Adelina Damayanti Putri; Binar Nursanti; SILVINA JUANARI
2025 · Book · Open Access
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya dalam menjaga mutu pelayanan kefarmasian adalah dengan evaluasi kepuasan pasien atau konsumen terhadap pelayanan yang ada di suatu tempat pelayanan kesehata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok. Penelitian
ini meggunakan metode deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen yang datang ke apotek Asyifa 1 Depok pada bulan Juni 2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang dan dibulatkan menjadi 100. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi konsumen di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 51 responden dengan presentase 53%. Dominan usia responden pada penelitian ini didominasi oleh usia dewasa awal yaitu rentang 26-35 tahun sebanyak 59 responden
(62%). Selanjutnya sebagian besar responden merupakan tamatan SMA/SMK yaitu sebanyak 47 responden (49%) serta sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 50 responden (52%). Gambaran kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu dengan rata-rata responden memiliki tingkat kepuasan hingga 93,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen merasa puas. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan
pekerjaan dengan kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok dengan p value <0,05. Untuk karakteristik jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kepuasan konsumen pelayanankefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok karena p value > 0,05.
NUR AINUN LUBIS; Nanik Patminingsih; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 salah satu penyakit yang ditandai dengan
adanya kenaikan kadar glukosa dalam darah, insulin tidak bisa membawa glukosa masuk kedalam jaringan karena resistensi insulin, yang ditandai kadar glukosa darah sewaktu ≥200. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien DM 2 meliputi jenis kelamin dan usia, untuk mengetahui perbandingan rata-rata penurunan GDS pada penggunaan obat Antidiabetes oral di Instalasi rawat Inap Rumah Sakit X Bogor. Metode penelitian ini dari prosedur retrospektif menggunakan data rekam medik periode Januari-Desember 2021, dan diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2019 dan SPSS versi 26 dengan sample yang diambil dengan total sampling sebanyak 50 pasien, pengujian menggunakan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi pasien DM 2 Laki-laki paling banyak sebesar 53% dan usia paling banyak 46-55 tahun 38%, dengan penyakit tanpa penyerta 32 pasien dan dengan
penyakit penyerta sebanyak 18 pasien. Obat yang digunakan gologan dengan obat biguanida (metformin) 35 pasien, glimepiride 4 pasien, glibenclamide 1 pasien dan metformin+glimepiride 10 pasien. Penurunan kadar glukosa darah dengan obat tunggal metformin 40%, glimepiride 42%, glibenclamide 5,20% dan penurunan kombinasi metformin+glimepiride 43%, Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat antidiabetes oral terhadap penurunan
kadar glukosa darah sewaktu dengan nilai p-value 0,422>α 0,05.
Halimatussa’diyah; JERI GUNAWAN; Lilik Sulastri
2025 · Book · Open Access
Indonesia menjadi negara dengan pengidap diabetes melitus tertinggi ke-5 di dunia. Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang dihasilkan dari defisiensi relatif dalam sekresi insulin dan atau resistensi terkait dengan hormon insulin. Banyak pengembangan pengobatan pada diabetes melitus khususnya pengembangan obat dari bahan alam salah satu nya dengan bahan daun sirsak dan daun sambiloto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada seduhan daun sirsak, seduhan daun sambiloto dan kombinasinya. Pengujian ini dilakukan secara in vitro dengan metode penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan ELISA Reader pada panjang gelombang 405 nm dengan hasil absorbansi yang akan diolah sehingga menghasilkan persen penghambatan dan nilai IC50. Pada daun sirsak terdapat alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid dan glukosida. Sedangkan pada daun sambiloto memiliki kandungan alkaloid,
saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Seduhan tunggal daun sirsak
menghasilkan IC50 sebesar 81,82 ppm dan seduhan tunggal sambiloto sebesar 95,21 ppm. IC50 pada kombinasi seduhan daun sirsak dan seduhan daun sambiloto 1:1, 1:3 dan 3:1 secara berurutan sebesar 65,53 ppm, 131,29 ppm dan 43,21 ppm. Akarbosa sebagai kontrol positif memiliki IC50 sebesar 9,92 ppm. Pada sampel kombinasi 3:1 menghasilkan nilai IC50 sebesar 43,21 ppm dengan kategori aktif sebagai antidiabetes.
