevaluasi ekstrak dari kulit jeruk manis (Citrus sinensis) kombinasi dengan sari lidah buaya (Aloe vera) dapat dalam bentuk sediaan maskeriigel peel off dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Metode yang digunakan untuk kulit jeruk manis adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, lidah buaya yang dipotong dan diblender lalu diperas, kemudian dilanjutkan membuat sediaan formulasi masker gel peel off, pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji dayaiisebar,uji waktu mengering, uji iritasi. Hasil penelitian sediaan masker gel peel off untuk uji organoleptis menunjukkan adanya warna coklat tua dan berbau khas perpaduan antara ekstrak kulit jeruk maniis dan lidah buaya, nilai uji pH menunjukkan 5,77 sampai 6,64. Uji daya sebar sediaan yang dihasilkan 7,0 sampai 7,5cm, uji waktu kering pada sediaan menunjukkan 8-12 menit, dan pada uji iritasi terhadap 20 orang sukarelawan hasilnya tidak ada yang mengiritasi pada kulit.

GAMBARAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DI LINGKUNGAN RW 05 KELURAHAN KARADENAN CIBINONG BOGOR

DWIPHIA APRILIYANTHI; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4. Virus ini lebih dominan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Rw 05 Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor berdasarkan karakteristik responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode sample random sampling dengan jumlah sample 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisis univariate. Hasil dari 100 orang karakteristik diantaranya mayoritas responden berumur 36-45 tahun sebesar 37%, berjenis kelamin perempuan berjumlah 57%, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) 49%, pekerjaan karyawan swasta 43%. Hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik (76,48%) sebesar 54%.

GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN CILANGKAP KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2023

AHMAD MIFTAHUL KHOER; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).

PERBANDINGAN TINGKAT MINAT KONSUMEN TERHADAP OBAT GENERIK DAN GENERIK BERMEREK DALAM SWAMEDIKASI DI APOTEK KEMANG FARMА BOGOR

EKA INDRIYANTI PUTRI; Irdawati; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

ingkat minat merujuk pada keinginan yang timbul di dalam diri seseorang sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk atau layanan, yang dipertimbangkan secara seksama sebelum proses pembelian dimulai. Obat generik merupakan obat yang menggunakan nama sesuai dengan International Nonproprietary Names Modified yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sementara itu, obat generik bermerek ialah obat yang memiliki nama merek dagang yang mengandung zat aktif dengan rute pemberian, komposisi, kekuatan, bentuk sediaan, indikasi, dan dosis yang sama dengan obat asli yang telah disetujui di Indonesia.Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan generik bermerek dalam swamedikasi. Metode pada penelitian ini ialah kuantitatif dengan menggunakan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil penelitian diperoleh 90 responden dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan 58,89%, usia terbanyak yaitu remaja akhir dan dewasa awal dengan persentase 40,0% serta pendidikan terbanyak yaitu SMA/sederajat atau 60%, dan tingkat minat konsumen terhadap obat generik paling banyak yaitu dengan kategori tingkat minat cukup berarti (17-49%) sebanyak 31,1% responden, sedangkan pada generik bermerek tingkat minat paling banyak yaitu kategori tinggi atau kuat (50-80%) sebanyak 63,3% responden. Adapun perbandingan tingkat minat obat generik dalam swamedikasi sebanyak 24,76% dan generik bermerek sebanyak 75,24%. Hasil dari uji man-whitney menujukan terdapat perbedaan tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan generik bermerek dalam swamedikasi di Apotek Kemang Farma Bogor bulan Desember 2023 dengan hasil p value sebesar 0,00 (<0,005).

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

Eem Masaenah; Lilik Sulastri; MUHAMMAD AGUNG ISMATULLAH
2025 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

PENGARUH SUPLEMENTASI TABURIA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA LEMAH DUHUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS CARINGIN, KABUPATEN BOGOR

ANNISA ILLAHI; Eem Masaenah; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi, atau terbatasnya stimulasi yang mencukupi. Jika seorang anak kekurangan vitamin dan mineral,dapat menyebabkan cepat sakit dan pertumbuhannya melambat. Suplementasi vitamin dan mineral dalam penelitian ini berupa taburia. Taburia yaitu suplemen mikronutrien yang terdiri dari 12 jenis vitamin dan 4 jenis mineral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh suplementasi taburia terhadap kejadian stunting di Desa Lemah Duhur Wilayah Kerja Puskesmas Caringin, Kabupaten Bogor. Desain pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control periode Desember 2023 – Februari 2024. Data primer diperoleh langsung dari kegiatan posyandu. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 68 balita yaitu 34 anak kasus stunting dan 34 anak sebagai kontrol (tidak stunting). Pada hasil uji regresi logistik p-value = 0,000 < α = 0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara suplementasi taburia dengan kejadian stunting. Nilai Exp(B) 0,000007 yang menunjukkan pengaruh suplementasi taburia memberikan pengaruh sebanyak 0,000007 kali terhadap kejadian stunting.

PERBEDAAN SELISIH PENURUNAN SKOR WOMAC PADA TERAPI ANTINYERI PASIEN OSTEOARTRITIS DI RUMAH SAKIT MULIA PAJAJARAN BOGOR

Febi Ishfahani; MAULIDINA YULIASTRI; Nuryanti
2025 · Book · Open Access

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif progresif, tidak teratur, yang disebabkan oleh kerusakan biokimia pada tulang rawan artikular (tulang rawan hialin) lutut.Penyakit ini ditandai dengan degenerasi tulang rawan artikular dan terbentuknya tulang baru (osteofit) di ujung sendi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Pajajaran Bogor dan mengetahui perbedaan penurunan skor WOMAC dengan pemberian obat antinyeri. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Kuesioner dan rekam medis akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Sebanyak 91 responden diwawancarai dengan menggunakan metodologi survei sumatif. Berdasarkan pertimbangan tersebut, mayoritas responden yang mengikuti survei Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) berusia 65 tahun ke atas (47,25%) dan berjenis kelamin perempuan (78,02%). Skor keparahan osteoartritis tertinggi adalah grade 3 (38,46%) dengan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga (51,65%), oat antinyeri yang paling direkomendasikan adalah meloxicam (41,76%), dan skor standar survei WOMAC yang diperoleh setelah pengobatan dengan obat adalah “sedang” (73,63%). Standar setelah pengobatan adalah “ringan” (84,62%). Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis untuk perbedaan penurunan skor kuesioner WOMAC ditentukan nilai kritis sebesar 0,537 (>0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan efikasi yang signifikan antara terapi obat antinyeri pada pasien penderita osteoartritis di Rumah Sakit Mulia Pajajaran Bogor.

FORMULASI STABILITAS SEDIAAN LOTION ACNE EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas (L) ) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphylococcus epidermidis

ELMA MARLINA; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri, sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm. Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat 19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm, formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.