COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Antioksidan dan Kesehatan
Farmasi Klinik
Pengantar Ilmu Farmasi (dalam tinjauan filsafat dan historis)
Buku Ajar Farmakoterapi Penyakit Kardiovaskular
FITOKIMIA
Analisis Obat
Buku Saku Hematologi
Patofisiologi Farmasi
Mikrobiologi Farmasi: Dasar- Dasar Mikrobiologi untuk mahasiswa farmasi
Kimia Farmasi Analisis untuk mahasiswa
Pengantar Toksikologi untuk farmasi
Analisis Farmasi dengan spektroskopi UV-VIS dan Kemometrika
Kiat Belajar Farmasetika Dasar
Standarisasi Mutu Biji Kopi dan Senyawanya di Bidang Farmasi
Paradigma: Pendidikan Kewarganegaraan
Insan Berkarakter Pancasila
Nasionalisme dalam dinamika ketahanan nasional
GAMBARAN HASIL PENGOBATAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIPAKU KECAMATAN BOGOR SELATAN TAHUN 2019
Tuberkulosis paru (TBC paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Bakteri tersebut menyerang parenkim (jaringan) paru. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran sosiodemografi penyakit TBC, gambaran karakteristik jenis BTA pada pasien TBC, gambaran karakteristik tipe pasien TBC dan gambaran pengobatan penyakit TBC, gambaran hasil pengobatan pasien TBC di Puskesmas Cipaku Kecamatan Bogor Selatan. penelitian ini menggunakan metode retrospektif mengenai gambaran pengobatan penyakit TBC dan pengambilan data dilakukan dengan melihat rekam medik pasien penyakit TBC, Hasil penelitian ini dapat dikaitkan bahwa kelompok umur 36-45 tahun dan kelompok umur 17-25 tahun termasuk kedalam kelompok usia produktif yang mempunyai mobilitas yang sangat tinggi sehingga kemungkinan untuk terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis paru lebih besar, BTA negatif dengan presentase 55,6% sedangkan BTA positif dengan presentase 44,4%, Tipe pasien terbanyak yaitu kasus baru dengan presentase 91,7% sedangkan kasus rujukan dengan presentase yaitu 8,3%, Pengguna obat kategori I yaitu dengan presentase 88.89%, kategori II sebesar 8,33% dan kategori OAT Anak sebesar 2,78%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Proporsi karakteristik pasien berdasarkan sosiodemografi yang tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki laki 25%, berdasarkan usia adalah remaja 33,33%, proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan hasil BTA tertinggi ialah BTA negatif 55,6%dan positif 44,4%, Proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan tipe pasien tertinggi ialah kasus baru sebanyak 91,7%, Proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan hasil akhir pengobatan di nyatakan sembuh sebanyak 44,4%.
METODE BIOANALISIS DAN VALIDASI PARSIAL ESOMEPRAZOL 20 mg DALAM PLASMA MANUSIA MENGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI TANDEM SPEKTROMETRI MASSA (KCKT-SM/SM)
Esomeprazol adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Untuk studi Bioekivalensi Esomeprazol, diperlukan suatu metode untuk menentukan kadar esomeprazol dalam plasma manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil validasi parsial dari penetapan kadar esomeprazol 20 mg dalam plasma manusia. Penelitian ini menggunakan instrumen KCKT Spektrometri massa yang cepat dan sederhana. Sampel plasma diekstraksi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut diklorometana. Pemisahan kromatografi ekstrak plasma manusia dilakukan menggunakan kolom Xbridge C18 (3 x 100 mm) 3,5 μm dengan elusi isokratik menggunakan kombinasi fase gerak metanol dan asam format 0,2% (70:30). Kecepatan aliran diatur 0,5 ml/menit. Pemantauan reaksi ganda didasarkan pada transisi m/z = 346,990→199,100 untuk esomeprazol dan 359,073→ 280,100 untuk etoricoxib (Internal Standard). Hasil validasi parsial menunjukan bahwa kurva kalibrasi dengan rentang 0.005 – 2 ppm diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,99929380 dengan Nilai % deviasi pada LLOQ 0.005 ppm yaitu 14,48% dan titik di laur LLOQ yaitu 1,73-13,31%. Nilai rata-rata %deviasi yang diperoleh uji akurasi yaitu LLOQ 8,64%, QC bawah 9,78% QC tengah 10,70% dan QC Atas 10,71%. Nilai rata-rata %CV yang diperoleh uji presisi yaitu LLOQ 7,54%, QC bawah 1,81% QC tengah 2,60% dan QC Atas 2,02%. Validasi metode bioanalisis penelitian ini mengacu pada pedoman EMA dari semua data diperoleh masih memenuhi syarat sebagai metode bioanalisis yang digunakan untuk penetapan kadar obat esomeprazol 20 mg dalam plasma manusia.