Febi Ishfahani; Fredy Arifta Nasel; IRMA OCTAVIANI
2025 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik melebihi 140
mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu setelah lima menit pada keadaan cukup istirahat atau tenang. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Pengobatan yang digunakan di Puskesmas Tegal Gundil adalah Amlodipin dan Hidroklortiazid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi yang mencakup usia pasien dan jenis kelamin pada penggunaan obat antihipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, kesesuaian terapi obat antihipertensi,
dan keberhasilan terapi obat antihipertensi, dan untuk mengetahui hubungan antara kesesuaian penatalaksanaan dengan keberhasilan terapi obat antihipertensi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder yang diambil dari Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) secara elektronik yang berupa data pasien dan resep obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tegal Gundil periode Januari-Maret 2023. Sampel yang diambil sebanyak 81 pasien
dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi terbanyak pada rentang usia 56-65 tahun (68%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (74%), obat yang terbanyak digunakan adalah Amlodipin (93%), dan kesesuaian terapi obat antihipertensi dengan JNC VIII (41%), keberhasilan terapi obat antihipertensi (30%). Pada uji Chi-Square didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian penatalaksanaan dengan keberhasilan terapi obat antihipertensi.
Karuma Barza Afida; Nanang Hermawan; RIDA NURUL WAHIDAH
2025 · Book · Open Access
Kepuasan konsumen terjadi ketika apa yang diharapkan oleh mereka berbeda dengan kenyataan dari hasil kerja yang mereka terima. Kualitas pelayanan adalah kualitas jasa merupakan sesuatu yang dipersiapkan oleh pelanggan yang meliputi 5 dimensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, kualitas pelayanan, tingkat kepuasan dan hubungan kualitas dan tingkat kepuasan di Apotek Farmasi 3. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non-eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling yang melibatkan 100 pelanggan sebagai sampel. Hasil dianalisa menggunakan SPSS 26 dengan uji Somer’d. Kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Farmasi 3 dimensi bukti langsung kategori baik (90%), dimensi keandalan kategori baik (91%), dimensi ketanggapan kategori baik (77%), dimensi jaminan kategori baik (69%), dan dimensi empati kategori baik (63%). Tingkat kepuasan pelanggan Apotek Farmasi 3, secara keseluruhan kategori sangat puas (75%) . Hasil pengujian secara Somers’d menunjukkan bahwa dimensi bukti langsung, keandalan, ketanggapan, jaminan dan empati memiliki hubungan yang signifikan
dengan tingkat kepuasan pelanggan dengan nilai p-value 0,000<0,005.
ANDIN PUSPITA; Herly Herlinda Eka; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access
Nyeri gigi adalah nyeri yang disebabkan oleh berbagai masalah pada gigi dan rahang yang biasanya merujuk kepada rasa sakit di sekitar gigi atau rahang terutama sebagai akibat dari kondisi gigi. Pengobatan sendiri kerap pula disebut sebagai swamedikasi, yang merupakan alternatif yang ditempuh oleh masyarakat dalam meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor periode April-September 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi 1.054 pasien swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor dengan jumlah sampel 92 pasien, hasil dianalisa menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor yaitu sebagian besar berusia 17-25 tahun sebanyak 37 pasien (40,2%), jenis kelamin perempuan sebanyak 61 pasien (66,3%), tamatan SMA sebanyak 44 pasien (47,8%) bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 41 pasien (44,6%). Gambaran tingkat pengetahuan pasien mengenai swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor memiliki pengetahuan baik sebanyak 61 pasien (66,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan dengan pengetahuan pasien swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor dengan p value 0,000 pada variabel usia dengan pengetahuan dan p value 0,000 pada variabel pendidikan dengan
pengetahuan.
