Andi Ahriansyah; Fifih Maghfiroh; RIJALULl HADID
2023 · Book · Open Access
Bedahl sesarl (sectionl caesarea)l adalahl sayatanl melaluil dindingl abdomenl
danl uterusl untukl melahirkanl janinl daril dalaml rahim.l Penelitianl inil bertujuanl
untukl mengetahuil gambaranl karakteristikl padal pasienl pascal operasil sesarl yangl
menggunakanl obatl analgetikl dilihatl daril usial danl beratl badan,l mengetahuil polal
penggunaanl obatl analgetikl padal pasienl pascal operasil sesarl danl mengetahuil
ketepatanl penggunaanl obatl analgetikl yangl digunakanl padal pasienl pascal operasil
sesarl berdasarkanl parameter,l yaitul tepatl dosis,l tepatl obat,l tepatl lamal pemberian,l
tepatl indikasil danl tepatl frekuensil dil instalasil rawatl inapl RSUDl Ciawil padal
periodel Januari-Maretl 2022.l Daril 100l populasil pasien,l diambill 90l pasienl
sebagail sampell karenal memenuhil kriterial inklusi.l Usial pasienl terbanyakl padal
usial dewasal awall denganl rentangl usial 26-35l tahunl (51%),l beratl badanl pasienl
terbanyakl padal rentangl 40-60l kgl (52%),l sedangkanl padal paritasl pasienl
terbanyakl padal anakl ke-2l (25%).l Obatl analgetikl yangl diberikanl padal pasienl
yaitul ketorolacl (17%),l ketoprofenl (10%),l danl asaml mefenamatl (73%).l Daril kel
tigal obatl tersebut,l yangl palingl banyakl diberikanl adalahl asaml mefenamat,l danl
obatl tersebutl memenuhil semual kriterial ketepatanl obatl yaitul tepatl dosisl (100%l
padal semual kategoril obat),l tepatl obatl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl
lamal pemberianl (100%l padal obatl as.l mefenamat),l tepatl indikasil (100%l padal
semual kategoril obat)l danl tepatl frekuensil (100%l padal semual kategoril obat)l padal
64l pasienl pascal operasil sesar.
Ferry Effendi; VANETY APRIANI SILABAN; Veronika
2023 · Book · Open Access
Dispepsia merupakan suatu sindroma berupa nyeri atau rasa tidak nyaman
pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut
merasa penuh. Obat golongan Penghambat Pompa Proton menjadi salah satu obat
yang paling umum diresepkan di RS PMI Bogor, yaitu Omeprazole dan
Pantoprazole. Golongan obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim H
+
/K+
-
ATPase yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung bisa
berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif
dalam penggunaan obat Omeprazole dan Pantoprazole. Penelitian ini menggunakan
metode Cross Sectional terhadap data sekunder pengambilan data secara
Retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling data
diambil dari rekam medik pasien dispepsia dengan total 80 pasien. Hasil yang
didapat dari penelitian ini yaitu pasien dispepsia instalasi rawat inap di RS PMI
Bogor yang terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 50 pasien (62,50%),
dengan pasien rentang usia terbanyak 46-55 tahun yaitu 25 pasien (31,25%) dan
pasien yang mengalami hilang gejala dengan menggunakan omeprazole lebih
banyak yaitu 39 pasien (55,71%) yang berarti lebih efektif dibandingkan pasien
yang menggunakan pantoprazole hanya 31 pasien (44,29%). Hubungan dapat
dilihat dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square yang menunjukkan
bahwa p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,001 yang berarti adanya hubungan antara
penggunaan obat dengan efektivitas.
