Ferry Effendi; Fransiska Vita K; NIDA ALIA
2023 · Book · Open Access
Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri
Salmonella typhi. Demam tifoid terjadi di negara berkembang dengan angka
kejadian yaitu 21 juta dan kematian 700 kasus. Pada penelitian yang berjudul
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Anak di
Rumah Sakit Melania Bogor secara retrospektif, memperoleh data periode Juli
sampai dengan Desember dengan jumlah 79 pasien. Data yang diolah meliputi
karakteristik pasien. Maka penelitian ini dapat menarik kesimpulan sebagai berikut
: dari 79 pasien berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah laki-laki 44 pasien (56%), sosiodemografi usia terbanyak yaitu
usia 0-5 tahun (Balita) yaitu 52 pasien (66%), sosiodemografi berat badan
terbanyak yaitu kurang dari 15 kg yaitu sebanyak 41 pasien (52%). Profil
penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid anak yaitu paling banyak
pada penggunaan Seftriakson dengan jumlah 57 pasien (72%). Berdasarkan hasil
evaluasi ketepatan pengobatan dari analisis di atas didapatkan hasil tepat indikasi
(100%), tepat obat (100%), tepat dosis (94,37%), tepat waktu pemberian obat
(100%) dan tepat lama pemberian (3.79%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan
penggunaan antibiotik dari analisis dengan metode DDD sebanyak 79 pasien
didapatkan angka terbesar pada Seftriakson yaitu 48,35.
Harry Noviardi; OKTAVIA DARYANI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis
tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman
bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan
yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total
antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai
pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi
menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan
serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah
diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk
ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada
sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2
31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik
sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan
tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2
dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata-
rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan
konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari
konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah
konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).
Achmad Fauzi Isa; Harry Noviardi; MELYKA SITI KURNIAWATI
2023 · Book · Open Access
Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki
banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti
antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan
aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh
melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol
96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak
diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak
ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2-
diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada
ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak
mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid,
saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian
metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil
asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan
daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut
memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50
semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi
pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.
FADILA ISNA NURAINA; Febi Ishfahani; Silalahi Nia Natalia
2023 · Book · Open Access
Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam
pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu rasionalitas obat sangat penting
digunakan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat gambaran peresepan, gambaran indikator peresepan
obat rasional, dan kesesuaian indikator peresepan dengan Panduan
Penggunaan Obat Rasional 2011, yang meliputi: Penggunaan Antibiotik pada
ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik, Injeksi pada Myalgia, Rerata
Jumlah Item Obat Per Lembar Resep, serta Penggunaan Obat Generik.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan
pendekatan cross sectional, mengunakan data Retrospektif berupa resep pada
Agustus–Oktober 2021 serta metode total sampling dengan jumlah sebanyak
3.965 resep. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan pada penyakit
ISPA Non Pneumonia adalah 95 resep (36%) yang menggunakan Antibiotik.
Diare Non Spesifik terdapat 78 resep (66%) yang tidak menggunakan
Antibiotik. Injeksi pada Myalgia berjumlah 0 resep (0%). Indikator POR pada
peresepan Agustus-Oktober 2021 untuk Persentase Antibiotik pada ISPA Non
Pneumonia adalah 57,12%, Diare Non Spesifik 52,33%, Injeksi Pada Myalgia
0%, Rerata jumlah item obat pada tiap lembar resep 2,45. Untuk pemberian
penggunaan Obat Generik 98,47%. Kesesuaian indikator POR untuk
pengunaan antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik
penggunaan obat generik, tidak sesuai, sedangkan pada Injeksi Myalgia,
Rerata jumlah item pada resep sudah sesuai dari pedoman.
Andi Ahriansyah; SITI DIBA MAYASARI; Yuliyanti
2023 · Book · Open Access
Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering
ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena
hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran karakteristik nyeri
neuropati, gambaran bagian anggota tubuh yang nyeri, gambaran pengukuran
skala nyeri dan efektivitas penggunaan obat gabapentin terhadap pasien neuropati
diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada. Penelitian ini merupakan
penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer
menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran
skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data
sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal
peresepan gabapentin. kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil
disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa
karakteristik nyeri neuropati diabetik yang paling banyak dirasakan adalah nyeri
seperti tertusuk serta efek terapi gabapentin sebelum dan sesudah pemberian pada
47 pasien neuropati diabetik menunjukan adanya penurunan skala nyeri dengan
penurunan rata-rata sebesar 3,72. Pada hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks
Test nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan
yang signifikan antara sebelum dan sesudah minum obat gabapentin selama 2
minggu.
