Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 26 dari 127

AKTIVITAS ANALGESIK DARI DAUN, KACANG DAN MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

Antonius Padua Ratu; Lilik Sulastri; SARAH LATHIFAH
2025 · Book · Open Access

Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10% dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN RAWAT INAP DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT X

NURUL HIKMAH; Nanang Hermawan; Rio Julyo
2025 · Book · Open Access

Demam tifoid disebabkan adanya resistensi terhadap Salmonella typhi, umumnya pengobatan demam tifoid menggunakan golongan sefalosforin generasi ketiga. Jenis pengobatan antibiotik pada penelitian ini menggunakan seftriakson dan sefotaksim. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik Seftriakson dan sefotaksim di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel yang digunakan adalah data rekam medik pasien demam tifoid selama periode Januari – Desember 2022 dengan jumlah 91 pasien. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase pada Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukan pasien dengan rentang usia paling banyak adalah 17-25 tahun sebanyak 44 pasien (48%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 53 pasien (58%). Dari hasil penelitian pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit X periode Januari – Desember 2022 dapat disimpulkan persentase pada pemberian antibiotik seftriakson yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 84%. Sedangkan pada pemberian antibiotik sefotaksim yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 100%.

PENAMBATAN MOLEKULER 25 SENYAWA AKTIF DARI JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI PENGHAMBAT AKTIVITAS HMG-KoA

Antonius Padua Ratu; NIA KRISTIYANINGSIH; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan salah satu golongan lemak padat seperti lilin, penumpukan lemak padat secara berlebih disebut dengan penyakit kolesterol. Salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanaman herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengobati penyakit salah satunya kolesterol, pemanfaatan tanaman jahe salah satunya diteliti secara in vitro dan in silico sebagai acuan pembuktian terbuktinya adanya aktivitas biologis sebagai penghambat aktivitas HMG-KoA dari jahe sebagai anti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 25 senyawa aktif dalam jahe yang memiliki aktivitas penghambat aktivitas HMG- KoA sebagai anti kolesterol secara in silico menggunakan aplikasi Molegro Virtual Docker. Data diperoleh dengan dua tahapan, tahapan pertama pengambilan reseptor protein dari situ Protein Data Bank (PDB) yang memiliki aktivitas anti kolesterol kemudian divalidasi hingga memiliki nilai validasi < 2Å. Tahapan kedua 25 senyawa aktif yang terkandung dalam jahe dan ligan pembanding di docking kemudian diuji sifat fisikokimia berdasarkan Lipinski rule’s of five , ADME dan toksisitas. Hasil dari penelitian menunjukkan kode reseptor yang digunakan yaitu 1HW9, 2Q6C, dan 1DQA dengan nilai validasi <2Å. Kemudian 25 senyawa dilakukan docking dibandingkan dengan Simvastatin sebagai ligan pembanding dengan nilai paling baik senyawa gingerenon dengan kode 1DQA dengan nilai Rerank score -104,397 kkal/mol dan memiliki kategori absorpsi, distribusi, metabolisme dan toksisitas yang baik.

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SWASTA X BOGOR

Adrian Christianus; Neilli Apolina CCI; RENI RATNA PUSPITASARI
2025 · Book · Open Access

Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu. Analisa perencanaan obat di rumah sakit dilakukan dengan metode kombinasi ABC-VEN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai investasi dan pengelompokan obat dengan metode ABC, metode VEN dan menganalisis perencanaan dengan metode Kombinasi ABC-VEN untuk mengetaui prioritas pembeian barang. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dianalisa dengan deskriptif, sample yang diambil dengan metode total sampling. Sampel pada penelitian adalah data obat periode Januari – desember 2022 dengan jumlah sebanyak 1251 item obat. Hasil Pengelompokan Metode ABC berdasarkan nilai investasi 71% sebanyak 166 item(11%), kelompok B dengan nilai investasi 20% sebanyak 528 item(35%), dan kelompok C dengan nilai 9% sebanyak 827 item (54%), hal ini sudah sesuai dengan prinsip pareto. Hasil Pengelompokan Metode VEN diperoleh sebanyak 241 item (20%) Kelompok V, 344 item (28%) Kelompok E, dan 633 item (52%) Kelompok N. Hasil Analisis Perencanaan ABC-VEN diperoleh kelompok Prioritas yaitu VA 2,64%,VB 5,76% ,dan VC 16,71%, kategori Utama yaitu EA 3,83%, EB 5,75%, EC 17,98%, dan kategori Tambahan yaitu NA 6,79%, NB 11,59%, NC 34,77%, yang dapat mengidentifikasi prioritas pengadaan obat.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) DAN DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SERTA KOMBINASINYA

Ferry Effendi; Rakhmat Ramdhani Alwie; WINDA SARI
2025 · Book · Open Access

Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.

