Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 35 dari 127

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SEBAGAI ANTIDIABETES

DELA AMELIA; Harry Noviardi; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm, kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3 3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai antidiabetes.

AKTIVITAS INFUSA KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

FATWA LAILA NIVA; Siti Mariam; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal. Banyak jenis tanaman yang selama ini dipercaya dapat mengobati diabetes melitus diantaranya yaitu daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antihiperglikemia dari infusa kombinasi daun salam dan daun stevia. Daun salam dan daun stevia didapatkan dalam bentuk serbuk simplisia dilakukan ekstraksi menggunakan metode infusa. Mencit yang digunakan pada penelitian ini yaitu 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari 5 mencit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan tiap 3 hari selama 14 hari menggunakan alat glukometer Easy Touch. Golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam yaitu flavanoid, saponin dan tanin. Pada daun stevia yaitu flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Pada setiap kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada kelompok perlakuan kontrol negatif terjadi penurunan 26,11%, kontrol positif 48,18%, infusa kombinasi 1:1 39,56%, kombinasi 2:1 48,84% dan pada kombinasi 3:1 46,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak normal dan tidak homogen, dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p-value < α menyatakan tidak berbeda nyata atau semua perlakuan kombinasi infusa tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI INFUSA DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

DIA SRI LESTARI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh bisa menggunakan tanaman tradisional seperti daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik infus daun sambiloto dan daun salam yang memiliki aktivitas antikolesterol yang lebih baik dari infus tunggal. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan dengan pereaksi Lieberman-Burchard secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 670 nm. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam infus daun sambiloto yaitu Flavonoid dan Tanin sedangkan untuk infus daun salam yaitu Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi infus 3:1 (Sambiloto : Salam) yaitu sebesar 47,16% lebih baik dibandingkan infus tunggal sambiloto yaitu sebesar 21,87% dan infus tunggal salam yaitu sebesar 16,15% dan hasil uji Kruskal-Wallis antara infus salam, kombinasi 1:1 dan 1:3 dengan infus sambiloto dan kombinasi 3:1 nilainya berbeda nyata (p-value 0,01 < 0,05).

ANALISIS DRPs (DRUG RELATED PROBLEMs) PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RS MEDIKA DRAMAGA BOGOR

Enrawani Damanik; Fredy Arifta Nasel; SUCI NUR APRIYANTI
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolit dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Pada pasien Diabetes Melitus umumnya mendapatkan terapi dalam jangka panjang sehingga menyebabkan peningkatan resiko terjadinya DRPs. Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu peristiwa atau keadaan pada masalah farmakoterapi yang memiliki dampak besar terhadap hasil kesehatan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien, profil penggunaan obat dan mengetahui adanya DRPs dengan metode Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1 2020 pada pasien Diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat inap RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat inap periode Januari – Juni 2022 sebanyak 51 pasien. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 55 %, usia paling banyak yaitu dengan rentang usia 46-56 tahun sebanyak 39 %, penyakit penyerta paling banyak yaitu Hipertensi sebanyak 32 %. Profil penggunaan obat antihiperglikemia paling banyak yaitu kombinasi insulin – insulin sebanyak 49%. Pasien yang mengalami DRPs sebanyak 45%. Berdasarkan hasil analisis DRPs kategori Pemilihan Obat (C1) sebanyak 27 % dan kategori Pemilihan dosis Obat (C3) sebanyak 18%.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT ANTIPSIKOTIK GOLONGAN TIPIKAL, ATIPIKAL, DAN KOMBINASINYA TERHADAP OUTCOME TERAPI PASIEN SKIZOFRENIA DI RS MARZOEKI MAHDI

Ida Roland Marsaulina Sitohang; NABILLA MUTIARA SRI REJEKI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α- glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V) 1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV) merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V) senilai 3,1.