Elin Karlina; Ferry Effendi; RAMDAN FITRA JAYA
2023 · Book · Open Access
DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai
pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan
insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut
terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan
data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian
ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia
akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin
kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap
(54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja
panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding
dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T
Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan
nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.
Harry Noviardi; MUHAMMAD ZAENAL MUTAQIEN; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah
(Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi
L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap
pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah
diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh
dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran.
Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin
dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun
belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan
45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas
antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun
belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat).
Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah
mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.
DEDEN PERMANA; Karuma Barza Afida; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya
melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi
COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman
penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19,
suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus.
Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar
penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan
pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan
suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten
Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan
pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode
purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia
dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan
pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis
bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi
sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan
antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan
tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat
hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p-
value=0,044<0,05).
ALMA DINIA TUNISA; Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel
2023 · Book · Open Access
Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan
tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi
Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara
retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara
kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling
sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien
(54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan
berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang
terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute
pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan
(87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens
masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III
B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%),
Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).
DWI IRMA SARI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Bronkopneumonia salah satu jenis pneumonia disebut juga pneumonia loburalis
ditandai bercak infiltrat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur dengan gejala
demam tinggi, sesak napas, muntah dan batuk kering sehingga antibiotik
merupakan terapi utama pneumonia. Penggunaan antibiotik yang rasional
diharapkan dapat meningkatkan efektifitas terapi dan membatasi laju resistensi.
Metode Gyssens adalah evaluasi kualitatif untuk mengukur ketepatan pemberian
antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik
pasien bronkopneumonia anak di instalasi rawat inap RS Azra Bogor dengan
metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medis. Hasil penelitian ini berdasarkan data
sosiodemografi pasien bronkopneumonia anak yang terbanyak yaitu anak laki-laki
sebanyak 57 pasien dengan persentase (62,64%), anak perempuan sebanyak 34
pasien (37,36%), karakteristik umur paling banyak yaitu kategori balita pada usia
0-5 tahun sebanyak 82 pasien (90,11%) dan berat badan paling banyak <10kg
sebanyak 38 pasien (41,76%). Penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia
anak di RS Azra Bogor terbanyak yaitu seftriakson 64,84%. Evaluasi penggunaan
antibiotik menurut Gyssens kategori 0 yaitu penggunaan rasional atau tepat
mendapatkan persentase tertinggi sebesar 48,35%, kategori IVC 31,86%, kategori
IIIA 6,59%, kategori IIIB 5,49%, kategori IVB 5,49%, dan kategori IIA 2,19%.
DESI DARSIKA; Muhammad Afqary; Nuryanti
2023 · Book · Open Access
Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan
kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada
persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan
rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat
berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks
kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021
serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari
penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total
pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian
378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958,
pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B
total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp.
682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B
sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis
ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B
terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).
Dyah Purwaning Rahayu; Karuma Barza Afida; SRI AYU LESTARI
2023 · Book · Open Access
NAPZA adal ah zat yang dapat me mpengaruhi kondisi keji waan/ psikol ogis
seseorang serta dapat meni mbul kan ket ergant ungan fisi k dan psi kol ogis. Banyak
fakt or yang dapat me mpengaruhi seseorang unt uk menj adi penyal ahguna NAPZA,
di antaranya fakt or i ndivi du, li ngkungan, dan NAPZA it u sendiri. Ti ngkat
penyal ahgunaan di bagi menj adi kriteria ri ngan, sedang dan berat. Penelitian i ni
bert uj uan unt uk mengetahui hubungan fakt or sosi ode mografi pasien rehabilitasi
NAPZA r a wat j alan dengan ti ngkat penyal ahgunaan NAPZA. Penelitian i ni
dilakukan dengan menggunakan met ode deskri ptif yang dilakukan secara
pr ospektif dengan pendekat an cross secti onal. Dat a penelitian i ni di a mbil
menggunakan kuesi oner yang diisi ol eh 60responden di i nstalasi ra wat j alan RSKO
Jakarta. Dat a yang di perolehselanj ut nya di olah menggunakan SPSS versi 26. Hasil
penelitian analisis uni variat menunj ukan sebanyak (65, 0%) responden berusia 36-
45 t ahun, (93, 3 %) berjenis kel a mi n l aki-laki, (46, 0 %) berpendi di kan terakhir
perguruan ti nggi, (53, 3%) bekerja sebagai wiras wast a, (81, 0 %) beragama i sla m,
(36, 7 %) berasal dari suku j a wa, ( 70, 0 %) berstat us ka wi n, (26, 7 %) berpendapat an
lebi h dari Rp. 6. 000. 000, (41, 3%) me mili ki kondisi keuangan mencukupi unt uk
kebut uhan makan sehari-hari, (68, 3 %) me mili ki tingkat penyal ahgunaan ringan.
