Karuma Barza Afida; MUHAMAD ALI ZAINAL ABIDIN; Ratna Wulandari
2025 · Book · Open Access
Mutu pelayanan farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan kepuasan pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata masyarakat, serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar pelayanan profesi yang ditetapkan serta sesuai dengan kode etik profesi farmasi. Sisi mutu pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 55%, usia terbanyak lansia awal (46-55 tahun) 36%, Pendidikan terbanyak SMA 59%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta sebanyak 43%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan bukti langsung pelayanan (84,28%), keandalan pelayanan (84,42%), daya tanggap
pelayanan (87,87%), jaminan pelayanan (81,86%), dan empati pelayanan (88,92%).
ALISA ADISTIA DIENI; Dindin A Setiawaty; Fredy Arifta Nasel
2025 · Book · Open Access
Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih
encer dari biasanya, dengan frekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antidiare pada pasien diare anak di Klinik KORPRI Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan crosssectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Juli – Desember 2022. Sampel yang diambil dengan metode total sampling sebanyak 102 pasien. Hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 0 – 5 tahun (68%), jenis kelamin paling banyak laki-laki (60%), berat badan paling banyak 13 – 19 kg (57%), klasifikasi diare paling banyak tanpa dehidrasi (79%), penggunaan obat diare oralit + zink (41%), oralit (24%), cotrimoxazole (19%), kombinasi cotrimoxazole + oralit + zink (16%). Kesesuaian penggunaan obat berdasarkan pedoman dari Buku Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita (Kemenkes RI, 2011) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (Kemenkes RI, 2015) didapatkan hasil sesuai tepat indikasi 81,37%, tepat obat 81,37%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 100%.
Lilik Sulastri; SIFA FAUJIAH; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa
bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun
melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.
Abdul Aziz Setiawan; Antonius Padua Ratu; MIRA APRILIYANI
2025 · Book · Open Access
Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca
oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.
AYU WULANDARI; Silvi Nurafni; Syahtiar Deny Hermawan
2025 · Book · Open Access
Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri. Antibiotik diresepkan pada pasien, tetapi pemakaiannya sering disalahgunakan. Penggunaan antibiotik akan menguntungkan dan memberikan efek bila diresepkan dan dikonsumsi sesuai aturan. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai pada mengakibatkan resiko terjadinya resistensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan terhadap
tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik di Klinik Medistira 2 Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Jenis penelitian merupakan deskriptif dengan metode cross sectional. Alat ukur menggunakan data primer yaitu menggunakan kuesioner, dengan jumlah sampel 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi responden paling banyak berusia 46-55 tahun sebesar 40 responden (40%), jenis kelamin yang paling banyak responden perempuan sebesar 55 responden (55%),
mayoritas pekerjaan responden adalah karyawan swasta sebesar 41 responden (41%), dan tingkat pendidikan responden mayoritas adalah lulusan SMA sebesar 35 responden (35%). Tingkat pengetahuan responden tentang penggunaan antibiotik dikategorikan cukup sebesar 41%. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik dilihat dari nilai p value usia 0,030, pekerjaan 0,049, dan tingkat pendidikan 0,033. Sedangkan pada jenis kelamin tidak terdapat hubungan yang bermakna dilihat dari nilai p value 0,385.
Dindin A Setiawaty; MUHAMMAD IRFAN LAZUARDY; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA
merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical
Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.
Antonius Padua Ratu; Ferry Effendi; NINING NURHASANAH
2025 · Book · Open Access
Sediaan granul effervescent yaitu kombinasi senyawa asam dan basa jika
ditambahkan air (H2O) bereaksi melepaskan karbondioksida (CO2) menjadi buih, mudah dikonsumsi, larut dalam air dan menyegarkan. Temulawak (Curcuma xanthorriza. Roxb) dibuat simplisia dan diperoleh kadar air 3,268%. Maserasi 250 gram simplisia dengan 2500 mL etanol 96%. Ekstrak kental 27,59 gram, rendemen 11,036%, mengandung senyawa kimia alkaloid pereaksi wagner, flavonoid, dan terpenoid. Granul effervescent dibuat dengan granulasi basah. Formulasi ke 3 masuk dalam karakteristik serta stabil pada suhu penyimpanan. Aktivitas antioksidan minggu ke-0 suhu 4 ̊,28 ̊, dan 40 ̊ nilai IC50 sebesar 2,396 ppm kategori sangat kuat. Minggu ke-4 IC50 meningkat, suhu 4 ̊C sebesar 5,071 ppm, suhu 28 ̊C
sebesar 6,509 ppm, suhu 40 ̊C sebesar 6,098 ppm kategori sangat kuat. Kadar air granul suhu 4 ̊C dan 28 ̊C masuk kriteria 5-6%, suhu 40 ̊C melebihi kriteria, waktu alir antara 4-5 detik dan sudut istirahat antara 25°-30°, waktu larut 2-5 menit dengan pH 5-7.