AKTIVITAS FORMULA SEDIAAN TEH HERBAL KOMBINASI DAUN PARE (Momordica charantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) DALAM MENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

Ferry Effendi; Nanang Hermawan; SALMA SYIFA ASTIANINGSIH
2023 · Book · Open Access

Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α- glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V) 1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV) merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V) senilai 3,1.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS ANNISA BOGOR

DESY HARYANTI; Kartika Yuliani; Neilli Apolina
2023 · Book · Open Access

Antibiotik merupakan senyawa yang mempunyai efek menghentikan suatu proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan guna mengendalikan resistensi terhadap antibiotik, salah satunya dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan ATC/DDD. Metode ATC merupakan klasifikasi obat berdasarkan farmakologi, senyawa kimia dan fungsi terapeutik. DDD adalah asumsi rata-rata dosis per hari yang digunakan sesuai dengan indikasi utama. Hasil dari perhitungan DDD selanjutnya dapat digunakan untuk DU 90% yaitu untuk mengelompokkan obat-obatan dengan penggunaan tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik dalam satuan jumlah ATC/DDD dan mengetahui antibiotik yang termasuk kedalam DU 90% pada pasien rawat jalan. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan pengambilan data pada Oktober-Desember 2022 dengan metode total sampling. Hasil penelitian Penggunaan antibiotik tertinggi adalah Cefixime dengan kode ATC J01DD08 nilai DDD 2104,75. Sedangkan yang terendah adalah Amoxicillin kode ATC J01CA01 nilai DDD 8,33. DU 90% pada penelitian ini Cefixime (56,03%), Cefadroxil (16,16%) dan Ciprofloxacin (14,94%).

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIHIPERTENSI OBAT AMLODIPINE DAN KOMBINASI AMLODIPINE DENGAN CANDESARTAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI RS PMI BOGOR

Ratna Juita; Siti Mariam; YULIA SEPTYA SARI
2023 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit umum yang dapat didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri secara terus–menerus salah satu faktor resiko yang paling signifikan yaitu pada penyakit ginjal. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan suatu kondisi dimana terdapat penurunan fungsi ginjal, salah satu terapi ginjal yang dilakukan yaitu dengan cara hemodialisa (HD). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas penurunan tekanan darah obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan candesartan pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa di RS PMI. Desain penelitian ini menggunakan metode retrospektif observasional dengan pengambilan data rekam medik berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta tekanan darah. Sampel pada penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di rawat inap RS PMI Bogor Periode Oktober – Maret 2023. Jumlah subyek penelitian ini adalah 90 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata usia pasien terbanyak 46 – 55 tahun yaitu 32%. Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yaitu 50%. Pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga (IRT) yaitu 36 %. Gambaran penurunan tekanan darah pada penggunaan amlodipin yaitu sistolik 6,96 mmHg dan diastolik 2,59 mmHg, sedangkan pada penggunaan amlodipine dengan candesartan yaitu sistolik 10,46 mmHg dan diastolik 4,0 mmHg. Tidak adanya perbedaan efektivitas obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan candesartan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik dengan hemodialisa yang dilihat dari nilai P- value > 0,05.

AKTIVITAS PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DAN KADAR TOTAL FLAVONOID INFUSA DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L)

Eem Masaenah; IFFA HERLINA PUTRI; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan (77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness (87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho) diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien.

STABILITAS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN KEJI BELING ( Strobilanthes sp)

Rakhmat Ramdhani Alwie; SITI FAUZIAH; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.

HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN DENGAN LOYALITAS PASIEN DI KLINIK INSANI CITEUREUP BOGOR

Ferry Effendi; IFTA MUHKAMAT; Irmin
2023 · Book · Open Access

Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan (77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness (87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho) diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien.

AKTIVITAS INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE INFUSA DAN KOMBUCHA BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

AYU DINI RAHMAWATI; Abdul Aziz Setiawan; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia dan air pada bunga rosela dan stevia dapat menurunkan kadar gula darah pada suhu 90°C selama 15 menit. Bunga rosella dan daun stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman Kesehatan yang dapat berpotensi sebagai minuman antidiabetes, seperti antioksidan yaitu diolah menjadi “Teh kombucha” hasil fermentasi the dengan larutan gula menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeasts). Penelitian ini bertujuan menentukan golongan metabolit sekunder, pH, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase dari infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia. Infusa serta kombucha bunga rosella dan daun stevia dibuat dengan berbagai variasi bunga rosella (20-100 g/L), daun stevia 5% (%b/v) dan gula 5% (%b/v). Kedua sampel ditentukan golongan metabolit, nilai pH, dan aktivitas α-glukosidase secara in vitro. Hasil uji fitokimia menunjukkan infusa rosella dan daun stevia mengandung flavonoid, tannin dan saponin sedangkan sediaan kombuchanya mengandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia menghasilkan pH sekitar 3-4. Pada infusa kombinasi bunga rosella dan daun stevia, aktivitas inhibisi α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 80 g/L sebesar 83,47%. Sedangkan pada sediaan kombucha mempunyai aktivitas inhibisi α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 40 g/L sebesar 91,74%. Aktivitas inhibisi α- glukosidase infusa 80 g/L dan kombucha 40 g/L berbeda nyata sig (p<0,05) satu sama lain. Oleh karena itu, infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia dapat sebagai sediaan penghambat α-glukosidase.

