Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 34 dari 127

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2024 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI HAID PADA SISWI SMK INSAN MEDIKA KOTA DEPOK

Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2024 · Book · Open Access

Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16 tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar (52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%). Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p – Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.

GAMBARAN HASIL TERAPI PENGGUNAAN OBAT KRIM PERMETHRIN DI KLINIK MARDI WALUYA

IRA ALFIRA; Magdalena Suryani Manik; Neilli Apolina CCI
2024 · Book · Open Access

Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var hominis, yang ditularkan melalui kontak langsung. Prevalensi skabies di Klinik Mardi Waluya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran hasil terapi penggunaan obat krim permethrin yang diresepkan terhadap penyakit skabies di Klinik Mardi Waluya. Jenis dan desain penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menganalisis data pasien secara rektrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan pada bulan September – November 2022. Penelitian ini telah dilakukan di Klinik Mardi Waluya Cianjur pada bulan Februari 2023.data Diolah secara analisis deskriptif dengan menggunakan microsoft excel. Pasien terbanyak penderita skabies yaitu pada usia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 75 orang (39%). Jumlah pasien laki-laki 66% (127 orang). Pekerjaan paling banyak yang menderita penyakit skabies adalah pelajar dengan persentase 72% (138 orang) dan pendidikan paling banyak penderita skabies adalah sekolah tingkat dasar dengan persentase 36 % (68 ) pasien. Hasil efek terapi obat krim permethrin dalam durasi pemakaian dalam 2 minggu yang sembuh yaitu 78% (149 orang) pasien yang belum sembuh 22% (42 orang).

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BAYAM BRAZIL (Althernanthera sisso) DAN DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS BERSERTA KOMBINASINYA

LIRA SUKMA DJUNIAR; Nanang Hermawan; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access

Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya nilai absorbansi .

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2024 · Book · Open Access

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DAN INSIDEN PATIENT SAFETY DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI

Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2024 · Book · Open Access

Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera (KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi sebanyak 1 insiden.

EVALUASI EFEKTIVITAS PENERAPAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) RAWAT INAP DI RS X BOGOR

DESI KRISTINA PUTRI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2024 · Book · Open Access

Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020). Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017 dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%) pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2024 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

HUBUNGAN PERILAKU SANTRI PUTRA TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIEN KECAMATAN PARUNG

Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2024 · Book · Open Access

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren. Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933 santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku terhadap kejadian skabies.

UJI STABILITAS FISIK NEKTAR SERBUK DARI NIRA KELAPA

Halimatussa’diyah; LAMANDA ANISA DIPUTRI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2024 · Book · Open Access

Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi 2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.

PENGARUH PEMBERIAN NEKTAR GULA KELAPA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

Eem Masaenah; FAZRIA NURSUKMA; Triyani Sumiati
2024 · Book · Open Access

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%; dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.

UJI STABILITAS FISIKA NEKTAR CAIR NIRA KELAPA

Eem Masaenah; MELANIA MUSTIKA; Nanang Hermawan
2024 · Book · Open Access

Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama 4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan nilai viskositas akhir 575 cps.

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA DI APOTEK KIMIA FARMA 317 BYPASS CIANJUR

Andi Ahriansyah; DAUD MULYANA; Dani Setiawan
2024 · Book · Open Access

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara deskriptif gambaran kelengkapan resep psikotropika dan narkotika secara aspek administratif dan farmasetik di Apotek Kimia Farma 317 Bypass Cianjur. Pengambilan data dilakukan dengan cara retrospektif dengan menggunakan data resep pada bulan Juli - September 2022 dengan total resep psikotropika 129 lembar resep dan total resep narkotika 23 lembar resep. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kelengkapan resep psikotropika secara administratif yaitu Nama pasien 100%, Alamat pasien 43,41%, Umur pasien 53,48%, Jenis kelamin pasien 10,85%, Berat badan 0,77%, Nama dokter 98,44%, SIP dokter 72,86%, alamat praktek 82,17%, Nomor Telepon dokter 79,06%, Paraf dokter 27,13%, dan Tanggal penulisan resep 74,41%. Persentase kelengkapan resep psikotropika secara farmasetik yaitu Kekuatan obat 88,37%, Jumlah Obat 100%, Aturan pakai 100%, Dosis Obat 99,22%, dan Bentuk Sediaan Obat 100%. Persentase kelengkapan resep narkotika secara administratif yaitu nama pasien 100%, alamat pasien 52,17%, umur pasien 78,26%, jenis kelamin 47,82%, berat badan 21,72%, nama dokter 95,65%, nomor SIP dokter 91,3%, alamat praktek 86,95%, nomor telepon 86,95%, paraf dokter 82,6%,tanggal penulisan resep 78,26%. Persentase kelengkapan resep narkotika secara farmasetik yaitu kekuatan obat 78,26%, jumlah obat 100%, aturan pakai 100%, dosis obat 100%, dan bentuk sediaan obat 91,3%.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI POLI RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MELANIA

Fransiska Vita K; Karuma Barza; RISKA AFRILIANA
2024 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori puas sebanyak 79%.