EFEKTIVITAS PRETREATMEN ALKALI DAN HIDROLISIS ASAM TERHADAP MUTU KOLAGEN DARI TULANG DAN SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)

Antonius Padua Ratu; Triyani Sumiati; Wahyuni Noviani
2025 · Book · Open Access

Kata kolagen berasal dari Yunani, yaitu Cola yang berarti lem, dan genno yang berarti kelahiran. Hal ini karena kolagen berfungsi sebagai perekat sel dan untuk membentuk jaringan tubuh serta organ dasar. Molekul kolagen berdiameter sekitar 1.5nm,panjang 280nm, dan memiliki berat molekul sekitar 290.000dalton. kolagen yang dihasilkan dari perlakuan terbaik pada penelitian tahap sebelumnya dikarakterisasi baik sifat kimia maupun fisik. Karakterisasi kolagen yang di lakukan meliputi nilai rendemen, proksimat, gugus fungsi dengan FTIR. Mendapatkan informasi efektivitas pretreatmen alkali dan asam. Mendapatkan kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Mendapatkan informasi karakterisasi kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Kadar air, kadar abu, dan kadar lemak masing-masing berhasil di identifikasi sebesar 7,2%; 0,40%; dan 2,60%.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KERSEN (Muntingia calabura L. ) DAN DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Eem Masaenah; Rakhmat Ramdhani Alwie; SARI NUR FITRIANI
2025 · Book · Open Access

Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri penyebab karies gigi. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun mahkota dewa (Phaleria macrocarapa Boerl.) diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi terbaik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa, dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 dengan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Ekstrak kombinasi daun kersen dan daun mahkota dewa perbandingan 3:1 pada konsentrasi 40% menunjukkanrespon hambat terbaik terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan rerata diameter zona hambat 19,28 mm dikategorikan dalam respon hambat kuat.

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP BAKTERI Strepcoccus mutans

" Triyani Sumiati"; Eem Masaenah; MUHIDIN WIJAYANTO
2025 · Book · Open Access

Karies gigi adalah penyakit pada daerah mulut gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans . Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah tanaman jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) karena mengandung alkaloid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formulasi obat kumur herbal jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans . Pengujian stabilitas obat kumur pada F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%), dilakukan pada suhu rendah (4oC), suhu ruang (27oC), dan suhu tinggi (40oC) selama 28 hari. Pengujian ini meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, uji mutu fisik sediaan, pH dan viskositas. Aktivitas antibakteri pada awal uji stabilitas F1, F2, dan F3 berturut-turut menunjukkan zona hambat sebesar 8,56; 10,56; dan 15,20mm, dan pada minggu ke-4 stabilitas pada suhu 4oC (8,30; 9,50; dan 10,87 mm) suhu 27oC (7,80; 9,33; dan 9,73 mm) dan suhu 40oC (7,53; 9,13; dan 8,30 mm). Hasil uji stabilitas pH untuk ketiga formulasi tidak memenuhi syarat mutu pada kisaran 8,5,-9,1 (persyaratan pH 5-7). Hasil uji kestabilan viskositas menunjukkan nilai viskositas pada kisaran 0,81-2,38 cps. Pada suhu 4oC viskositas tidak memenuhi syarat dikarenakan lebih besar dari viskositas air.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