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL

Achmad Fauzi Isa; Nanang Hermawan; SHAREN ANGGITA
2023 · Book · Open Access

Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%) dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm) yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm) dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.

AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA INFUSA KOMBINASI DAUN PARE (Momordica charantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SECARA IN VIVO

DYAH AYU PARAMITHA; Nina Imaniar; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT FMC BOGOR

Febi Ishfahani; ILHAM EKA SAPUTRA; Olvina Margaretta
2023 · Book · Open Access

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus besar dari saluran gastrointestinal dengan gejala diare, mual atau muntah, serta ketidaknyamanan abdomen. Pada gastroenteritis, diare merupakan suatu keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair, feses dengan kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan darah atau lendir. Gastroenteritis ditandai dengan mual, muntah, diare dan kram perut. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, darah atau nanah dalam feses, kehilangan nafsu makan, kembung, lesu dan nyeri tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengunaan obat dan ketepatan dengan melihat tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik. Sampel yang diambil 151 pasien dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik terbanyak terjadi pada usia 0-5 tahun (94%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 90 pasien (60%), berat badan yang paling banyak ditemui yaitu <10 kg (53%), dan lama hari rawat yang paling banyak yaitu 1-3 hari (78%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antibiotik yaitu ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan cefotaxime (100%) tepat obat, tepat dosis sebanyak 98 obat (65%), tepat frekuensi (100%), tepat lama pemberian sebanyak 106 pasien (70%) tidak tepat.

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

Fredy Arifta Nasel; Nia Juniawati; SRI INTAN UTAMI
2023 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus

Antonius Padua Ratu; ERINA ANGGIE LESTARI; Eem Masaenah
2023 · Book · Open Access

Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing- masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70% daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400 mg/kgBB.

HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida; SRI HANDAYANI
2023 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak 26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9% (baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik), dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017 < (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d sebesar 0,249.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG MAWAR 1 RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90 % TAHUN 2022

Febi Ishfahani; Memy Aviatin; SUSKA SINUNGSARI
2023 · Book · Open Access

Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun 2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien (28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien (60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.

ANALISIS PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPI DENGAN TABLET TAMBAH DARAH PADA ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUKAKARYA SUKABUMI

INES KALISSA HERMAWAN; Maya Aprilia; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Anemia pada kehamilan merupakan kondisi dimana konsentrasi hemoglobin pada ibu hamil di bawah 11g/dL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah diterapi dengan tablet tambah darah di Puskesmas Sukakarya Sukabumi. Desain ‘penelitian ini nnon ‘eksperimental observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang terkena anemia periode Januari 2022 – Maret 2023. Jumlah subyek penelitian ini adalah 52 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien anemia ibu hamil dengan rata - rata usia pasien terbanyak 26 – 45 tahun yaitu (53,85%). Pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 47 pasien (90,6%). Pendidikan terbanyak yaitu SD sebanyak 28 pasien (53,85%). Penggunaan obat tebanyak yaitu tablet tambah darah dan vitamin B komplek sebanyak 52 pasien. Sedangkan untuk kombinasi terbanyak yaitu tablet tambah darah dan vitamin B komplek sebanyak 39 pasien. Gambaran kadar Hb sebelum diterapi dengan rata-rata nilai kadar Hb 9,921 g/dL dan sesudah diterapi menunjukkan kenaikan dengan rata-rata nilai kadar Hb 11,117 g/dL pasien yang mengalami peningkatan kadar Hb setelah diterapi sebanyak 50 pasien (96,15%). Adanya perbedaan kadarPHb sebelum”dan’sesudah diterapi dengan tablet tambah darah yang dilihat dari nilaiiP-Value ≤ 0,05 ( P-Value = 0,000).