GAMBARAN PERILAKU BELANJA PRODUK FARMASI DI APOTEK ASKIA BOGOR

Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida; NABILA IBTHISAM
2024 · Book · Open Access

Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online, termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja, terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase 36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai dengan persentase 81,6%.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT LASA DI APOTEK UMMI BOGOR

Binar Nursanti; Irmawati; RINI MULYAHARTINI
2024 · Book · Open Access

Penyimpanan obat adalah bagian dari pengelolaan obat yang sangat penting dalam memelihara mutu obat-obatan, menjaga kelangsungan persediaan, dan memudahkan pencarian dan pengawasan. Obat (Look alike sound alike) LASA merupakan obat yang berpotensi untuk membingungkan staf pelaksana, sehingga menjadi salah satu penyebab medication error yang sering terjadi. Penandaan obat yang tergolong LASA dilakukan untuk lebih menegaskan bahwa dalam rak obat terdapat obat LASA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi Bogor dengan Berdasarkan Peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor 24 Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan propekstif terhadap penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi dengan populasi pada penelitian ini yaitu seluruh obat LASA di Apotek Ummi Bogor sejumlah 92 obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan golongan Obat Bebas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 53,33%. Penyimpanan golongan Obat Bebas Terbatas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 42,8%. Penyimpanan golongan Obat Keras LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria baik dengan hasil persentase 70,68%.

GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ISPA RACIKAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK BRUDER GLORIEUX CIOMAS-BOGOR

Itha Fernandez; MUTIA DAMAYANTI; Siti Mariam
2024 · Book · Open Access

Infeksi saluran ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. Evaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi penggunaan obat secara tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obat ISPA dan mengevaluasi ketepatan obat, ketepatan dosis dan ketepatan frekuensi dengan menggunakan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Hasil obat-obat ISPA yang digunakan Golongan Antihistamin yaitu CTM sebanyak 52 pasien (87%), Golongan Kortikosteroid yaitu prednison 54 pasien (90%), Dexamethasone 3 pasien (5%), Triamcinolone 3 pasien (5%), Golongan analgetik-Antipiretik 59 pasien (98%), Golongan Mukolitik 57 pasien (95%), Golongan Dekongestan 49 pasien (82%) dan Golongan Obat ekspektoran 30 pasien (50%). Ketepatan obat sebanyak 60 (100%) pasien sudah tepat, ketepatan dosis sebanyak 60 resep (60 pasien) 100 % dan tepat frekuensi dalam penggunaan aturan pakai pada resep sesuai yang tertera pada Informasi Spesialite Obat (ISO).

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS ANNISA BOGOR

Ferry Effendi; Kartika Yuliani; YULIA ANISA ROSADI
2024 · Book · Open Access

Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%, pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Annisa Bogor.

EFEKTIVITAS PENGOBATAN ANTIDABETIKA PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR.

ANNISA DAMAYANTI; Ratna Juita; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus dengan karakteristik hiperglikemia terjadi karena adanya resistensi reseptor insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menalisis efektivitas pengguaan obat antidiabetika pada pasien (CHF) Congestive Heart Failure di Rumah Sakit PMI Bogor. Desain pnelitian ini non eksperimeental observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien congestive heart failure (CHF) pada penyakit penyerta diabetes yang memiliki nilai kadar glukosa darah sewaktu yang tinggi yang di berikan penggobatan antidiabetika periode Oktober 2022 – Maret 202. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 81 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pasien CHF yang mendapatkan pengobatan antidiabetika rata-rata paling banyak pada usia lansia sebesar 70,7%. Jenis kelamin yang paling terbanyak yaitu perempuan sebesar 58%. Pekerjaan terbanyak yaitu pekerjaan lainya atau tidak berkerja sebanyak 38,3%. Gambaran obat yang digunakan sebanyak 61,7% yaitu dengan pengobatan Tunggal oral. Pada jenis obat sebanyak 62, 96% yaitu dengan obat metformin golongan biguanide. Terdapat pengaruh terhadap perbandingan efektivitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetika dengan hasil penurunan kadar glukosa darah sewaktu di Rumah Sakit PMI Kota Bogor karena hasil uji Kruskal Walis menunjukan adalah < 0,05 yaitu (P-Value = 0.636).

POTENSI SENYAWA FLAVONOID SEBAGAI TERAPI PENYAKIT PARKINSON MELALUI PENDEKATAN PENAMBATAN MOLEKUL

ELKA AYU PRAWESTI; Harry Noviardi; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis progresif yang ditandai oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di otak. Pilihan pengobatan yang tersedia saat ini terbatas dan seringkali menimbulkan efek samping, sehingga menekankan perlunya strategi terapeutik baru. Flavonoid, senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi dalam melindungi sel-sel saraf dan memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang memiliki manfaat terapi untuk penyakit Parkinson melalui pendekatan penambatan molekul. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Autodock Vina yang merupakan suatu program yang dapat melakukan penambatan molekul ligan pada makromolekul reseptor. Kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Studi 2021 serta dilakukan analisis Lipinski’s Rule of Five, ADMET menggunakan situs pkCSM online tool dan Toxtree lalu dilakukan analisis simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Desmond. Hasil penelitian menunjukkan reseptor 6CM4, 2V5Z dan 3BWM dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2 Å. Dilanjutkan proses penambatan dengan 100 senyawa flavonoid. 75 senyawa memenuhi aturan Lipinski dan diperoleh 3 senyawa terbaik yaitu daidzin, silibinin dan fisetin yang memiliki nilai afinitas pengikatan yang lebih rendah dibandingkan dengan native ligannya. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 kategori creamer rules yang artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Berdasarkan hasil simulasi dinamika molekuler, senyawa daidzin dan silibinin memiliki kestabilan yang baik pada waktu simulasi 100 ns.