Fredy Arifta Nasel; RAFI NUGRAHA; Rio Julyo
2025 · Book · Open Access
Metode analisis ABC adalah suatu metode analisis yang membagi obat ke dalam tiga tingkatan kelompo. Analisis ABC dibagi menjadi 2 yaitu analisis nilai pemakaian dan analisis nilai investasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat dan perbandingan pengelompokan obat berdasarkan metode ABC nilai pemakaian dan nilai investasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif dan tempat pelaksanaan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Islam Bogor dengan periode Juli-Desember 2022 dan periode Januari-Juni 2023. Hasil perbandingan kelompok A nilai pemakaian periode Januari-juni 2023 lebih besar 0,19% dibandingkan periode Juli-Desember 2022 dan nilai investasi periode
Juli-Desember 2022 lebih besar 0,06% dibandingkan periode Januari-Juni 2023. Kelompok B nilai pemakaian periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,09% dibandingkan periode Januari-Juni 2023 dan nilai investasi periode Januari-Juni 2023 lebih besar 0,06% dibandingkan periode Juli-Desember 2022. Kelompok C nilai pemakaian periode Januari-Juni 2023 lebih besar 0,09% dibandingkan periode Juli-Desember 2022 dan nilai investasi periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,01% dibandingkan periode Januari-Juni 2023.
Eem Masaenah; Harry Noviardi; MEGA UTAMI
2025 · Book · Open Access
Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat progresif dan neurodegenartif yang dapat menyerang orang pada usia 65 tahun keatas. Salah satu penyebab Alzheimer adalah kurangnya asupan neurotransmitter asetilkolin (ACh) pada otak.
Tanaman keluarga Lamiaceae telah dipercaya memiliki potensi sebagai inhibitor asetilkolinesterase (AChEI) yang dapat mengurangi gejala Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi senyawa bioaktif pada tanaman keluarga Lamiaceae yang terdiri dari Salvia officinalis L., Salvia lavandulifolia Vahl., Rosmarinus officinalis L., Melissa officinalis L., dan Collinsonia canadensis L. sebagai AChEI secara in silico. Senyawa dari tanaman keluarga Lamiaceae diuji dengan parameter fisikokimia, toksisitas, binding affinity (∆G), Konstanta Inihibisi (Ki), Absorbsi Distribusi Metabolisme Ekskresi (ADME) dan dinamika molekular. Dari 834 senyawa tanaman keluarga Lamiaceae diperoleh senyawa 3,5,5-
Trimethyl-4-[3-[3,4,5-trihydroxy-6-(hydroxymethyl) oxan-2]-yl]oxybut-1-enyl] cyclohex-2-en-1-one dari tanaman Salvia officinalis L. memiliki potensi sebagai AChEI dengan nilai Bobot Molekul (BM) sebesar 370 Dalton, hidrogen donor sebanyak 4, hidrogen akseptor sebanyak 7, nilai koefisien partisi Log P 3.46, nilai molar refraktifitas sebesar 100, binding affinity (∆G) sebesar -11,2 kkal/mol dan Ki sebesar 0,981 μM dan energi total Molecular Mechanics Generalized Boltzmann Surface Area (MM-GBSA) sebesar 31,381 kkal/mol.
Antonius Padua Ratu; Eem Masaenah; RINI ANDRIANI
2025 · Book · Open Access
Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai
antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB.
Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa
sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental
rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.
ANANDA SYUKRON HANAFIAH ASYARI; Dewi Permatasari; Ferry Effendi
2025 · Book · Open Access
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai
oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon
insulin secara relative maupun absolut dan bila dibiarkan tidak terkendali
dapat terjadi komplikasi. Ketidakpatuhan terhadap penggunaan obat menjadi
masalah serius karena dapat meningkatkan risiko komplikasi dan
bertambahnya penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien minum obat dengan kadar
gula darah di Klinik Bhadra Husada. Metode yang digunakan metode analisis
(chi-square) dengan pendekatan cross-setional. Sampel yang digunakan
sebanyak 58 pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total
sampling sampel yang diambil berdasarkan karakteristik yang masuk dalam
kriteria inklusi dan eksklusi sebagain sampel data yang di peroleh disajikan
dalam bnetuk diagram dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukan Pasien DM
yang paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 pasien (67,2%),
usia yang paling banyak yaitu 46-65 tahun dan pekerjaan yang paling banyak
adalah Ibu Rumah Tangga sebesar 33 pasien (56,9%). Tingkat kepatuhan
minum obat pada pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan di
Klinik Bhadra Husada dengan kategori patuh sebanyak tingkat kepatuhan
tinggi 25 pasien (43,1%). Sehingga dengan kadar gula pasien dengan kategori
normal sebanyak 20 pasien (34,5%). Hasil uji chi-square mnunjukan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat
dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dengan nilai p-value
0.000 (p˂α 0.05).