ANIPA NURSILAH; Fredy Arifta Nasel; Sunengsih
2023 · Book · Open Access
Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang ditandai adanya nyeri
dan kekakuan sendi yang biasanya banyak terjadi pada usia lanjut. Dalam
penangananya dibutuhkan antiinflamasi yaitu Natrium Diklofenak dan Piroksikam.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi pasien osteoarthritis,
profil penggunaan obat AINS, gambaran intensitas skala nyeri pada kedatangan-1
dan kedatangan-2 dalam jangka waktu 14 hari dan gambaran perubahan intensitas
skala nyeri pasien OA yang diberikan Natrium Diklofenak dan Piroksikam. Desain
penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pengukuran skala nyeri
Visual Analogue Scale (VAS) dan pengambilan data secara retrospektif berupa
rekam medik pasien osteoarthritis rawat jalan dengan jumlah sampel 60 pasien di
Klinik Rihadatul Aisy Care (RAC) Cikotok Lebak Banten. Penelitian dilaksanakan
Agustus-September 2022. Hasil penelitian ini menunjukan jenis kelamin paling
banyak perempuan sebesar (73,40%). Usia paling banyak usia 46-55 tahun (lansia
awal) sebesar (46,60%). Penggunaan obat paling banyak Natrium Diklofenak
sebesar (75%). Gambaran intensitas skala nyeri pada pasin OA yang diberi Natrium
Diklofenak pada kedatangan-1 nyeri berat sebesar (40%) dan Piroksikam
kedatangan-1 nyeri sedang sebesar (11,66%). Natrium Diklofenak kedatangan-2
nyeri ringan sebesar (35%) dan Piroksikam kedatangan-2 nyeri berat sebesar (10%).
Gambaran perubahan intensitas skala nyeri pada kedatangan-1 dan kedatangan-2
dalam jangka waktu 14 hari menunjukan bahwa obat Natrium Diklofenak
memberikan penurunan skala nyeri lebih banyak daripada obat Piroksikam.
DHEA PARAMITA; Febi Ishfahani; Yayah Rahmawati
2023 · Book · Open Access
Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan
sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan
penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril
terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini
dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari
penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen
Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil
sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan
Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia
terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan
jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat
hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin
sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%).
Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif
dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril
sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36
pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan
bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat
perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).
Muhammad Afqary; SITI MARIYAM; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access
Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian
penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan
resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan
rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang
sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain
itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl
ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl
dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep
dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar
resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum
depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober-
Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar
pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan
Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan
Formularium Nasional sebesar 100%.
DEWI UMAYA SHINTA; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk
mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat
menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting
dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas
pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif,
teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data
diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang
menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan
Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak
98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden
merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang
diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor.
Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian
pada kepuasan pelanggan 80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan
metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84,
69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata
keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo
Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
Antonius Padua Ratu; Ega Rahmawati Putri; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
CLADORA VRISKA KUNTARTO; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access
Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus
memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting
dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu
pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu
pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI
Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan
obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan
Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini
diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan
Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah
10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar
resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan
resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase
kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk
resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian
waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat
jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di
Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit
untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk
resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes
RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI
Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
Harry Noviardi; SITI NURBAETI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam
industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat
dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan
secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari
selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses
yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi,
uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan
menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR
metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86
untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa
padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak
larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.
ALIEZA SEPTIANI; Binar Nursanti; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access
Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari
tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan
obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah
dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan
psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan
menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai
pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis
kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya
Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar
Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan,
penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran
dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat
mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang
belum memenuhi standar yang berlaku.
Muhammad Afqary; Nadia Yeni DS; WIDA TAMIA
2023 · Book · Open Access
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan
cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang
dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan
perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma
110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang
berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya
penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi
kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi
penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain
penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara
retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator
kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada
indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator
sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada
indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40
%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek
Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.
ARISTRIANA; Oriza Safrini; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara
menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS
Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang
dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan
data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan
subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian
dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan
di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara
metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum
maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara
peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah
memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan
standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya
penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.
Neilli Apolina CCI; Ni Nyoman Rimawati; RAS RIKA
2023 · Book · Open Access
Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai
dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa
resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak
terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh
masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap
pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan
karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26
responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden
berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak
50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan
diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran
perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh
yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju
0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki
pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek
sukahati Cibinong Bogor.
