Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2025 · Book · Open Access
Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang
dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau
toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat
pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika
Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive
Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami
nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian
menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16
tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar
(52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan
gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%).
Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square
diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p –
Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.
Eem Masaenah; Triyani Sumiati; ULFA MAIDA
2025 · Book · Open Access
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
Helena Mei Riawati; SHENY SHAFIRA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama
kematian. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140
mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran
dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup tenang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian obat dengan keberhasilan terapi
menurut JNC VIII di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor. Penelitian ini
menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional dengan pengambilan data
retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 64 pasien hipertensi di Klinik Denti Sari
periode Juli-Agustus 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total
Sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan terbanyak (71,90%), rentang usia
terbanyak 55-65 tahun (50%), penggunaan amlodipin 5 mg terbanyak (62,5%),
kesesuaian terapi obat sebanyak (75%) dan keberhasilan terapi obat sebanyak
(67,20%) .Hasil analisis didapatkan ( nilai P-Value = 0,000). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian
dengan keberhasilan terapi yang ditandai dengan P-Value = 0,000.
Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2025 · Book · Open Access
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya
menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren.
Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat
pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok
Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan
metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap
kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933
santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin.
Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari
kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan
pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi
frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu
sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna
antara perilaku terhadap kejadian skabies.
KHOERUNISA; Karuma Barza Afida; Putri Marani Permata Sari
2025 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan
mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir
seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus
limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik
menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya
mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan
penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap
tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden
55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data
menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari
penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet
dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan
pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.
ASTARI HAMID; Febi Ishfahani; Pritha Listya Anggraini
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
Abdul Hafidz; MOKHAMAD ALWAN RAKHDIYANSYAH; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access
Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi
untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan
pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu
dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu
industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow
proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi
5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran
ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di
gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase
kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu
sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang
mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan
Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini,
penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat
generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan
perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area
penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu
100 Lux.
Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2025 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan
meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode
ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis
(IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian
antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian
adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%,
pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%.
Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas
dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%),
jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan
harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan
dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan
(95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara
harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan
dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20),
dan daya tanggap (-1,17).
Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access
Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit
Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat
mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti
Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data
sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen
Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis
menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil
penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja
Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas
yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera
(KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi
sebanyak 1 insiden.
EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2025 · Book · Open Access
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
FITRI YANI MAHDALENA; Nelly Fronika Situmorang; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
Ferry Effendi; Kartika Yuliani; YULIA ANISA ROSADI
2025 · Book · Open Access
Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan
pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau
kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat
pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan
pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan
penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152
responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis
dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi
dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia
terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%,
pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta
47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia
0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada
hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di
Rumah Sakit Annisa Bogor.
DESI KRISTINA PUTRI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma
seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020).
Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan
kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus
DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi
pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data
dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase
terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama
rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017
dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes
terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%)
pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat
yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value
> 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum
dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.
FURICHOH APRILIANA PUTRI; Fredy Arifta Nasel; Ratna Juita
2025 · Book · Open Access
Dampak yang dapat terjadi pada pasien stroke salah satunya adalah terjadinya
kerusakan neurologis. Semax dan Citicoline merupakan neuroprotektor yang dapat
memperbaiki kerusakan otak dan meningkatkan kemampuan kognisi serta memori
pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas
penggunaaan Semax dan Citicoline pada pasien stroke menggunakan parameter
nilai GCS (Glasglow Coma Scale) di Rumah Sakit PMI Bogor. Desain penelitian
adalah penelitian deskriptif bersifat observasional yang dilakukan dengan
pendekatan restropektif dari data Rekam Medik pasien stroke periode Juli –
Desember 2019 dengan sampel sebanyak 64 sampel. Hasil penelitian menunjukan
profil pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin laki-laki 38 pasien (59.38%),
usia 46-59 tahun 26 pasien (40,63%). Lama perawatan lebih dari 5 hari 21 pasien
(65.63%) menggunakan Semax dan kurang dari 5 hari 20 pasien (62.50%)
menggunakan Citicoline. Profil penggunaan neuroprotektor terdapat 32 pasien
(50%) menggunakan Semax dan 32 pasien (50%) menggunakan Citicoline. Hasil
gambaran efektivitas penggunaan berdasarkan seilisih nilai GCS (Glasglow Coma
Scale) menunjukan Semax (29.89%) dan Citicoline (10.90%). Hasil analisis
statistik untuk mengetahui selisih perbedaan nilai GCS (Glasglow Coma Scale)
awal dan akhir terapi pada Semax dan Citicoline dengan uji Wilcoxon diperoleh
hasil bahwa ada perbedaan bermakna pada efek perbaikan neurologis antara terapi
Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05). Hasil analisis statistik untuk
mengetahui persentase kenaikan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) pada terapi
Semax dan Citicoline diperoleh hasil bahwa ada perbedaan menggunakan terapi
Semax lebih efektif (35.89%) sebagai neuroprotektor dan menggunakan terapi
Citicoline (13.72%) yang dikuatkan dengan analisis statistik dengan uji Mann
Withney dimana ada perbedaan bermakna antara terapi Semax dan Citicoline
dengan nilai 0.000 (P<0.05).
