Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 41 dari 127

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGETIKl PADA PASIEN PASCA OPERASI SESAR DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD CIAWI

Andi Ahriansyah; Fifih Maghfiroh; RIJALULl HADID
2023 · Book · Open Access

Bedahl sesarl (sectionl caesarea)l adalahl sayatanl melaluil dindingl abdomenl danl uterusl untukl melahirkanl janinl daril dalaml rahim.l Penelitianl inil bertujuanl untukl mengetahuil gambaranl karakteristikl padal pasienl pascal operasil sesarl yangl menggunakanl obatl analgetikl dilihatl daril usial danl beratl badan,l mengetahuil polal penggunaanl obatl analgetikl padal pasienl pascal operasil sesarl danl mengetahuil ketepatanl penggunaanl obatl analgetikl yangl digunakanl padal pasienl pascal operasil sesarl berdasarkanl parameter,l yaitul tepatl dosis,l tepatl obat,l tepatl lamal pemberian,l tepatl indikasil danl tepatl frekuensil dil instalasil rawatl inapl RSUDl Ciawil padal periodel Januari-Maretl 2022.l Daril 100l populasil pasien,l diambill 90l pasienl sebagail sampell karenal memenuhil kriterial inklusi.l Usial pasienl terbanyakl padal usial dewasal awall denganl rentangl usial 26-35l tahunl (51%),l beratl badanl pasienl terbanyakl padal rentangl 40-60l kgl (52%),l sedangkanl padal paritasl pasienl terbanyakl padal anakl ke-2l (25%).l Obatl analgetikl yangl diberikanl padal pasienl yaitul ketorolacl (17%),l ketoprofenl (10%),l danl asaml mefenamatl (73%).l Daril kel tigal obatl tersebut,l yangl palingl banyakl diberikanl adalahl asaml mefenamat,l danl obatl tersebutl memenuhil semual kriterial ketepatanl obatl yaitul tepatl dosisl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl obatl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl lamal pemberianl (100%l padal obatl as.l mefenamat),l tepatl indikasil (100%l padal semual kategoril obat)l danl tepatl frekuensil (100%l padal semual kategoril obat)l padal 64l pasienl pascal operasil sesar.

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT PANTOPRAZOLE DAN OMEPRAZOLE PADA PASIEN DISPEPSIA INSTALASI RAWAT INAP RS PMI BOGOR

Ferry Effendi; VANETY APRIANI SILABAN; Veronika
2023 · Book · Open Access

Dispepsia merupakan suatu sindroma berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut merasa penuh. Obat golongan Penghambat Pompa Proton menjadi salah satu obat yang paling umum diresepkan di RS PMI Bogor, yaitu Omeprazole dan Pantoprazole. Golongan obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim H + /K+ - ATPase yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung bisa berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif dalam penggunaan obat Omeprazole dan Pantoprazole. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional terhadap data sekunder pengambilan data secara Retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling data diambil dari rekam medik pasien dispepsia dengan total 80 pasien. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu pasien dispepsia instalasi rawat inap di RS PMI Bogor yang terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 50 pasien (62,50%), dengan pasien rentang usia terbanyak 46-55 tahun yaitu 25 pasien (31,25%) dan pasien yang mengalami hilang gejala dengan menggunakan omeprazole lebih banyak yaitu 39 pasien (55,71%) yang berarti lebih efektif dibandingkan pasien yang menggunakan pantoprazole hanya 31 pasien (44,29%). Hubungan dapat dilihat dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square yang menunjukkan bahwa p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,001 yang berarti adanya hubungan antara penggunaan obat dengan efektivitas.

GAMBARAN PERUBAHAN INTENSITAS SKALA NYERI PADA PENGGUNAAN NATRIUM DIKLOFENAK DAN PIROKSIKAM PASIEN OSTEOARTHRITIS RAWAT JALAN DI KLINIK RIHADATUL AISY CARE (RAC) CIKOTOK LEBAK BANTEN

ANIPA NURSILAH; Fredy Arifta Nasel; Sunengsih
2023 · Book · Open Access

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang ditandai adanya nyeri dan kekakuan sendi yang biasanya banyak terjadi pada usia lanjut. Dalam penangananya dibutuhkan antiinflamasi yaitu Natrium Diklofenak dan Piroksikam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi pasien osteoarthritis, profil penggunaan obat AINS, gambaran intensitas skala nyeri pada kedatangan-1 dan kedatangan-2 dalam jangka waktu 14 hari dan gambaran perubahan intensitas skala nyeri pasien OA yang diberikan Natrium Diklofenak dan Piroksikam. Desain penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pengukuran skala nyeri Visual Analogue Scale (VAS) dan pengambilan data secara retrospektif berupa rekam medik pasien osteoarthritis rawat jalan dengan jumlah sampel 60 pasien di Klinik Rihadatul Aisy Care (RAC) Cikotok Lebak Banten. Penelitian dilaksanakan Agustus-September 2022. Hasil penelitian ini menunjukan jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (73,40%). Usia paling banyak usia 46-55 tahun (lansia awal) sebesar (46,60%). Penggunaan obat paling banyak Natrium Diklofenak sebesar (75%). Gambaran intensitas skala nyeri pada pasin OA yang diberi Natrium Diklofenak pada kedatangan-1 nyeri berat sebesar (40%) dan Piroksikam kedatangan-1 nyeri sedang sebesar (11,66%). Natrium Diklofenak kedatangan-2 nyeri ringan sebesar (35%) dan Piroksikam kedatangan-2 nyeri berat sebesar (10%). Gambaran perubahan intensitas skala nyeri pada kedatangan-1 dan kedatangan-2 dalam jangka waktu 14 hari menunjukan bahwa obat Natrium Diklofenak memberikan penurunan skala nyeri lebih banyak daripada obat Piroksikam.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PARUNG