Ferry Effendi; FirsaNovellasari; REVI AFRIANI
2025 · Book · Open Access

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik ≥ 140/90 mmHg. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan konsumsi obat merupakan penyebab paling sering kegagalan terapi antihipertensi. Kepatuhan dapat dijadikan parameter tingkat pengetahuan pasien dalam menjalankan instruksi dari tenaga medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional yaitu suatu rencana penelitian suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan antara variabel bebas (pengetahuan) dengan variabel terikat (tingkat kepatuhan). Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan total sampel diluar uji validitas dan uji reliabilitas sebanyak 76 responden pada periode Mei- Juni 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari penelitian ini, hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di RSUD Sekarwangi Tidak Memiliki Hubungan, hal ini didapatkan dari uji Chi Square dengan nilai signifikasi p value 0,770 > 0,05.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

DIKI PRAYOGA; Ferry Effendi; Rizal Mustia Abidin
2025 · Book · Open Access

Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Berdasarkan data keluhan pasien pada bulan Februari 2023 di depo farmasi rawat jalan salah satunya adalah sikap pegawai yang kurang ramah serta informasi yang diterima oleh pasien yang kurang lengkap, pelayanan resep yang terkesan lambat dan terlihat aktivitas yang kurang profesional oleh keluarga pasien dari luar depo farmasi pada saat mengunjungi depo farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bahayangkara Setukpa Sukabumi. Dalam pengukurannya yaitu dengan menggunakan dimensi dari kualitas pelayanan yang terdiri dari 5 dimensi, yaitu Reliability (Kehandalan), Responsiviness (Ketanggapan), Assurance (Jaminan), Empathy (Empati) dan Tangibles (Bukti fisik). Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2023 di Rumah Sakit Bahayangkara Setukpa Sukabumi. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang berobat di Rumah Sakit Bahayangkara Sukabumi dengan sampel sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan dimensi berwujud memiliki angka kepuasan sebesar 65%, dimensi tanggap memiliki angka kepuasan sebesar 65%, dimensi kepastian memiliki angka kepuasan sebesar 69%, dimensi empati memiliki angka kepuasan sebesar 71% dan dimensi kehandalan memiliki angka kepuasan sebesar 71%.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C), DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

ELIESA WULANDARI; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access

Kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu bakteri penyebab penyakit gigi tersebut adalah bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakakah kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix D.C) dan ekstrak etanol 96% daun saga (Abrus precatorius L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi. Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui zat aktif yang terkandung dari masing-masing ekstrak. Uji aktivitas antibakteri pada penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga memiliki kandungan, flavonoid, saponon, tanin, streoid dan triterpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Straptococcus muntans. Kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga dalam perbandingan konsentrasi 1:1 menghasilkan rata-rata diameter 7,48 mm, perbandingan 1:3 diperoleh zona hambatan sebesar 8,31 mm dan pada konsentrasi 3:1 diperoleh diameter sebesar 7,85 mm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 menghasilkan zona hambat tertinggi pada perbandingan 1:3. Perlu dilakukan uji konsentrasi hambat minimum dan pengembangan dalam bentuk sediaan sehingga didapatkan informasi lebih lanjut terkait aktivitas antibakteri yang dihasilkan pada ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga.

EVALUASI KUALITAS SPERMA PADA PRIA INFERTILITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN N- ACETYLSISTEIN DI KLINIK X

Cica Susilawasih; DIANA LISDAYANI; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Infertilitas merupakan gangguan kesehatan reproduksi. Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan menghasilkan konsepsi setelah hubungan teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi setelah satu tahun. Sebanyak 30% penyebab pria infertilitas adalah kualitas spermatozoa yang abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sperma pria infertil sebelum dan sesudah menggunakan N-Acetylsistein. Desain penelitian retrospektif observational pada pasien infertil di klinik X pada periode Januari- Oktober 2019 dan diolah dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien pria infertilitas yang menggunakan NAC mayoritas pada rentang usia dewasa awal 26-35 tahun sebanyak 67%. Gambaran kualitas sperma pada parameter makroskopis sebelum dan sesudah NAC meliputi warna semen, bau, dan viskositas didapatkan hasil normal 100% dengan warna putih keruh, bau yang khas dan viskositas pada rentang 1.0 – 5.0.Pemeriksaan pH normal 90% rentang pH 7,2 – 7,8. Hasil pemeriksaan Volume menunjukan nilai normal sebesar 85% volume diatas 2ml. Gambaran mikroskopis meliputi total sperma yang diperoleh sebelum terapi NAC normal 37% dan sesudah normal 7%, total sperma bergerak sebelum terapi NAC normal 55% dan sesudah normal 5%, pada total sperma tidak bergerak sebelum diterapi NAC normal 47% dan sesudah normal 90%. Tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah terapi NAC pada parameter makroskopik dengan p value > 0,05 dan terdapat perbedaan pada parameter mikroskopik dengan p value < 0,05.

