COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Praktikum Kimia Klinik Jilid 2
SIRSAK: Kandungan Kimia, Khasiat dan Toksisitas (Studi Isolasi dan Uji Aktivitas)
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)
Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol 96% Daun Bidara (Ziziphus Spina-Christi(L) Desf) Sebagai Antioksidan
FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.)
Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70% daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C. Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol 96% Bunga Telang Sebagai Antioksidan
POTENSI ANTIOKSIDAN DARI KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Anonna muricata L. ) DENGAN METODE PENGHAMBATAN DPPH (2,2 - DIFENIL - 1 - PIKRIHIDRAZIL)
Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8, dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid, falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KHANZA FARMA BOGOR
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010. Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%, jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori sangat puas.
EVALUASI KESESUAIAN PENGELOLAAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN TROLI EMERGENSI DI RUANG HIGH CARE UNIT (HCU) RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR
Kasus kegawatdaruratan yang ditangani secepat mungkin meningkatkan keberhasilan penanganan dan mengurangi mortalitas. Untuk mendukung efektifitas penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit Melania, disediakan troli emergensi yang berisi peralatan dan perlengkapan penanganan gawat darurat. Oleh karena itu dituntut peran aktif dari instalasi farmasi untuk mengelola obat-obat emergensi yang disimpan di ruangan mulai daftar standar obat emergensi yang boleh disimpan dan cara pengelolaanya yang terdiri dari penyimpanan dan penggantian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian jenis obat dan alat kesehatan serta pengelolaan pada troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania dengan Standar Operasional Prosedur yang ada di Rumah Sakit Melania. Hasil evaluasi diperoleh berdasarkan hasil pengamatan langsung dan hasil wawancara dengan petugas yang menangani troli emergensi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk persentase. Kesimpulan yang di dapat pada evaluasi kesesuaian obat dan ALKES troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 93 % sesuai dengan daftar obat dan ALKES pada SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 7 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penyimpanan obat maupun ALKES troli emerensi HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 84 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 16 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penggantian obat maupun ALKES troli emerensi HCU menunjukan hasil rata – rata 88 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 12 %.
PEMAHAMAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN VITAMIN C DI APOTEK KIMIA FARMA DJUANDA BOGOR
Vitamin adalah zat-zat kimia organik dengan komposisi beraneka ragam yang dalam jumlah kecil dibutuhkan olah tubuh manusia untuk memelihara metabolisme, pertumbuhan dan pemeliharaan normal. Salah satu suplemen vitamin yang sering dikonsumsi berlebihan adalah suplemen vitamin C. Orang yang memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin C. Efek samping dari konsumsi vitamin C yang berlebih dapat mengakibatkan, gangguan pencernaan yakni iritasi lambung hingga dapat memicu resiko gangguan ginjal dengan terjadinya asam urat dalam kandung kemih. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pasien yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor mengetahui pemahaman pasien tentang vitamin C yang dibeli tanpa resep yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan hasil penelitian dipaparkan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah responden 109 orang dan nilai rata-rata pemahaman 83,33% perempuan 68 orang dengan rata-rata nilai pemahaman 81,055%. Berdasarkan usia didapatkan hasil remaja 25 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 77,78%, dewasa 123 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 83,33%, dan usia sebanyak 29 orang responden didapat nilai rata-rata 83,33%. Berdasarkan latar belakan pendidikan SMP 2 orang dengan nilai rata-rata nilai pengetahuan 77,78%, SMA sebanyak 107 orang dengan rata-rata nilai pengetahuan 79,96%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 68 orang 86,52%. Latar belakan pekerjaan didapatkan hasil antara lain adalah pegawai sebanyak 92 orang dengan nilai rata-rata pemahaman 83,64%, Wiraswasta 29 orang nilai rata-rata pemahaman 85,82%, buruh 19 orang nilai rata-rata pengetahuan 78,07%, Ibu rumah tangga 23 orang dengan nilai rata-rata pengeahuan 81,16%, dan kategori lain 14 orang dengan nilai pemahaman 75,79%.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI OBAT ANTIVIRUS FAVIPIRAVIR DAN OSELTAMIVIR TERHADAP PASIEN POSITIF COVID-19 DI RSUD KOTA BOGOR
Penggunaan antivirus untuk pasien COVID-19 mempunyai efektivitas yang berbeda. Antivirus yang digunakan di Indonesia khususnya di RSUD Kota Bogor adalah Favipiravir 200mg tablet dan Oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antivirus favipiravir 200mg tablet dan oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini dilakukan pada 88 pasien yang di rawat di ruang Sempur RSUD Kota Bogor dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode analisis data uji Mann Whitney test, dengan pengambilan data Retrospektif pada periode Desember 2020 sampai Februari 2021. Data yang di ambil meliputi, usia, jenis kelamin, catatan antivirus pasien, dan hasil RT-PCR nilai CT-Value pasien. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak (69%) pasien dengan jenis kelamin perempuan terkonfirmasi positif COVID-19, kategori usia pada lansia awal 46-55 tahun sebanyak (40%), sedangkan penggunaan antivirus yang banyak digunakan yaitu oseltamivir sebanyak (57%), pasien dinyatakan sembuh dengan nilai CT-Value di atas 38-40 sebanyak (59%). Berdasarkan hasil statistika menggunakan uji Kolmograv-Smirnov test dan uji Mann whitney test nilai p (asymp sig.(2-tailed) menunjukkan hasil P-value < 0,05 (P= 0,000) artinya ada perbedaan efektivitas antivirus favipirapir dan oseltamivir pada pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor.
GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK 99 KOTA BOGOR
Produk farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen pengelolaan yang baik, agar produk farmasi terjaga kualitas dan keamanannya. Salah satu proses manajemen produk farmasi yaitu penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek 99 Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh produk farmasi yang terdapat di Apotek 99 Bogor dengan jumlah 773 produk. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas sebesar 96,25%, berdasarkan stabilitasnya sebesar 93,53%, berdasarkan kelas terapi sebesar 65,98%, berdasarkan bentuk sediaan obat sebesar 100%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.
PERBEDAAN PENGELOLAAN OBAT SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PURASEDA
Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas Puraseda karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan adanya himbauan untuk masyarakat yang sakit dengan kondisi ringan agar tidak pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko penularan, sehingga mempengaruhi kunjungan pasien ke Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari pandemi COVID-19 terhadap pengelolaan obat di Puskesmas Puraseda. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif terhadap pengelolaan obat dari segi pengendalian dan evaluasi obat rusak/kadaluwarsa sebelum dan saat pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kunjungan pasien sebesar 12,54%, persediaan obat berdasarkan jumlah obat mengalami penurunan sebesar 7,44% dan berdasarkan item obat mengalami kenaikan sebesar 2,12%, pemakaian obat berdasarkan jumlah obat dan item obat mengalami kenaikan sebesar 9,1 % dan 5,88%. Persentase obat rusak/kadaluwarsa pada tahun 2019 yaitu 1,1% dan pada tahun 2020 yaitu 13,38%. Kesimpulanya yaitu adanya perbedaan pengelolaan obat sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Puskesmas Puraseda.
ISOLASI DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah. Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SESAR (SECTIO CAESAREA) MENURUT METODE GYSSENS DI RSUD DEPOK
Operasi Sesar (Sectio caesarea) adalah proses persalinan janin dengan cara buatan, proses persalinan ini melalui insisi pada dinding abdomen. Resiko operasi sesar bagi ibu sering terjadi, contoh resiko yang sering terjadi seperti pendarahan, nyeri dan infeksi. Infeksi luka operasi perlu diatasi dengan pemberian antibiotik profilaksis yang rasional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengobatan dan evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar (Sectio caesarea) menurut metode Gyssens di RSUD Depok periode Oktober sampai Desember 2021 dengan melihat kriteria tepat indikasi,tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu pemberian, tepat interval pemberian dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dan dianalisis secara alur Gyssens. Dari sampel 62 pasien operasi sesar dianalisis rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis sesuai dengan pedoman Kementrian Kesehatan tahun 2011 dan The American Society of Health-System Pharmacists tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien operasi sesar di RSUD Depok berdasarkan usia paling banyak pada rentang usia 26-35 tahun kategori dewasa awal 42%, Indeks Massa Tubuh yaitu obesitas 53%, penyakit Penyerta terbanyak seperti hipertensi sebesar 18%. Penggunaan Antibiotik Profilaksis paling banyak ceftriaxone dosis tunggal sebesar 90%, penggunaan obat kombinasi ceftriaxone + metronidazole sebesar 7% dan kombinasi ceftriaxone + gentamicine sebesar 3%. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis berdasarkan Metode Gyssens didapatkan berhenti di Kategori IV D sebanyak 56 pasien, Kategori IV B sebanyak 6 pasien.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS AKUT (ISPaA) ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS UMMI BOGOR
ISPA merupakan salah satu penyakit utama yang mendapat perawatan rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi infeksi ini. Antibiotik hendaknya digunakan secara rasional karena mempunyai dampak yang besar, salah satunya yaitu terjadinya resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif, menggunakan rekam medis dan resep pasien rawat jalan penderita ISPA yang menerima antibiotik di RS UMMI Bogor selama periode Juli-November 2021. Data yang diambil meliputi identitas pasien, diagnosis, antibiotik, dan dosis yang digunakan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 pasien yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah pasien laki-laki (57%), berdasarkan usia adalah anak 0-5 tahun (77%). Golongan antibiotik yang paling sering diresepkan adalah golongan sefalosporin yaitu cefixime (71%). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan pedoman Pharmaceutical care 2005 meliputi kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (87%), tepat frekuensi (97%), dan tepat lama pemberian (96%).
