ALISE BELSE LUTURMAS; Eem Masaenah; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus berkembang
dari waktu ke waktu dan membahayakan kesehatan manusia dan hewan yang
disebabkan oleh mikroorganisme seperti salah satunya bakteri Staphylococcus
aureus. Bidara putsa (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan salah satu tanaman
yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan
metabolit sekunder dalam rebusan daun bidara putsa yang ditetapkan melalui uji
fitokimia serta mengetahui aktivitas antibakteri dari rebusan daun bidara putsa
terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini rebusan daun bidara
putsa dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% (%b/v) diekstraksi dengan cara
perebusan pada suhu 90oC selama 15 menit dan ditentukan golongan senyawa
fitokimia secara kualitatif. Selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Metabolit sekunder yang
terkandung dalam rebusan daun bidara putsa konsentrasi 30% adalah alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas terbaik
dengan diameter zona hambat 13,22 mm. Namun, aktivitas antibakteri rebusan daun
bidara putsa 30% masih rendah dan berbeda nyata (α<0,05) dengan kontrol positif
kloramfenikol 0,1%. Berdasarkan diameter zona hambat tersebut dapat
disimpulkan bahwa rebusan daun bidara putsa memiliki potensi untuk menghambat
bakteri Staphylococcus aureus.
ALYA NABILA JAYADI; NIko Rupoko Putro; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).
DEA YUSPITA OCTAVIA; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan
dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan
keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi,
harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi
kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan
bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan
jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden
dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data
sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal
(26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak
karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000
sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan
kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan
(96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati
pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan,
Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.
NADYA FADILAH AZZAHRA; Rio Julyo; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Asma merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi fungsi penderitanya
baik dari gejala, keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan fungsi emosi, sehingga
dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kualitas hidup pasien penderita asma dan hubungan antara
karakteristik pasien dan terapi asma yang digunakan dengan kualitas hidup pasien
penderita asma di Rumah Sakit Islam Bogor. Metode penelitian menggunakan
cross sectional yang bersifat observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui
pengisian kuesioner Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ), dan
penelusuran rekam medis sebanyak 53 pasien asma yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik terbanyak
pasien berusia 46-55 tahun 30%, jenis kelamin perempuan 77%, pekerjaan IRT
47%, durasi asma >10 tahun 47%, tidak ada riwayat keluarga 57%. Terapi obat
asma terbanyak digunakan Agonis β-2 adrenergik, Kortikosteroid dan Metilxantin
41%. Gambaran kualitas hidup pasien asma sebesar 62,26% kurang baik dan
37,74% baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna
antara karakteristik jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien penderita asma nilai
p-value < 0,05, sedangkan untuk karakterstik pasien (usia, pekerjaan, durasi asma,
riwayat keluarga, riwayat alergi) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan
nilai p-value > 0,05. Untuk hubungan terapi asma dengan kualitas hidup tidak
terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05.
Andria Agusta; Lilik Sulastri; NISYA SAPUTRIYANTI
2025 · Book · Open Access
Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan
tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas
beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan
untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan
antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing
(Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji
aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis
menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara
kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian
F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas
dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL
dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas
antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM
terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.
Elin Karlina; Fredy Arifta Nasel; MUHAMAD RIZKY FEBRIANSYAH
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan
menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian
pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam
perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95
pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual
(Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%).
Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan
menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode
IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).
FITRI JAYANTI; Febi Ishfahani; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah upaya menjaga kesehatan dan salah satu penyakit yang dapat
di swamedikasi adalah demam. Demam merupakan penyakit yang sering dialami
terutama pada anak. Tidak terlepas dari pengaruh media sosial akses informasi
pengobatan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan jika tidak dibekali
pengetahuan yang cukup, sehingga masyarakat terutama ibu harus memiliki
pengetahuan yang baik dalam swamedikasi demam. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan
ibu dalam swamedikasi obat demam anak di RW 005 Desa Salabenda Kabupaten
Bogor. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan pendekatan cross sectional.
Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Dari jumlah populasi sebanyak 278
dengan teknik Cluster random sampling didapat sampel sebanyak 74 responden.
Hasil Penelitian didapat bahwa responden yang paling banyak melakukan
swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (45,9%), pendidikan SMA/SMK
(41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (68,9%). Tingkat pengetahuan
ibu dalam swamedikasi demam menunjukan presentase cukup baik yaitu 48,6 %
dan tingkat keterpaparan media sosial menujukan 93,2 % ibu terpapar media
sosial. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 0,261 (>0,05)
maka dapat tidak ada hubungan signifikan antara paparan media sosial terhadap
tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam pada anak.
ANISA WIJAYANTI; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Penyakit infeksi yang menyebabkan kematian salah satunya ialah infeksi yang
disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Apabila sel limfosit
T-helper rusak menyebabkan imun tubuh manusia menjadi lemah. Infeksi
oportunistik (IO) adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh. IO
dapat menyebabkan kematian lebih dari 90% pasien HIV/AIDS. Tujuan
dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan
terapi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Jiwa dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari – Desember 2023. Metode yang digunakan
observasional yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara
retrospektif. Adapun data yang diteliti diantaranya data sosiodemografi (umur dan
jenis kelamin), data infeksi oportunistik, data pengobatan, dan penatalaksanaan
terapi infeksi oportunistik. Penelitian ini memiliki manfaat untuk lebih mengetahui
kesesuaian terapi obat infeksi oportunistik dari penyakit HIV/AIDS. Hasil
penelitian yang telah dilakukan pada 130 pasien HIV/AIDS rawat inap di Rumah
Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari - Desember 2023 dapat
disimpulkan bahwa pasien HIV/AIDS terbanyak adalah laki-laki 101 pasien (78%)
sedangkan perempuan 29 pasien (22%) semua dalam rentang usia 26-35 tahun.
Terapi obat infeksi oportunistik yang banyak digunakan oleh pasien HIV/AIDS
yaitu antibiotik (56%). Jenis infeksi oportunistik terbanyak adalah Isosporiasis 54
pasien (37,76%), Kandidiasis 50 pasien (34,97%), Toxoplamosis 24 pasien
(16,78%) dan Pneumonia 15 pasien (10,49%).
Eem Masaenah; NADIA RAMADANTI WAHYUDIN; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.
Antonius Padua Ratu; DINI INDAH WULANDARI; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access
Penggunaan obat tradisional semakin berkembang di dunia, baik digunakan
sebagai terapi alternatif maupun terapi utama pengobatan. Tingginya penggunaan
obat tradisional ditunjukan pada fenomena COVID-19, kecenderungan masyarakat
memilih pengobatan tergantung pada kepercayaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran dan hubungan sosiodemografi (usia, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan tingkat kepercayaan dan pengalaman
masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional. Jenis penelitian observasional
menggunakan desain Cross Sectional dilakukan di RW 04 Kampung Manggis
Dramaga Kabupaten Bogor menggunakan alat bantu kuesioner. Pengambilan
sampel dilakukan secara Stratified Proportional Random Sampling terhadap 110
orang dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis statistika
Somers’d dan Cramer’s V. Hasil analisis sosiodemografi yaitu mayoritas
responden dengan usia 36-45 tahun (30,0%), jenis kelamin laki-laki dan
perempuan (50%), pendidikan akhir SMA (50,9%), pekerjaan ibu rumah tangga
(40,9%), dan pendapatan rendah < 3.000.000 (68,2%). Tingkat kepercayaan
terhadap obat tradisional sebanyak 67 orang (60,9%) responden percaya dan
mayoritas responden memiliki pengalaman menggunakan obat tradisional
(94,5%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara
sosiodemografi usia dengan tingkat kepercayaan (p-value = 0,015 < 0,05),
sedangkan sosiodemografi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan tidak
ada hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan dan terdapat hubungan
signifikan pengalaman menggunakan obat tradisonal dengan Tingkat kepercayaan
(p-value = 0,000 < 0,05).
