Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 24 dari 127

AKTIVITAS ANTIBAKTERI REBUSAN DAUN BIDARA PUTSA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

ALISE BELSE LUTURMAS; Eem Masaenah; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan membahayakan kesehatan manusia dan hewan yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Bidara putsa (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan metabolit sekunder dalam rebusan daun bidara putsa yang ditetapkan melalui uji fitokimia serta mengetahui aktivitas antibakteri dari rebusan daun bidara putsa terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% (%b/v) diekstraksi dengan cara perebusan pada suhu 90oC selama 15 menit dan ditentukan golongan senyawa fitokimia secara kualitatif. Selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Metabolit sekunder yang terkandung dalam rebusan daun bidara putsa konsentrasi 30% adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat 13,22 mm. Namun, aktivitas antibakteri rebusan daun bidara putsa 30% masih rendah dan berbeda nyata (α<0,05) dengan kontrol positif kloramfenikol 0,1%. Berdasarkan diameter zona hambat tersebut dapat disimpulkan bahwa rebusan daun bidara putsa memiliki potensi untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK PENDERITA ISPA DI KLINIK AL-BAROKAH BOGOR PERIODE FEBRUARI – JULI 2023

ALYA NABILA JAYADI; NIko Rupoko Putro; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

DEA YUSPITA OCTAVIA; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000 sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan (96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan, Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN TERAPI PASIEN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENDERITA ASMA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

NADYA FADILAH AZZAHRA; Rio Julyo; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Asma merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi fungsi penderitanya baik dari gejala, keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan fungsi emosi, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup pasien penderita asma dan hubungan antara karakteristik pasien dan terapi asma yang digunakan dengan kualitas hidup pasien penderita asma di Rumah Sakit Islam Bogor. Metode penelitian menggunakan cross sectional yang bersifat observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ), dan penelusuran rekam medis sebanyak 53 pasien asma yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik terbanyak pasien berusia 46-55 tahun 30%, jenis kelamin perempuan 77%, pekerjaan IRT 47%, durasi asma >10 tahun 47%, tidak ada riwayat keluarga 57%. Terapi obat asma terbanyak digunakan Agonis β-2 adrenergik, Kortikosteroid dan Metilxantin 41%. Gambaran kualitas hidup pasien asma sebesar 62,26% kurang baik dan 37,74% baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien penderita asma nilai p-value < 0,05, sedangkan untuk karakterstik pasien (usia, pekerjaan, durasi asma, riwayat keluarga, riwayat alergi) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05. Untuk hubungan terapi asma dengan kualitas hidup tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05.

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KULTUR JAMUR ENDOFIT KKBT-2.1 DARI TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

Andria Agusta; Lilik Sulastri; NISYA SAPUTRIYANTI
2025 · Book · Open Access

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.

ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA 8 SUKABUMI

Elin Karlina; Fredy Arifta Nasel; MUHAMAD RIZKY FEBRIANSYAH
2025 · Book · Open Access

Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%). Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).

HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM SWAMEDIKASI OBAT DEMAM ANAK DI RW 005 DESA SALABENDA KABUPATEN BOGOR

FITRI JAYANTI; Febi Ishfahani; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah upaya menjaga kesehatan dan salah satu penyakit yang dapat di swamedikasi adalah demam. Demam merupakan penyakit yang sering dialami terutama pada anak. Tidak terlepas dari pengaruh media sosial akses informasi pengobatan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan jika tidak dibekali pengetahuan yang cukup, sehingga masyarakat terutama ibu harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam anak di RW 005 Desa Salabenda Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Dari jumlah populasi sebanyak 278 dengan teknik Cluster random sampling didapat sampel sebanyak 74 responden. Hasil Penelitian didapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (45,9%), pendidikan SMA/SMK (41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (68,9%). Tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi demam menunjukan presentase cukup baik yaitu 48,6 % dan tingkat keterpaparan media sosial menujukan 93,2 % ibu terpapar media sosial. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 0,261 (>0,05) maka dapat tidak ada hubungan signifikan antara paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam pada anak.

