Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 25 dari 127

POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

ANGGIE PUJI LESTARI; Euis Pujasari Hardjadipura; Fredy Arifta Nasel
2025 · Book · Open Access

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penggunaan kombinasi obat antipsikotik dalam pengobatan skizofrenia meningkatkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023 – Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia yang masuk ke dalam kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26- 35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%) mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien (33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Ditemukan seluruhnya berpotensi mengalami kejadian interaksi obat sejumlah 153 kejadian (100%). Mekanisme potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan 129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi memiliki interaksi moderat.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% HERBA SELEDRI (Apium graveolens) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

MUHAMAD FAHMI AZRA; Rakhmat Ramdhani Alwie; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76 ppm dan 190,57 ppm.

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

Euis Pujasari Hardjadipura; LOLA DWI AYU AGUS PUTERI; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Pasien skizofrenia menggunakan obat dalam jangka panjang sehingga ketika terjadi penyakit lain terdapat tambahan obat lain yang berpotensi menyebabkan peluang terjadinya interaksi obat semakin tinggi. Yang dapat memperberat efek samping, dan meningkatkan atau menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi interaksi obat pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode pengambilan sampel secara total sampling berdasarkan data rekam medis dari 108 pasien memenuhi kriteria iklusi dan ekslusi. Hasil ini menunjukan penderita penyakit skizofrenia terbanyak yaitu pria (51%) dengan usia terbanyak 36-45 tahun (29%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi (87,96%). Penggunaan obat skizofrenia golonggan tunggal (27%), dua obat kombinasi (62%), dan tiga obat kombinasi (11%). Obat golongan tipikal terbanyak yaitu obat Haloperidol (56,48%) dan obat golongan atipikal terbanyak yaitu Risperidone (35%). Penggunaan obat selain skizofrenia terbanyak yaitu golongan obat CCB (Calcium Channel Blockers) (amlodipine) (49%). Terdapat 48 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (77%) dan level keparahan major (70%).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS ( ISPAa ) ANAK DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

Lani Nopika; PUTRI AZHRI NURAINI; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun 2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5 tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%). Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (8%).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

Febi Ishfahani; Firsa Novellasari; RETNO SHAFITRI
2025 · Book · Open Access

Talasemia adalah kelainan darah genetik atau diturunkan, dimana kemampuan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin terganggu. Kurangnya pengetahuan orang tua talasemia mengenai pentingnya kelasi besi dapat mengakibatkan pasien kurang patuh dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi Pada Pasien Talasemia Di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data diambil secara prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 48 responden dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin responden laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 24 responden (50%), usia 5-6 tahun 26 responden (54,2%), pendidikan SD 24 responden (50%), lama menderita talasemia 25 responden (52,08%) dengan tingkat pengetahuan baik 43 responden (89,6%), kepatuhan tinggi sebanyak 27 responden (56,3%). Nilai signifikasi yang didapat sebesar 0,021 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien talasemia di RSUD Sekarwangi.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wigh) Walp) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia oli DAN Staphylococcus aureus

AMELIA KUSUMASARI; Sitaresmi Yuningtyas; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Kombucha merupakan suatu produk minuman hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menambahkan starter mikroba kombucha yaitu Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir atau jamur kombucha. Penelitian ini untuk menentukan aktivitas kombucha daun salam terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini akan membuat kombucha daun salam dengan variasi konsentrasi daun salam. Kombucha daun salam yang diperoleh akan diuji komponen golongan senyawa kimia, pH, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun salam 1,25%-5% memiliki kisaran pH 2,90-3,17. Kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% memiliki kisaran diameter zona hambat antara 5,51 mm (kategori sedang) - 8,81 mm (kategori sedang) terhadap Escherichia coli. Diameter zona hambat kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% terhadap Staphylococcus aureus berkisar 4,97 (kategori lemah) -7,25 mm (kategori sedang). Oleh sebab itu, kombucha daun salam dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5% (b/v) dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

INTERAKSI OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK GEMA MEDICAL CENTER CICURUG

