Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 40 dari 127

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA SUKAHATI CIBINONG

Dolly martha; M. Kenli Kendi Tampoliu; RIA ANGGELINA NASUTION
2023 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan (reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance) 60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI CIBINONG

Binar Nursanti; Deni Setiawan; RITA RAHAYU
2023 · Book · Open Access

Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang di pergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi di Apotek Kimia Farma Kusmayadi Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan alat kuisioner. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Kualitas pelayanan ini diukur dengan persentase (analisa univariat) dengan hasil pelayanan cukup puas 44%, waktu pelayanan cukup puas 45%, ketersediaan obat tidak puas 41%, dan sarana dan prasarana sangat puas 35%.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TIMOLOL DAN KOMBINASI TIMOLOL-LATANOPROST PADA PASIEN GLAUKOMA SUDUT TERBUKA DI KLINIK MATA BOGOR

ERNA KURNIAWATI; Purnama Hendrotanto; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Glaukoma adalah penyakit mata akibat kerusakan saraf mata dan dapat menyempitkan lapang pandang serta hilangnya fungsi penglihatan. Faktorpenyebab utama glaukoma adalah peningkatan tekanan intraokular (TIO) pada mata. Timolol dan Latanoprost adalah obat yang sering digunakan dalam terapi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan efektivitas obat Timolol dan Timolol-Latanoprost. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif selama 1 tahun dengan menggunakan data rekam medis pada pasien glaukoma sudut terbuka. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 78 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien rentang usia paling banyak pada penggunaan obat Timolol dan kombinasi Timolol-Latanoprost usia 56-65 tahun sebanyak 14 pasien (36%), jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 20 pasien (51%) pada obat Timolol dan sebanyak 21 pasien (54%) pada obat Timolol-Latanoprost. Gambaran rata-rata perubahan penurunan TIO pada obat Timolol 29,3% dan kombinasi Timolol-Latanoprost 32,7%. Gambaran efektivitas Timolol 67% dan obat kombinasi Timolol-Latanoprost 62%, sehingga tidak ada perbedaan efektivitas antara obat Timolol dan kombinasi Timolol-Latanoprost dengan nilai P-value > (P- value = 0,639).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK SITI AKSAR DEPOK

ERIKA SEPTIANA; Ferry Effendi; Tikamadanti
2023 · Book · Open Access

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang. Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak 17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26 responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%). Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%). Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT MONOTERAPI DAN POLITERAPI TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN EPILEPSI ANAK DI KLINIK KIMIA FARMA 08 KOTA SUKABUMI

Imas Ayu Puspitasari; Nanang Hermawan; RISA RAHMATUL ZAHRA
2023 · Book · Open Access

Epilepsi adalah suatu gangguan kondisi medis yang menyerang saraf dengan ditandai adanya epileptik yang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh tanpa penyebab yang jelas. Pengobatan epilepsi dilakukan dengan 2 jenis terapi yaitu monoterapi.dan politerapi. Monoterapi yaitu pemberian obat tunggal pada pasien yang biasanya awal didiagnosa epilepsi sedangkan politerapi penggunaan dua obat atau lebih pada pasien yang biasanya tidak bereaksi pada pengobatan monoterapi. Pengobatan monoterapi diklaim menjadi pengobatan yang lebih baik pada penyakit epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat data sosiodemografi, melihat kesembuhan pasien setelah pemberian jenis terapi obat dan lama pengobatan. Desain penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif dan metode total sampling pada sampel penelitian yang menjalani pengobatan monoterapi dan politerapi. Dari hasil penelitian ini didapatkan 60 sampel dengan 30 sampel yang menjalani pengobatan monoterapi dan 30 sampel yang menjalani pengobatan politerapi dengan sampel terbanyak berjenis kelamin laki-laki (63,3%) dengan kategori usia anak 5-11 tahun (36,7%), jumlah kesembuhan sampel (26,6%) untuk sampel yang menjalani pengobatan monoterapi dan (6,6%) untuk sampel yang menjalani pengobatan politerapi. Uji Mann-Whitney dihasilkan nilai p-Value sebesar 0,039 atau <0,05 dimana terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas pengobatan monoterapi dan politerapi terhadap kesembuhan pasien epilepsi, sehingga dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima.

