Eem Masaenah; SUTRISNO; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman
penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat
lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder
yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri
terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh
secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh
sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis
karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui
kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas
Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri
menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak
atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai
Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS
yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%),
Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α-
Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan
Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan
zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361
mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang).
Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak
berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).
Nina Imaniar; RAHMAH JAMILAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh starter SCOBY
(Symbiotic Cultur of Bacteria and Yeast). Daun salam (Syzygium polyanthum
(Wight) Walp.) yaitu jenis tanaman yang mengandung senyawa fenol yang tinggi.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil metabolit, aktivitas antioksidan dan
karakteristik dari kombucha daun salam cair dan kombucha daun salam serbuk.
Penelitian ini membuat kombucha daun salam dengan konsentrasi 50 g/L yang
difermentasi selama 8 hari pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap
profil metabolit, aktivitas antioksidan, uji karakteristik meliputi alkohol, total
fenol, kadar vitamin C, total asam, pH, total gula dan persentase kelarutan. Hasil
GC-MS kombucha cair teridentifikasi 2 senyawa metabolit dengan tingkat
probabilitas >80% yaitu 4H-Pyran-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-
persentase 81,3% dan 5-Hydroxymethylfurfural persentase 93,5%. Karakteristik
yang didapatkan oleh kombucha daun salam cair yaitu total fenol 41,67 ppm,
vitamin C 80,37 mg/100ml, total asam 0,19%, pH 4,82, total gula 0,018 ppm dan
alkohol 0,48%. Sedangkan kombucha daun salam serbuk yaitu total fenol 9,90
ppm, vitamin C 74,50 mg/100ml, total asam 0,15%, pH 5,67%, total gula 0,045
ppm dan persentase kelarutan 98,96%. Aktivitas antioksidan kombucha daun
salam cair sebesar 72,61%, sedangkan kombucha serbuk 44,27%. Oleh karena itu,
kombucha daun salam cair memiliki aktivitas antioksidan lebih unggul
dibandingkan kombucha daun salam serbuk.
ABDULLAH ALFI; Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal
ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi
antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan
dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu
pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait
obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan
antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik
di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional.
Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan
kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku
penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari
jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian
dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori
cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian
besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value
0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan
signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan
antibiotik.
Febi Ishfahani; Idah Widosari Nawangsih; TRI ARDI YANTI
2023 · Book · Open Access
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar
dapat tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat. Gejala
yang mudah dikenali pada kehamilan yaitu mual muntah berlebih atau disebut
Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat
antiemetik berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis obat, dan tepat
frekuensi pemberian pada pasien ibu hamil yang didiagnosis Hiperemesis
Gravidarum (HEG) di poli rawat inap kebidanan Klinik Utama Rawat Inap dr. Yati
Zarnudji periode 2019-2021. Jenis penelitian ini bersifat retrospektif dan
merupakan data sekunder. Hasil penelitian 128 pasien didapati karakteristik pasien
dengan usia pasien 26-35 tahun 60,16%, Trimester I 75%, Primigravida 53,91%
dan pasien dengan tidak ada penyakit lain 86,72%. Jenis penggunaan obat
antiemetik didapati pemakaian tertinggi Ondansetron 4mg injeksi (39,27%), Vomil
B6 9,95%, Domperidone 3,14%, Metoclopramide injeksi 14,14%, Ondansetron
8mg injeksi 33,51% dan ketepatan penggunaan obat antiemetik untuk pasien HEG
100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 90,1%, dan tepat frekuensi pemberian
85,9%.
CARINA DYAH AULIANI; Eem Masaenah; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan
dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap
Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan
tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan
20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk
kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi
10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing
konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih
hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing
sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat.
Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis
statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan
zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.
Diana Papayungan; KRISTIAN JUNY; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Antipsikotik adalah golongan obat untuk mengendalikan dan mengurangi gejala
psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Efek samping
ektrapiramidal sering dilaporkan dari penggunaan obat ini, dan pemakaian obat
antipsikotik membutuhkan kepatuhan untuk mendapatkan outcome yang
diharapkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian efek
samping obat antipsikotik dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat antipsikotik.
Data dikumpulkan dari kuisioner meliputi data sosiodemografi pasien (umusr,
jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan), obat yang digunakan, efek samping
yang terjadi serta pengukuran kepatuhan berdasarkan MMAS (Morisky
Medication Adherence Scale). Hasil penelitian diperoleh pasien paling banyak;
usia 36-45 tahun (masa dewasa akhir) 34%, jenis kelamin laki-laki 54%, tingkat
pendidikan SMA 47,2% dan pekerjaan ibu rumah tangga 27%. Obat yang
digunakan adalah kombinasi sebesar 70,8% obat yang paling banyak digunakan
adalah Klozapin sebesar 52,8%. Efek samping terjadi pada 60,7% pasien dengan
efek samping paling banyak yaitu berat badan naik sebesar 33,7%. Tingkat
kepatuhan paling besar 57% dengan kategori kepatuhan rendah. Pasien yang
mengalami efek samping tetapi dikategorikan kepatuhan tinggi sebesar 71,4%,
dari total 7 pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping paling banyak
dengan kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 54,8% dari total 31 pasien.
LIDYA KRISTIN MARBUN; Nanang Hermawan; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access
Wabah penyakit Covid-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat
di dunia, penyebab penyakit ini adalah SARS-Cov-2 yang pertama kali ditemukan di
Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut beberapa penelitian sebelumnya terdapat
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat kematian pasien Covid-
19 diantaranya adalah faktor usia, jenis kelamin, dan komorbid. Dan banyak
penelitian yang telah menemukan bahwa faktor komorbid adalah faktor yang paling
berpengaruh terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan komorbid
terhadap tingkat kematian pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian
ini merupakan penelitian observasional analitik berdasarkan data retrospektif dari
data sekunder yang diambil dari data rekam medis sebanyak 154 pasien dengan
metode total sampling, kemudian data dianalisis dengan uji chi-square
menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia dan faktor komorbid
hipertensi memiliki hubungan terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Hal ini
dibuktikan dengan nilai p-value yang diperoleh melalui uji Chi-Square <0,05. Nilai
p-value pada faktor usia adalah 0,032 <0,05. Dan nilai p-value pada faktor komorbid
hipertensi adalah 0,049 <0,05. Sedangkan faktor jenis kelamin dan komorbid
lainnya tidak memiliki hubungan dengan tingginya kasus kematian pasien Covid-
19, hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value >0,05.
Ferry Effendi; Rakhmat Ramdhani Alwie; SEFTIA NOVANI
2023 · Book · Open Access
Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini.
Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang
digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah
jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan
terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein
fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang
memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk
mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c),
minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap
Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji
karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan
mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan
pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi
1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2%
dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing
sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk
purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi
1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387
mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona
hambat kuat.
AAN AMBARWATI; Febi Ishfahani; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access
Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah,
antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6
dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan,
usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non
steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor.
Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara
retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien
dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit
Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan
penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis,
ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini
dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada
bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara
perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian
menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak
adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56-
65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu
rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non
steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%).
Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil
yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat
dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya
efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).
Ferry Effendi; RIFKY ABDUL WAHAB; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling
umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka
yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri
Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam
(Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa
flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak
tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk
membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun
sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi
dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan
diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa
ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-
turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol
salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm,
12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk
dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata-
rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam
yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi
yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3
(sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti
memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.
SITI SAMSIAH; Silvi Nurafni; Tri Desminingrum
2023 · Book · Open Access
Anemia komplikasi GGK terjadi 80-90% karena defisiensi eritropoietin. Terapi
Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pilihan utama di RSUD Ciawi. Gagal
Ginjal Kronik (GGK) termasuk 10 penyakit terbesar ke 7 di RSUD Ciawi. Tujuan
penelitian mengevaluasi keberhasilan tatalaksana Erythropoietin Stimulating
Agent (ESA) pasien Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi. Penelitian bersifat
deskriptif, pengumpulan data retrospektif dari data sekunder rekam medis, data
laboratorium Hb pasien. Pengambilan sampel dengan metode total sampling yaitu
seluruh pasien rawat jalan Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi periode Oktober-
Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 47 pasien.
Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien Gagal Ginjal
Kronik (GGK) dengan komplikasi anemia rentang usia terbanyak 46-55 tahun 18
pasien (38,30%), jenis kelamin terbanyak laki-laki 25 pasien (53,19%). Gambaran
lama terapi Hemodialisa (HD) yaitu terbanyak ≤ 12 bulan 27 pasien (57,45%).