Andi Ahriansyah; NITA RIZKIYANI; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang lama, yang dapat menyebabka] n kematian. Pada penyakit hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko terjadinya interaksi obat hipertensi dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi obat hipertensi di Klinik Gema Medical Center Cicurug periode bulan Januari – Maret 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara total sampling. Hasil penelitian terhadap 84 pasien menunjukan, sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien (63,09%) dengan rentang usia 46 – 55 tahun sebanyak 36 pasien (42,85%). Penyakit penyerta terbanyak yang diderita adalah Myalgia sebanyak 44 pasien (27,16%). Sebanyak 47 pasien (55,95%) mendapatkan 4 obat dengan obat hipertensi paling banyak diresepkan yaitu amlodipin sebanyak 77 pasien (94%). Obat penyakit penyerta yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 37 pasien (15%). Obat yang berpotensi terjadi interaksi paling banyak yaitu amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 24 pasien (30,76%). Kejadian interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipine dengan ibuprofen sebanyak 7 kasus (18%), amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 6 kasus (16%), amlodipin dengan meloxicam sebanyak 4 kasus (22%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 1 kasus (21%) dan amlodipin dengan captropil sebanyak 1 kasus (30%). Kejadian interaksi obat yang terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP EMBRIO IKAN ZEBRA (Danio rerio)

Adelia; Rakhmat Ramdhani; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Daun binahong dan daun sirsak telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang bermanfaat membantu pengobatan penyakit sepeti demam, antiinflamasi dan kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas, mendapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Zebra Fish Embryo Test (ZFET) dan uji Skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pada hasil uji skrining fitokimia menunjukkan daun binahong mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada daun sirsak memiliki senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun binahong mempunyai nilai LC50 sebesar 328,144 ppm dengan kategori toksik sedang, pada ekstrak etanol 96% daun sirsak mempunyai nilai LC50 sebesar 0,0050 ppm kategori sangat toksik dan nilai LC50 untuk kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak menggunakan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 diperoleh nilai LC50 berturut-turut sebesar 4,0891 ppm, 3,4561 ppm dan 82,2403 ppm dengan kategori sangat toksik. Berdasarkan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai anti kanker.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSKIA SAWOJAJAR BOGOR

Anggraeni Dwi W; Ferry Effendi; Rina Karina
2025 · Book · Open Access

Preeklampsia adalah Hipertensi dalam kehamilan yang terjadi diatas 20 minggu usia kehamilan dan disertai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien berdasarkan pada usia pasien, usia kehamilan, hasil laboratorium protein dalam urin (proteinuria), status gravida, dan lama rawat. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data secara retrospektif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 57 sampel. Hasil penelitian didapatkan data sosiodemografi berdasarkan usia pasien terbanyak adalah usia 26 – 35 tahun sebanyak 27 pasien (47%), usia kehamilan terbanyak pada usia kehamilan trimester 3 sebanyak 55 pasien (96%), hasil pemeriksaan laboratorium protein urin terbanyak adalah positif 1 atau dipstick 1 + sebanyak 50 pasien (89 %), status gravida terbanyak adalah multigravida sebanyak 43 pasien (75%), jumlah hari perawatan terbanyak yaitu 3- 4 hari sebanyak 95%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah kombinasi 3 obat ( Metildopa + MgSO4 + Nifedipin) sebanyak 36 pasien (36%). Obat antihipertensi yang memiliki efektivitas tertinggi yaitu kombinasi 4 obat (Metildopa + MgSO4 + Nifedipin + Nikardipin) karena mampu menurunkan tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 54 mmHg dan tekanan darah diastolik dengan rata-rata sebesar 14 mmHg. Perbedaan efektivitas obat antihipertensi berdasarkan SPSS terdapat perbedaan untuk penurunan tekanan darah sistolik sig 0,000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk penurunan tekanan darah sistolik dan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah diastol karena hasil SPSS penurunan tekanan diastolik sig 0,171.

