Noneng Kurniasih; RINDA ADINDA; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
melebihi batas normal 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg.
Penggunaan obat pada penyakit hipertensi haruslah tepat dan efektif. Dampak
negatif dari pemilihan obat antihipertensi yang salah dapat mempersulit
pengontrolan tekanan darah dan menimbulkan penyakit lain seperti stroke dan
penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian
penatalaksanaan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal
berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII. Penelitian ini
dilakukan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori
pasien melakukan kontrol sebanyak 3 kali pada periode Januari – Desember 2021.
Hasil penelitian dari total pasien sebanyak 290 pasien, paling banyak berjenis
kelamin perempuan sebesar 74,48%, kelompok usia terbanyak dengan usia 46-55
tahun sebesar 36,55%, kelompok pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga
(IRT) sebesar 66,90%. Berdasarkan tingkatan hipertensi terbanyak yaitu hipertensi
stage 1 dengan rata-rata sebesar 57,47%. Obat yang paling banyak digunakan
adalah Amlodipine sebesar 97,36%. Hasil evaluasi kesesuaian berdasarkan
Guideline Joint National Committee (JNC) VIII, pada pasien hipertensi tanpa
penyakit penyerta sebesar 60,05% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
Sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus sebesar 64,10% sudah
sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
RIRI FAJRIANI; Siti Mariam; Veronika
2022 · Book · Open Access
Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90
mmHg dengan proteinuria yang terjadi sejak kehamilan minggu ke-20 atau lebih.
Dalam penatalaksanaan preeklampsia pada ibu hamil obat yang digunakan terdiri
dari obat tunggal dan kombinasi. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian
penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di
Instalasi Rawat Inap RS PMI Bogor berdasarkan pedoman dari Perkumpulan
Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Penelitian ini dilakukan menggunakan
metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional.
Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien
dengan periode 2019-2021. Sampel yang diambil sebanyak 97 pasien dengan
metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukan usia paling banyak
20 – 35 tahun (63%), usia kehamilan trimester III (98%), derajat preeklampsia
berat (87%), status multigravida (73%), kadar proteinuria dipstick 3+ (38%),
penggunaan obat tunggal nifedipin (57%), tungal metildopa (2%), kombinasi
nifedipin & metildopa (40%), kombinasi nifedipin & amlodipin (1%). Evaluasi
penatalaksanaan obat antihipertensi yang sesuai menurut POGI (2016)
mendapatkan persentase sebesar 78,29%.
NOVITA DEWI; Nasmiati Baisu; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
DM tipe 2 merupakan merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat,
dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil
pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan
pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian dilakukan dari bulan
Oktober - Desember 2021 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian dilakukan
terhadap 70 pasien penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode total
sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling tinggi pada
usia 56 – 65 tahun sebanyak 29 pasien (41,4%), berjenis kelamin perempuan
sebanyak 38 pasien (54,3%), DM tipe 2 dengan hipertensi sebanyak 38 pasien
(54,3%). Penggunan obat tertinggi merupakan OAT metformin sebanyak 38
pasien (54,3%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal
metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepirid pada pasien DM tipe
2 di Puskesmas Bogor Selatan periode Oktober - Desember 2021 (p = 0,521).
ANGGITA SEVI; Garnies Kurnia H; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang
melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian
bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan
menyerang apabila ketahanan tubuh (immunitas) menurun. Dalam
penatalaksanaan ISPA balita yang menjalani pengobatan akan berdampak
munculnya masalah dalam pemberian obat obat Drug Related Problems (DRPs)
di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Azra Bogor pada periode 1 Januari 2019
sampai 31 Maret 2020. Dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan
dianalisi secara deskriktif, metode yang dipakai menggunakan rumus Slovin dan
didapat sampel sebanyak 109 sampel pasien dengan rentan 0-5 tahun. Hasil
pengumpulan dan pengolahan data menunjukan bahwa pasien di Rumah Sakit
Azra Bogor Jenis kelamin laki-laki 60 pasien dan perempuan 49 pasien. Terapi
obat yang banyak diterima oleh penderita ISPA adalah obat tremenza,
triamcinolon, ketotifen, paracetamol, salbutamol. Sedangkan obat lain yang
digunakan bersamaan dengan obat ISPA untuk terapi ISPA adalah antibiotik.
