Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 42 dari 127

EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas (L.) Poir) SEBAGAI SEDIAAN PEWARNA RAMBUT

Eem Masaenah; SYLVYA ANGGRAENI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3 variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah dua perlakuan.. Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling banyak disukai oleh panelis.

Formula dan Evaluasi Sediaan Hair Mask Dari Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Pisang Raja (Musa Paradisiaca (L)) Sebagai Antioksidan.

CHINDY IMMANUELA JOHANNES; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Kulit buah pisang raja (Musa paradisiaca (L)) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit buah pisang raja yang dibuat menjadi sediaan Hair Mask dan pengujian mutu fisik sediaan. Kulit buah pisang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% metode maserasi menunjukkan nilai IC50 sebesar 46,82 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil ekstrak tertinggi dijadikan sebagai zat aktif Hair Mask. Hair Mask F1 mengandung 5%, F2 mengandung 7,5% dan F3 mengandung 10% ekstrak. Hasil aktivitas antioksidan tertinggi pada F3 dengan IC50 sebesar 11,48 ppm. Hair Mask ekstrak kulit buah pisang raja semua konsentrasi homogen, tidak mengiritasi kulit, memiliki pH tidak sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan mutu fisik baik adalah formula 3 dengan ekstrak kulit buah pisang raja 10%. akan tetapi formula 2 dengan ekstrak kulit buah pisang raja 7,5% menjadi formula yang paling diminati.

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Eem Masaenah; MAULIDA SULISTYANA; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access

Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.

KUALITAS SEDIAAN SIRUP PARASETAMOL TERHADAP KONTAMINASI MIKROBA DAN KADAR PARASETAMOL SELAMA MASA PENGGUNAAN

ARIO; Nina Imaniar; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Sirup parasetamol sering digunakan sebagai antipiretik bagi anak-anak karena sirup parasetamol mengandung gula yang dapat menyamarkan rasa tidak nyaman di indra perasa anak-anak juga kemudahan dalam pemberian dosis dibanding dengan bentuk sediaan lainnya. Sediaan oral yang mengandung gula dapat berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sediaan sirup parasetamol terhadap kontaminasi mikroba dan kadar parasetamol selama masa penggunaan. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 Generik dengan merek dagang dan 2 Generik tanpa merek dagang (generik berlogo) dengan masing-masing sampel bernomor batch yang sama. Sampel sirup parasetamol diberi perlakuan buka tutup kemasan selama 3 hari dan pengeluaran isi sebanyak 45 ml, setelah itu pada hari ke 7 setelah perlakuan sisa volume parasetamol dilakukan uji kadar parasetamol dengan spektrofotometri UV-Vis dan uji cemaran mikroba dengan metode Angka Lempeng Total. Hasil penelitian kadar parasetamol menyatakan bahwa terjadi penurunan kadar pada sampel Generik 1, Generik 2, Merek 1 dan Merek 2 dengan rata-rata penurunan secara berurutan sebesar 15,309%, 10,049%, 6,476% dan 0,638%. Hasil penelitian cemaran mikroba menyatakan hasil yang negatif, tidak terjadi cemaran mikroba pada sampel dan kontrol negatif.

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) YANG MEMILIKI AKTIVITAS SUN PROTECTING FACTOR (SPF)

Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; METI RAHMA SARI
2023 · Book · Open Access

Tanaman salam ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) adalah salah satu tumbuhan yang berkhasiat diantaranya sebagai antioksidan. Daun salam diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan falavonoid serta penetapan kadar sun protecting factor pada ekstrak etil asetat daun salam ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% hasil ekstrak kental kemudian di partisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1) fraksi etil asetat tersebut di uji kadar total fenol dan flavonoid serta SPF menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun salam mengandung total fenol sebesar 534,285 mg GAE/gram dan total flavonoid pada fraksi etil asetat sebesar 419,66 mg GAE/gram serta Sun Frotecting Factor (SPF) dari fraksi etil asetat daun salam sebesar 39,27 yang termasuk kategori ultra sebagai tabir surya, kesimpulan penelitian ini bahwa fraksi etil asetat daun salam memiliki kemampuan SPF ultra dan dapat dijadikan sediaan tabir surya.

EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN PASIEN PSIKIATRI DI POLI JIWA RUMAH SAKIT SWASTA X BOGOR

ANNISA GITA PERTIWI; Adrian Christianus; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Jenis gangguan jiwa yang sering dialami penduduk diantaranya episode depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan panik dan lain sebagainya. Pasien dengan diagnosis gangguan jiwa memerlukan ketepatan pengobatan agar tercapai pengobatan yang optimal. Ketepatan pengobatan meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan metode pengambilan data sekunder secara retrospektif pada pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor. Data yang diambil adalah data rekam medis dengan resep periode September-November 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor paling banyak adalah perempuan yaitu sebesar 80,3%, usia paling banyak pada rentang 16-25 tahun sebanyak 53.6%, jenis gangguan jiwa yang banyak di alami adalah gangguan kecemasan dan depresi episode. Obat yang paling banyak digunakan adalah escitalopram sebesar 21.6%, dan ketepatan pengobatan gangguan jiwa untuk tepat pasien mencapai 100%, tepat obat 94%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 93% dan tepat frekuensi 97%.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% HERBA MENIRAN HIJAU TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus

Inawati; NIDA AZIZAH; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access

Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang), ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PESANTREN SPQ AT- TARTIL SUKABUMI TAHUN 2022

Nanang Hermawan; RISMA RISTANTI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya tungau Sarcoptes scabiei var hominis yang penularannya bisa secara kontak langsung maupun tidak langsung. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian perilaku yang berperan aktif dalam mewujudkan dibidang kesehatan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian skabies di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh santriwati di Pesantren SPQ At-Tartil. Sampel penelitian diambil secara total sampling yaitu sebanyak 110 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan metode uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan usia 12-13 sebanyak 48 responden (43,64%), kelas paling banyak 7- 8 sebanyak62 responden (67,27%), dimensi kebersihan pakaian cukup (51,8%), kebersihan kulit cukup (49,1%), kebersihan tangan dan kuku kurang (65,5%), kebersihan handuk cukup (53,6%), kebersihan tempat tidur dan sprei kurang (59,1%), PHBS kurang (46,36%), kejadian tungau skabies sebanyak (68,18%), Nilai signifikasi yang didapat 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian skabies di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi.

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI DISMENORE PADA SISWI SMK FARMASI CIPTO KOTA CIREBON

Muhammad Afqary; NURMAGHFIROH; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyarakat untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Masyarakat membutuhkan pengetahuan yang sesuai untuk mendapatkan perilaku yang tepat dalam swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran pengetahuan dan perilaku swamedikasi siswi SMK Farmasi Cipto kota Cirebon dalam menghilangkan nyeri haid (dismenore). Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data secara prospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 66 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97% siswi SMK farmasi cipto kota cirebon mengalami dismenore,

Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor

AYU FITRIANIS; Karuma Barza Afida; Neni Rahmani
2023 · Book · Open Access

Swamedikasi merupakan pengobatan diri sendiri yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan. Sedangkan batuk merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat, dan dianggap ringan sehingga masyarakat lebih memilih untuk melakukan swamedikasi dalam menanganinya. Namun pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunannya. Sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif dengan model penelitian menggunakan metode cross sectional. Alat ukur berupa data primer yang menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel sebanyak 76 responden yang di dapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian di dapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (42%), jenis kelamin laki-laki (55%), pendidikan perguruan tinggi (51%), pekerjaan karyawan swasta (45%), pendapatan <3 juta (46%). tingkat pengetahuan pasien swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor menunjukan presentasi 84% baik. Hasil chi square diperoleh nilai signifikan >0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor sosiodemografi tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DENGAN PELARUT ETANOL 96%,ETIL ASETAT, DAN n-HEKSAN TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