MUHAMAD FIAN KURNIA; Neilli Apolina CCI; Rira Noviarianti
2025 · Book · Open Access
Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang
menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan
rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen
penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.
Lilik Sulastri; MUHAMAD IKHSAN RESTU AL BIKRI; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karena peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Terapi penghambatan enzim α-glukosidase salah satu cara untuk mengobati diabetes. Penggunaan bahan alam seperti daun sirih hutan merupakan tanaman yang secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih hutan dalam menghambat enzim α-glukosidase. Penarikan golongan senyawa aktif daun sirih hutan dilakukan dengan cara ekstraksi
dan fraksinasi. Penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro menggunakan instrumen ELISA Reader. Golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun sirih hutan adalah flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid dan glikosida tetapi pada fraksi air tidak mengandung steroid/triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase yang termasuk kedalam kategori kuat adalah adalah ekstrak etanol 96%
dengan nilai IC50 sebesar 27,45 ppm dan fraksi etil asetat sebesar 44,68 ppm sedangkan fraksi air sebesar 54,44 ppm masuk dalam kategori sedang dalam menghambat enzim α-glukosidase, kemudian kontrol positif akarbosa masuk dalam kategori kuat memiliki nilai IC50 sebesar 12,66 ppm.
Antonius Padua Ratu; Halimatussa’ diyah; RISNA YANTI SINAGA
2025 · Book · Open Access
Luka bakar sebagai kerusakan ditemukan pada jaringan epidermis, jaringan dermal atau jaringan lebih dalam, disebabkan dengan kontak jaringan termal, kimia, atau listrik. Daun gaharu dan kolang-kaling dapat menyembuhkan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman dan untuk menganalisis efek penyembuhan luka bakar dalam sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) dan kolang-kaling (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dengan menggunakan bahan percobaan mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu
ekstrak etanol 96% daun gaharu, kolang-kaling, kombinasi 1:1, 1:2, 2:1, kontrol
positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel). Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun gaharu mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Kolang-kaling mengandung golongan senyawa flavonoid. Data yang diperoleh yaitu pengukuran diameter luka bakar dan persentase penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh dari pengujian statistik berbeda signifikan yaitu menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 1:2 dengan perlakuan lainnya memiliki perbedaan dengan 1:2 sebesar 78,66% dengan kontrol
positif memiliki persentase sebesar 100% mampu mempercepat penyembuhan luka bakar pada mencit jantan (Mus musculus) yang menunjukan hasil terbaik terhadap penyembuhan luka bakar pada hari keempat belas.
Halimatussa’diyah; JULESCO SIMAELA; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Kadar glukosa di dalam darah dikendalikan oleh beberapa mekanisme
homeostatik yang dalam keadaan sehat dapat mempertahankan kadar dalam rentang 70 sampai 110 mg/dl dalam keadaan puasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), beserta kombinasinya terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Penelitian ini menggunakan hewan percobaan mencit (Mus musculus) yang terdiri dari 7 kelompok. Semua kelompok diinduksi dengan aloksan 150 mg/kgBB. Pada hari ke 3 setelah induksi semua mencit di ukur kadar glukosanya. Mencit yang telah hiperglikemi diberi perlakuan dengan pemberian secara peroral yaitu ekstrak bunga rosella, ekstrak daun stevia, kombinasi ekstrak bunga rosella dari ekstrak daun stevia dengan perbandingan 1:1, 2:1, 3:1 , kontrol positif (Metformin) dan kontrol negatif ( Na-CMC 0,5%) selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 70% pada bunga
rosella dan daun stevia masing-masing mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan tritepernoid. Penurunan kadar glukosa darah puasa mencit yang mendapat ekstrak bunga rosella sebesar (73,04%), ekstrak daun stevia sebesar (74,75%), kombinasi ekstrak bunga rosella dan daun stevia dengan perbandingan 1:1 sebesar (80,08%), 2:1 sebesar (65,95 %), 3:1 sebesar (65,03%)
IMAT RAHMADIANINGSIH; Nanang Hermawan; Sunifah
2025 · Book · Open Access
Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala yang dialami dengan menggunakan obat tanpa resep. Dalam pelaksanaannya, swamedikasi dapat menimbulkan masalah terkait obat jika tidak dilakukan dengan benar. Masalah terjadi karena keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan obat untuk swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku mengenai
swamedikasi nyeri gigi di Apotek Bunda 2 Karadenan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 sampel/responden didapatkan melalui teknik Total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien memiliki tingkat pengetahuan baik (76%). Perilaku masyarakat termasuk ke dalam kategori baik (66%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai swamedikasi nyeri gigi dengan
nilai signifikansi p value 0,002.
