ENGGAR NASTANTI; Neilli Apolina; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access
Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai
setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat
menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah
sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep
farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran
waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu
resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini
bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak
100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran
asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien
umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan
obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling
lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien
umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi
pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu
pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah
sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor
tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.
Lilik Sulastri; TAZKIA AULIA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum
terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga
jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning.
Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang
kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik
gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa
aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat
Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji
gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995)
dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara
organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula
aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar
abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran
mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian
hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan
BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.
Andi Ahriansyah; Bintari Setyaningsih; KRISTIA ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access
Obat high alert adalah obat yang memiliki resiko tinggi membahayakan keselamatan
pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016
kategori high alert menjadi 3 diantaranya LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit
konsentrasi tinggi dan sitostatik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran
dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan
Anak Pasutri Bogor.
Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah
seluruh obat high alert yang ada di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak
Pasutri Bogor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, karena semua
populasi dijadikan sampel. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan pada
hasil penelitian ini adalah lembar observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan penyimpanan obat high alert sesuai dengan standar prosedur
operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor dengan prosentase kesesuaian
100% pada penyimpanan obat high alert, penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound
Alike) atau NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) dan penyimpanan obat
Elektrolit Konsentrat Pekat.
M. Kenli Kendi Tampoliu; NOVIA APRILIANTI SUNARYA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
AGRIOLA PERTIWI; Bernadus Tatag P; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access
Dalam menentukan persediaan obat yang baik maka perlu adanya
pengelolaan obat yang baik pula. Kegiatan stock opname merupakan suatu kegiatan
pemeriksaan terhadap persediaan barang sebagai salah satu bentuk pengawasan
farmasi yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang yang tersedia
sama dengan jumlah barang yang tercatat di komputer.Berdasarkan data Stock
Opname perbulan di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarta Karawang, persentase
akurasi Stock Opname masih belum bisa tercapai sesuai kebijakan manajemen RS
Bayukarata Karawang yaitu minimal 97%.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran stock opnamefaktor
apa saja dalam melakukan stock opname yang mempengaruhi akurasi stock opname
di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarata Karawang tidak tercapai. Penelitian
menngunakan data stock opname bulan Septrmber-Oktober 2020 untuk selanjutnya
dilakukan observasi penelitian di Instalasi Farmasi IGD meliputi pengelolaan
perbekalan farmasi, alat kesehatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP), dan proses
stock opname.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Stock Opname di
Instalasi Farmasi Khusus IGD RS Bayukarta Karawang dilakukan oleh 6 petugas
dengan data rata-rata akurasi yaitu 93,53% dengan faktor yang mempengaruhi
akurasi stok opname yaitu diakibatkan karena kejadian yang diakibatkan pada saat
pentimpanan dan pengemasan (44,0%), kejadian kesalahan input pada saat
transaksi (28,8%), kejadian kesalahan penerimaan barang dari logistik farmasi
(16,8%), dan kejadian salah hitung stock dan input stock (10,4%). Kejadian tersebut
terjadi karena petugas belum seluruhnya memahami danmensosialisasikan SPO
yang sudah ada.
MARIA ULFA SOLIHAT; Muhammad Afqary; Nurfitriyana
2025 · Book · Open Access
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).
Febi Ishfahani; VIVI ANDRIYATININGSIH; Wahyu Candra Andri Putranto
2025 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data
Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia
disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan
pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel
sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum
obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan
minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling
banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin
sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi
di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.
ANGGI RAHMADANI; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access
Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan
obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat
yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan
bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya
terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian
Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif
dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data
penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian
dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A
memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat
yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai
penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255
item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia
dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas
obat yang akan diadakan.
Binar Nursanti; LISTIANAWATI; Tri Desminingrum
2025 · Book · Open Access
HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).
Muhammad Afqary; Naufal Mu'tashim; RIMA HANDAYANI
2025 · Book · Open Access
Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.
Andi Ahriansyah; MUHAMAD FIRDAUS; Nazmi
2025 · Book · Open Access
hernia inguinalis adalah penonjolan organ intra abdomen melalui fossa
atau lubang yang berada didalam rongga abdomen sehingga benjolan tidak
tampak dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik
pada pasien operasi hernia di Rumah Sakit Ummi Bogor. Menggunakan data
sosiodemografi yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penggunaan antibiotik.
dilakukan secara deskriptif observasional dengan pengambilan data secara
retrospektif dari data sekunder berupa rekam medik pasien, penelitian ini diambil
dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jenis
kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki sebesar 95,2 % (119 pasien), dan
berdasarkan usia yang paling banyak 45-55 tahun sebesar 66,4% (83 pasien),
Bedasarkan status pekerjaan yang paling banyak yaitu buruh sebesar 37,6% (47
pasien), Berdasarkan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan yaitu
seftriaxone sebesar 54,4% (68 pasien).