Hasil analisis bi variat penelitiani ni yait uada hubungan yang ber makna antara usia,
pendi di kan, pekerjaan, stat us perka wi nan dan kondisi keuangan karena p val ue
kurang dari 0, 05, dan tidak ada hubungan yang ber makna ant ara j enis kel a mi n,
aga ma, suku/ras, pendapat an, karena p val ue lebih dari 0, 05.
SERLY ANGRAENI; Siti Mariam; Veronika
2023 · Book · Open Access
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah dan
perhatian bagi kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Diare juga
merupakan 3 penyebab terbesar kesakitan dan kematian anak di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien diare anak dan
mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak yang di
rawat inap dengan metode Gyssens di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020-
Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan dengan data
diambil secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pada pasien anak
rawat inap dengan diagnosa diare di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020-
Desember 2021. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan diagram alir
Gyssens, menggunakan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. 8 Tahun
2015 Tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit.
Dari 107 kasus yang diperoleh menunjukkan kasus terbanyak terjadi pada anak
usia 28 hari-12 bulan (67%) dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%) dan
berat badan terbanyak pada 5-15 kg sebanyak 85 pasien (79). Antibiotik yang
terbanyak digunakan ceftriaxon injeksi (69%). Hasil evaluasi menggunakan
metode Gyssens kesesuaian penggunaan antibiotik masuk ke dalam kategori 0
sebanyak 48 pasien (44%), kategori IIA sebanyak 34 pasien (31%), kategori IIIB
sebanyak 10 pasien (9%), kategori IIIA sebanyak 7 pasien (7%), kategori IVA
sebanyak 5 pasien (5%), kategori V sebanyak 4 pasien (4%).
DICKY PRASETIA ALAM; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
One of the natural ingredients that can be used as an alternative antifungal
treatment is papaya leaves (Carica papaya L.) and garlic bulbs (Allium sativum
L.). The purpose of this study was to determine the antifungal activity of a
combination of ethanol extract 96% of papaya leaves (Carica papaya L.) garlic
bulbs (Allium sativum L.) on the growth of Candida albicans fungi. Papaya leaves
and garlic bulbs were extracted by maceration using 96% ethanol. The extract
obtained was subjected to phytochemical tests and the determination of antifungal
activity by the well method with concentration 15%, 20% and 25%. The
phytochemical compounds contained in papaya leaves are tannins, alkaloids,
saponins and flavonoids. Meanwhile, the garlic bulbs contains phytochemical
compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins. The diameter of the inhibition
zone of the ethanol extract of papaya leaves and garlic buls was the highest at a
concentration of 25% with a value of 13,38 mm (strong category) and 12,16 mm
(strong category). The best antifungal activity against Candida albicans was in the
combination of the ethanol extract of papaya leaves: garlic bulbs (2:1) with a
value of 13,23 mm (strong category). Therefore, the ethanol extract of papaya
leaves and garlic bulbs has potential antifungal against Candida albicans.
Fredy Arifta Nasel; Idah Widosari Nawangsih; RAHIMA KHALYA ANUGRAH
2023 · Book · Open Access
ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan
manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus
yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini.
Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi
bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data
sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil
penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien
penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder
dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang
dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini
diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82
pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51
pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan
data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang
(35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54
pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime
sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan
dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82
sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).