GAMBARAN EFEK SAMPING TERAPI RADIOTIROABLASI PADA PASIEN KANKER TIROID DI KOMUNITAS INSPIRASIEN SRIKANDI INDONESIA

Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel; INDAH PERTIWI
2023 · Book · Open Access

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali dan dapat menyebar pada kelenjar getah bening di sekitarnya maupun organ lain. Salah satu terapi yang digunakan adalah radiotiroablasi yang meliputi pemberian obat I-131(Iodium Radioaktif) yang fungsinya untuk menghancurkan sel tiroid. Efek samping terapi radiotiroablasi dikelompokkan ke dalam efek samping yang timbul segera (early effect) dan yang timbul kemudian hari (late effect).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran profil pasien kanker tiroid yang meliputi usia, jenis kelamin, dan stadium kanker, Untuk mengetahui gambaran efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul segera dan timbul kemudian hari. Desain penelitian bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional pengambilan data menggunakan data primer berupa kuesioner yang terdiri atas data profil pasien dan efek samping terapi radiotiroablasi. Sampel yang diperoleh sebanyak 60 pasien. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji univariat pada SPSS versi 26. Hasil penelitian didapatkan profil pasien pada usia tertinggi 24-35 tahun (43,33%), jenis kelamin tertinggi pada perempuan (86,67%), stadium kanker tertinggi pada stadium 1 (73,33%), efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul segera (early effect) tertinggi pada mual sebesar (56,7%), efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul kemudian hari (late effect) tertinggi pada gangguan menstruasi sebesar (46,7%).

EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT RESEP RACIKAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK PANDAWA RAYA BOGOR

ANA JULITA SARI; Febi Isfahani; Fellyza Yunisari
2023 · Book · Open Access

Di Indonesia, masih banyak dokter yang memberikan obat dalam bentuk racikan. Peracikan obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji evaluasi potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja dan tingkat keparahan menggunakan aplikasi Medscape.com pada resep obat racikan anak di Klinik Pandawa Raya Bogor. Data yang digunakan adalah lembar resep, yang dilakukan secara retrospektif pada pasien anak yang mendapatkan resep racikan periode September – Oktober 2021. Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental) retrospektif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan data yang sudah ada dari penelusuran lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien anak yang mendapatkan resep racikan paling banyak berjenis kelamin laki- laki sebanyak 53,19% dengan rentang usia terbanyak 1-5 tahun sebanyak 62,77%. Obat yang pailng banyak diresepkan kedalam obat racikan yaitu ciproheptadin sebanyak 26,59%. Jumlah obat yang di gunakan dalam racikan terbanyak adalah 3-4 obat 57,44%. Interaksi obat yang terjadi dari 53 resep sebanyak 56,39% mengalami interaksi obat dan tidak berinteraksi sebanyak 43,61%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakokinetik sebanyak 56,73% dan farmakodinamik 43,27%. Keparahan interaksi kategori moderate 48,08%, major sebanyak 47,12%, dan minor 4,80%.

VINEGAR BERBAHAN DASAR KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Antonius Padu Ratu; FITRIA LISMAYANTI; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal pengaruh radikal bebas. Buah nanas mengandung banyak gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Selain buahnya yang mempunyai kandungan gizi kulit nanas juga memiliki cukup gizi. Kulit nanas memiliki tekstur yang tidak rata dan berduri kecil pada permukaan luarnya. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid, antosianin, flavonoid. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembuatan dari vinegar kulit buah nanas (Ananas comosus L), Untuk membuat dan mengevaluasi sediaan vinegar kulit buah nanas (Ananas comosus L) berdasarkan lama fermentasi, untuk menganalisis aktivitas antioksidan, Ph, asam asetat dari vinegar kulit buah nana (Ananas comosus L). Kulit buah nanas yang sudah dicuci sebanyak 600 gram, selanjutnya disiapkan air dan gula aren yang sudah dilakukan proses perajangan dan dipanaskan diatas hotplate suhu 90 ̊C selama 30 menit sampai gula terlarut secara merata. Larutan sampel yang diperoleh dari vinegar dibuat seri konsentrasi F1,F2,F3,F4,F5 dan F6. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji asam asetat dan uji antioksidan. Uji aktivitas antioksidan terhaadap DPPH dihitung nilai rata-rata persentase pada formulasi 1 sampai formulasi 6. Dari ke-6 formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu formula III pada hari ke-28. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dilakukan uji hedonik.