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON PADA PASIEN TIFOID DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

Muhammad Afqary; RINTAN AJENG PRATIWI; Siti Rubiah
2025 · Book · Open Access

Tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini tifoid masih menjadi masalah kesehatan di Negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antibiotik seftriakson pada pasien tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan di analisis secara deskriptif dengan data sekunder dari rekam medis pasien. Dari sampel 86 pasien dewasa tifoid menunjukkan bahwa pasien laki-laki sebesar 28% dan perempuan sebesar 72%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 17-25 tahun sebesar 30%. Efektifitas seftriakson dilihat dari lama perawatan 1-3 hari sebesar 87% berdasarkan dua parameter penurunan suhu tubuh dan penurunan kadar leukosit. Kesimpulan yang diperoleh penggunaan antibiotik seftriakson pada tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sudah efektif.

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2020

Muhammad Afqary; SANDI SOPYAN; Yunia Kartika
2025 · Book · Open Access

Obat-obatan merupakan salah satu factor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di Puskesmas, oleh karena itu jika terjadi permasalahan pada persediaan perbekalan farmasi akan mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambatan pengelompokan obat berdasarkan ABC nilai pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2020 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 66 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai kelompok A terdapat 16 item dengan total pemakaian 61.214, kelompok B terdapat 15 item dengan total pemakaian 11.467, dan kelompok C terdapat 36 item dengan total pemakaian 4.475, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp 23.352.841, kelompok B total investasi Rp 4.326.020, dan kelompok C total investasi Rp 1.590.313, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 17 item, kelompok B sebanyak 40 item, dan kelompok C sebanyak 9 item, dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 13 item (19,70%), kelompok B terdapat 42 item (63,63%), dan kelompok C terdapat 11 item (16,67%).

PENGARUH EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BISBUL (Diospyros discolor Willd.) TERHADAP TEKANAN DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley

DEVI MIALANI TARIHORAN; Ferry Effendi; Lilik Sulastri
2025 · Book · Open Access

Beberapa orang mulai memilih tanaman herbal sebagai obat alternatif karena adanya anggapan bahwa obat alami memiliki efek samping yang rendah. Pemanfaatan tanaman tradisional seperti daun bisbul dapat berpotensi sebagai obat penurun tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd.) terhadap tekanan darah. Simplisia daun bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilakukan uji tidak langsung (non-invasive blood preassure). Daun bisbul mengandung senyawa flavonoid, dimana senyawa ini memiliki kemampuan untuk mengatasi hipertensi. Terdapat lima kelompok uji yang terdiri dari lima ekor tikus jantan Sprague dawley yaitu kelompok kontrol positif kaptopril 25 mg/kgBB, kontrol negatif aquadest, dan tiga kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 250, 500 dan 750 mg/kg BB. Persentase penurunan tekanan darah pada tikus jantan dengan ekstrak etanol 70% sebanyak 30,51% (± 2,95). Tekanan darah setiap kelompok dibandingkan secara statistik menggunakan analisis one-way ANOVA dengan ketentuan tingkat kepercayaan 95% dengan taraf a 0,01. Hasil dari variasi ketiga dosis tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tikus model hipertensi yang diinduksi NaCl 8% (p=0,850;p=0,924).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK ANTIPIRETIK DI MASYARAKAT KELURAHAN GUNUNG BATU KECAMATAN BOGOR BARAT

Nanang Hermawan; PUTRI SITI AISAH; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29% pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar 32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%, kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570 dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENDERITA ISPA NON PNEUMONIADI PUSKESMAS SIMPENAN KABUPATEN SUKABUMI

Asep Gunawan; DIDIT PERDANA; Ferry Effendi
2025 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. ISPA merupakan suatu penyakit menular yang dapat menyerang semua umur dan masih menjadi masalah kesehatan baik di negara maju maupun negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien di Puskesmas Simpenan Kabupaten Sukabumi. Data yang digunakan adalah data rekam medik, dengan data yang diambil meliputi nama, usia, nomor rekam medik, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien ISPA periode September- Desember 2022. Data dianalisis secara deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Sampel yang diambil sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan persentase 51%, kemudian klasifikasi usia terbanyak yaitu pada usia 0-5 tahun dengan persentase 43%. Distribusi pasien ISPA berdasarkan diagnosis terbanyak yaitu faringitis dengan persentase 66,7%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi diperoleh hasil sebanyak 100%, pada tepat obat sebanyak 97,8%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 97,8%, dan tepat frekuensi sebanyak 100%.

HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KABUPATEN BOGOR

Febriyanti Safitri; Nanang Hermawan; SITI TITIN NURHASANAH
2025 · Book · Open Access

Balita yang mengalami stunting, juga dikenal sebagai kerdil, memiliki panjang atau tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata anak seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, termasuk anemia yang terjadi saat hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat anemia selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan pada periode bulan Oktober – Desember 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas X Kabupaten Bogor. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling berjumlah 107 balita. Analisis menggunakan uji korelasi Phi Cramer’s V dengan hasil nilai menunjukkan bahwa dari total 107 balita didapatkan balita stunting dengan tidak ada riwayat ibu anemia sebanyak 45 (42,1%), dan balita stunting dengan riwayat ibu anemia sebanyak 25 (23,4%). Hasil uji korelasi Phi Cramer’s V nilai P-Value = 0,071. Artinya nilai P-Value > α = 0,05, maka H1 ditolak yaitu tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat anemia selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas X Kabupaten Bogor.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA ANAK PENDERITA TUBERKULOSIS DI APOTEK CIMAYA CIANJUR

ENDE MINARISKA; Siti Mariam; Yanti Nurhati
2025 · Book · Open Access

Tuberkulosis adalah infeksi kronis pada saluran pernafasan bagian bawah yang dapat menular, dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukungnya dalam kepatuhan pengobatan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi orang tua pasien yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan, gambaran tingkat pengetahuan orang tua pasien, kepatuhan orang tua pasien pada pengobatan penderita tuberkulosis anak, dan hubungan tingkat pengetahuan orang tua pasien dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberkulosis di Apotek Cimaya Cianjur periode Februari - April 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan deskriptif. Data primer ini diambil dengan menggunakan metode secara prospektif. Sampel yang diambil berdasarkan purposive sampling sebanyak 140 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa data sosiodemografi paling banyak usia antara 26-35 tahun (67,9%) 95 sampel, jenis kelamin perempuan (69,29%) 97 sampel, pendidikan sarjana (44,29%) 62 sampel, pekerjaan ibu rumah tangga (41,43%) 58 sampel, tingkat pengetahuan baik (57,86%) 81 sampel, dan tingkat kepatuhan tinggi (47,14%) 66 sampel. Berdasarkan metode Korelasi Spearman terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua pasien dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberkulosis di Apotek Cimaya Cianjur dengan nilai P Value yaitu sebesar 0,000 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua pasien dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberkulosis.

EVALUASI KEPATUHAN PASIEN RAWAT JALAN DALAM MINUM OBAT ANTIDIABETIK ORAL DENGAN MMAS-8 DAN METODE PILL-COUNT DI RSUD JAMPANGKULON

Agistri Asnus; Febi Ishfahani; WIDIAWATI
2025 · Book · Open Access

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronik akibat tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin dan didiagnosa melalui pengamatan kadar glukosa di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik oral dengan menggunakan metode Pill-Count dan MMAS-8 pada pasien diabetes melitus di instalasi Rawat Jalan RSUD Jampangkulon. Penelitian ini bersifat non experimental yang bersifat observasional dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada Desember 2023 sampai Januari 2024 dengan sampel sebanyak 58 responden. Hasil penelitian menunjukan gambaran data sosiodemografi pasien diabetes melitus di RSUD Jampangkulon mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 orang (69,97%), kategori usia lansia awal sebanyak 28 responden (48,28%), sebanyak 41 responden (70,69%) berpendidikan SD dan sebanyak 38 responden (65,52%) memiliki pekerjaan ibu rumah tangga. kelompok terbesar jenis pengobatan tunggal dengan metformin sejumlah 49 responden (84,48%). Tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus menurut MMAS-8 memiliki tingkat kepatuhan tinggi yaitu sebanyak 25 responden (43,10%). Tingkat kepatuhan menurut Pill-Count sebanyak 47 responden (81,03%) patuh. Tingkat kepatuhan pasien antara metode MMAS-8 dan metode Pill-Count menunjukan hasil pada metode MMAS-8 sebanyak 46 responden (79,31%) patuh, sedangkan pada metode Pill-Count sebanyak 47 responden (81,03%) patuh.

