Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 55 dari 127

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

Dessie Muthia Diredja; Fredy Arifta Nasel; RINA TRI HANDAYANI
2023 · Book · Open Access

Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli. Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember 2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi : umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki – laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%). Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20 pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

Febi Ishfahani; HESTI LAELATUL QODRI; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh, pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki (69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg (59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat (kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar 1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI KECAMATAN CIBINONG TAHUN 2022

ALI FAHMI PUDJA KUSUMA; Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Kejadian kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi, berbagai usaha untuk mencegah penyebaran lebih lanjut telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan memberikan edukasi sebagai langkah awal untuk membentuk perilaku yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat di Kecamatan Cibinong. Desain penelitian ini adalah prosfektif non eksperimental. Bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19. Dilakukan pada 100 orang sampel yang didapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan Covid-19 sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 69% dan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 sebagian besar berkategori baik sebanyak 65%. Dari hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,007 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

Lilik Sulastri; MUHAMMAD RIDWAN MUTAQIN; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access

Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat mencegah dan memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penghambatan mekanisme oksidatif. Daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengan kandungan senyawa flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai IC50 dari ekstrak etil asetat fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polyanthum (Wigh) Walp.). Metode yang digunakan pada penetuan antioksidan adalah metode peredaman radikal 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Pada penelitian ini daun salam diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Ektrak etil asetat daun salam diuji aktivitas antioksidannya serta dilakukan pemisahan dengan metode kromatografi Lapis Tipis dan Kolom, hingga diperoleh fraksi dan sub fraksi terbaik berdasarkan persen hambatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 72,54 ppm (kuat) dan F.5.6 merupakan fraksi terbaik sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 7,33 ppm (sangat kuat). Pembanding yang digunakan yaitu vitamin C menunjukan nilai IC50 sebesar 5,52 ppm (sangat kuat). Antioksidan setelah fraksinasi memiliki aktivitas lebih kuat dari ekstrak dengan katagori sangat kuat dan setara dengan vitamin C.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENYALAHGUNAAN OBAT TRAMADOL PADA REMAJA DI KABUPATEN SUKABUMI

Febi Ishfahani; MUHAMMAD EGI GINANJAR; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Tramadol adalah obat susunan syarat pusat yang memiliki khasiat analgetik sedang, tramadol sama efektifnya dengan morfin. Tramadol mempunyai efek halusinasi dan membuat ketergantungan. Ketergantungan dan penyalahgunaan Obat-obatan terlarang bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Penggunaan obat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut adalah faktor lingkungan sekitar, sumber informasi yang didapat, pengetahuan dan teman sebaya. Penyalahgunaan obat-obatan seringkali dilakukan oleh remaja, karena masa-masa remaja dimana rasa kaingin tahuan untuk coba-coba sangatlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, sumber informasi dan teman sebaya dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada 53 responden pengguna tramadol di Kabupaten Sukabumi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan faktor pengetahuan, teman sebaya dan sumber informasi terhadap perilaku penyalahgunaan tramadol pada remaja dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak memiliki pengetahuan baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (32%), memiliki teman sebaya yang kurang baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (38%) dan sumber informasi yang didapat dari non media dengan perilaku penyalahgunaan rendah (34%). Hasil uji statistik (Chi- Square) faktor pengetahuan nilai P Value = 0,51 > (0,05), faktor teman sebaya nilai P Value = 0,691 > (0,05), dan faktor sumber informasi nilai P Value = 0,747 > (0,05). Hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan, teman sebaya, dan sumber informasi dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi.

ISOLASI DAN AKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

Lilik Sulastri; NURAINI SAADAH; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Terapi diabetes melitus dapat menggunakan obat antihiperglikemik oral golongan penghambatan enzim α-glukosidase dengan menunda proses absorpsi glukosa ke dalam darah sehingga menurunkan peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase ekstrak etil asetat daun teh hasil fraksinasi dan membandingkan aktivitas yang lebih baik antara ekstrak etil asetat dan isolat. Penelitian ini menggunakan ekstrak etil asetat daun teh hasil partisi, kemudian diuji aktivitas hingga diperoleh nilai IC50. Ekstrak tersebut dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT hingga diperoleh fraksi dengan aktivitas terbaik dalam menghambat enzim α-glukosidase. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memperoleh nilai IC50 sebesar 45,00 ppm. Fraksi terbaik diperoleh pada kromatografi kolom kedua dengan kode CSEA-2.1 dengan nilai IC50 41,51 ppm. Kesimpulannya fraksi hasil kromatografi kolom memiliki aktivitas lebih baik dari eksttrak dalam menghambat enzim α-glukosidase.