Andi Ahriansyah; LUSI NURHIDAYAH LILLAH; Wiwin Anggraeni
2025 · Book · Open Access
Infeksi saluran pernafasan merupakan salah satu penyakit menular utama
yang menyebabkan kesakitan dan kematian di seluruh dunia (Firda, 2018). Infeksi ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan menurut data RISKEDAS pada tahun 2018, total terdapat 1.017290 orang yang terinfeksi ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk melihat data sosiodemografi pasien , mengetahui jenis antibiotik dan ketetapan penggunaan antibiotik berdasarka Pharmaceutical Care 2005 di Klinik Dera As-Syifa periode Januari - Maret 2023.
Metode pengumpulan data adalah observasi pengumpulan data secara retrospektif terhadap seluruh data resep pasien dewasa awal dan dewasa akhir yang mendapatkan antibiotik selama periode pengambilan data di Klinik Dera As-Syifa. Dari penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosis ISPA dari resep sebanyak 86 pasien yang menjalani pengobatan di Klinik Dera As-Syifa periode Januari- Maret 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Penelitia menyimpulkan gambaran data sosiodemografi pasien ISPA di Klinik Dera As-Syifa paling banyak yang berjenis dengan jumlah laki-laki 49 pasien ( 57%), kemudian sosiodemografi usia 36-45 tahun berjumlah 44 pasien . Penggunaan
antibiotik yang paling banyak dipakai yakni antibiotik Cefadroxil 51 orang (59%) dari pada antibiotik Ciprofloxacin 20 orang (23%) dan Amoxycillin 15 orang (18%). Ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA: benar pasien hingga 100%, benar indikasi hingga 100%, benar dosis hingga 100%, benar agen hingga 100%, benar frekuensi hingga 100%, dan salah Evaluasi jangka waktunya. Hingga 100% manajemen.
Andi Ahriansyah; DINDA ADELIA; Tanti Oktriana
2025 · Book · Open Access
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau di Indonesia dikenal dengan istilah Demam
Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau
Albopictus. Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) agent, host, Environment.
Acuan yang digunakan di RSUD Al-Mulk ini memiliki alur pengobatan yang dapat
di lihat dari WHO “National Guidelines for Clinical Management of Dengue Fever”
tahun 2015. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan data rekam
medik pada periode Januari– Desember 2022. Hasil penelitian mengenai
karakteristik pasien Demam Berdarah Dengue (DBD paling banyak laki-laki sebesar
68% dan usia paling banyak 0-5 tahun 45%, dengan kategori tingkat keparahan
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) 44 kasus, penggunaan obat antipiretik
parasetamol infus 23 pasien, parasetamol tablet 2 pasien, parasetamol sirup 4 pasien
dan larutan elektrolit Ringer Laktat 29 pasien. Hasil ketepatan pengobatan
berdasarkan tepat pasien Ringer Laktat dan antipiretik sebesar 100%, parasetamol
sirup 100%, parasetamol tablet 500 mg 100%, tepat indikasi, tepat obat, mendapatkan
100%, tepat frekuensi parasetamol 100%. Tepat dosis Ringer Laktat 62%, tepat dosis
parasetamol infus 70%, serta untuk ketepatan frekuensi Ringer Laktat 79%.