AYU NUR PRATIWI; Andi Ahriansyah; Sofiati
2023 · Book · Open Access
Dispepsia adalah penyakit medis yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan di
ulu hati atau perut bagian atas. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum.
Salah satu penyebab masalah pencernaan adalah pola makan dan gaya hidup.Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien meliputi usia, dan
jenis kelamin, penyakit penyerta, profil penggunaan obat dispepsia, dan ketepatan
penggunaan obat dispepsia meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat
frekuensi yang digunakan pada pasien penderita penyakit dispepsia. Penelitian ini
merupakan penelitian yang bersifat observasional (non eksperimental) yang dilakukan
pada periode Oktober – Desember 2021 secara retrospektif dan dianalisis secara
deskriptif. Data sekunder pada penelitian kali ini menggunakan data penelusuran rekam
medis dan resep. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi dengan usia >
16 – 65 tahun sebanyak 195 orang yang terdiri dari laki
– laki sebanyak 75 orang (38%) dan perempuan sebanyak 120 orang (62%). Usia pasien
terbanyak mengalami Dispepsia pada rentang usia 26 - 35 tahun sebanyak 51 orang
(26%). Penyakit penyerta pasien terbanyak diagnosa Dispepsia dengan demam
sebanyak 85 orang (44%). Penggunaan obat dispepsia terbanyak ranitidin (56,67%).
Ketepatan penggunaan obat tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis sudah
menunjukan hasil 100%. Tepat frekuensi antasida 71%, ranitidin 100%, omeprazole
93%, kombinasi antasida dengan ranitidin 66%, kombinasi antasida dengan
omeprazole 75%.
Antonius Padua Ratu; FITRIA MELYANI; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access
Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata
(Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling
mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air
yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen
antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam
membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui
perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling
(GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang-
kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling
menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary
evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan
penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat
terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak
menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi
konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK
10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji
perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%.
Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka
sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan
kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama
penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.
Antonius Padu Ratu; MUHAMMAD SAHRUL HAMDI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil
santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya
yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi
atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau
menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit
nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang
dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO
hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan
rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan
mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif
dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas
yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2
jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman
kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20%
(formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar
air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan
bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen
VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan
hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka
penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g,
dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara
kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.
CATRI YUSRI YUNINDA; Lilik Sulastri; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi
dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk
radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki
potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.).
Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin
merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi
terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96%
daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol
96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama
penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96%
daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia
didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga
(Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi
ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik
sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar,
viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan
terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun
mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan
didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari
ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas
antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan
menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian
cycling test.
DILLA PUTRI PARAMITHA; Febi Ishfahani; Fransiska Vita K
2023 · Book · Open Access
Hipertensisalah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah
yang >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Faktor risiko hipertensi yaitu pada
umur, jenis kelamin, keturunan, kegemukan, merokok, kurang aktivitas fisik
ataupun mengkonsumsi garam berlebih sehingga terjadinya penyakit hipertensi.
Acuan yang digunakan di Rumah Sakit Melania Bogor ini menggunakan Guideline
Join National Committee (JNC) VIII. Di JNC VIII ini memiliki alur pengobatan
yang dapat dilihat dari tekanan darah seseorang dan penyakit penyerta yang dimiliki
sehingga dapat menentukan pengobatan untuk pasien dengan tujuan tekanan darah
berdasarkan JNC VIII. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan
data rekam medik pada periode Agustus – Desember 2022. Hasil penelitian
mengenai karakteristik pasien hipertensi perempuan paling banyak sebesar 59%
dan usia paling banyak 56-65 tahun 36%, dengan penyakit penyerta Diabetes
Melitus (DM) sebesar 10 % dan Chronic Kidney Disease (CKD) 4%, obat paling
banyak yang digunakan gologan Calcium Channel Blocker (CCB) tunggal 44%
dan kombinasi Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) + Calcium
Channel Blocker (CCB) 16% dan memiliki hasil kesesuaian terapi berdasarkan
JNC VIII 86%, tingkat keberhasilan tujuan JNC VIII 89%. Hasil penelitian Analisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan pengujian Chi-Square dengan hasil p-value
0,000 yang memiliki keputusan terdapat hubungan signifikan kesesuaian obat
berdasarkan JNC VIII keberhasilan target tekanan darah JNC VIII.