Ahmad Jajuli; Karuma Barza Afida; WIWIN MURTOFIAH
2025 · Book · Open Access
Dismenorea adalah salah satu kondisi nyeri haid yang terjadi pada masa menstruasi
sebagian besar wanita. Penyuluhan adalah salah satu dari sekian banyak Langkah
yang dilakukan guna meningkatkan pengetahuan manusia. Penyuluhan dilakukan
dengan memberikan informasi tentang dismenorea. Tujuan penelitian yang
dilakukan adalah untuk melihat apakah antara sebelum dan sesudah penyuluhan
tentang dismenorea pada siswi di SMK Farmasi Bhakti Kencana Bogor
menyebabkan peningkatan level pengetahuan pada partisipan. Penelitian ini
menggunakan penelitian Kuantitatif Observasional yang bersifat prospektif.
Teknik Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah
responden 170 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia kategori remaja awal(12-16
tahun) sebesar 97%, kelas dengan responden terbanyak kelas XI (sebelas) 52%.
Tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 27 responden (16%)
memiliki pengetahuan baik, sebanyak 112 responden (66%) memiliki pengetahuan
cukup, dan sebanyak 31 responden (18%) memiliki pengetahuan baik. Tingkat
pengetahuan sesudah penyuluhan diperoleh 118 responden (69%) memiliki
pengetahuan baik, dan sebanyak 52 responden (31%) memiliki pengetahuan cukup
Analisis data menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikan 0,05.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara
tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan memberikan
informasi mengenai dismenorea, dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga
dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan siswi.
Nina Imaniar; SITI RAHMAWATI; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access
Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi serbuk simplisia dengan air pada suhu 90°C selama 15 menit. Perpaduan bunga rosella dengan stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan yang mengandung lebih banyak antioksidan yaitu dengan diolah menjadi “Teh kombucha” merupakan produk fungsional hasil fermentasi larutan teh menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture of Bacterial and Yeast). Tujuan penelitian ini yaitu menentukan golongan senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan serta karakteristik infusa dan kombucha. Infusa serta kombucha bunga Rosella dan stevia
dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 20-100 g/L dengan waktu fermentasi selama 8 hari. Paramater uji yang dilakukan terhadap infusa serta kombucha meliputi penentuan metabolit sekunder dengan uji fitokimia, uji pH, total asam titrasi, total fenol serta aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Metabolit sekunder yang terkandung pada infusa bunga rosella dan stevia adalah
flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada kombuchanya terkandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia memiliki aktivitas peredaman radikal bebas DPPH berturut-turut dengan nilai IC75 54,73 g/L dan 28,23 g/L. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai nilai pH 3-4. Total asam tertitrasi pada infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia masing-masing sebesar 3,12%-
4,42%, dan 3,97%-5,82%. Kadar total fenol kombucha lebih tinggi dibandingkan dengan infusanya yaitu sebesar 18,580-25,378 mg/g GAE. Oleh sebab itu, kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai aktivitas antioksidan, total fenol, dan total asam yang lebih tinggi dibandingkan sediaan infusanya.
Dian Puspaningrum; FARHAN NUDIN; Karuma Barza A
2025 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif
yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi
Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat
pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.
LULU SEPTI ACHWARDANAH; Ni Putu Dewi Wiraandini; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan berulang. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan kesesuaian terapi obat antihipertensi dengan keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di RS Pena 98 Bogor. Penelitian ini, bersifat deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan secara cross sectional menggunakan data sekunder yang diambil secara retrospektif dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini, menunjukan usia
paling banyak 56 – 65 tahun sebanyak 36 pasien (45%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 53 pasien (66,25%). Hipertensi tanpa penyakit penyerta sebanyak 55 pasien (68,75%). Golongan obat paling banyak calcium channel blockers (CCB) sebanyak 23 pasien (28,75%). Obat yang terbanyak digunakan yaitu Amlodipin sebanyak 23 pasien (28,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014, yang sesuai sebanyak 73 pasien (91,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 yang berhasil 65 pasien (81,25%). Hasil statistika, uji Chi-square nilai menunjukan ada hubungan yang signifikan antara kesesuaian terapi dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi dengan nilai P. value
sig. 0,000 ≤ 0,05.
Antonius Padua Ratu; SILVIA MAKDALIVA ALMUNG; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang
secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia,
kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1,
sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.
