Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 44 dari 127

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

Ferry Effendi; Fransiska Vita K; NIDA ALIA
2023 · Book · Open Access

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Demam tifoid terjadi di negara berkembang dengan angka kejadian yaitu 21 juta dan kematian 700 kasus. Pada penelitian yang berjudul Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Anak di Rumah Sakit Melania Bogor secara retrospektif, memperoleh data periode Juli sampai dengan Desember dengan jumlah 79 pasien. Data yang diolah meliputi karakteristik pasien. Maka penelitian ini dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : dari 79 pasien berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 44 pasien (56%), sosiodemografi usia terbanyak yaitu usia 0-5 tahun (Balita) yaitu 52 pasien (66%), sosiodemografi berat badan terbanyak yaitu kurang dari 15 kg yaitu sebanyak 41 pasien (52%). Profil penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid anak yaitu paling banyak pada penggunaan Seftriakson dengan jumlah 57 pasien (72%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan pengobatan dari analisis di atas didapatkan hasil tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (94,37%), tepat waktu pemberian obat (100%) dan tepat lama pemberian (3.79%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dari analisis dengan metode DDD sebanyak 79 pasien didapatkan angka terbesar pada Seftriakson yaitu 48,35.

FORMULASI LIP CREAM DAN UJI ANTOSIANIN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

Harry Noviardi; OKTAVIA DARYANI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2 31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2 dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata- rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) MENGGUNAKAN METODE PENAMBATAN RADIKAL BEBAS

Achmad Fauzi Isa; Harry Noviardi; MELYKA SITI KURNIAWATI
2023 · Book · Open Access

Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50 semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.

EVALUASI INDIKATOR PERESEPAN PADA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI PUSKESMAS BUNAR KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

FADILA ISNA NURAINA; Febi Ishfahani; Silalahi Nia Natalia
2023 · Book · Open Access

Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu rasionalitas obat sangat penting digunakan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran peresepan, gambaran indikator peresepan obat rasional, dan kesesuaian indikator peresepan dengan Panduan Penggunaan Obat Rasional 2011, yang meliputi: Penggunaan Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik, Injeksi pada Myalgia, Rerata Jumlah Item Obat Per Lembar Resep, serta Penggunaan Obat Generik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional, mengunakan data Retrospektif berupa resep pada Agustus–Oktober 2021 serta metode total sampling dengan jumlah sebanyak 3.965 resep. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan pada penyakit ISPA Non Pneumonia adalah 95 resep (36%) yang menggunakan Antibiotik. Diare Non Spesifik terdapat 78 resep (66%) yang tidak menggunakan Antibiotik. Injeksi pada Myalgia berjumlah 0 resep (0%). Indikator POR pada peresepan Agustus-Oktober 2021 untuk Persentase Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia adalah 57,12%, Diare Non Spesifik 52,33%, Injeksi Pada Myalgia 0%, Rerata jumlah item obat pada tiap lembar resep 2,45. Untuk pemberian penggunaan Obat Generik 98,47%. Kesesuaian indikator POR untuk pengunaan antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik penggunaan obat generik, tidak sesuai, sedangkan pada Injeksi Myalgia, Rerata jumlah item pada resep sudah sesuai dari pedoman.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT GABAPENTIN PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS BMC MAYAPADA

Andi Ahriansyah; SITI DIBA MAYASARI; Yuliyanti
2023 · Book · Open Access

Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran karakteristik nyeri neuropati, gambaran bagian anggota tubuh yang nyeri, gambaran pengukuran skala nyeri dan efektivitas penggunaan obat gabapentin terhadap pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan gabapentin. kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik nyeri neuropati diabetik yang paling banyak dirasakan adalah nyeri seperti tertusuk serta efek terapi gabapentin sebelum dan sesudah pemberian pada 47 pasien neuropati diabetik menunjukan adanya penurunan skala nyeri dengan penurunan rata-rata sebesar 3,72. Pada hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah minum obat gabapentin selama 2 minggu.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN INSULIN KOMBINASI TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PROLANIS APOTEK KIMIA FARMA 317 CIANJUR