KESESUAIAN TERAPI INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

ANISA WIJAYANTI; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Penyakit infeksi yang menyebabkan kematian salah satunya ialah infeksi yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Apabila sel limfosit T-helper rusak menyebabkan imun tubuh manusia menjadi lemah. Infeksi oportunistik (IO) adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh. IO dapat menyebabkan kematian lebih dari 90% pasien HIV/AIDS. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan terapi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari – Desember 2023. Metode yang digunakan observasional yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Adapun data yang diteliti diantaranya data sosiodemografi (umur dan jenis kelamin), data infeksi oportunistik, data pengobatan, dan penatalaksanaan terapi infeksi oportunistik. Penelitian ini memiliki manfaat untuk lebih mengetahui kesesuaian terapi obat infeksi oportunistik dari penyakit HIV/AIDS. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 130 pasien HIV/AIDS rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari - Desember 2023 dapat disimpulkan bahwa pasien HIV/AIDS terbanyak adalah laki-laki 101 pasien (78%) sedangkan perempuan 29 pasien (22%) semua dalam rentang usia 26-35 tahun. Terapi obat infeksi oportunistik yang banyak digunakan oleh pasien HIV/AIDS yaitu antibiotik (56%). Jenis infeksi oportunistik terbanyak adalah Isosporiasis 54 pasien (37,76%), Kandidiasis 50 pasien (34,97%), Toxoplamosis 24 pasien (16,78%) dan Pneumonia 15 pasien (10,49%).

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

Eem Masaenah; NADIA RAMADANTI WAHYUDIN; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI RW 04 KAMPUNG MANGGIS DRAMAGA KABUPATEN BOGOR

Antonius Padua Ratu; DINI INDAH WULANDARI; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access

Penggunaan obat tradisional semakin berkembang di dunia, baik digunakan sebagai terapi alternatif maupun terapi utama pengobatan. Tingginya penggunaan obat tradisional ditunjukan pada fenomena COVID-19, kecenderungan masyarakat memilih pengobatan tergantung pada kepercayaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan tingkat kepercayaan dan pengalaman masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional. Jenis penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional dilakukan di RW 04 Kampung Manggis Dramaga Kabupaten Bogor menggunakan alat bantu kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara Stratified Proportional Random Sampling terhadap 110 orang dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis statistika Somers’d dan Cramer’s V. Hasil analisis sosiodemografi yaitu mayoritas responden dengan usia 36-45 tahun (30,0%), jenis kelamin laki-laki dan perempuan (50%), pendidikan akhir SMA (50,9%), pekerjaan ibu rumah tangga (40,9%), dan pendapatan rendah < 3.000.000 (68,2%). Tingkat kepercayaan terhadap obat tradisional sebanyak 67 orang (60,9%) responden percaya dan mayoritas responden memiliki pengalaman menggunakan obat tradisional (94,5%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara sosiodemografi usia dengan tingkat kepercayaan (p-value = 0,015 < 0,05), sedangkan sosiodemografi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan tidak ada hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan dan terdapat hubungan signifikan pengalaman menggunakan obat tradisonal dengan Tingkat kepercayaan (p-value = 0,000 < 0,05).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

Eem Masaenah; TITI HIDAYATI; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.

HUBUNGAN KEJADIAN EFEK SAMPING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

AURELIA AZAHRA; Rio Julyo; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45 (dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki- laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%), dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden (54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT SEBELUM DAN SESUDAH DIEDUKASI TENTANG DAGUSIBU DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR

HERNI SULAWATI; Nanang Hermawan; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat sehingga kualitas hidup masyarakat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum diedukasi dan setelah diedukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran tingkat pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut sebanyak 28,24%, 60%, dan 11,76%. Setelah diedukasi tingkat pengetahuan responden kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut menjadi 4,71%, 20% dan 75,29%. Variabel tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diedukasi tentang DAGUSIBU.

HUBUNGAN KESESUAIAN TERAPI OBAT DENGAN TARGET TEKANAN DARAH BERDASARKAN JOINT NATIONAL COMMITTEE VIII PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

DELA NOPIYANTI; Dewa Asmara; Febi Ishfahani
2025 · Book · Open Access

Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah dimana tekanan darah meningkat melebihi nilai normal yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Jawa Barat tahun 2018 sebanyak 39,6%. Hipertensi menempati urutan kelima dalam kasus penyakit tertinggi di Puskesmas Cigudeg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian terapi obat hipertensi berdasarkan Joint National Committee (JNC) VIII pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigudeg Kabupaten Bogor. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien yang mendapat pengobatan rutin selama 2 bulan yaitu Juli - Desember 2023. Hasil penelitian berdasarkan total sampel sebanyak 89 pasien, paling banyak mayoritas perempuan (70%), dengan usia terbanyak berumur 46-55 tahun (36%). Obat yang paling umum digunakan adalah amlodipin (93%). Hasil evaluasi kesesuaian terapi yang sesuai sebanyak (21%), dan tercapainya tujuan terapi sebanyak (38%) berdasarkan Joint National Committee (JNC) VIII . Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-square terdapat adanya hubungan bermakna antara kesesuaian terapi obat berdasarkan JNC VIII dengan tercapainya target tekanan darah dengan p value (0,000) < (0,05).