ARIFAH RAHAYU; Achmad Fauzi Isa; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Bakteri Escherichia coli menyebabkan diare dan bakteri Staphylococcus aureus menyebabkan infeksi kulit. Tumbuhan mimba dapat diambil khasiatnya dengan diolah menjadi ekstrak, minyak, atau direbusan airnya. Daun mimba memiliki sifat antibakteri yang kuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan pelarut dalam pembuatan simplisia yang berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun mimba. Mengetahui kandungan zat bioaktif dalam ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan yang ditetapkan melalui uji fitokimia. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak n-Heksan, ekstrak etil asetat, dan etanol 96% pada konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium meliputi maserasi daun mimba dalam n-Heksan, etil asetat, etanol 96%. Kemudian diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif, kontrol negatif, variabel bebas (konsentrasi ekstrak daun mimba yang diujikan) , variabel terikat (pertumbuhan koloni dari Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) didapatkan hasil aktivitas antibakteri terdapat perbedaan antara Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang menunjukkan hasil rata-rata pada bakteri Escherichia coli pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 12,20 mm (kuat), etil asetat 13,33 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat) pada bakteri Staphylococcus aureus pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 11,80 mm (kuat), etil asetat 13,56 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat). setelah didapatkan data zona hambatnya data diolah menggunakan spss versi 26 dan didapatkan hasil zona hambat berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan uji kruskal wallis 0.011 < 0.05. Sehingga disimpulkan adanya perbedaan signifikan rata- rata persentase zona hambat pada masing-masing koloni dan pelarut ekstrak.

ANALISIS EFEKTIVITAS-BIAYA OBAT KAPTOPRIL DAN AMLODIPIN PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK RAWAT JALAN PERTIWI 1 KOTA DEPOK

Ferry Effendi; Selpina; YULIANA KARTIKA
2023 · Book · Open Access

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Penelitian farmakoekonomi merupakan proses identifikasi, pengukuruan dan perbandingan biaya, akibat dan keuntungan suatu program pelayanan dan terapi, serta menentukan pilihan mana yang memberikan outcomes kesehatan terbaik untuk sumber yang diinvestasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril, biaya terapi yang dikeluarkan pasien, dan antihipertensi yang paling efektif biaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, subyek penelitian adalah pasien hipertensi yang menggunakan terapi Amlodipin dan Kaptopril sebanyak 102 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diolah menggunakan ACER dan ICER Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan sosiodemografik pada pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 44 pasien dengan presentase 43,1% dan perempuan sebanyak 58 pasien dengan presentase 58,9%. Dengan usia terbanyak usia >65 sebanyak 41 pasien dengan presentase 40,2 %. Efektivitas pengobatan Amlodipin 74 % dan Kaptopril 58%. Berdasarkan nilai rasio efektivitas biaya rata-rata (ACER) yang paling cost effective terdapat pada kelompok terapi amlodipin dengan nilai Rp.7.901 dan rasio efektivitas biaya tambahan (ICER) yaitu Rp.6.811. Dapat disimpulkan bahwa terapi Amlodipin lebih cost effective.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN ALGORITMA TERAPI HIPERTENSI JNC 8 DI KLINIK BUDHI PRATAMA GEDONG JAKARTA TIMUR

DEVI DWI RUSTAMININGRUM; Marita Isti; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg untuk dua kali pengukuran dan pasien diukur pada keadaan tenang. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu Antagonis Converting Enzym Inhibitor, Antagonis Reseptor Bloker, beta bloker, Calcium Chanel Bloker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, penyakit penyerta, gambaran tekanan darah, profil penggunaan obat dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan algoritma terapi hipertensi Joint Commite National Eight (JNC 8)di Klinik Budhi Pratama Gedong periode Januari – Maret 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari rekam medik pasien periode Januari-Maret 2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara total sampling dengan jumlah sampel 75 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 48 pasien (64%), usia terbanyak adalah manula lebih 65 tahun 30 pasien (40 %), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi stage1 sebanyak 50 pasien (66.67 %) dan pasien hipertensi dengan diabetes mellitus sebanyak 24 pasien (32%) . Profil penggunaan obat antihipertensi secara tunggal sebanyak 48 pasien (64%). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman Joint Commite Nasional Eight (JNC 8) tahun 2014, yaitu sesuai sebanyak 64 pasien (85.33%) dan tidak sesuai sebanyak 11 pasien (14.67%).

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIENDI APOTEK KIMIA FARMA CIPAYUNG BOGOR

ARI SUSILO; Muhammad Afqary; Ulpatul Millah
2023 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani. Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA (Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.