Elin Karlina; Ferry Effendi; RAMDAN FITRA JAYA
2023 · Book · Open Access

DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap (54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

Harry Noviardi; MUHAMMAD ZAENAL MUTAQIEN; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BOJONG BARU KABUPATEN BOGOR

DEDEN PERMANA; Karuma Barza Afida; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19, suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus. Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p- value=0,044<0,05).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DENGAN METODE GYSSENS DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

ALMA DINIA TUNISA; Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel
2023 · Book · Open Access

Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien (54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan (87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%), Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).

EVALUASI KERASIONALAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RS AZRA BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

DWI IRMA SARI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Bronkopneumonia salah satu jenis pneumonia disebut juga pneumonia loburalis ditandai bercak infiltrat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur dengan gejala demam tinggi, sesak napas, muntah dan batuk kering sehingga antibiotik merupakan terapi utama pneumonia. Penggunaan antibiotik yang rasional diharapkan dapat meningkatkan efektifitas terapi dan membatasi laju resistensi. Metode Gyssens adalah evaluasi kualitatif untuk mengukur ketepatan pemberian antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia anak di instalasi rawat inap RS Azra Bogor dengan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Hasil penelitian ini berdasarkan data sosiodemografi pasien bronkopneumonia anak yang terbanyak yaitu anak laki-laki sebanyak 57 pasien dengan persentase (62,64%), anak perempuan sebanyak 34 pasien (37,36%), karakteristik umur paling banyak yaitu kategori balita pada usia 0-5 tahun sebanyak 82 pasien (90,11%) dan berat badan paling banyak <10kg sebanyak 38 pasien (41,76%). Penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia anak di RS Azra Bogor terbanyak yaitu seftriakson 64,84%. Evaluasi penggunaan antibiotik menurut Gyssens kategori 0 yaitu penggunaan rasional atau tepat mendapatkan persentase tertinggi sebesar 48,35%, kategori IVC 31,86%, kategori IIIA 6,59%, kategori IIIB 5,49%, kategori IVB 5,49%, dan kategori IIA 2,19%.

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI INSTALASI FARMASI RS MULIA PAJAJARAN KOTA BOGOR

DESI DARSIKA; Muhammad Afqary; Nuryanti
2023 · Book · Open Access

Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian 378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp. 682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).

HUBUNGAN FAKTOR SOSI ODE MOGRAFI DENGAN TI NGKAT PENYALAHGUNAAN NARKOTI KA, PSI KOTROPI KA, DAN ZAT ADI KTI F DI RS KETERGANTUNGAN OBAT JAKARTA

Dyah Purwaning Rahayu; Karuma Barza Afida; SRI AYU LESTARI
2023 · Book · Open Access