FORMULASI HAIR MASK ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ROSEMARY (Salvia rosmarinus Spenn.) DAN STABILITASNYA

DEVIYA HARYANINGSIH; Sitaresmi Yuningtyas; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Rosemary (Salvia rosmarinus Spenn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya antioksidan terutama pada bagian daunnya. Sifat antioksidan yang kuat dari daun rosemary dikaitkan dengan senyawa fenoliknya, terutama asam rosmarinat, asam karsonik, dan karnosol. Hair mask adalah sediaan krim yang diformulasikan untuk memperbaiki kerusakan rambut sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary, memformulasikan dan mengevaluasi ekstrak terbaik aktivitas antioksidan, dan menguji stabilitas selama penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan hair mask menggunakan ekstrak etanol 70% daun rosemary. Evaluasi stabilitas hair mask diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas antioksidan hair mask. Uji stabilitas hair mask pada formula dengan nilai IC50 terbaik mencakup stabilitas yang berbeda yaitu cycling test selama 6 siklus, suhu 4 oC, 25oC, dan 40oC dan disimpan selama 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70% daun rosemary memiliki nilai IC50 14,42±0,46 ppm, sedangkan ekstrak etanol 96% daun rosemary memiliki nilai IC50 22,97±0,77 ppm. Ekstrak etanol 70% daun rosemary dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2% dan 2,5%, sediaan dibuat 100 gram. Formula 1 memiliki nilai IC50 11,23±0,06, formula 2 memiliki nilai IC50 10,60±0,03 dan formula 3 memiliki nilai IC50 8,35±0,18. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan hair mask memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna kuning, aroma bubble gum, tekstur krim, homogen, pH 5,70±0,00-6,30±0,06 dan viskositas 34763±20,76- 39452±12,66 mPa.s. Hasil nilai IC50 pada sediaan hair mask hari ke-0 dan hari ke-28 stabil.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ZINK TUNGGAL DAN KOMBINASI ZINK PROBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DI RUMAH SAKIT GRAHA MEDIKA BOGOR

Andi Ahriansyah; DESTI FITRIANI; Rina
2025 · Book · Open Access

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang di dunia termasuk Indonesia, diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditemukan pada balita, khususnya pada anak di bawah dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas zink tunggal dan kombinasi zink probiotik dalam penanganan diare anak di Rumah Sakit Graha Medika Bogor. Metode dengan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien periode Mei- Juli 2023 menggunakan data rekam medis pasien rawat inap anak yang mengalami diare di Rumah Sakit Graha Medika Bogor dan mendapat terapi obat zink tunggal dan kombinasi zink probiotik. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sehingga jumlah sampel 84 pasien. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji normalitas dan uji mann-whitney menggunakaan SPSS Versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan karakteristik sosiodemografi yang meliputi usia >3 – 5 tahun sebanyak 31 pasien (44,09%), jenis kelamin laki-laki 48 pasien (57,14%), rata-rata rawat inap pada pemberian kombinasi zink probiotik lebih cepat 2,59 hari dibanding dengan zink tunggal 4,58 hari. Dari hasil penelitian dapat dilihat nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata 0,05 maka pengujian uji man whitney tersebut memberikan keputusan tolak H0 dan terima H1 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan penggunaan obat zink tunggal pada pasien diare anak dengan obat kombinasi zink probiotik