EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2024 · Book · Open Access
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2024 · Book · Open Access
Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang
dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau
toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat
pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika
Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive
Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami
nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian
menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16
tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar
(52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan
gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%).
Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square
diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p –
Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.
IRA ALFIRA; Magdalena Suryani Manik; Neilli Apolina CCI
2024 · Book · Open Access
Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var
hominis, yang ditularkan melalui kontak langsung. Prevalensi skabies di Klinik
Mardi Waluya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Gambaran hasil terapi penggunaan obat krim permethrin yang diresepkan terhadap
penyakit skabies di Klinik Mardi Waluya. Jenis dan desain penelitian adalah
deskriptif observasional, dengan menganalisis data pasien secara rektrospektif dari
rekam medis pasien rawat jalan pada bulan September – November 2022. Penelitian
ini telah dilakukan di Klinik Mardi Waluya Cianjur pada bulan Februari 2023.data
Diolah secara analisis deskriptif dengan menggunakan microsoft excel. Pasien
terbanyak penderita skabies yaitu pada usia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 75
orang (39%). Jumlah pasien laki-laki 66% (127 orang). Pekerjaan paling banyak
yang menderita penyakit skabies adalah pelajar dengan persentase 72% (138 orang)
dan pendidikan paling banyak penderita skabies adalah sekolah tingkat dasar
dengan persentase 36 % (68 ) pasien. Hasil efek terapi obat krim permethrin dalam
durasi pemakaian dalam 2 minggu yang sembuh yaitu 78% (149 orang) pasien yang
belum sembuh 22% (42 orang).
LIRA SUKMA DJUNIAR; Nanang Hermawan; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2024 · Book · Open Access
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2024 · Book · Open Access
Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit
Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat
mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti
Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data
sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen
Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis
menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil
penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja
Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas
yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera
(KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi
sebanyak 1 insiden.
DESI KRISTINA PUTRI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2024 · Book · Open Access
Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma
seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020).
Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan
kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus
DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi
pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data
dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase
terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama
rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017
dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes
terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%)
pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat
yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value
> 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum
dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.
Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2024 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan
meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode
ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis
(IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian
antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian
adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%,
pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%.
Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas
dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%),
jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan
harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan
dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan
(95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara
harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan
dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20),
dan daya tanggap (-1,17).
Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2024 · Book · Open Access
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya
menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren.
Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat
pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok
Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan
metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap
kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933
santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin.
Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari
kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan
pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi
frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu
sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna
antara perilaku terhadap kejadian skabies.
Halimatussa’diyah; LAMANDA ANISA DIPUTRI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2024 · Book · Open Access
Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara
sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa
dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita
diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG
yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita
diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal
dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan
pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas
fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang
disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup
uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan
selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan
pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar
serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi
perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di
suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi
2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik
suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.
Eem Masaenah; FAZRIA NURSUKMA; Triyani Sumiati
2024 · Book · Open Access
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan
kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau
keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula
merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti
gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah
dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris
dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula
kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa
darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada
mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan
triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan
pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif
akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif
glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian
nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB
mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%;
dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada
perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.
Eem Masaenah; MELANIA MUSTIKA; Nanang Hermawan
2024 · Book · Open Access
Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair
dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila
teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada
suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter
pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang
dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama
4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH
awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan
nilai viskositas akhir 575 cps.
Andi Ahriansyah; DAUD MULYANA; Dani Setiawan
2024 · Book · Open Access
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan
kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan
dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui secara deskriptif gambaran kelengkapan
resep psikotropika dan narkotika secara aspek administratif dan farmasetik di
Apotek Kimia Farma 317 Bypass Cianjur. Pengambilan data dilakukan dengan
cara retrospektif dengan menggunakan data resep pada bulan Juli - September
2022 dengan total resep psikotropika 129 lembar resep dan total resep narkotika
23 lembar resep. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kelengkapan
resep psikotropika secara administratif yaitu Nama pasien 100%, Alamat pasien
43,41%, Umur pasien 53,48%, Jenis kelamin pasien 10,85%, Berat badan 0,77%,
Nama dokter 98,44%, SIP dokter 72,86%, alamat praktek 82,17%, Nomor
Telepon dokter 79,06%, Paraf dokter 27,13%, dan Tanggal penulisan resep
74,41%. Persentase kelengkapan resep psikotropika secara farmasetik yaitu
Kekuatan obat 88,37%, Jumlah Obat 100%, Aturan pakai 100%, Dosis Obat
99,22%, dan Bentuk Sediaan Obat 100%. Persentase kelengkapan resep narkotika
secara administratif yaitu nama pasien 100%, alamat pasien 52,17%, umur pasien
78,26%, jenis kelamin 47,82%, berat badan 21,72%, nama dokter 95,65%, nomor
SIP dokter 91,3%, alamat praktek 86,95%, nomor telepon 86,95%, paraf dokter
82,6%,tanggal penulisan resep 78,26%. Persentase kelengkapan resep narkotika
secara farmasetik yaitu kekuatan obat 78,26%, jumlah obat 100%, aturan pakai
100%, dosis obat 100%, dan bentuk sediaan obat 91,3%.
Fransiska Vita K; Karuma Barza; RISKA AFRILIANA
2024 · Book · Open Access
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus
diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas
pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang
harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain
aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan
aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan
untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif
non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel
yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi
kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya
tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas
sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi
bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori
puas sebanyak 79%.
Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida; NABILA IBTHISAM
2024 · Book · Open Access
Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum
digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi
Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari
konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri
dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online,
termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat
perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif,
dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling
banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling
banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja,
terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase
36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai
dengan persentase 81,6%.