Destiara Anisa Rohmani; Yusra hidayah Nasution; assjada lizikri
2023 · Book · Open Access
Assajadda Lizikri; NURUL SOBAH; Oriza Safrini
2023 · Book · Open Access
Waktu tunggu pelayanan resep adalah tenggang waktu mulai dari pasien
menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui Evaluasi ketepatan waktu tunggu pelayanan resep rawat
jalan di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari bulan
Januari – Maret tahun 2022 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat
jalan di Rumah Sakit Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara
purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanayak 346 lembar
resep pasien rawat jalan yang berobat ke dokter spesialis di Rs Azra. Analisis data
dilakukan dengan cara melihat waktu tunggu pelayanan resep , baik resep racikan
maupun resep non racikan. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu
tunggu pelayanan resep menggunakan microsoft Excell. Hasil penelitian dengan
indikator jenis resep terbanyak adalah resep non racikan sebanyak 194 resep
dengan persentase 56,07 %. Resep racikan sebanyak 152 resep dengan persentase
43,93%. Untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh rata-
rata waktu tunggu 54 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤60 menit) dan
untuk obat non racikan memperoleh hasil rata- rata waktu tunggu pelayanan
sebesar 29 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤30 menit), Sedangkan
persentase kesesuaian waktu tunggu terhadap obat racikan sebanyak 61,18% dan
untuk non racikan 61,86%. Hasil ini menunjukan bahwa waktu tunggu pelayanan
resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Azra sudah memenuhi standar
pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep
ARIE TRI UMAM; Ferry Effendi; Reyka Aurora Sintia
2023 · Book · Open Access
Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi
harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma
Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh
terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan
model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden
melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30
Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat
kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap
pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan),
Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau
dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil
tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap
pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.
ELISA AMELIA; Fredy Arifta Nasel; Teguh Alamsah
2023 · Book · Open Access
Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl
disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml
meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul
faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat
antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang
ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl
sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl
serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien
tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang
digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl
dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl
purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl
tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel
Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di
usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah
Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%).
Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl
sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam
mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.
Muhammad Afqary; NUR FITRIA INDRIYANI; Oriza Safrini
2023 · Book · Open Access
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan
penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui
menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang
lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan
menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana
COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat
diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus
oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS
Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan
berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan
usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak
pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan
penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien
COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari
dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata-
rata lama rawat inap 9,73 hari.
ATISTA MUSTIKAROPA; Febi Ishfahani; Fitri Purbandini
2023 · Book · Open Access
Salah satu faktor yang penting untuk terlaksananya pelayanan farmasi
yaitu dengan tercukupinya kebutuhan obat obatan dengan stok yang sesuai dengan
kebutuhan. Ketidakcukupan obat-obatan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah
satu faktor yang sangat menentukan yaitu faktor perencanaan/perhitungan
perkiraan kebutuhan obat yang belum tepat,belum efektif dan kurang efisien atau
pengadaan obat yang belum tepat dengan perencanaan yang telah dibuat. Tujuan
penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian berdasarkan persentase antara
perencanaan obat terhadap pengadaan obat di RS Permata Jonggol periode Juli-
Desember tahun 2019. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif
observasional dengan pendekatan retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian
persentase kesesuaian perencanaan dan pengadaan didapat total 552 obat yang
sesuai antara perencanaan dengan pengadaan obat atau memiliki persentase 100%.
54 obat yang jumlah persentasenya rentang 90%-99%, 25 obat yang jumlah
persentasenya rentang 80%-89%, 9 obat yang jumlah persentasenya rentang 70%-
79%, 8 obat yang jumlah persentasenya rentang 60%-69%, dan 3 obat lainnya
persentasenya dibawah 50%.
Eem Masaenah; Lilik Sulastri; STALYN MARGARETHA LIKUMAHUA
2023 · Book · Open Access
Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit.
Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak
buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena
memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari
ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang
baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk
pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28%
dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun
padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi
yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan
parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa
dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun
padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68
ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun
padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.