Achmad Fauzi Isa; EVA MAULINA PANCARANI; M. Ikhwan Setiawan
2025 · Book · Open Access
Yogurt merupakan salah satu produk probiotik berupa susu fermentasi yang
dapat memberikan manfaat kesehatan melalui peningkatan keseimbangan
mikroflora usus. Substitusi tepung bekatul beras merah pada yogurt selain
meningkatkan nutrisi, juga meningkatkan sifat fisik yogurt. Penelitian dilakukan
untuk mendapatkan formula yogurt yang ditambah tepung bekatul beras merah, uji
hedonik dan uji stabilitas yogurt yang dihasilkan. Tepung bekatul beras merah
setelah diayak, disterilisasi dan dipanaskan. Formulasi yogurt dilakukan dengan
cara mempasteurisasi susu full cream (F1), low fat (F2), skimmed (F3) dan fresh
(F4) dengan penambahan susu bubuk skim 5%, sukrosa 5% dan tepung bekatul
beras merah 1% kemudian difermentasi selama 8 jam. Organoleptik F1, F2, F3, F4
kental, homogen, F2 lebih disukai dalam segi penampakan, tekstur dan rasa, sedang
F1 lebih disukai dalam segi aroma. Seluruh formula stabil selama penyimpanan dan
memenuhi standar SNI 2981:2009 tentang yogurt.
Eem Masaenah; Inawati; YOGA NOVA ARISTIA FINANDAR
2025 · Book · Open Access
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang progresif. Pengobatan
diabetes melitus bisa dilakukan menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya
dengan menggunakan buah kesemek yang mengandung tanin dan senyawa
fenolik. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis efek pemberian Ekstrak
etanol 70 % buah kesemek (Diospyros kaki L.)dalam menurunkan kadar glukosa
darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Kandungan fitokimia ekstrak 70%
buah kesemek mengandung senyawa aktif glikosida, flavonoid, tannin, saponin,
dan triterpenoid/steroid. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan uji
Anova (Analisis of Variance) satu arah yaitu RAL (rancangan acak lengkap) dan
uji lanjutan LSD (Least Significant Differences). Pada pembuatan ekstrak etanol
70% Buah Kesemek sebagai antidiabetes melitus dilakukan pada mencit putih
jantan dibagi 3 kelompok dengan masing-masing dosis 250 mg/kgBB, 500
mg/kgBB dan 750 mg/kgBB (Dosis I, II & III) yang diinduksi aloksan dengan
perbandingan menggunakan Metformin 65 mg/kgBB. Hasill pengujian didapatkan
persentase pada dosis kadar penurunan glukosa darah berturut-turut 28,8%,
33,75%, 39,27%. Pada kontrol negatif 5,24% dan kontrol positif 13,14%.
Penelitian ini merupakan pembuktian penggunaan buah kesemek secara empiris.
Penggunaan buah kesemek dapat digunakan untuk antidiabetik karena terbukti
dalam penelitian dapat menurunkan kadar glukosa pada mencit.
DAMAR GALIH; Harry Noviardi; Nina Imaniar
2025 · Book · Open Access
Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman
yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung
senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas
enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin
menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein
mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar
kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas
antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana
yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak
secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing
ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol
dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol
dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan
Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang
salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada
penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki
aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada
konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan
persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil
asetat sebesar 68%.
Anastasia Aty Jayanti; MUHAMAD SUBQI; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan sebuah perasaan yang didapatkan pasien
setelah pelayanan dilakukan berupa perasaan senang atau kecewa yang didapatkan
seseorang. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana
dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian
terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Family Medical Center Bogor. Penelitian ini
dilakukan secara deskriptif dengan mengambil data secara prosfektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Pasien dalam penelitian
ini adalah pasien BPJS dan non BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari
instalasi Rumah Sakit Family Medical Center Bogor periode Agustus 2023.
Sampel penelitian sebanyak 365 pasien yang diambil secara purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu
perempuan (59%), usia mayoritas 26-35 tahun (34%), pendidikan SMA (40%),
dan pekerjaan karyawan swasta (45%). Tingkat kepuasan pasien BPJS dan non
BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di RS FMC Bogor menunjukan bahwa
kategori tingkat kepuasan pada dimensi Penampilan adalah (78,1%), dimensi
Empati (76,9%), dimensi Keandalan (76,6%), dimensi Jaminan (76,1%), dan
dimensi ketanggapan (75,6%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan diinstalasi
RS FMC Bogor adalah puas dengan presentase sebanyak (76,7%). Dapat di
simpulkan bahwa Pasien Non BPJS lebih puas pelayanannya dibandingkan
dengan Pasien BPJS.
Eem Masaenah; MAURIEN ALFAREZA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan
betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan
sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas
mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum
ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L)
15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit
merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara
cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles,
selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik
sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.