NAPZA adal ah zat yang dapat me mpengaruhi kondisi keji waan/ psikol ogis seseorang serta dapat meni mbul kan ket ergant ungan fisi k dan psi kol ogis. Banyak fakt or yang dapat me mpengaruhi seseorang unt uk menj adi penyal ahguna NAPZA, di antaranya fakt or i ndivi du, li ngkungan, dan NAPZA it u sendiri. Ti ngkat penyal ahgunaan di bagi menj adi kriteria ri ngan, sedang dan berat. Penelitian i ni bert uj uan unt uk mengetahui hubungan fakt or sosi ode mografi pasien rehabilitasi NAPZA r a wat j alan dengan ti ngkat penyal ahgunaan NAPZA. Penelitian i ni dilakukan dengan menggunakan met ode deskri ptif yang dilakukan secara pr ospektif dengan pendekat an cross secti onal. Dat a penelitian i ni di a mbil menggunakan kuesi oner yang diisi ol eh 60responden di i nstalasi ra wat j alan RSKO Jakarta. Dat a yang di perolehselanj ut nya di olah menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian analisis uni variat menunj ukan sebanyak (65, 0%) responden berusia 36- 45 t ahun, (93, 3 %) berjenis kel a mi n l aki-laki, (46, 0 %) berpendi di kan terakhir perguruan ti nggi, (53, 3%) bekerja sebagai wiras wast a, (81, 0 %) beragama i sla m, (36, 7 %) berasal dari suku j a wa, ( 70, 0 %) berstat us ka wi n, (26, 7 %) berpendapat an lebi h dari Rp. 6. 000. 000, (41, 3%) me mili ki kondisi keuangan mencukupi unt uk kebut uhan makan sehari-hari, (68, 3 %) me mili ki tingkat penyal ahgunaan ringan. Hasil analisis bi variat penelitiani ni yait uada hubungan yang ber makna antara usia, pendi di kan, pekerjaan, stat us perka wi nan dan kondisi keuangan karena p val ue kurang dari 0, 05, dan tidak ada hubungan yang ber makna ant ara j enis kel a mi n, aga ma, suku/ras, pendapat an, karena p val ue lebih dari 0, 05.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DENGAN METODE GYSSENS DI RAWAT INAP RS PMI BOGOR

SERLY ANGRAENI; Siti Mariam; Veronika
2023 · Book · Open Access

Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah dan perhatian bagi kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Diare juga merupakan 3 penyebab terbesar kesakitan dan kematian anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien diare anak dan mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak yang di rawat inap dengan metode Gyssens di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020- Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan dengan data diambil secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosa diare di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020- Desember 2021. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan diagram alir Gyssens, menggunakan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. 8 Tahun 2015 Tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit. Dari 107 kasus yang diperoleh menunjukkan kasus terbanyak terjadi pada anak usia 28 hari-12 bulan (67%) dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%) dan berat badan terbanyak pada 5-15 kg sebanyak 85 pasien (79). Antibiotik yang terbanyak digunakan ceftriaxon injeksi (69%). Hasil evaluasi menggunakan metode Gyssens kesesuaian penggunaan antibiotik masuk ke dalam kategori 0 sebanyak 48 pasien (44%), kategori IIA sebanyak 34 pasien (31%), kategori IIIB sebanyak 10 pasien (9%), kategori IIIA sebanyak 7 pasien (7%), kategori IVA sebanyak 5 pasien (5%), kategori V sebanyak 4 pasien (4%).

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEPAYA (Carica papaya L.), UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.), SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

DICKY PRASETIA ALAM; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

One of the natural ingredients that can be used as an alternative antifungal treatment is papaya leaves (Carica papaya L.) and garlic bulbs (Allium sativum L.). The purpose of this study was to determine the antifungal activity of a combination of ethanol extract 96% of papaya leaves (Carica papaya L.) garlic bulbs (Allium sativum L.) on the growth of Candida albicans fungi. Papaya leaves and garlic bulbs were extracted by maceration using 96% ethanol. The extract obtained was subjected to phytochemical tests and the determination of antifungal activity by the well method with concentration 15%, 20% and 25%. The phytochemical compounds contained in papaya leaves are tannins, alkaloids, saponins and flavonoids. Meanwhile, the garlic bulbs contains phytochemical compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins. The diameter of the inhibition zone of the ethanol extract of papaya leaves and garlic buls was the highest at a concentration of 25% with a value of 13,38 mm (strong category) and 12,16 mm (strong category). The best antifungal activity against Candida albicans was in the combination of the ethanol extract of papaya leaves: garlic bulbs (2:1) with a value of 13,23 mm (strong category). Therefore, the ethanol extract of papaya leaves and garlic bulbs has potential antifungal against Candida albicans.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI KLINIK UTAMA dr. YATI ZARNUDJI CIBINONG KABUPATEN BOGOR

Fredy Arifta Nasel; Idah Widosari Nawangsih; RAHIMA KHALYA ANUGRAH
2023 · Book · Open Access

ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini. Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82 pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51 pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang (35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54 pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82 sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).

GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK LIMUS PRATAMA MEDIKA

AYU NUR PRATIWI; Andi Ahriansyah; Sofiati
2023 · Book · Open Access

Dispepsia adalah penyakit medis yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan di ulu hati atau perut bagian atas. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum. Salah satu penyebab masalah pencernaan adalah pola makan dan gaya hidup.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien meliputi usia, dan jenis kelamin, penyakit penyerta, profil penggunaan obat dispepsia, dan ketepatan penggunaan obat dispepsia meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat frekuensi yang digunakan pada pasien penderita penyakit dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional (non eksperimental) yang dilakukan pada periode Oktober – Desember 2021 secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data sekunder pada penelitian kali ini menggunakan data penelusuran rekam medis dan resep. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi dengan usia > 16 – 65 tahun sebanyak 195 orang yang terdiri dari laki – laki sebanyak 75 orang (38%) dan perempuan sebanyak 120 orang (62%). Usia pasien terbanyak mengalami Dispepsia pada rentang usia 26 - 35 tahun sebanyak 51 orang (26%). Penyakit penyerta pasien terbanyak diagnosa Dispepsia dengan demam sebanyak 85 orang (44%). Penggunaan obat dispepsia terbanyak ranitidin (56,67%). Ketepatan penggunaan obat tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis sudah menunjukan hasil 100%. Tepat frekuensi antasida 71%, ranitidin 100%, omeprazole 93%, kombinasi antasida dengan ranitidin 66%, kombinasi antasida dengan omeprazole 75%.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOLANG-KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% KOLANG-KALING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)

Antonius Padua Ratu; FITRIA MELYANI; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling (GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang- kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK 10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%. Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.

UJI KUALITAS MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) YANG DISUPLEMENTASI DENGAN KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

Antonius Padu Ratu; MUHAMMAD SAHRUL HAMDI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2 jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20% (formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g, dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.

FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) dan AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN

CATRI YUSRI YUNINDA; Lilik Sulastri; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.). Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96% daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol 96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96% daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga (Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian cycling test.

HUBUNGAN ANTARA KESESUAIAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

DILLA PUTRI PARAMITHA; Febi Ishfahani; Fransiska Vita K
2023 · Book · Open Access

Hipertensisalah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah yang >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Faktor risiko hipertensi yaitu pada umur, jenis kelamin, keturunan, kegemukan, merokok, kurang aktivitas fisik ataupun mengkonsumsi garam berlebih sehingga terjadinya penyakit hipertensi. Acuan yang digunakan di Rumah Sakit Melania Bogor ini menggunakan Guideline Join National Committee (JNC) VIII. Di JNC VIII ini memiliki alur pengobatan yang dapat dilihat dari tekanan darah seseorang dan penyakit penyerta yang dimiliki sehingga dapat menentukan pengobatan untuk pasien dengan tujuan tekanan darah berdasarkan JNC VIII. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan data rekam medik pada periode Agustus – Desember 2022. Hasil penelitian mengenai karakteristik pasien hipertensi perempuan paling banyak sebesar 59% dan usia paling banyak 56-65 tahun 36%, dengan penyakit penyerta Diabetes Melitus (DM) sebesar 10 % dan Chronic Kidney Disease (CKD) 4%, obat paling banyak yang digunakan gologan Calcium Channel Blocker (CCB) tunggal 44% dan kombinasi Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) + Calcium Channel Blocker (CCB) 16% dan memiliki hasil kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII 86%, tingkat keberhasilan tujuan JNC VIII 89%. Hasil penelitian Analisis menggunakan SPSS versi 26 dengan pengujian Chi-Square dengan hasil p-value 0,000 yang memiliki keputusan terdapat hubungan signifikan kesesuaian obat berdasarkan JNC VIII keberhasilan target tekanan darah JNC VIII.