Binar Nursanti; Irmawati; RINI MULYAHARTINI
2024 · Book · Open Access
Penyimpanan obat adalah bagian dari pengelolaan obat yang sangat penting
dalam memelihara mutu obat-obatan, menjaga kelangsungan persediaan, dan
memudahkan pencarian dan pengawasan. Obat (Look alike sound alike) LASA
merupakan obat yang berpotensi untuk membingungkan staf pelaksana, sehingga
menjadi salah satu penyebab medication error yang sering terjadi. Penandaan obat
yang tergolong LASA dilakukan untuk lebih menegaskan bahwa dalam rak obat
terdapat obat LASA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian
penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi Bogor dengan Berdasarkan Peraturan
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor 24 Tahun 2021. Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan propekstif terhadap
penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi dengan populasi pada penelitian ini
yaitu seluruh obat LASA di Apotek Ummi Bogor sejumlah 92 obat. Hasil penelitian
menunjukan bahwa penyimpanan golongan Obat Bebas LASA di Apotek Ummi
termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 53,33%. Penyimpanan
golongan Obat Bebas Terbatas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria
cukup dengan hasil persentase 42,8%. Penyimpanan golongan Obat Keras LASA
di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria baik dengan hasil persentase 70,68%.
Itha Fernandez; MUTIA DAMAYANTI; Siti Mariam
2024 · Book · Open Access
Infeksi saluran ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat
penyakit menular di dunia. Evaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA perlu
mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi penggunaan obat secara tidak
rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obat ISPA dan
mengevaluasi ketepatan obat, ketepatan dosis dan ketepatan frekuensi dengan
menggunakan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara
retrospektif. Hasil obat-obat ISPA yang digunakan Golongan Antihistamin yaitu
CTM sebanyak 52 pasien (87%), Golongan Kortikosteroid yaitu prednison 54
pasien (90%), Dexamethasone 3 pasien (5%), Triamcinolone 3 pasien (5%),
Golongan analgetik-Antipiretik 59 pasien (98%), Golongan Mukolitik 57 pasien
(95%), Golongan Dekongestan 49 pasien (82%) dan Golongan Obat ekspektoran
30 pasien (50%). Ketepatan obat sebanyak 60 (100%) pasien sudah tepat, ketepatan
dosis sebanyak 60 resep (60 pasien) 100 % dan tepat frekuensi dalam penggunaan
aturan pakai pada resep sesuai yang tertera pada Informasi Spesialite Obat (ISO).
Ferry Effendi; Kartika Yuliani; YULIA ANISA ROSADI
2024 · Book · Open Access
Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan
pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau
kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat
pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan
pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan
penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152
responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis
dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi
dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia
terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%,
pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta
47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia
0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada
hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di
Rumah Sakit Annisa Bogor.
ANNISA DAMAYANTI; Ratna Juita; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Diabetes Mellitus dengan karakteristik hiperglikemia terjadi karena adanya
resistensi reseptor insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menalisis efektivitas
pengguaan obat antidiabetika pada pasien (CHF) Congestive Heart Failure di
Rumah Sakit PMI Bogor. Desain pnelitian ini non eksperimeental observasional
dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah
pasien congestive heart failure (CHF) pada penyakit penyerta diabetes yang
memiliki nilai kadar glukosa darah sewaktu yang tinggi yang di berikan
penggobatan antidiabetika periode Oktober 2022 – Maret 202. Jumlah subjek dalam
penelitian ini adalah 81 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada
pasien CHF yang mendapatkan pengobatan antidiabetika rata-rata paling banyak
pada usia lansia sebesar 70,7%. Jenis kelamin yang paling terbanyak yaitu
perempuan sebesar 58%. Pekerjaan terbanyak yaitu pekerjaan lainya atau tidak
berkerja sebanyak 38,3%. Gambaran obat yang digunakan sebanyak 61,7% yaitu
dengan pengobatan Tunggal oral. Pada jenis obat sebanyak 62, 96% yaitu dengan
obat metformin golongan biguanide. Terdapat pengaruh terhadap perbandingan
efektivitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetika dengan hasil
penurunan kadar glukosa darah sewaktu di Rumah Sakit PMI Kota Bogor karena
hasil uji Kruskal Walis menunjukan adalah < 0,05 yaitu (P-Value = 0.636).
ELKA AYU PRAWESTI; Harry Noviardi; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access
Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis progresif yang
ditandai oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di otak. Pilihan pengobatan
yang tersedia saat ini terbatas dan seringkali menimbulkan efek samping, sehingga
menekankan perlunya strategi terapeutik baru. Flavonoid, senyawa alami yang
ditemukan dalam berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi dalam
melindungi sel-sel saraf dan memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang memiliki manfaat terapi untuk
penyakit Parkinson melalui pendekatan penambatan molekul. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak Autodock Vina yang merupakan suatu
program yang dapat melakukan penambatan molekul ligan pada makromolekul
reseptor. Kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Studi 2021 serta
dilakukan analisis Lipinski’s Rule of Five, ADMET menggunakan situs pkCSM
online tool dan Toxtree lalu dilakukan analisis simulasi dinamika molekuler
menggunakan perangkat lunak Desmond. Hasil penelitian menunjukkan reseptor
6CM4, 2V5Z dan 3BWM dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2 Å.
Dilanjutkan proses penambatan dengan 100 senyawa flavonoid. 75 senyawa
memenuhi aturan Lipinski dan diperoleh 3 senyawa terbaik yaitu daidzin, silibinin
dan fisetin yang memiliki nilai afinitas pengikatan yang lebih rendah dibandingkan
dengan native ligannya. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang
baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 kategori creamer rules yang artinya
dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Berdasarkan hasil
simulasi dinamika molekuler, senyawa daidzin dan silibinin memiliki kestabilan
yang baik pada waktu simulasi 100 ns.