VIABILITAS Lactobacillus plantarum YANG TERENKAPSULASI KOMBINASI MALTODEKSTRIN & ALGINAT DI DALAM SARI BUAH SIRSAK PADA SIMULASI CAIRAN ASAM LAMBUNG

M. Ikhwan Setiawan; NIHAYATUL QORIBAH; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access

Minuman probiotik dengan bahan dasar sari buah mampu di konsumsi oleh orang yang intoleran terhadap susu, alergi dan vegetarian. Teknik enkapsulasi dapat meningkatkan viabilitas bakteri probiotik pada saat berada dalam kondisi asam lambung. Matriks maltodextrin – alginat merupakan polimer yang biasa digunakan pada pembuatan enkapsulasi probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan malodextrin – alginat dalam mempertahankan viabilitas L.plantarum dalam sari buah sirsak (Annona muricata L) terhadap simulasi cairan asam lalmbung. Penelitian ini diawali dengan mencampurkan suspensi bakteri ke dalam matriks maltodextrin – alginat sebagai bahan penyalut, selanjutnya dilakukan metode ekstruksi, kemudian kapsul probiotik di campurkan ke dalam sari buah sirsak untuk di uji viabilitasnya dalam simulasi cairan asam lambung. Jumlah L.plantarum viabilitas yang terenkapsulasi dalam matriks maltodekstrin – alginat pada konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 berturut – turut yaitu 8,2 x 1010 CFU/gram, 7,6 x 1010 CFU/gram dan 7,3 x 1010 CFU/gram. Nilai efisiensi untuk ketiga konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 yaitu kurang dari 1%. Selain dilakukan uji terhadap cairan simulasi asam lambung kapsul probiotik dengan koonsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 mampu mempertahankan viabilitas sebesar 3,2 x 109 CFU/mL, 3,6 x 109 CFU/mL dan 3,4 x 109 CFU/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik enkapsulasi L.plantarum dengan bahan polimer maltodekstrin – alginiat dalam sari buah sirsak probiotik mampu mempertahankan jumlah sel L.plantarum setelah diuji terhadap cairan asam lambung.

KESESUAIAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP UMUM NON RACIKAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA LOKET UTAMA PERIODE JULI 2021

Kuandi Tandiara Tan; MARSIDAH; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Apotek Kimia Farma Juanda memiliki standar waktu pelayanan untuk obat non racikan < 15 menit, tetapi waktunya masih melebihi dari waktu yang ditetapkan sehingga menimbulkan keluhan dari pasien dan keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP Kimia Farma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan observasi. Pengambilan data dilakukan secara Cluster Sampling. Metode untuk menentukan jumlah sampel yaitu Cluster Sampling dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang didapatkan adalah 365 resep. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor adalah 22.26 menit untuk 1 lembar resep umum non racikan. Waktu tersebut belum sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 lembar resep non racikan mulai resep diterima kasir sampai obat diserahkan kepada pasien yang meliputi proses Skrining, penyiapan dan penyerahan selama < 15 menit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan waktu tunggu pelayanan resep yang lebih baik.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

AFIAT TRI RAHMAH; Firman Perdana Putra; Neilli Apolina
2023 · Book · Open Access

Salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi adalah waktu tunggu pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep ada dua yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan dengan tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tunggu dan persentase kesesuaian pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor pada Bulan April-Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dimana data sampel diambil dari waktu tunggu resep pasien rawat jalan periode April-Juni 2022 diperoleh sebanyak 952 resep untuk obat racikan dan 3.559 resep untuk obat jadi. Hasil penelitian ini diperoleh waktu tunggu obat racikan rata-rata 32 menit dan obat jadi rata-rata 19.9 menit. Persentase kesesuaian waktu tunggu dengan standar pelayanan rumah sakit pada bulan April 82%, Mei 79% dan Juni 83% untuk resep obat racikan, dan untuk resep obat jadi pada bulan April 90%, Mei 88% dan Juni 92%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sesuai dengan Profil Indikator Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN BENTUK SEDIAAN DI RUANG OBAT KLINIK PRATAMA RAWAT INAP NABIYA MEDIKA