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT INJEKSI OMEPRAZOLE DAN RANITIDINE BERDASARKAN WAKTU HILANGNYA GEJALA PADA PASIEN DISPEPSIA DI KLINIK AL-BAROKAH CIBINONG

NIko Rupoko Putro; ROZA DWI SHINTIA; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Dispepsia adalah kondisi yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman di wilayah perut bagian atas atau ulu hati. Dispepsia dapat dipicu oleh gaya hidup, konsumsi makanan, dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat dispepsia berdasarkan waktu hilangnya gejala. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan data secara prospektif yang bersumber dari data rekam medis pada 162 pasien yang berobat di Klinik Al- Barokah Cibinong periode November 2023-Januari 2024. Data yang diambil dari hasil penelitian ini yaitu data sosiodemografi (jenis kelamin, usia dan pekerjaan), obat injeksi dispepsia (injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine), dan waktu hilangnya gejala. Dari hasil penelitian ini penyakit dispepsia terbanyak dialami oleh perempuan 90 pasien (56%), rata-rata usia 26-35 tahun 48 pasien (30%), pekerjaan yaitu Swasta 65 pasien (40%). Gambaran penggunaan obat dispepsia yang terbanyak yaitu menggunakan Injeksi Omeprazole yaitu sebanyak 103 pasien (64%). Waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia yang paling terbanyak yaitu selama 30 menit sebanyak 65 pasien (40%). Dari hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai Asym.Sig. 0,000 (<P-Value 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine terhadap waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia di Klinik Al-Barokah Cibinong.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

Febi Ishfahani Lani Nopika; NURUL HIDAYAH TANJUNG
2025 · Book · Open Access

Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33 responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden (48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan kuat.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP HASIL PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

ELIADA ANGELA PANJAITAN; Lani Nopika; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

TBC (tuberkulosis) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tubeculosis. Pengobatan tuberkulosis biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, seringkali paling tidak selama enam bulan atau lebih tergantung seberapa baik pasien patuh terhadap meminum obat. Hasil pengobatan tuberkulosis paru meliputi sembuh, pengobatan lengkap, gagal, meninggal, putus berobat, dan tidak evaluasi. dikatakan sembuh apabila pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhri pengobatan menjadi negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional . Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 80 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan rekam medik. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji phi cramer’s V. hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur dengan nilai signifikan 0,000.

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN BPJS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI APOTEK KIMIA FARMA 221 DEGUNG KOTA SUKABUMI

DINI AUDINA GUNAWAN; Karuma Barza Afida; Yulia Yasmin
2025 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi metabolik jangka panjang yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan dalam penggunaan insulin, produksi insulin, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah pada pasien BPJS Diabetes Mellitus tipe 2 di Apotek Kimia Farma 221 Degung Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total 85 responden. Hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah dianalisis menggunakan korelasi Somers’d dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-45 tahun (35,30%), dengan jenis kelamin perempuan mendominasi (55,30%), pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/sederajat (41,20%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,50%). Dari segi gaya hidup, 48,20% responden memiliki gaya hidup yang baik, sementara kadar gula darah sewaktu responden sebagian besar berada dalam rentang normal (47,06%). Uji statistik Somers’d menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Koefisien Somers’d sebesar 0,575 menunjukkan bahwa hubungan tersebut memiliki tingkat keeratan sedang.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

Febi Ishfahani; IWANG RIDWAN; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAP RSJ dr H MARZOEKI MAHDI BOGOR

DEFI SANTIKA; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Pneumonia adalah infeksi akut atau inflamasi pada jaringan paru-paru yang diakibatkan oleh bermacam mikroorganisme, antara lain bakteri, virus, parasit, jamur, paparan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru-paru. Metode Gyssens dipakai untuk mengevaluasi rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Dari hasil penelitian pasien pneumonia yang di rawat di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Periode Agustus 2022- Agustus 2023 sebanyak 87 pasien. Hasil penelitian memperlihatkan pasien pneumonia paling tinggi dialami oleh Laki-laki sebanyak 50 pasien dengan persentase (57,47%), kelompok usia terbanyak lansia awal 46-60 tahun sebanyak 24 pasien dengan persentase (27,60%). Profil penggunaan antibiotik pasien pneumonia yang digunakan di rawat inap Ceftriaxone (54,02%), Levofloxacine (32,18%), dan Azithromycin (13,79%). Ketepatan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap dengan memakai metode Gyssens, yang termasuk kategori IIIa (durasi pemberian terlalu lama) (5,75%), kategori IIIb (durasi pemberian terlalu singkat) (4,60%), kategori IIa (Dosis tidak tepat) (4,60%) dan kategori 0 (penggunaan antibiotik tepat atau rasional) (89,65%).