ERMA PERMATASARI; Karuma Barza Afida; M. Kenli Kendi Tampoliu
2025 · Book · Open Access
Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mengenai suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 107 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi pada mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebesar 75,70%, usia terbanyak remaja akhir sebesar 82,24%, pekerjaan disamping sebagai mahasiswa terbanyak sebagai asisten tenaga kesehatan sebesar 98,13%, tahun masuk STTIF Bogor terbanyak pada tahun 2019 sebesar 38,32%, riwayat penyakit Covid-19 sebagai penyintas Covid-19 sebesar 57,01%. Mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mempunyai pengetahuan baik sebesar 77,57%, cukup sebesar 8,41% dan kurang sebesar 14,02%. Sikap positif sebesar 74,77% dan sikap negatif sebesar 25,23%.
ALVINA FIRLI ANISA; Halimatussa’diyah; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Masker peel-off merupakan masker gel yaitu penggunaannya mudah, tidak
perlu dibilas dan mudah diangkat. Dalam kulit jeruk mengandung minyak atsiri
dan vitamain C yang memberi efek baik pada kulit wajah. Lidah buaya
dimanfaatkan untuk kosmetika sebagai pelembab kulit wajah. Penelitian ini
bertujuan membuat formulasi dan mengevaluasi ekstrak dari kulit jeruk manis
(Citrus sinensis) kombinasi dengan sari lidah buaya (Aloe vera) dapat dalam
bentuk sediaan maskeriigel peel off dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Metode
yang digunakan untuk kulit jeruk manis adalah metode maserasi dengan pelarut
etanol 70%, lidah buaya yang dipotong dan diblender lalu diperas, kemudian
dilanjutkan membuat sediaan formulasi masker gel peel off, pengujian terhadap
sediaan yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH,
uji dayaiisebar,uji waktu mengering, uji iritasi. Hasil penelitian sediaan masker
gel peel off untuk uji organoleptis menunjukkan adanya warna coklat tua dan
berbau khas perpaduan antara ekstrak kulit jeruk maniis dan lidah buaya, nilai uji
pH menunjukkan 5,77 sampai 6,64. Uji daya sebar sediaan yang dihasilkan 7,0
sampai 7,5cm, uji waktu kering pada sediaan menunjukkan 8-12 menit, dan pada
uji iritasi terhadap 20 orang sukarelawan hasilnya tidak ada yang mengiritasi pada
kulit.
DWIPHIA APRILIYANTHI; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access
Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
dengue tipe 1-4. Virus ini lebih dominan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina
Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia
mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Demam
Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Rw 05 Kelurahan Cibinong Kabupaten
Bogor berdasarkan karakteristik responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan
metode sample random sampling dengan jumlah sample 100 orang. Teknik analisa
data menggunakan analisis univariate. Hasil dari 100 orang karakteristik
diantaranya mayoritas responden berumur 36-45 tahun sebesar 37%, berjenis
kelamin perempuan berjumlah 57%, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)
49%, pekerjaan karyawan swasta 43%. Hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa
total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik (76,48%)
sebesar 54%.
AHMAD MIFTAHUL KHOER; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access
Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data
menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total
keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).
EKA INDRIYANTI PUTRI; Irdawati; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
ingkat minat merujuk pada keinginan yang timbul di dalam diri seseorang
sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk atau layanan, yang
dipertimbangkan secara seksama sebelum proses pembelian dimulai. Obat generik
merupakan obat yang menggunakan nama sesuai dengan International
Nonproprietary Names Modified yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan
Dunia (WHO). Sementara itu, obat generik bermerek ialah obat yang memiliki
nama merek dagang yang mengandung zat aktif dengan rute pemberian, komposisi,
kekuatan, bentuk sediaan, indikasi, dan dosis yang sama dengan obat asli yang telah
disetujui di Indonesia.Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan tingkat
minat konsumen terhadap obat generik dan generik bermerek dalam swamedikasi.