Dini Diyaningsih; NURUL AMALIA; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Gagal Ginjal (renal atau kidney failure) merupakan kasus penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut (kambuhan) maupun kronik (menahun). Gagal kronik gejala awalnya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut tidak sering dirasakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien rawat jalan penderita gagal
ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Data yang digunakan adalah data
rekam medik, dengan data yang diambil meliputi , usia, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien rawat jalan penderita gagal ginjal kronik periode Januari – Maret 2022. Data dianalisis dengan menggunakan data deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 103 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan
data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 55,3%, usia terbanyak 56-65 tahun 31,1%, berat badan terbanyak 51,60 kg 35%. Distribusi pasien berdasarkan diagnosis penyakit penyerta terbanyak yaitu penyakit hipertensi dengan persentase 72,82%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat pasien diperoleh hasil sebanyak 99%, pada tepat obat sebanyak 98%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 83%, dan tepat frekuensi sebanyak 99%.
Nanang Hermawan; Nanda Auzia; SITI MASRIAH
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan kepuasan yang dirasakan pasien setelah menerima pelayanan. Kualitas pelayanan terdiri dari 5 dimensi yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti langsung. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien, analisis tingkat kepuasan pasien serta kualitas pelayanan yang diberikan di Poli Rawat Jalan Eksekutif Rumah Sakit Kartika Kasih Sukabumi. Desain penelitian menggunakan metode ServQual
pengukuran tingkat kepuasan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Jumlah sampel penelitian adalah 100 pasien dengan instrumen kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas. Sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 56%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 38%, pendidikan terbanyak perguruan tinggi 54%, dan pekerjaan
terbanyak pegawai swasta 35%. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) dari lima dimensi kehandalan (80,73%) ketanggapan (80,47%), jaminan (81,19%) empati (79,77%), dan bukti langsung (81,94%). Hal-hal yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki pada kuadran I meliputi; kecepatan pelayanan terhadap pasien, obat tersedia dengan lengkap, petugas cepat tanggap terhadap keluhan pasien tentang obat atau
pengobatan, pasien mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti tentang pelayanan yang diberikan selama berobat di Poli Rawat Jalan Eksekutif, obat yang diberikan sesuai dengan resep, lokasi Poli Rawat Jalan Eksekutif mudah dijangkau.
ANISA EKA NOVALIANSI PUTRI; Nanang Hermawan; Siti mariam
2025 · Book · Open Access
Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran nyeri neuropati, lokasi nyeri dan perbedaan efektivitas penggunaan obat pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan pregabalin dan gabapentin. Kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada penggunaan pregabalin didapatkan penurunan
skala nyeri dengan rata-rata sebesar 0,87 dan pada penggunaan gabapentin didapatkan penurunan rata-rata sebesar 0,78. Pada hasil ujistatistik U-Mann-Whitney nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan efektivitas pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik selama
2 minggu.
Ferry Effendi; Harry Noviardi; RISTI APRIYANI
2025 · Book · Open Access
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal
dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis
untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03
ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
Antonius Padua Ratu; DIMAS SETYADI PUTRA; Harry Noviardi
2025 · Book · Open Access
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap
rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau
radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan
memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan
senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas
inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari
kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan
konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial)
dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan
penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan
konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery
Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria
Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa
tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari
penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu
Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4
kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan
pembanding.
Lilik Sulastri; Ni Wayan Sri Agustini; UCI LESTARI
2025 · Book · Open Access
Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis diatom yang dominan
di laut dan tumbuh subur diperairan sekitar pantai terutama setelah musim hujan.
Skeletonema costatum mempunyai potensi menghasilkan senyawa antibakteri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteriterbaik
dari ekstrak etanol 96%, n-heksana dan etil asetat mikroalga S.costatum terhadap
E.coli dan S.aureus dan identifikasi fraksi terbaik dari ekstrak mikroalga
S.costatum. S.costatum diekstraksi dengan etanol kemudian dipartisi dengan n-
heksana dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya hingga
diperoleh fraksi terbaik serta didentifikasi senyawa menggunakan GCMS. Hasil
pengukuran bahwa ekstrak etil asetat terbaik dalammenghambat E.coli dan
S.aureus dengan zona hambatsebesar 8,31 mm, 8,91mm, 9,9 mm dan 6,93 mm,
7,63 mm, 8,33 mm. Hasil Kromatografi kolom didapatkan 83 fraksi dan hasil
KLT didapatkan 11 fraksi hanya 2 fraksi yang menunjukan aktivitas antibakteri.
Dari hasil zona hambat antibakteri dipilih ekstrak etil asetat adalah fraksi 2 dan
fraksi 11 dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan ekstrak etil asetat
pada fraksi 2 diduga mengandung senyawa Neophytadiene dengan kemiripan 95
% dan fraksi 11 diduga mengandung senyawa n-Hexadecanoid acid dengan
persantese kemiripan 99 %.
LIRA SUKMA DJUNIAR; Nanang Hermawan; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
ANNISA SITI NURJANAH; Eem Masaenah; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.