Eem Masaenah; TITI HIDAYATI; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan
senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan
antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan
vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang
rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan
ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum
dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah
memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.)
Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%
menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi
sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya
sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas
antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH.
Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut-
turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong
antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi
15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang
lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang
memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang
mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan
yang lemah.
AURELIA AZAHRA; Rio Julyo; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya
membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna
mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum
obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah
penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara
mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel
menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45
(dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-
laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%),
dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek
samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden
(54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan
sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya
hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti
tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.
HERNI SULAWATI; Nanang Hermawan; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) merupakan suatu
program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan
Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) sebagai langkah konkrit untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat sehingga
kualitas hidup masyarakat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya
sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun
2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan
sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian
yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan
sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum diedukasi dan setelah
diedukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden
terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia
terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24%
dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran tingkat
pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang, cukup dan baik
berturut-turut sebanyak 28,24%, 60%, dan 11,76%. Setelah diedukasi tingkat
pengetahuan responden kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut menjadi
4,71%, 20% dan 75,29%. Variabel tingkat pengetahuan memiliki hubungan
signifikan (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang
bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diedukasi tentang
DAGUSIBU.
DELA NOPIYANTI; Dewa Asmara; Febi Ishfahani
2025 · Book · Open Access
Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah dimana tekanan darah
meningkat melebihi nilai normal yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Jawa
Barat tahun 2018 sebanyak 39,6%. Hipertensi menempati urutan kelima dalam
kasus penyakit tertinggi di Puskesmas Cigudeg. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kesesuaian terapi obat hipertensi berdasarkan Joint National
Committee (JNC) VIII pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigudeg Kabupaten
Bogor. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Data
diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien yang mendapat pengobatan
rutin selama 2 bulan yaitu Juli - Desember 2023. Hasil penelitian berdasarkan total
sampel sebanyak 89 pasien, paling banyak mayoritas perempuan (70%), dengan
usia terbanyak berumur 46-55 tahun (36%). Obat yang paling umum digunakan
adalah amlodipin (93%). Hasil evaluasi kesesuaian terapi yang sesuai sebanyak
(21%), dan tercapainya tujuan terapi sebanyak (38%) berdasarkan Joint National
Committee (JNC) VIII . Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-square
terdapat adanya hubungan bermakna antara kesesuaian terapi obat berdasarkan JNC
VIII dengan tercapainya target tekanan darah dengan p value (0,000) < (0,05).
NIko Rupoko Putro; ROZA DWI SHINTIA; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Dispepsia adalah kondisi yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman
di wilayah perut bagian atas atau ulu hati. Dispepsia dapat dipicu oleh gaya hidup,
konsumsi makanan, dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat dispepsia berdasarkan
waktu hilangnya gejala. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dengan
pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan data secara prospektif
yang bersumber dari data rekam medis pada 162 pasien yang berobat di Klinik Al-
Barokah Cibinong periode November 2023-Januari 2024. Data yang diambil dari
hasil penelitian ini yaitu data sosiodemografi (jenis kelamin, usia dan pekerjaan),
obat injeksi dispepsia (injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine), dan waktu
hilangnya gejala. Dari hasil penelitian ini penyakit dispepsia terbanyak dialami oleh
perempuan 90 pasien (56%), rata-rata usia 26-35 tahun 48 pasien (30%), pekerjaan
yaitu Swasta 65 pasien (40%). Gambaran penggunaan obat dispepsia yang
terbanyak yaitu menggunakan Injeksi Omeprazole yaitu sebanyak 103 pasien
(64%). Waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia yang paling terbanyak yaitu
selama 30 menit sebanyak 65 pasien (40%). Dari hasil uji Mann-Whitney diperoleh
nilai Asym.Sig. 0,000 (<P-Value 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang
signifikan antara penggunaan obat injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine
terhadap waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia di Klinik Al-Barokah
Cibinong.