EVALUASI KESESUAIAN PENGOBATAN HEPATITIS B DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

Firsa Novellasari; SITI SRI RAHAYU GUNAWAN; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hati yang merupakan penyakit dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat pengobatan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengobatan yang diberikan kepada pasien hepatitis B meliputi profil dan kesesuaian pengobatan di RS Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian berupa deskriptif observasional, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari 69 rekam medis pasien rawat jalan periode 2018-2021 berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keseluruhan terapi yang sesuai dengan Kesesuaian dengan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di indonesia tahun 2012 (PPHI) sebanyak 27 (39,13%) penggunaan antiviral, sebanyak 47 (67,14%) sesuai berdasarkan terapi hepatoprotektor, sebanyak 19 ( 27,53%) sesuai berdasarkan terapi simtomatik, sebanyak 17 (24,63%) sesuai berdasarkan terapi suportif.

VIABILITAS Lactobacillus plantarum YANG TERENKAPSULASI NATRIUM ALGINAT DI DALAM SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L ) PADA SIMULASI CAIRAN ASAM LAMBUNG

BAYU WARDANA; M.Ikhwan Setiawan; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access

Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi bahan inti dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan selama proses pengolahan, penyimpanan, pencernaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui viabilitas Lactobacillus plantarum yang terenkapsulasi natrium alginat pada sediaan sari buah sirsak dalam lingkungan cairan asam lambung. Enkapsulasi pada penelitian ini dilakukan metode ektrusi dengan matriks natrium alginat konsentrasi 1%, 2%, 3%. Ketiga konsentrasi ini diuji untuk melindungi Lactobacillus plantarum didalam sari buah sirsak dari pengaruh cairan simulasi asam lambung. Hasil enkapsulasi dilakukan pengujian efisiensi serta pengujian viabilitas dalam cairan simulasi asam lambung. Dari pengujian viabilitas didapatkan hasil enumerasi sel dalam matriks natrium alginat dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% berturut turut adalah, adalah 4 x 107 CFU/gram, 5,7 x 107 CFU/gram, 1,56 x 108 CFU/gram. Setelah diuji dengan cairan simulasi asam lambung didapatkan nilai jumlah bakteri dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3% berturut turut adalah < 30 koloni, 3,2 x 107 CFU/gram , 9,4 x 107 CFU/gram. Nilai pH sari buah sirsak yang ditambahkan kapsul probiotik yaitu 3,8 , 3,9 dan 4,05. Konsentrasi terbaik Na alginat untuk menjerat Lactobacillus plantarum yaitu 3% dengan jumlah bakteri 9,4 x 107 CFU/gram.

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BERDASARKAN KEPMENKES RI NOMOR 129/MENKES/SK/II/2008 PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS SENTOSA BOGOR

FITRIA NURUL ARIFIN; Ferry Effendi; Ulfiaturrohmah
2023 · Book · Open Access

Waktu tunggu merupakan salah satu standar pelayanan minimal yang harus di evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan atau obat racikan adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan obat diberikan dengan standar waktu menurut Kepmenkes dengan rata-rata waktu tunggu obat racikan ≤ 60 menit, dan waktu tunggu obat non racikan ≤ 30 menit.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik resep, profil waktu tunggu dan evaluasi waktu tunggu berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan survey pendekatan prospektif. Pada penelitian ini digunakan sampel sebanyak 98 lembar resep yang terdiri dari 68 lembar resep obat non racikan dan 30 lembar resep obat racikan dari total 8 poliklinik, dengan persentase non racikan 69,4 % dan resep racikan 30.6 %. Gambaran karaketistik resep pada masing-masing poli menunjukan resep non racikan terbanyak berada pada poli kandungan dengan jumlah resep sebanyak 22,10 % dan resep racikan terbanyak berada pada poli anak sebanyak 46,70 %. Profil waktu tunggu resep berdasarkan poli pada resep non racikan tercepat poli bedah dengan rata-rata 8 menit dan terlama pada resep poli syaraf 26 menit. Sedangkan pada resep racikan waktu tunggu tercepat pada poli bedah dengan rata-rata 19 menit dan waktu tunggu terlama pada poli THT dengan waktu tunggu 35 menit. Evaluasi kesesuaian rata-rata waktu tunggu resep obat non racikan 18 menit dan untuk obat racikan 27,3 menit dinyatakan sesuai dengan standar Kepmenkes RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Persentase kesuaian pada resep non racikan yaitu 95.58 % dan pada resep racikan yaitu 100%.

EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM MARY CILEUNGSI HIJAU

Andi Ahriansyah; DEPI NURPRATIWI; Dea Arditia Rahman
2023 · Book · Open Access

Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius dan menyebabkan rasa sakit di tulang. Biasanya sendi yang menjadi sasaran pada penyakit ini adalah sendi penopang berat badan, seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, sendi panggul, selain itu juga pada sendi tangan dan kaki. Gejala biasanya mengenai satu atau dua sendi yang berperan sebagai weight bearing (panggul atau lutut) nyeri merupakan gejala awal terasa secara tiba-tiba dengan intensitas yang meningkat secara perlahan dengan jangka waktu berbulan sampai bertahun. Penelitian dil- akukan untuk mengetahui evaluasi ketepatan pengobatan pasien Osteoarthritis dengan tepat obat, tepat dosis dari frekuensi pemberian yang menggunakan metode Observasional dengan jenis penelitian deskriptif pada periode Januari – Juni 2020. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari data rekam medik (medical record) menggunakan lembar pengumpulan data dengan populasi 146. Hasil penelitian menunjukan bahwa Osteoarthritis pasien terbanyak pada Usia 46 – 55 tahun sebanyak 38 pasien dengan persentase 35,5%, jenis kelamin pasien yang terbanyak adalah perempuan sebanyak 89 pasien dengan persentase 83%, berdasarkan klasifikasi Osteoarthritis yang diderita, pasien yang terbanyak dengan kriteria nyeri pada kedua lutut sebanyak 42 pasien dengan persentase 39%, Penggunaan obat OAINS yang paling banyak digunakan atau diresepkan oleh dokter ialah Natrium Diclofenak 50 mg dengan persentase 80.4% dari 86 pasien. Pada evaluasi Ketepatan penggunaan obat, berdasarkan tepat obat (100%), Tepat dosis (36%),tidak tepat dosis (64%) dan tepat frekuensi obat (100%).

ANALISIS PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.), SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DAN KOMBINASINYA DENGAN METODE DPPH

Anna P. Roswiem; DIAH AYU FITALOKA; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access

Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder, serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85 μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat. Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).

ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

Lilik Sulastri; Sofyan Ramani; TSAMIRA FAUZIAH
2023 · Book · Open Access

Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight) walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50 lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.

ANALISA INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RS SWASTA X TANGERANG

ADE IRMA NURYANI; Febi Ishfahani; Maria Firmina Sekar Utami
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat 80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi farmakokinetik sejumlah 59%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK RAWAT INAP DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

Fredy Arifta Nasel; KARIMAH; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai 10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien (58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0 sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%), Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien (2,41%).

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes

Eem Masaenah; Harry Noviardi; INDAH SURMIA SARI
2023 · Book · Open Access

Bakteri Propionibcaterium acnes merupakan bakteri anaerob fakultatif yang dapat menyebabkan jerawat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibcaterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau memiliki kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, larutan uji memiliki aktivitas antibakteri dan ada perbedaan aktivitas antibakteri dari lama penyimpanan larutan uji terhadap bakteri Propionibaterium acnes. Metode meliputi serbuk simplisia daun sirih hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram. Larutan uji dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% disimpan dalam waktu 0, 3, 7 dan 10 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan fenol. Larutan uji memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh larutan uji konsentrasi 10% berbeda signifikan dibandingkan konsentrasi 5% dan 7,5%. Pengaruh lama penyimpanan selama 3, 7 dan 10 hari terjadi penurunan aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat semakin kecil. Larutan uji konsentrasi 10% pada hari ke-0, 3, 7 dan 10 berturut-turut sebesar 16,92 mm, 14,39 mm, 11,86 mm dan 10,98 mm, menurun dari kategori kuat sampai sedang.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb)

BRYLLIANT AULIA META ROSIANTO; Eem Masaenah; Lilik Sulastri
2023 · Book · Open Access

Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.

KESESUAIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PASIEN ABORTUS INCOMPLETE DI RUANG RAWAT KEBIDANAN RUMAH SAKIT X BOGOR

Desy Anggraini; RAIHAN LAILA ANDIKA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Abortus incomplete adalah pengeluaran hasil konsepsi atau berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar dengan berat badan <500 gram atau umur kehamilan <20 minggu. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi abortus incomplete yaitu usia, paritas, usia kehamilan. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien abortus incomplete, gambaran paritas abortus incomplete, gambaran usia kehamilan abortus incomplete, penatalaksanaan terapi pada pasien abortus incomplete, dan obat yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif diperoleh sampel sebanyak 95 pasien. Profil obat yang digunakan uterotonika paling banyak yaitu methylergometrine (57%), antimikroba yang paling banyak digunakan adalah cefixime (89%), analgetik yang paling banyak digunakan adalah asam mefenamat (76%), sebanyak (90%) pasien tidak diberi vitamin atau penambah darah. Kesesuaian terapi penatalaksanaan pasien abortus incomplete yang sesuai dengan kemenkes 2020 pemberian uterotonika menggunakan misoprostol sebanyak (14%), antimikroba menggunakan metronidazol sebanyak (1%), analgetik menggunakan asam mefenamat sebanyak (76%).

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN TB PARU DEWASA DI PUSKESMAS CITEUREUP

Andi Ahriansyah; Ferry Effendi; SILVA YULI KARTIKA
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%. Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.

EVALUASI KESESUAIAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN SEBELUM DAN PADA WAKTU COVID-19 DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RAWAT JALAN RSUD PALABUHANRATU

Silvi Nurafni; Teguh Alamsah; YUNITA YUDHITYANI
2023 · Book · Open Access

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia Semenjak awal tahun 2020. Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian RSUD Palabuhanratu. Salah satu cara untuk menekan jumlah kasus Covid-19, yaitu dengan kebijakan work from home (WFH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jenis resep, kesesuaian waktu tunggu, dan perbandingan waktu tunggu resep antara sebelum dan pada waktu Covid-19 di RSUD Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder resep racikan dan non racikan sebelum Covid-19 secara retrospektif pada periode Oktober-Desember 2018 dan pengambilan data resep racikan dan non racikan pada saat Covid-19 secara prospektif. Data yang diambil seluruh data resep BPJS racikan dan non racikan. Hasil penelitian didapatkan jenis resep sebelum Covid-19, 40% resep racikan dan 60% resep non racikan, pada waktu Covid-19 sebanyak 36,8% resep racikan dan 63,2% resep non racikan. Kesesuaian waktu tunggu sebelum Covid- 19, sebanyak 22,5% resep racikan dan 81,7% resep non racikan, lalu pada waktu Covid-19 sebanyak 97,1% resep racikan dan 100% resep non racikan sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal. Terdapat perbedaan signifikan kesesuaian waktu tunggu resep racikan dan non racikan antara sebelum dan pada waktu Covid-19 dengan nilai signifikansi Uji Mann Whitney sebesar 0,000 < 0,05.

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI RAWAT JALAN RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

FRILIA PARIPURNA; Firsa Novellasari; Karuma Barza Afida
2023 · Book · Open Access

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Banyaknya angka kejadian dari penyakit TB paru di dunia khususnya Indonesia, menimbulkan permasalahan seperti gangguan psikologis sehingga munculnya depresi yang akan berdampak pada tingkat kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang diambil yaitu pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 71 sampel dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak (38%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, (49%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, (13%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. (34%) memiliki tingkat depresi normal, (41%) memiliki tingkat depresi ringan, (10%) memiliki tingkat depresi sedang, dan (11%) memiliki tingkat depresi berat. Nilai signifikansi yang didapat sebesar 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi.