Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 43 dari 127

PROFIL METABOLIT SEKUNDER MINYAK ATSIRI DAUN JINTEN (Coleus amboinicus Lour.) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Eem Masaenah; SUTRISNO; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%), Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α- Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361 mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang). Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).

PROFIL METABOLIT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) CAIR DAN SERBUK

Nina Imaniar; RAHMAH JAMILAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh starter SCOBY (Symbiotic Cultur of Bacteria and Yeast). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yaitu jenis tanaman yang mengandung senyawa fenol yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil metabolit, aktivitas antioksidan dan karakteristik dari kombucha daun salam cair dan kombucha daun salam serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun salam dengan konsentrasi 50 g/L yang difermentasi selama 8 hari pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap profil metabolit, aktivitas antioksidan, uji karakteristik meliputi alkohol, total fenol, kadar vitamin C, total asam, pH, total gula dan persentase kelarutan. Hasil GC-MS kombucha cair teridentifikasi 2 senyawa metabolit dengan tingkat probabilitas >80% yaitu 4H-Pyran-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl- persentase 81,3% dan 5-Hydroxymethylfurfural persentase 93,5%. Karakteristik yang didapatkan oleh kombucha daun salam cair yaitu total fenol 41,67 ppm, vitamin C 80,37 mg/100ml, total asam 0,19%, pH 4,82, total gula 0,018 ppm dan alkohol 0,48%. Sedangkan kombucha daun salam serbuk yaitu total fenol 9,90 ppm, vitamin C 74,50 mg/100ml, total asam 0,15%, pH 5,67%, total gula 0,045 ppm dan persentase kelarutan 98,96%. Aktivitas antioksidan kombucha daun salam cair sebesar 72,61%, sedangkan kombucha serbuk 44,27%. Oleh karena itu, kombucha daun salam cair memiliki aktivitas antioksidan lebih unggul dibandingkan kombucha daun salam serbuk.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KELURAHAN KEBON PEDES SUKABUMI 2022

ABDULLAH ALFI; Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value 0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik.

EVALUASI KETEPATAN OBAT ANTIEMETIK PADA PASIEN IBU HAMIL DENGAN DIAGNOSIS HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

Febi Ishfahani; Idah Widosari Nawangsih; TRI ARDI YANTI
2023 · Book · Open Access

Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat. Gejala yang mudah dikenali pada kehamilan yaitu mual muntah berlebih atau disebut Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat antiemetik berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis obat, dan tepat frekuensi pemberian pada pasien ibu hamil yang didiagnosis Hiperemesis Gravidarum (HEG) di poli rawat inap kebidanan Klinik Utama Rawat Inap dr. Yati Zarnudji periode 2019-2021. Jenis penelitian ini bersifat retrospektif dan merupakan data sekunder. Hasil penelitian 128 pasien didapati karakteristik pasien dengan usia pasien 26-35 tahun 60,16%, Trimester I 75%, Primigravida 53,91% dan pasien dengan tidak ada penyakit lain 86,72%. Jenis penggunaan obat antiemetik didapati pemakaian tertinggi Ondansetron 4mg injeksi (39,27%), Vomil B6 9,95%, Domperidone 3,14%, Metoclopramide injeksi 14,14%, Ondansetron 8mg injeksi 33,51% dan ketepatan penggunaan obat antiemetik untuk pasien HEG 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 90,1%, dan tepat frekuensi pemberian 85,9%.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum (L.)), DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

CARINA DYAH AULIANI; Eem Masaenah; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access

Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan 20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi 10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat. Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.

GAMBARAN KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT DAN KEPATUHAN PASIEN MENGGUNAKAN OBAT ANTI PSIKOTIK DI RSUD KOTA DEPOK

Diana Papayungan; KRISTIAN JUNY; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Antipsikotik adalah golongan obat untuk mengendalikan dan mengurangi gejala psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Efek samping ektrapiramidal sering dilaporkan dari penggunaan obat ini, dan pemakaian obat antipsikotik membutuhkan kepatuhan untuk mendapatkan outcome yang diharapkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian efek samping obat antipsikotik dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat antipsikotik. Data dikumpulkan dari kuisioner meliputi data sosiodemografi pasien (umusr, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan), obat yang digunakan, efek samping yang terjadi serta pengukuran kepatuhan berdasarkan MMAS (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil penelitian diperoleh pasien paling banyak; usia 36-45 tahun (masa dewasa akhir) 34%, jenis kelamin laki-laki 54%, tingkat pendidikan SMA 47,2% dan pekerjaan ibu rumah tangga 27%. Obat yang digunakan adalah kombinasi sebesar 70,8% obat yang paling banyak digunakan adalah Klozapin sebesar 52,8%. Efek samping terjadi pada 60,7% pasien dengan efek samping paling banyak yaitu berat badan naik sebesar 33,7%. Tingkat kepatuhan paling besar 57% dengan kategori kepatuhan rendah. Pasien yang mengalami efek samping tetapi dikategorikan kepatuhan tinggi sebesar 71,4%, dari total 7 pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping paling banyak dengan kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 54,8% dari total 31 pasien.

HUBUNGAN FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN, DAN KOMORBID TERHADAP TINGKAT KEMATIAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

LIDYA KRISTIN MARBUN; Nanang Hermawan; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Wabah penyakit Covid-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di dunia, penyebab penyakit ini adalah SARS-Cov-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut beberapa penelitian sebelumnya terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat kematian pasien Covid- 19 diantaranya adalah faktor usia, jenis kelamin, dan komorbid. Dan banyak penelitian yang telah menemukan bahwa faktor komorbid adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan komorbid terhadap tingkat kematian pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari data rekam medis sebanyak 154 pasien dengan metode total sampling, kemudian data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia dan faktor komorbid hipertensi memiliki hubungan terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value yang diperoleh melalui uji Chi-Square <0,05. Nilai p-value pada faktor usia adalah 0,032 <0,05. Dan nilai p-value pada faktor komorbid hipertensi adalah 0,049 <0,05. Sedangkan faktor jenis kelamin dan komorbid lainnya tidak memiliki hubungan dengan tingginya kasus kematian pasien Covid- 19, hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value >0,05.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D C), MINYAK BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

Ferry Effendi; Rakhmat Ramdhani Alwie; SEFTIA NOVANI
2023 · Book · Open Access

Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini. Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c), minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2% dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi 1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387 mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona hambat kuat.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN LBP (LOW BACK PAIN) DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

AAN AMBARWATI; Febi Ishfahani; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6 dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56- 65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%). Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) W.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Ferry Effendi; RIFKY ABDUL WAHAB; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut- turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm, 12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata- rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3 (sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.

EVALUASI KEBERHASILAN TATALAKSANA TERAPI ESA (ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENT) PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD CIAWI

SITI SAMSIAH; Silvi Nurafni; Tri Desminingrum
2023 · Book · Open Access

Anemia komplikasi GGK terjadi 80-90% karena defisiensi eritropoietin. Terapi Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pilihan utama di RSUD Ciawi. Gagal Ginjal Kronik (GGK) termasuk 10 penyakit terbesar ke 7 di RSUD Ciawi. Tujuan penelitian mengevaluasi keberhasilan tatalaksana Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pasien Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi. Penelitian bersifat deskriptif, pengumpulan data retrospektif dari data sekunder rekam medis, data laboratorium Hb pasien. Pengambilan sampel dengan metode total sampling yaitu seluruh pasien rawat jalan Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi periode Oktober- Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 47 pasien. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan komplikasi anemia rentang usia terbanyak 46-55 tahun 18 pasien (38,30%), jenis kelamin terbanyak laki-laki 25 pasien (53,19%). Gambaran lama terapi Hemodialisa (HD) yaitu terbanyak ≤ 12 bulan 27 pasien (57,45%). Gambaran frekuensi pemberian ESA terbanyak pada frekuensi 2 kali sebulan bulan Oktober 26 pasien (55,31%), bulan November 33 pasien (70,21%) dan bulan Desember 32 pasien (68,08%). Gambaran kadar rata-rata Hemoglobin (Hb) pasien selama 3 bulan terapi ESA bulan Oktober 8,1 g/dl, November 7,9 g/dl, Desember 8,4 g/dl. Gambaran keberhasilan terapi ESA kategori Hb meningkat sebanyak 28 pasien (59,57%), kategori tetap sebanyak 4 pasien (8,52%), kategori menurun sebanyak 15 pasien (31,91%).

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTITUBERKULOSIS PASIEN TB PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

DIKY SUGI PANGESTU; Fredy Arifta Nasel; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata- rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%, pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan 0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Annona muricata L.) CAIR DAN SERBUK

IKA NURROHMAH; Lilik Sulastri; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Kombucha adalah minuman fermentasi dari campuran bakteri dan jamur yang disebut SCOBY (Symbiotic culture of bactery and yest) dengan tambahan gula sebagai nutrien. Daun sirsak ( Annona muricata L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk dan menentukan karakteristik (golongan metabolit, total fenol, kadar vitamin C, total asam, nilai pH, total gula, dan persen kelarutan) kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun sirsak dengan konsentrasi 100g/2000ml yang dipengaruhi suhu ruang ± 25°C dengan lama waktu fermentasi 8 hari. Pengamatan dilakukan terhadap uji fitokimia,total fenol, total asam, total vitamin C, total gula, pH, kelaruran, uji antiokidan. Kombucha daun sirsak cair dan serbuk dapat meredam radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 11,93 % dan 4,48 %. Kombucha daun sirsak cair mengandung golongan alkaloid, saponin, tannin, steroid, kadar total fenol sebesar 199,92 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,85 (mg/100ml), total asam sebesar 0,435 % , nilai pH sebesar 4, total gula sebesar 0,045 ppm, dan larut sempurna. Kombucha daun sirsak serbuk mengandung golongan saponin, tannin, kadar total fenol sebesar 198,78 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,73 (mg/100ml), total asam sebesar 0,390 %, nilai pH sebesar 4, total gula sebesar 0,028 ppm, dan persentase kelarutan sebesar 99,87%. Kombucha daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kombucha daun sirsak serbuk.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DIARE PADA PASIEN GASTROENTERITIS BALITA RAWAT INAP DI RSUD LEUWILIANG

Andi Ahriansyah; IRA ARIANI; Rira Noviarianti
2023 · Book · Open Access

Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit 2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki- laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien, penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime 100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi pemberian 100%

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN CAIRAN DAN ANTIPIRETIK PADA PASIEN ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR

AMALIA FATMALA; Ferry Effendi; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

Achmad Fauzi Isa; DEA ANGGIT FAHRENITA; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)

AUFA ALI FAJAR NANDA NASUKHA; Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α- glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat dalam menghambat enzim -glukosidase.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN DIARE BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BOGOR

DEWI SINTA FITRI ARYANI; Fredy Arifta Nasel; Tiurnani Barus
2023 · Book · Open Access

Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%), kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%). Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak (13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik, antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%), probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%), probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink, probiotik, antibiotik (100%).

FORMULASI SEDIAAN EYE SHADOW DALAM BENTUK COMPACT POWDER DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK MAHKOTA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L)

Eem Masaenah; LAURA TASYHA KEMALASARI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access

Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis. Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8% (F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid, nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2 berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder. Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PASIEN BPJS DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT RIDOGALIH SUKABUMI

Aldimas Wisnuvidya; RAHMAT HIDAYATTULLOH; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM. Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata- rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional 78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium belum sesuai dengan SPM.