Dolly martha; M. Kenli Kendi Tampoliu; RIA ANGGELINA NASUTION
2023 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan
kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan.
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien
terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator
kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan
dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan
kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling
dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di
Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan
(reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance)
60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan
dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas
pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia
Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.
Binar Nursanti; Deni Setiawan; RITA RAHAYU
2023 · Book · Open Access
Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian
yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Standar pelayanan
kefarmasian adalah tolak ukur yang di pergunakan sebagai pedoman bagi tenaga
kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dengan maksud
mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi di Apotek
Kimia Farma Kusmayadi Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan alat kuisioner. Sampel
yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Kualitas pelayanan ini
diukur dengan persentase (analisa univariat) dengan hasil pelayanan cukup puas
44%, waktu pelayanan cukup puas 45%, ketersediaan obat tidak puas 41%, dan
sarana dan prasarana sangat puas 35%.
ERNA KURNIAWATI; Purnama Hendrotanto; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Glaukoma adalah penyakit mata akibat kerusakan saraf mata dan dapat
menyempitkan lapang pandang serta hilangnya fungsi penglihatan. Faktorpenyebab
utama glaukoma adalah peningkatan tekanan intraokular (TIO) pada mata. Timolol
dan Latanoprost adalah obat yang sering digunakan dalam terapi penyakit ini.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan efektivitas obat Timolol dan
Timolol-Latanoprost. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non
eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif selama 1 tahun dengan
menggunakan data rekam medis pada pasien glaukoma sudut terbuka. Pengambilan
sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 78 orang. Data
dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien rentang usia paling banyak pada penggunaan obat Timolol dan
kombinasi Timolol-Latanoprost usia 56-65 tahun sebanyak 14 pasien (36%), jenis
kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 20 pasien (51%) pada obat
Timolol dan sebanyak 21 pasien (54%) pada obat Timolol-Latanoprost. Gambaran
rata-rata perubahan penurunan TIO pada obat Timolol 29,3% dan kombinasi
Timolol-Latanoprost 32,7%. Gambaran efektivitas Timolol 67% dan obat
kombinasi Timolol-Latanoprost 62%, sehingga tidak ada perbedaan efektivitas
antara obat Timolol dan kombinasi Timolol-Latanoprost dengan nilai P-value > (P-
value = 0,639).
ERIKA SEPTIANA; Ferry Effendi; Tikamadanti
2023 · Book · Open Access
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan
darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali
pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang.
Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil
pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik
total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan
diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin
perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak
17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26
responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%).
Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik
sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat
antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%).
Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat
dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti
H0 ditolak, H1 diterima.
Imas Ayu Puspitasari; Nanang Hermawan; RISA RAHMATUL ZAHRA
2023 · Book · Open Access
Epilepsi adalah suatu gangguan kondisi medis yang menyerang saraf
dengan ditandai adanya epileptik yang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh
tanpa penyebab yang jelas. Pengobatan epilepsi dilakukan dengan 2 jenis terapi
yaitu monoterapi.dan politerapi. Monoterapi yaitu pemberian obat tunggal pada
pasien yang biasanya awal didiagnosa epilepsi sedangkan politerapi penggunaan
dua obat atau lebih pada pasien yang biasanya tidak bereaksi pada pengobatan
monoterapi. Pengobatan monoterapi diklaim menjadi pengobatan yang lebih baik
pada penyakit epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat data sosiodemografi,
melihat kesembuhan pasien setelah pemberian jenis terapi obat dan lama
pengobatan. Desain penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif
observasional dengan pengambilan data secara prospektif dan metode total
sampling pada sampel penelitian yang menjalani pengobatan monoterapi dan
politerapi. Dari hasil penelitian ini didapatkan 60 sampel dengan 30 sampel yang
menjalani pengobatan monoterapi dan 30 sampel yang menjalani pengobatan
politerapi dengan sampel terbanyak berjenis kelamin laki-laki (63,3%) dengan
kategori usia anak 5-11 tahun (36,7%), jumlah kesembuhan sampel (26,6%) untuk
sampel yang menjalani pengobatan monoterapi dan (6,6%) untuk sampel yang
menjalani pengobatan politerapi. Uji Mann-Whitney dihasilkan nilai p-Value
sebesar 0,039 atau <0,05 dimana terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas
pengobatan monoterapi dan politerapi terhadap kesembuhan pasien epilepsi,
sehingga dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima.
Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel; INDAH PERTIWI
2023 · Book · Open Access
Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali dan dapat
menyebar pada kelenjar getah bening di sekitarnya maupun organ lain. Salah satu terapi
yang digunakan adalah radiotiroablasi yang meliputi pemberian obat I-131(Iodium
Radioaktif) yang fungsinya untuk menghancurkan sel tiroid. Efek samping terapi
radiotiroablasi dikelompokkan ke dalam efek samping yang timbul segera (early effect)
dan yang timbul kemudian hari (late effect).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran profil pasien kanker tiroid yang meliputi usia, jenis kelamin, dan stadium
kanker, Untuk mengetahui gambaran efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul
segera dan timbul kemudian hari. Desain penelitian bersifat deskriptif observasional
dengan menggunakan metode cross sectional pengambilan data menggunakan data
primer berupa kuesioner yang terdiri atas data profil pasien dan efek samping terapi
radiotiroablasi. Sampel yang diperoleh sebanyak 60 pasien. Dilakukan uji validitas dan
reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji univariat pada SPSS versi 26.
Hasil penelitian didapatkan profil pasien pada usia tertinggi 24-35 tahun (43,33%),
jenis kelamin tertinggi pada perempuan (86,67%), stadium kanker tertinggi pada
stadium 1 (73,33%), efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul segera (early
effect) tertinggi pada mual sebesar (56,7%), efek samping terapi radiotiroablasi yang
timbul kemudian hari (late effect) tertinggi pada gangguan menstruasi sebesar (46,7%).
ANA JULITA SARI; Febi Isfahani; Fellyza Yunisari
2023 · Book · Open Access
Di Indonesia, masih banyak dokter yang memberikan obat dalam bentuk
racikan. Peracikan obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang
tidak dikehendaki seperti masalah interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk
mengkaji evaluasi potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja dan tingkat
keparahan menggunakan aplikasi Medscape.com pada resep obat racikan anak di
Klinik Pandawa Raya Bogor. Data yang digunakan adalah lembar resep, yang
dilakukan secara retrospektif pada pasien anak yang mendapatkan resep racikan
periode September – Oktober 2021. Penelitian ini bersifat observasional (non
eksperimental) retrospektif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan data yang
sudah ada dari penelusuran lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pasien anak yang mendapatkan resep racikan paling banyak berjenis kelamin laki-
laki sebanyak 53,19% dengan rentang usia terbanyak 1-5 tahun sebanyak 62,77%.
Obat yang pailng banyak diresepkan kedalam obat racikan yaitu ciproheptadin
sebanyak 26,59%. Jumlah obat yang di gunakan dalam racikan terbanyak adalah
3-4 obat 57,44%. Interaksi obat yang terjadi dari 53 resep sebanyak 56,39%
mengalami interaksi obat dan tidak berinteraksi sebanyak 43,61%. Mekanisme
interaksi terbanyak adalah farmakokinetik sebanyak 56,73% dan farmakodinamik
43,27%. Keparahan interaksi kategori moderate 48,08%, major sebanyak 47,12%,
dan minor 4,80%.
Antonius Padu Ratu; FITRIA LISMAYANTI; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal pengaruh radikal bebas. Buah
nanas mengandung banyak gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan
vitamin. Selain buahnya yang mempunyai kandungan gizi kulit nanas juga memiliki
cukup gizi. Kulit nanas memiliki tekstur yang tidak rata dan berduri kecil pada
permukaan luarnya. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal
kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid, antosianin, flavonoid. Tujuan dari
Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembuatan dari vinegar kulit buah
nanas (Ananas comosus L), Untuk membuat dan mengevaluasi sediaan vinegar
kulit buah nanas (Ananas comosus L) berdasarkan lama fermentasi, untuk
menganalisis aktivitas antioksidan, Ph, asam asetat dari vinegar kulit buah nana
(Ananas comosus L). Kulit buah nanas yang sudah dicuci sebanyak 600 gram,
selanjutnya disiapkan air dan gula aren yang sudah dilakukan proses perajangan dan
dipanaskan diatas hotplate suhu 90 ̊C selama 30 menit sampai gula terlarut secara
merata. Larutan sampel yang diperoleh dari vinegar dibuat seri konsentrasi
F1,F2,F3,F4,F5 dan F6. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi uji
organoleptik, uji pH, uji asam asetat dan uji antioksidan. Uji aktivitas antioksidan
terhaadap DPPH dihitung nilai rata-rata persentase pada formulasi 1 sampai
formulasi 6. Dari ke-6 formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu
formula III pada hari ke-28. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan
spektrofotometri UV-Vis dilakukan uji hedonik.
