Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 29 dari 127

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI HAID PADA SISWI SMK INSAN MEDIKA KOTA DEPOK

Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2025 · Book · Open Access

Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16 tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar (52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%). Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p – Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY GEL EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)

Eem Masaenah; Triyani Sumiati; ULFA MAIDA
2025 · Book · Open Access

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan. Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70% dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2), 2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%, umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas antioksidan tergolong kategori lemah.

HUBUNGAN KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DENGAN KEBERHASILAN TERAPI MENURUT GUIDELINE JOINT NATIONAL COMMITTE VIII DI KLINIK DENTI SARI KABUPATEN BOGOR

Helena Mei Riawati; SHENY SHAFIRA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian obat dengan keberhasilan terapi menurut JNC VIII di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional dengan pengambilan data retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 64 pasien hipertensi di Klinik Denti Sari periode Juli-Agustus 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan terbanyak (71,90%), rentang usia terbanyak 55-65 tahun (50%), penggunaan amlodipin 5 mg terbanyak (62,5%), kesesuaian terapi obat sebanyak (75%) dan keberhasilan terapi obat sebanyak (67,20%) .Hasil analisis didapatkan ( nilai P-Value = 0,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian dengan keberhasilan terapi yang ditandai dengan P-Value = 0,000.

HUBUNGAN PERILAKU SANTRI PUTRA TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIEN KECAMATAN PARUNG

Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2025 · Book · Open Access

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren. Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933 santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku terhadap kejadian skabies.

EFEKTIVITAS EDUKASI DENGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS LEUWILIANG

KHOERUNISA; Karuma Barza Afida; Putri Marani Permata Sari
2025 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

ASTARI HAMID; Febi Ishfahani; Pritha Listya Anggraini
2025 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

EVALUASI PENERAPAN CPOB PADA SALAH SATU GUDANG FINISHED GOODS INDUSTRI FARMASI OBAT GENERIK DI CIKARANG

Abdul Hafidz; MOKHAMAD ALWAN RAKHDIYANSYAH; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access

Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi 5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini, penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu 100 Lux.

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2025 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DAN INSIDEN PATIENT SAFETY DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI

Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access

Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera (KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi sebanyak 1 insiden.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2025 · Book · Open Access

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS FAMILY MEDICAL CENTER BOGOR

FITRI YANI MAHDALENA; Nelly Fronika Situmorang; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat. Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari- Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi (51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%) dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus (14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS ANNISA BOGOR

Ferry Effendi; Kartika Yuliani; YULIA ANISA ROSADI
2025 · Book · Open Access

Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%, pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Annisa Bogor.

EVALUASI EFEKTIVITAS PENERAPAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) RAWAT INAP DI RS X BOGOR

DESI KRISTINA PUTRI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020). Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017 dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%) pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SEMAX DAN CITICOLINE SEBAGAI NEUROPROTEKTOR PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR DENGAN METODE GLASGLOW COMA SCALE

FURICHOH APRILIANA PUTRI; Fredy Arifta Nasel; Ratna Juita
2025 · Book · Open Access

Dampak yang dapat terjadi pada pasien stroke salah satunya adalah terjadinya kerusakan neurologis. Semax dan Citicoline merupakan neuroprotektor yang dapat memperbaiki kerusakan otak dan meningkatkan kemampuan kognisi serta memori pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaaan Semax dan Citicoline pada pasien stroke menggunakan parameter nilai GCS (Glasglow Coma Scale) di Rumah Sakit PMI Bogor. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif bersifat observasional yang dilakukan dengan pendekatan restropektif dari data Rekam Medik pasien stroke periode Juli – Desember 2019 dengan sampel sebanyak 64 sampel. Hasil penelitian menunjukan profil pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin laki-laki 38 pasien (59.38%), usia 46-59 tahun 26 pasien (40,63%). Lama perawatan lebih dari 5 hari 21 pasien (65.63%) menggunakan Semax dan kurang dari 5 hari 20 pasien (62.50%) menggunakan Citicoline. Profil penggunaan neuroprotektor terdapat 32 pasien (50%) menggunakan Semax dan 32 pasien (50%) menggunakan Citicoline. Hasil gambaran efektivitas penggunaan berdasarkan seilisih nilai GCS (Glasglow Coma Scale) menunjukan Semax (29.89%) dan Citicoline (10.90%). Hasil analisis statistik untuk mengetahui selisih perbedaan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) awal dan akhir terapi pada Semax dan Citicoline dengan uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa ada perbedaan bermakna pada efek perbaikan neurologis antara terapi Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05). Hasil analisis statistik untuk mengetahui persentase kenaikan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) pada terapi Semax dan Citicoline diperoleh hasil bahwa ada perbedaan menggunakan terapi Semax lebih efektif (35.89%) sebagai neuroprotektor dan menggunakan terapi Citicoline (13.72%) yang dikuatkan dengan analisis statistik dengan uji Mann Withney dimana ada perbedaan bermakna antara terapi Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05).