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RSUD R. SYAMSUDIN, S.H SUKABUMI
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. Berdasarkan data keluhan pasien rawat inap salah satunya adalah sikap pegawai yang kurang ramah serta informasi yang diterima oleh pasien/keluarga pasien yang kurang lengkap, dan pelayanan apoteker yang terkesan lambat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Syamsudin S.H Sukabumi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat prospektif. Data Penelitian diambil dari data primer berupa kuesioner responden, dengan periode Juni-Juli 2022. Sampel yang diambil sebanyak 95 responden. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi untuk dimensi berwujud memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval 3.18, dimensi daya tanggap memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.12, dimensi kepastian memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.07, dimensi empati memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.06 dan dimensi kehandalan memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.13.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA NIFEDIPIN DENGAN PROGESTERON UNTUK MENCEGAH KELAHIRAN PREMATUR PADA IBU HAMIL
Nifedipin selama ini telah menjadi agen tokolitik dalam prosedur mempertahankan bayi lahir prematur dan Progesteron untuk pemeliharaan kehamilan, yang sering terjadi pada awal kehamilan karena rendahnya kadar Progesteron diduga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan Nifedipin dan Progesteron serta perbandingan efektivitas antara Nifedipin dengan Progesteron untuk mencegah kelahiran prematur pada ibu hamil di RSIA Assalam Cibinong Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan mengambil data secara retrospektif dari lembar resep dan rekam medis pasien berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian yang dilakukan di rumah sakit pada bulan Januari-Agustus 2019 diperoleh 201 sampel, jumlah pasien yang mendapat nifedipin dan progesteron paling banyak pada usia 20-35 tahun sebanyak 169 pasien (84,1%), jumlah usia kehamilan pasien paling banyak pada usia trimester 1 sebanyak 90 pasien (44,8%) dengan penggunaan obat nifedipin sebagai agen tokolitik sebanyak 69 sampel (34,3%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji Mann Whitney dengan nilai P-value 0,00 dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektifitas antara nifedipin dengan progeteron untuk mencegah kelahiran prematur pada ibu hamil.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREA) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR
Section caesarea adalah upaya mengeluarkan janin melalui pembedahan pada dinding abdomen dan uterus yang beresiko tinggi terjadinya infeksi. Infeksi luka operasi adalah kondisi yang dipicu oleh bakteri yang masuk saat atau setelah proses operasi. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan sebelum pasien memasuki ruang operasi yang bertujuan untuk mengurangi resiko infeksi yang berhubungan dengan komplikasi dan infeksi pasca operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien section caesarea di Rumah Sakit PMI Bogor pada periode 2019-2021. Penelitian dilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien bedah sesar periode 2019-2021. Analisis evaluasi antibiotik profilaksis bedah sesar menggunakan perhitungan ATC/DDD. Profil pasien bedah sesar di Rumah Sakit PMI Bogor periode 2019-2021 berdasarkan karakteristik umur terbanyak kategori dewasa awal (26-35 tahun) (56%). Indikasi medis terbanyak riwayat bedah sesar (27%) dan penggunaan antibiotik terbanyak adalah ceftriaxone (92,5%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis bedah sesar diketahui tepat pasien dan tepat waktu pemberian (100%), tepat dosis dan tepat obat (97,5%). Hasil evaluasi secara kuantitatif diperoleh data kuantitas antibiotik terbesar adalah ceftriaxone dengan total 22,35 DDD/100 patient days.