EVALUSI KETEPATAN OBAT PADA PASIEN DIARE ANAK DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

DESTI PURNAMASARI; Febi Ishfahani; Idah Widosari Nawangsih
2023 · Book · Open Access

Diare akut pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak yang lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara, dan lama pemberian yang keliru, serta peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien meliputi umur, jenis kelamin dan berat badan, profil pengobatan, ketepatan pengobatan meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pasien, tepat dosis, tepat lama pemberian obat dan tepat frekuensi obat pada pasien diare anak di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji periode 2021 – Juli 2022. Hasil penelitian diperoleh pasien penderita diare didominasi oleh umur batita 2-3 tahun yaitu sebanyak 47 pasien dengan persentase 54% dan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 65%. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 53%. Evaluasi ketepatan obat yaitu 62%, ketepatan dosis yaitu 100%, evaluasi ketepatan obat yaitu 100% dan evaluasi ketepatan indikasi 100% dan evaluasi ketepatan frekuensi 100%.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN ANALGETIK PADA SWAMEDIKASI NYERI GIGI DI APOTEK KIMIA FARMA SILIWANGI DEPOK

ALIFFIA ADIEM HAYA; Finy Khoirina; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan upaya masyarakat dalam menangani keluhan penyakit yang dialami. Dalam prakteknya, pengobatan sendiri akan menimbulkan masalah terhadap obat (Drug related problem), hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai obat dan fungsinya. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempermudah perilaku swamedikasi yang tepat. Salah satu penyakit yang sering diswamedikasi adalah nyeri gigi dengan menggunakan obat analgetik. Analgetik merupakan golongan obat untuk mengatasi rasa nyeri ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan konsumen terhadap penggunaan analgetik pada swamedikasi nyeri gigi di Apotek Kimia Farma Siliwangi Depok. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 103 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan metode total sampling. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbesar adalah laki-laki sebanyak 51,5%, usia 26-35 tahun sebanyak 35,8%, pendidikan S-1 sebanyak 49,5%, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 49,5%, obat analgetik yang sering dibeli untuk swamedikasi nyeri gigi adalah asam mefenamat sebesar 36,9%, tempat pembelian obat di apotek sebanyak 88,3%, dan sebanyak 83,5% tidak mengalami efek samping. Hasil penelitian ini menunjukan responden memiliki pengetahuan tergolong kurang sebesar 11,7%, 32% responden tergolong cukup, dan 56,3% tergolong baik.

EVALUASI PERENCANAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD KOTA BOGOR PERIODE JANUARI-JUNI 2022

Andi Ahriansyah; Dessi Maulani Effendy; INA VALESTINE
2023 · Book · Open Access

Perencanaan obat adalah upaya penetapan jenis dan jumlah obat sesuai dengan kebutuhan serta anggaran. Perencanaan obat yang baik perlu dilakukan analisis perencanaan. Obat narkotika dan psikotropika merupakan obat yang jumlahnya paling sedikit di RSUD Kota Bogor. Analisis ABC Indeks Kritis merupakan analisis perencanaan berdasarkan nilai ekonomis serta memilih obat narkotika dan psikotropika yang menjadi prioritas sangat penting (kelompok A), penting (kelompok B), dan kurang penting (kelompok C). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis metode ABC Indeks Kritis dengan menentukan nilai pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai ABC Indeks Kritis dan mengetahui perencanaan obat narkotika dan psikotropika sudah sesuai dengan kebutuhan perbekalan farmasi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan jenis analisis deskriptif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara retrospektif yaitu pengambilan data diambil berdasarkan data yang telah ada yaitu sebanyak 35 sampel sediaan psikotropika dan narkotika yang ada di RSUD Kota Bogor periode Januari–Juni 2022. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 16 sediaan obat narkotika, 3 item merupakan kelompok A (18,75%), 9 item kelompok B (56,25%), dan 4 item kelompok C (25%) dan 19 sediaan obat psikotropika , 2 item kelompok A (8%), 16 item kelompok B (64%), 7 item kelompok C (28%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) RAWAT INAP DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

Ferry Effendi; Nidaul Hasanah YOLA YOLANTI
2023 · Book · Open Access

Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli – Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%), usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%), Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat (100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban), RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

ABDUL AZIS KAMPAI; Eem Masaenah; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.