FORMULASI, UJI HEDONIK DAN UJI STABILITAS YOGURT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BEKATUL BERAS MERAH (Oryza sativa L.)

Achmad Fauzi Isa; EVA MAULINA PANCARANI; M. Ikhwan Setiawan
2025 · Book · Open Access

Yogurt merupakan salah satu produk probiotik berupa susu fermentasi yang dapat memberikan manfaat kesehatan melalui peningkatan keseimbangan mikroflora usus. Substitusi tepung bekatul beras merah pada yogurt selain meningkatkan nutrisi, juga meningkatkan sifat fisik yogurt. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan formula yogurt yang ditambah tepung bekatul beras merah, uji hedonik dan uji stabilitas yogurt yang dihasilkan. Tepung bekatul beras merah setelah diayak, disterilisasi dan dipanaskan. Formulasi yogurt dilakukan dengan cara mempasteurisasi susu full cream (F1), low fat (F2), skimmed (F3) dan fresh (F4) dengan penambahan susu bubuk skim 5%, sukrosa 5% dan tepung bekatul beras merah 1% kemudian difermentasi selama 8 jam. Organoleptik F1, F2, F3, F4 kental, homogen, F2 lebih disukai dalam segi penampakan, tekstur dan rasa, sedang F1 lebih disukai dalam segi aroma. Seluruh formula stabil selama penyimpanan dan memenuhi standar SNI 2981:2009 tentang yogurt.

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% BUAH KESEMEK (Diospyros kaki L) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Eem Masaenah; Inawati; YOGA NOVA ARISTIA FINANDAR
2025 · Book · Open Access

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang progresif. Pengobatan diabetes melitus bisa dilakukan menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya dengan menggunakan buah kesemek yang mengandung tanin dan senyawa fenolik. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis efek pemberian Ekstrak etanol 70 % buah kesemek (Diospyros kaki L.)dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Kandungan fitokimia ekstrak 70% buah kesemek mengandung senyawa aktif glikosida, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid/steroid. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan uji Anova (Analisis of Variance) satu arah yaitu RAL (rancangan acak lengkap) dan uji lanjutan LSD (Least Significant Differences). Pada pembuatan ekstrak etanol 70% Buah Kesemek sebagai antidiabetes melitus dilakukan pada mencit putih jantan dibagi 3 kelompok dengan masing-masing dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB (Dosis I, II & III) yang diinduksi aloksan dengan perbandingan menggunakan Metformin 65 mg/kgBB. Hasill pengujian didapatkan persentase pada dosis kadar penurunan glukosa darah berturut-turut 28,8%, 33,75%, 39,27%. Pada kontrol negatif 5,24% dan kontrol positif 13,14%. Penelitian ini merupakan pembuktian penggunaan buah kesemek secara empiris. Penggunaan buah kesemek dapat digunakan untuk antidiabetik karena terbukti dalam penelitian dapat menurunkan kadar glukosa pada mencit.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK KULIT BATANG SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL DAN ETIL ASETAT

DAMAR GALIH; Harry Noviardi; Nina Imaniar
2025 · Book · Open Access

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil asetat sebesar 68%.

PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT FMC BOGOR

Anastasia Aty Jayanti; MUHAMAD SUBQI; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan sebuah perasaan yang didapatkan pasien setelah pelayanan dilakukan berupa perasaan senang atau kecewa yang didapatkan seseorang. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Family Medical Center Bogor. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan mengambil data secara prosfektif menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Pasien dalam penelitian ini adalah pasien BPJS dan non BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari instalasi Rumah Sakit Family Medical Center Bogor periode Agustus 2023. Sampel penelitian sebanyak 365 pasien yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (59%), usia mayoritas 26-35 tahun (34%), pendidikan SMA (40%), dan pekerjaan karyawan swasta (45%). Tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di RS FMC Bogor menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi Penampilan adalah (78,1%), dimensi Empati (76,9%), dimensi Keandalan (76,6%), dimensi Jaminan (76,1%), dan dimensi ketanggapan (75,6%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan diinstalasi RS FMC Bogor adalah puas dengan presentase sebanyak (76,7%). Dapat di simpulkan bahwa Pasien Non BPJS lebih puas pelayanannya dibandingkan dengan Pasien BPJS.

FORMULASI EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta Vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA BIBIR DALAM BENTUK SEDIAAN LIP TINT

Eem Masaenah; MAURIEN ALFAREZA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) 15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles, selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.