Abdul Rohim; Neilli Apolina; SYIFA FITRIANI
2023 · Book · Open Access

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan metode observasi. Penelitian metode observasi ini dengan mengamati langsung dan kegiatan yang berjalan dalam penyimpanan obat untuk memperoleh gambaran objek adanya fakta di ruang obat. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan Formulir checklist. Tata letak penyimpanan obat diruang obat hal yang penting, karena rak penyimpanan obat di ruang obat klinik pratama rawat inap nabiya medika tidak memadai. Penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan obat di Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika. Di peroleh hasil ketidaksesuaian penyimpanan bentuk sediaan solid, sediaan semi solid, dan sediaan liquid 21,73%. Hal ini menandakan bahwa penyimpanan obat berdasarkan jenis sediaan di Ruang Obat Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmasian.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI SIRSAK (Annona muricata L.)

Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak; RATU NURUL AJIZAH
2023 · Book · Open Access

Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak (Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50. Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2 ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki nilai IC50 <100 ppm.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIRIMEKAR CIBINONG

Dedeh Rodiah; PRIESTA AMEALIA IRAWATY; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Cirimekar. Desain Penelitian ini adalah Observasional dengan mengambil data pasien secara prospektifselama periode November 2021 – Desember 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin perempuan 85%, rentang usia terbanyak 46-55 tahun 73%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 37% dan pekerjaan terbanyak IRT 67%. Gambaran kepatuhan pasien hipertensi dengan tingkat kepatuhan rendah 37%, tingkat kepatuhan sedang 30% dan tingkat kepatuhantinggi 33%. Gambaran tekanan darah pasien normal 10%, tekanan darah prehipertensi 28%, tekanan darah hipertensi derajat I 32% dan tekanan darah hipertensi derajat II 30%. Hasil hubungan tingkat kepatuhan terhadap tekanan darah pasien didapatkan nilai Uji Chi Square p value (0,00)<(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien di PuskesmasCirimekar.

PENGEMBANGAN TEPUNG RUMPUT LAUT COKLAT (Turbinaria ornata) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BERBENTUK FLAKES UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL

Achmad Fauzi Isa; Anna P Roswiem; CAROL ZAIDA DISERA
2023 · Book · Open Access

Hiperkolesterolemia adalah keadaan yang ditandai oleh adanya peningkatan kadar lemak dalam darah yang berbahaya bagi tubuh khususnya sering di jumpai adalah penyakit jantung koroner .Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pola makan yang dapat mencegah dan mengatasi masalah kardiovaskuler, antara lain dengan menggunakan bahan tradisional yang harganya lebih terjangkau. Salah satu pengobatan alternatif menggunakan senyawa bahan alam untuk penanganan hiperkolesterolemia adalah serat. Mengonsumsi serat dapat menurunkan kadar kolesterol, salah satunya dengan cara menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah melalui mekanisme peningkatan eksresi asam empedu ke feses serta meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam empedu dalam hati. Serat yang digunakan yaitu rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Rumput laut coklat (Turbinaria ornata) dibuat menjadi tepung untuk komposisi pembuatan flakes cereal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih melalui adanya pemberian asupan flakes cereal rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Adapun hewan uji yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor yang di induksi kuning telur puyuh dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan.Formulasi flakes cereal dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi 15 %, 35%, 55%. Hasil pengujian didapat pada formula ke 2 yaitu 35% memiliki efektivitas hampir sama dengan kontrol positif yaitu Cholstiramide.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIAMBAR SUKABUMI

Muqfi Ali Khadafi; SHALFIGA VENI AFSENA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta. Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa adanya perbedaan penurunan tekanan darah.

EVALUASI EFEKTIFITAS OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ANNISA BOGOR

MART NIS JAYA NDRURU; Nanang Hermawan; Vera Fatmawati
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor. Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita (72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap 8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IPA DI PUSKESMAS KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI

ELSA DWI APRILIANI.; Nanang Hermawan; Pramana Sigit
2023 · Book · Open Access

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas), kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat, petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat sesuai yang diminta dalam resep.