Febi Ishfahani Lani Nopika; NURUL HIDAYAH TANJUNG
2025 · Book · Open Access
Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan
peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan
minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah
data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan
menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi
sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive
sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian
sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan
sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33
responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan
pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan
tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan
hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden
(48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p
value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan
kuat.
ELIADA ANGELA PANJAITAN; Lani Nopika; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access
TBC (tuberkulosis) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri
mycobacterium tubeculosis. Pengobatan tuberkulosis biasanya memerlukan waktu
yang cukup lama, seringkali paling tidak selama enam bulan atau lebih tergantung
seberapa baik pasien patuh terhadap meminum obat. Hasil pengobatan tuberkulosis
paru meliputi sembuh, pengobatan lengkap, gagal, meninggal, putus berobat, dan tidak
evaluasi. dikatakan sembuh apabila pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan
bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada
akhri pengobatan menjadi negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di
Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional . Teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 80
sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan rekam medik.
Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji phi cramer’s V.
hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara hubungan tingkat
kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di
Puskesmas Bogor Timur dengan nilai signifikan 0,000.
DINI AUDINA GUNAWAN; Karuma Barza Afida; Yulia Yasmin
2025 · Book · Open Access
Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi metabolik jangka panjang yang
ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan
dalam penggunaan insulin, produksi insulin, atau kombinasi keduanya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah
pada pasien BPJS Diabetes Mellitus tipe 2 di Apotek Kimia Farma 221 Degung
Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif analitik
dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner.
Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total 85
responden. Hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah dianalisis
menggunakan korelasi Somers’d dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-45
tahun (35,30%), dengan jenis kelamin perempuan mendominasi (55,30%),
pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/sederajat (41,20%), dan mayoritas
bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,50%). Dari segi gaya hidup, 48,20%
responden memiliki gaya hidup yang baik, sementara kadar gula darah sewaktu
responden sebagian besar berada dalam rentang normal (47,06%). Uji statistik
Somers’d menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05,
menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kadar gula darah
pada pasien DM tipe 2. Koefisien Somers’d sebesar 0,575 menunjukkan bahwa
hubungan tersebut memiliki tingkat keeratan sedang.
Febi Ishfahani; IWANG RIDWAN; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access
Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah
pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit
atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non-
narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf
pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta
sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan
dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan
secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang
sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas
responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak
63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan
terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi
(49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik
(42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan
terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku
swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor
dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).
DEFI SANTIKA; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Pneumonia adalah infeksi akut atau inflamasi pada jaringan paru-paru yang
diakibatkan oleh bermacam mikroorganisme, antara lain bakteri, virus, parasit,
jamur, paparan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru-paru. Metode Gyssens
dipakai untuk mengevaluasi rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit.
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dari
data sekunder berupa rekam medis pasien. Dari hasil penelitian pasien pneumonia
yang di rawat di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Periode Agustus 2022-
Agustus 2023 sebanyak 87 pasien. Hasil penelitian memperlihatkan pasien
pneumonia paling tinggi dialami oleh Laki-laki sebanyak 50 pasien dengan
persentase (57,47%), kelompok usia terbanyak lansia awal 46-60 tahun sebanyak
24 pasien dengan persentase (27,60%). Profil penggunaan antibiotik pasien
pneumonia yang digunakan di rawat inap Ceftriaxone (54,02%), Levofloxacine
(32,18%), dan Azithromycin (13,79%). Ketepatan penggunaan antibiotik pasien
pneumonia rawat inap dengan memakai metode Gyssens, yang termasuk kategori
IIIa (durasi pemberian terlalu lama) (5,75%), kategori IIIb (durasi pemberian
terlalu singkat) (4,60%), kategori IIa (Dosis tidak tepat) (4,60%) dan kategori 0
(penggunaan antibiotik tepat atau rasional) (89,65%).