Metode pada penelitian ini ialah kuantitatif dengan menggunakan menggunakan
kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil penelitian
diperoleh 90 responden dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan
58,89%, usia terbanyak yaitu remaja akhir dan dewasa awal dengan persentase
40,0% serta pendidikan terbanyak yaitu SMA/sederajat atau 60%, dan tingkat minat
konsumen terhadap obat generik paling banyak yaitu dengan kategori tingkat minat
cukup berarti (17-49%) sebanyak 31,1% responden, sedangkan pada generik
bermerek tingkat minat paling banyak yaitu kategori tinggi atau kuat (50-80%)
sebanyak 63,3% responden. Adapun perbandingan tingkat minat obat generik
dalam swamedikasi sebanyak 24,76% dan generik bermerek sebanyak 75,24%.
Hasil dari uji man-whitney menujukan terdapat perbedaan tingkat minat konsumen
terhadap obat generik dan generik bermerek dalam swamedikasi di Apotek
Kemang Farma Bogor bulan Desember 2023 dengan hasil p value sebesar 0,00
(<0,005).
Eem Masaenah; Lilik Sulastri; MUHAMMAD AGUNG ISMATULLAH
2025 · Book · Open Access
Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang
tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana
berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam
empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat
sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh
daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau
kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan
menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada 670 nm, nilai absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh
dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain
Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid,
Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa
Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid,
Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh
dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan
100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1
:1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan
nilai IC50 sebesar 60,8ppm.
ANNISA ILLAHI; Eem Masaenah; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access
Stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi, atau terbatasnya stimulasi yang mencukupi. Jika seorang anak kekurangan vitamin dan mineral,dapat menyebabkan cepat sakit dan pertumbuhannya melambat. Suplementasi vitamin
dan mineral dalam penelitian ini berupa taburia. Taburia yaitu suplemen mikronutrien yang terdiri dari 12 jenis vitamin dan 4 jenis mineral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh suplementasi taburia terhadap kejadian stunting di Desa Lemah Duhur Wilayah Kerja Puskesmas Caringin, Kabupaten Bogor. Desain pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan
pendekatan case control periode Desember 2023 – Februari 2024. Data primer diperoleh langsung dari kegiatan posyandu. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 68 balita yaitu 34 anak kasus stunting dan 34 anak sebagai kontrol (tidak stunting). Pada hasil uji regresi logistik p-value = 0,000 < α = 0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang
signifikan antara suplementasi taburia dengan kejadian stunting. Nilai Exp(B) 0,000007 yang menunjukkan pengaruh suplementasi taburia memberikan pengaruh sebanyak 0,000007 kali terhadap kejadian stunting.
Febi Ishfahani; MAULIDINA YULIASTRI; Nuryanti
2025 · Book · Open Access
Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif progresif, tidak teratur, yang
disebabkan oleh kerusakan biokimia pada tulang rawan artikular (tulang rawan
hialin) lutut.Penyakit ini ditandai dengan degenerasi tulang rawan artikular dan
terbentuknya tulang baru (osteofit) di ujung sendi. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Pajajaran
Bogor dan mengetahui perbedaan penurunan skor WOMAC dengan pemberian
obat antinyeri. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan
pendekatan cross-sectional. Kuesioner dan rekam medis akan digunakan sebagai
bahan evaluasi. Sebanyak 91 responden diwawancarai dengan menggunakan
metodologi survei sumatif. Berdasarkan pertimbangan tersebut, mayoritas
responden yang mengikuti survei Western Ontario and McMaster Universities
Osteoarthritis Index (WOMAC) berusia 65 tahun ke atas (47,25%) dan berjenis
kelamin perempuan (78,02%). Skor keparahan osteoartritis tertinggi adalah grade
3 (38,46%) dengan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga (51,65%), oat
antinyeri yang paling direkomendasikan adalah meloxicam (41,76%), dan skor
standar survei WOMAC yang diperoleh setelah pengobatan dengan obat adalah
“sedang” (73,63%). Standar setelah pengobatan adalah “ringan” (84,62%).
Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis untuk perbedaan penurunan skor kuesioner
WOMAC ditentukan nilai kritis sebesar 0,537 (>0,05) sehingga tidak terdapat
perbedaan efikasi yang signifikan antara terapi obat antinyeri pada pasien penderita
osteoartritis di Rumah Sakit Mulia Pajajaran Bogor.
ELMA MARLINA; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk
dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri,
sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas
antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk
menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus
epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan
difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar
mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian
aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar
(Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri
Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm.
Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat
19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm,
formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik
(organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik
sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma
khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data
normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova
diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan.
Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.