Harry Noviardi; Risna Meidawati; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
M. Ikhwan Setiawan; NIHAYATUL QORIBAH; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access
Minuman probiotik dengan bahan dasar sari buah mampu di konsumsi oleh
orang yang intoleran terhadap susu, alergi dan vegetarian. Teknik enkapsulasi
dapat meningkatkan viabilitas bakteri probiotik pada saat berada dalam kondisi
asam lambung. Matriks maltodextrin – alginat merupakan polimer yang biasa
digunakan pada pembuatan enkapsulasi probiotik. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui kemampuan malodextrin – alginat dalam mempertahankan viabilitas
L.plantarum dalam sari buah sirsak (Annona muricata L) terhadap simulasi cairan
asam lalmbung. Penelitian ini diawali dengan mencampurkan suspensi bakteri ke
dalam matriks maltodextrin – alginat sebagai bahan penyalut, selanjutnya dilakukan
metode ekstruksi, kemudian kapsul probiotik di campurkan ke dalam sari buah
sirsak untuk di uji viabilitasnya dalam simulasi cairan asam lambung. Jumlah
L.plantarum viabilitas yang terenkapsulasi dalam matriks maltodekstrin – alginat
pada konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 berturut – turut yaitu 8,2 x 1010 CFU/gram, 7,6 x
1010 CFU/gram dan 7,3 x 1010 CFU/gram. Nilai efisiensi untuk ketiga konsentrasi
1:1, 2:1 dan 3:1 yaitu kurang dari 1%. Selain dilakukan uji terhadap cairan simulasi
asam lambung kapsul probiotik dengan koonsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 mampu
mempertahankan viabilitas sebesar 3,2 x 109 CFU/mL, 3,6 x 109 CFU/mL dan 3,4 x
109 CFU/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik
enkapsulasi L.plantarum dengan bahan polimer maltodekstrin – alginiat dalam sari
buah sirsak probiotik mampu mempertahankan jumlah sel L.plantarum setelah diuji
terhadap cairan asam lambung.
Kuandi Tandiara Tan; MARSIDAH; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
Apotek Kimia Farma Juanda memiliki standar waktu pelayanan untuk obat
non racikan < 15 menit, tetapi waktunya masih melebihi dari waktu yang
ditetapkan sehingga menimbulkan keluhan dari pasien dan keluarga pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep umum
non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah sesuai
dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP Kimia Farma. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan observasi. Pengambilan data
dilakukan secara Cluster Sampling. Metode untuk menentukan jumlah sampel
yaitu Cluster Sampling dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang
didapatkan adalah 365 resep. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata
waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia
Farma Juanda Bogor adalah 22.26 menit untuk 1 lembar resep umum non racikan.
Waktu tersebut belum sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP
dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 lembar resep non
racikan mulai resep diterima kasir sampai obat diserahkan kepada pasien yang
meliputi proses Skrining, penyiapan dan penyerahan selama < 15 menit. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan waktu
tunggu pelayanan resep yang lebih baik.
AFIAT TRI RAHMAH; Firman Perdana Putra; Neilli Apolina
2023 · Book · Open Access
Salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi adalah waktu tunggu
pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep ada dua yaitu waktu tunggu
pelayanan obat jadi dan obat racikan dengan tenggang waktu mulai pasien
menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui waktu tunggu dan persentase kesesuaian pelayanan resep obat
jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor
pada Bulan April-Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengambilan data secara retrospektif dimana data sampel diambil dari waktu
tunggu resep pasien rawat jalan periode April-Juni 2022 diperoleh sebanyak 952
resep untuk obat racikan dan 3.559 resep untuk obat jadi. Hasil penelitian ini
diperoleh waktu tunggu obat racikan rata-rata 32 menit dan obat jadi rata-rata 19.9
menit. Persentase kesesuaian waktu tunggu dengan standar pelayanan rumah sakit
pada bulan April 82%, Mei 79% dan Juni 83% untuk resep obat racikan, dan untuk
resep obat jadi pada bulan April 90%, Mei 88% dan Juni 92%. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Melania Bogor sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit sesuai dengan Profil Indikator Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008.
Abdul Rohim; Neilli Apolina; SYIFA FITRIANI
2023 · Book · Open Access
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara
menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Untuk
mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan.
Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan metode observasi. Penelitian
metode observasi ini dengan mengamati langsung dan kegiatan yang berjalan
dalam penyimpanan obat untuk memperoleh gambaran objek adanya fakta di
ruang obat. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan Formulir
checklist. Tata letak penyimpanan obat diruang obat hal yang penting, karena rak
penyimpanan obat di ruang obat klinik pratama rawat inap nabiya medika tidak
memadai. Penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan obat di Klinik Pratama
Rawat Inap Nabiya Medika. Di peroleh hasil ketidaksesuaian penyimpanan
bentuk sediaan solid, sediaan semi solid, dan sediaan liquid 21,73%. Hal ini
menandakan bahwa penyimpanan obat berdasarkan jenis sediaan di Ruang Obat
Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika belum sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 34 Tahun 2021 tentang standar
pelayanan kefarmasian.
Harry Noviardi; PUTRI AMALIAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak; RATU NURUL AJIZAH
2023 · Book · Open Access
Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak
(Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan
metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan
senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil
ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang
didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman
radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis
(KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas
antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50.
Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan
dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak
biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid.
Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat
menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2
ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki
nilai IC50 <100 ppm.
Dedeh Rodiah; PRIESTA AMEALIA IRAWATY; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien
terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Cirimekar. Desain
Penelitian ini adalah Observasional dengan mengambil data pasien secara
prospektifselama periode November 2021 – Desember 2021. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin
perempuan 85%, rentang usia terbanyak 46-55 tahun 73%, tingkat pendidikan
terbanyak SMA 37% dan pekerjaan terbanyak IRT 67%. Gambaran kepatuhan
pasien hipertensi dengan tingkat kepatuhan rendah 37%, tingkat kepatuhan sedang
30% dan tingkat kepatuhantinggi 33%. Gambaran tekanan darah pasien normal 10%,
tekanan darah prehipertensi 28%, tekanan darah hipertensi derajat I 32% dan
tekanan darah hipertensi derajat II 30%. Hasil hubungan tingkat kepatuhan terhadap
tekanan darah pasien didapatkan nilai Uji Chi Square p value (0,00)<(0,05), maka
dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan
tekanan darah pasien di PuskesmasCirimekar.
Achmad Fauzi Isa; Anna P Roswiem; CAROL ZAIDA DISERA
2023 · Book · Open Access
Hiperkolesterolemia adalah keadaan yang ditandai oleh adanya peningkatan kadar
lemak dalam darah yang berbahaya bagi tubuh khususnya sering di jumpai adalah penyakit
jantung koroner .Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pola makan yang dapat
mencegah dan mengatasi masalah kardiovaskuler, antara lain dengan menggunakan bahan
tradisional yang harganya lebih terjangkau. Salah satu pengobatan alternatif menggunakan
senyawa bahan alam untuk penanganan hiperkolesterolemia adalah serat. Mengonsumsi serat
dapat menurunkan kadar kolesterol, salah satunya dengan cara menurunkan kadar kolesterol
dalam plasma darah melalui mekanisme peningkatan eksresi asam empedu ke feses serta
meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam empedu dalam hati. Serat yang
digunakan yaitu rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Rumput laut coklat (Turbinaria
ornata) dibuat menjadi tepung untuk komposisi pembuatan flakes cereal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih melalui
adanya pemberian asupan flakes cereal rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Adapun
hewan uji yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor yang di induksi kuning telur puyuh dibagi
menjadi 5 kelompok perlakuan.Formulasi flakes cereal dibuat menjadi 3 formula dengan
konsentrasi 15 %, 35%, 55%. Hasil pengujian didapat pada formula ke 2 yaitu 35% memiliki
efektivitas hampir sama dengan kontrol positif yaitu Cholstiramide.
Muqfi Ali Khadafi; SHALFIGA VENI AFSENA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi
primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah
jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan
hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu
dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta.
Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki
selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE
(Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode
yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang
dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang
digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian
ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena
memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah
sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa
adanya perbedaan penurunan tekanan darah.
MART NIS JAYA NDRURU; Nanang Hermawan; Vera Fatmawati
2023 · Book · Open Access
Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan
kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi
tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data
tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor.
Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan
diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian
dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita
(72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu
usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan
umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu
SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan
golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling
sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah
pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi
stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan
terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan
darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap
8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.
ELSA DWI APRILIANI.; Nanang Hermawan; Pramana Sigit
2023 · Book · Open Access
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak
asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan
kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang
diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual
dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien
sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan
kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas),
kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan
rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata
gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas
dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia
ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat,
petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat
sesuai yang diminta dalam resep.