Gambaran frekuensi pemberian ESA terbanyak pada frekuensi 2 kali sebulan
bulan Oktober 26 pasien (55,31%), bulan November 33 pasien (70,21%) dan
bulan Desember 32 pasien (68,08%). Gambaran kadar rata-rata Hemoglobin (Hb)
pasien selama 3 bulan terapi ESA bulan Oktober 8,1 g/dl, November 7,9 g/dl,
Desember 8,4 g/dl. Gambaran keberhasilan terapi ESA kategori Hb meningkat
sebanyak 28 pasien (59,57%), kategori tetap sebanyak 4 pasien (8,52%), kategori
menurun sebanyak 15 pasien (31,91%).
DIKY SUGI PANGESTU; Fredy Arifta Nasel; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang
optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan
penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan
mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien
rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional
(non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil
secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan
kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam
Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total
sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil
penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata-
rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%,
pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling
banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi
diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan
0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada
hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan
pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.
IKA NURROHMAH; Lilik Sulastri; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Kombucha adalah minuman fermentasi dari campuran bakteri dan jamur
yang disebut SCOBY (Symbiotic culture of bactery and yest) dengan tambahan
gula sebagai nutrien. Daun sirsak ( Annona muricata L.) merupakan tumbuhan
yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak cair
dan kombucha daun sirsak serbuk dan menentukan karakteristik (golongan
metabolit, total fenol, kadar vitamin C, total asam, nilai pH, total gula, dan persen
kelarutan) kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk.
Penelitian ini membuat kombucha daun sirsak dengan konsentrasi 100g/2000ml
yang dipengaruhi suhu ruang ± 25°C dengan lama waktu fermentasi 8 hari.
Pengamatan dilakukan terhadap uji fitokimia,total fenol, total asam, total vitamin
C, total gula, pH, kelaruran, uji antiokidan. Kombucha daun sirsak cair dan serbuk
dapat meredam radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 11,93 % dan 4,48 %.
Kombucha daun sirsak cair mengandung golongan alkaloid, saponin, tannin,
steroid, kadar total fenol sebesar 199,92 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,85
(mg/100ml), total asam sebesar 0,435 % , nilai pH sebesar 4, total gula sebesar
0,045 ppm, dan larut sempurna. Kombucha daun sirsak serbuk mengandung
golongan saponin, tannin, kadar total fenol sebesar 198,78 ppm, kadar vitamin C
sebesar 0,73 (mg/100ml), total asam sebesar 0,390 %, nilai pH sebesar 4, total
gula sebesar 0,028 ppm, dan persentase kelarutan sebesar 99,87%. Kombucha
daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kombucha
daun sirsak serbuk.
Andi Ahriansyah; IRA ARIANI; Rira Noviarianti
2023 · Book · Open Access
Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih
encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau
gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang
ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah
Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara
retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan
purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang
didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit
2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian
menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki-
laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat
badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat
diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien,
penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi
penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime
100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi
pemberian 100%
AMALIA FATMALA; Ferry Effendi; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue.
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang
terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat
penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan
Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan
dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara
deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam
medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil
sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis
kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat
dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada
pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%;
Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat
dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.
Achmad Fauzi Isa; DEA ANGGIT FAHRENITA; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access
Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak
ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian
tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai
penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa
golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan
triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol
96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan
metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara
kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid
dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit
sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan
Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan
steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak
etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n-
Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada
ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat
(113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid
ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4
mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin
tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol
96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh
adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul
sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa
alkohol.
AUFA ALI FAJAR NANDA NASUKHA; Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access
Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh
ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan
hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa
darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja
dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan
glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat
enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam
dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui
proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan
dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat
pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α-
glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan
enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi
terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat
enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa
fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat
dalam menghambat enzim -glukosidase.
DEWI SINTA FITRI ARYANI; Fredy Arifta Nasel; Tiurnani Barus
2023 · Book · Open Access
Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih
dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi
penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat
lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug
Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian
ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis
secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total
sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%),
kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%).
Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak
(13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan
yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik,
antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%),
probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%),
probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink,
probiotik, antibiotik (100%).
Eem Masaenah; LAURA TASYHA KEMALASARI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access
Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai
kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu
(Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna
merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota
kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk
compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis.
Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna
ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8%
(F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid,
nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik,
uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji
iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan
eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah
berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2
berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan
warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan
menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji
iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu
dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan
formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak
mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan
menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder.
Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.
Aldimas Wisnuvidya; RAHMAT HIDAYATTULLOH; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan
minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang
wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan
menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di
poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini
deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data
primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk
mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM.
Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan
metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden
menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat
jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata-
rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional
78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat
jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah
sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium
belum sesuai dengan SPM.