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SERTA KOMBINASINYA

Halimatussa’diyah; KIKI NUR NABILA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) telah diteliti aktivitas antibakterinya. Bunga rosella mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Daun stevia mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia serta kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan cara sumuran dan inkubasi dalam suhu 37oC selama 24 jam terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian antibakteri pada kombinasi 2 yaitu 2,5mL ekstrak bunga rosella konsentrasi 5% dan 7,5mL ekstrak daun stevia konsentrasi 60% menghasilkan nilai rata-rata zona hambat terbaik dengan diameter sebesar 14,77±0,124mm yang termasuk kategori kuat. Hasil analisis statistika menunjukan kombinasi 2 memberikan hasil yang lebih besar berbeda nyata dengan kontrol positif Obat Kumur Minosep (klorheksidin 0,2%) yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25±0,043mm.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN BALITA PENDERITA DIARE RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X

Anastasia Dwi Setyowati; Febi Ishfahani; OKTAFIA DEFIYANTI
2025 · Book · Open Access

Diare merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi masalah dan perhatian bagi kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Penyakit diare termasuk penyakit endemis yang dapat berpotensi mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menjadi salah satu faktor kematian tertinggi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare balita di Rumah Sakit X. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara retrospektif yang berasal dari data rekam medis kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh secara Purposive Sampling sebanyak 85 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien diare balita terbanyak adalah laki-laki sebanyak 52 pasien (61,18%), dan dikelompok usia terbanyak yaitu usia ke >1-3 tahun sebanyak 42 pasien (49,41%) dan berat badan terbanyak direntang <10 kg sebanyak 39 pasien (45,88%). Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu Ceftriaxone sebanyak 38 pasien (44,71 %). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens masuk kedalam kategori : Kategori IV C sebanyak 12 kasus (10,81%), kategori III B sebanyak 7 kasus (6,31%), kategori II A sebanyak 48 kasus (43,24%), kategori 0 sebanyak 44 kasus (39,64%).

PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BEYOND USE DATE SIRUP DAN SUSPENSI ORAL DI APOTEK KIMIA FARMA YARAHMAH BOGOR

ALISA NURUN NANDA; Elsa Enggraini; Ferry Effendi
2025 · Book · Open Access

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pengetahuan pasien, diantaranya pemberian informasi mengenai batas waktu konsumsi obat setelah kemasannya dibuka. Batas waktu penggunaan obat setelah kemasannya dibuka disebut Beyond Use Date (BUD). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh PIO terhadap tingkat pengetahuan responden mengenai BUD pada sediaan sirup dan suspensi oral di Apotek Kimia Farma Yarahmah Bogor. Metode penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang yang diambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah PIO. Hasil data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan 74,07%, berdasarkan usia yaitu 26-35 tahun 29,63%, berdasarkan pendidikan yaitu SMA 58,02%, dan berdasarkan pekerjaan yaitu karyawan/buruh 37,04%. Rata-rata tingkat pengetahuan BUD responden sebelum PIO sebesar 46,88%, sedangkan sesudah PIO 80,24%. Hasil normalitas data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,07 > 0,05. Hasil uji t berpasangan (Paired Samples t-Test) terdapat pengaruh PIO yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan Beyond Use Date (BUD) sirup dan suspensi oral responden dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 dan memiliki pengaruh yang sangat besar dengan nilai effect size 2,485.

UJI STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN PARE (Momordica Carantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana B)

Eem Masaenah; Halimatussa’diyah; PUTRI EKA HASTIN
2025 · Book · Open Access

Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan 1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DIARE BALITA DI APOTEK SEHAT SUSUKAN CIREBON

Fredy Arifta Nasel; Karuma Barza; WANDA LIANA SABILA
2025 · Book · Open Access

Diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya, Diare salah satu gejala penyakit yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi dan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data primer berupa kuesioner pada responden diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon yang dilakukan pada April-Juni 2023 dengan jumlah sampel 100 responden, dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik sosiodemografi responden bedasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 58%, usia 17-25 tahun sebesar 58%, pegawai swasta sebanyak 44% dengan tingkat Pendidikan 52% lulusan SMA dan memiliki hasil tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita pada balita sebesar 96% dengan kategori baik. Hasil hubungan antara usia dan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di uji dengan uji Chi-Square dengan nilai p-value (0,014)<0,05 artinya ada hubungan bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita, hasil hubungan antara jenis kelamin dengan nilai p-value (0,481)> 0,05, Pendidikan dengan nilai p-value (0,878)> 0,05, pekerjaan dengan nilai p-value (0,852)> 0,05 artinya tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon.

PENGARUH PENGETAHUAN TENAGA KEFARMASIAN TERHADAP PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT HERMINA SUKABUMI

ANNISA NUR FITRIANI; Andi Ahriansyah; Hanifa Aristia
2025 · Book · Open Access

Pada saat ini, pelayanan kefarmasian sudah mengalami perubahan, dari fokus pada produk menjadi lebih berorientasi pada pelayanan pasien. Sebagai akibat dari perubahan ini, tenaga kefarmasian harus meningkatkan pengetahuan mereka dan sadar yang mungkin akan ada kesalahan dalam proses pelayanan. Pemahaman yang beragam atau kurang tepat terkait dengan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit dapat menyebabkan masalah yang berpotensi mengancam keselamatan pasien. Oleh karena itu, sebagai seorang tenaga kefarmasian, memiliki pengetahuan mengenai standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit adalah penting untuk mencapai tujuan sesuai dengan pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data primer secara prospektif menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 responden melalui total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan tenaga kefarmasian memiliki pengetahuan yang baik dengan persentase 93,3% serta pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian sudah terlaksana sesuai standar dengan persentase 76,7%. Hasil uji statistik analisis regresi linier sederhana didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,009<(0,05). Hasil tersebut menunjukan adanya pengaruh pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Sukabumi.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT FMC BOGOR

Anastasia Aty J S; Febi Ishfahani; REKA YENY ANGGRAINI
2025 · Book · Open Access

Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi, biasanya melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Penderita dengan gambaran klinis jelas disarankan untuk dirawat di rumah sakit agar pengobatan lebih optimal, proses meminimalisasi komplikasi dan menghindari penularan. Antibiotik akan diberikan segera setelah diagnosis klinis ditegakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit FMC Bogor berdasarkan pedoman dari WHO 2011 dan Permenkes RI No. 28 Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan rancangan analisis deskriptif secara retrospektif yaitu mendeskripsikan atau menguraikan ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid anak melalui data sekunder rekam medis pasien. Parameter evaluasi meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi pemberian, dan tepat lama waktu pemberian. Data yang digunakan diambil dari rekam medis 106 pasien yang berusia 0-18 tahun periode Januari – Desember 2022. Dari hasil penelitian, demam tifoid lebih banyak dialami oleh perempuan 54 pasien (51%), dengan usia 5 – 18 tahun 60 pasien (57%) dan lama rawat inap 1-4 hari 92 pasien (87%). Gambaran penggunaan antibiotik terbanyak adalah antibiotik Seftriakson sebanyak 79 pasien (75%). Ketepatan peggunaan obat antibiotik yaitu kategori tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis untuk seftriakson 40 pasien (37,73%), dan untuk sefotaksim 1 pasien (0,94%), tepat frekuensi pemberian untuk penggunaan seftriakson 49 pasien (46,23%), dan untuk sefotaksim 2 pasien (1,89%), tepat lama pemberian seftriakson 8 pasien (7,54%), dan untuk sefotaksim 5 pasien (4,71%).

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PELANGGAN OBAT GENERIK DI APOTEK MADINA SENTUL KABUPATEN BOGOR

Binar Nursanti; Fredy Arifta Nasel; NUR HAFIPAH
2025 · Book · Open Access

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.