DHEA PARAMITA; Febi Ishfahani; Yayah Rahmawati
2023 · Book · Open Access

Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%). Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36 pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP RAWAT JALAN PADA PASIEN UMUM DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

Muhammad Afqary; SITI MARIYAM; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access

Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober- Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan Formularium Nasional sebesar 100%.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASANPASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI POLIKLINIK AFIAT RUMAH SAKIT PALANG MERAH INDONESIA BOGOR

DEWI UMAYA SHINTA; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif, teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak 98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian pada kepuasan pelanggan  80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84, 69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

ANALISA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT JADI DAN OBAT RACIKAN DI DEPO FARMASI AFIAT RUMAH SAKIT PMI BOGOR

CLADORA VRISKA KUNTARTO; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access

Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN ASETON

Harry Noviardi; SITI NURBAETI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi, uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86 untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.

GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

ALIEZA SEPTIANI; Binar Nursanti; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access

Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang belum memenuhi standar yang berlaku.

EVALUASI EFISIENSI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 110 KEBON PEDES KOTA BOGOR

Muhammad Afqary; Nadia Yeni DS; WIDA TAMIA
2023 · Book · Open Access

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

ARISTRIANA; Oriza Safrini; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.

GAMBARAN PERILAKU PEMBELIAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG BOGOR

Neilli Apolina CCI; Ni Nyoman Rimawati; RAS RIKA
2023 · Book · Open Access

Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26 responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju 0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek sukahati Cibinong Bogor.

EVALUASI KETEPATAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT AZRA

Assajadda Lizikri; NURUL SOBAH; Oriza Safrini
2023 · Book · Open Access

Waktu tunggu pelayanan resep adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi ketepatan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari bulan Januari – Maret tahun 2022 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanayak 346 lembar resep pasien rawat jalan yang berobat ke dokter spesialis di Rs Azra. Analisis data dilakukan dengan cara melihat waktu tunggu pelayanan resep , baik resep racikan maupun resep non racikan. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu pelayanan resep menggunakan microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator jenis resep terbanyak adalah resep non racikan sebanyak 194 resep dengan persentase 56,07 %. Resep racikan sebanyak 152 resep dengan persentase 43,93%. Untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh rata- rata waktu tunggu 54 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤60 menit) dan untuk obat non racikan memperoleh hasil rata- rata waktu tunggu pelayanan sebesar 29 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤30 menit), Sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu terhadap obat racikan sebanyak 61,18% dan untuk non racikan 61,86%. Hasil ini menunjukan bahwa waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Azra sudah memenuhi standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep

HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA METLAND CILEUNGSI BOGOR

ARIE TRI UMAM; Ferry Effendi; Reyka Aurora Sintia
2023 · Book · Open Access

Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30 Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan), Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI POLI PARU RSUD PALABUHANRATU

ELISA AMELIA; Fredy Arifta Nasel; Teguh Alamsah
2023 · Book · Open Access

Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%). Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIVIRUS OSELTAMIVIR DAN FAVIPIRAVIR PADA PASIEN COVID-19 DI INSTALASI RAWAT INAP RS AZRA PERIODE 2021

Muhammad Afqary; NUR FITRIA INDRIYANI; Oriza Safrini
2023 · Book · Open Access

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata- rata lama rawat inap 9,73 hari.

GAMBARAN KESESUAIAN PERENCANAAN DENGAN PENGADAAN OBAT DI RS PERMATA JONGGOL PERIODE JULI-DESEMBER TAHUN 2019

ATISTA MUSTIKAROPA; Febi Ishfahani; Fitri Purbandini
2023 · Book · Open Access

Salah satu faktor yang penting untuk terlaksananya pelayanan farmasi yaitu dengan tercukupinya kebutuhan obat obatan dengan stok yang sesuai dengan kebutuhan. Ketidakcukupan obat-obatan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang sangat menentukan yaitu faktor perencanaan/perhitungan perkiraan kebutuhan obat yang belum tepat,belum efektif dan kurang efisien atau pengadaan obat yang belum tepat dengan perencanaan yang telah dibuat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian berdasarkan persentase antara perencanaan obat terhadap pengadaan obat di RS Permata Jonggol periode Juli- Desember tahun 2019. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian persentase kesesuaian perencanaan dan pengadaan didapat total 552 obat yang sesuai antara perencanaan dengan pengadaan obat atau memiliki persentase 100%. 54 obat yang jumlah persentasenya rentang 90%-99%, 25 obat yang jumlah persentasenya rentang 80%-89%, 9 obat yang jumlah persentasenya rentang 70%- 79%, 8 obat yang jumlah persentasenya rentang 60%-69%, dan 3 obat lainnya persentasenya dibawah 50%.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN PADAT DARI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Eem Masaenah; Lilik Sulastri; STALYN MARGARETHA LIKUMAHUA
2023 · Book · Open Access

Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit. Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28% dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68 ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.