Bayu Rahmatulloh; Muhammad Afqary; RATNASARI DEWI MANSYUR
2025 · Book · Open Access
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahui gambaran data sosiodemografi, gambaran jenis obat antihipertensi, efektivitas serta perbedaan efektivitas Amlodipin dan Captoprilpada pasien hipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, yaitu penelitian yang didasarkan pada informasi dari berkas pasien yang diperoleh dengan mengolah kejadian sebelumnya. Data yang diambil dari rekam medis dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi terbanyak perempuan sebesar 71% dengan rentang usia terbanyak 20-60 tahun sebesar 74%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak amlodipin 62%. Untuk hasil perbedaan Efektifitas menggunakan uji SPSS Mann-Whitney hasilnya Amlodipin lebih efektif memiliki rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik sebesar 34,67/7,00 mmHg sedangkan rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik obat Captopril sebesar 23,94/7,10 mmHg. Dengan nilai sig amlodipin dan Captopril Ƿ <0.05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik/diastolik pada penggunaan obat Amlodipin dan obat Captopril.
AMELIA PUTRI; Silvi Nurafni; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Sabut kelapa memiliki persentase terbesar dari komponen buah kelapa lainnya yaitu 35%. Sehingga limbah sabut kelapa yang dihasilkan sangat banyak, namun pemanfaatannya masih kurang. Sabut kelapa juga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi yaitu sebesar 27%. Oleh karena itu, selulosa tersebut dimanfaatkan menjadi Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi NaOH terhadap HPMC, menghasilkan HPMC yang optimal berdasarkan nilai Molar Substitusi (MS) dan Derajat Substitusi (DS) dan mendapatkan HPMC dari sabut kelapa yang optimal dengan karakteristik yang memenuhi standar. HPMC sabut kelapa dibuat dengan mengisolasi selulosa terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan mensintesis HPMC dengan variasi konsentrasi NaOH (15%, 20% dan 25%) dan jumlah propilen oksida yang ditambahkan 2,5 ml serta dimetil sulfat sebanyak 0,92 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi NaOH semakin tinggi pula nilai
MS dan DSnya. HPMC yang optimal ialah HPMC dengan konsentrasi 20%
karena memiliki nilai Molar Substitusi (MS) sebesar 0,300 dan Derajat Substitusi (DS) sebesar 1,119 yang memenuhi standar HPMC yang aman untuk pangan. Dengan karakteristik HPMC berbentuk butiran kasar, berwarna putih kekuningan dan memiliki bau yang samar, memiliki pH 7, nilai Water Holding Capacity (WHC) 7,3 g/g dan nilai Oil Holding Capacity (OHC) 6,6 g/g.
Halimatussa'diyah; Rakhmat Ramdhani Alwie; Serlina Meindra Cipta Dewi Bayuangsa Putri
2025 · Book · Open Access
Daun binahong dan daun babadotan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan yang secara empiris sejak jaman dahulu dan dimanfaatkan untuk antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa tanaman dan untuk mengetahui adanya efek penyembuhan peradangan pada kulit, pada ekstrak etanol 96% Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dan Daun Babadotan (Aregatum conyzoides, L.) serta kombinasinya dengan menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu tunggal binahong, tunggal babadotan, kombinasi 1:1, 3:1, 1:3, kontrol positif (salep trombophob) dan kontrol negatif (Na-CmC). Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% pada daun binahong dan daun babadotan masing-masing mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan terpenoid. Data diperoleh dengan cara menghitung persen penurunan pada udema mencit Selama 6 jam, hasil data untuk penurunan pembengkakan kontrol positif persen penurunan udem sebesar 83.79%, untuk kontrol negatif persen penurunan sebesar 23,75%, untuk ekstrak etanol 96% daun binahong memiliki persen penurunan sebesar 37,80%, untuk ekstrak etanol 96% daun babadotan persen penurunan sebesar 72.64%, untuk kombinasi 1:1 penurunan persen sebesar 36,87%, untuk kombinasi 3:1 persen penurunan sebesar (79.32% dan untuk kombinasi 1:3 persen penurunan sebesar 57,54%. Kandungan senyawa flavoid yang terdapat pada ekstrak yang berfungsi menurunkan pembengkakan pada mencit.