Hasil evaluasi menunjukan DRPs, yaitu interaksi obat 94 pasien, terapi tanpa
indikasi 18 pasien, indikasi tanpa terapi 4 pasein, overdosis 6 pasien, dosis
subterapeutik 8 pasien, pemilihan obat yang kurang tepat 0 pasien, reaksi obat
yang dikehendaki 0 Pasien, kegagalan menerima obat 2 pasien.
Fredy Arifta Nasel; INDIRA TRIANTI; Novita Ika Mayasari Atmaputri
2022 · Book · Open Access
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan
dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2
di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental
selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah
53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi
sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes
Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas
hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status
pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup
(p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat
perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada
monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada
kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden
(26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik
sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10
responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik
sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan
nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup
lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas
hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat
perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.
Howard I. Maibach; Robert L. Bronaugh
2022 · Book · Open Access
Dakshina Murthy Chilukuri; David Young; Gangadhar Sunkara
2022 · Book · Open Access
Departemen Kesehatan RI
2022 · Book · Open Access
Silvi Nurafni; Tryas Yanuari; WIWIN SULISTIOWATI
2022 · Book · Open Access
Potensi interaksi obat yaitu suatu kemungkinan interaksi yang terjadi ketika
efek dari satu obat berubah karena penggunaan bersamaan dengan obat lain.
Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak adalah salah satu faktor potensi
interaksi obat. Pasien dengan penyakit Systemic Erythematosus Lupus (SLE)
merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kerusakan jaringan dan sel
oleh autoantibodi patogen dan kompleks imun, dimana selalu mendapatkan obat
lebih dari satu sehingga berisiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini
yaitu mengetahui pola penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien SLE
rawat jalan di apotek Kimia Farma RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional pengambilan data
dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan data rekam medis pasien. Jumlah
sampel yang diambil yaitu 291 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien SLE
terdiri dari terapi utama dan terapi lain. Terapi utama yang digunakan pasien SLE
di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta yaitu obat golongan kortikosteroid
(15%); NSAID (3,1%) dan antibiotik (1,7%), sedangkan terapi lain yang digunakan
yaitu kalsium karbonat (12,1%); vitamin B complex (0,3%), vitamin B6 (0,3%)
kolkatriol (4,4%) calcium laktat (0,1%). Dari 291 pasien yang berpotensi interaksi
obat, diketahui terjadi 217 pasien yang mengalami interaksi obat. Berdasarkan
tingkat keparahannya diketahui 3,3% Major, 56% moderat, dan 40,5% Minor.
PHILLIP MANNING
2022 · Book · Open Access
Harry Noviardi; Nina Imaniar; REGINA HAUDIL MAWADHI
2022 · Book · Open Access
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah
yang cukup dapat memberikan efek baik atau kesehatan bagi inangnya. Bakteri
Asam Laktat (BAL) adalah salah bakteri yang umumnya digunakan sebagai
bakteri probiotik karena kemampuannya dalam mengubah karbohidrat (gula
termasuk laktosa) menjadi asam laktat. Agen probiotik yang seringkali digunakan
yaitu Lactobacillus yang merupakan kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus
plantarum termasuk bakteri homofermentatif yang memiliki karakteristik tumbuh
pada suhu 45°C, tetapi tidak pada suhu 15°C, sel berbentuk batang panjang.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa metabolit dari
Lactobacillus plantarum yang telah fermentasi pada substrat berbeda yaitu pada
media MRSB dan media susu. Penentuan senyawa metabolit yang terkandung
dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa yang
sebelumnya diderivatisasi dengan BSTFA (N,O-bis(trimetilsilil)-
trifluoroasetamid). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diperoleh 3 profil yaitu
terdapat sebanyak 68% senyawa metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada
kedua jenis substrat berupa 26,31% senyawa hanya dapat dutemukan pada
Lactobacillus plantarum yang hanya difermentasikan pada substrat MRSB dan
5,26% senyawa hanya diperoleh dari Lactobacillus plantarum yang
difermentasikan substrat susu. Dari kedua sampel yang di uji, kromatogram
tertinggi merupakan senyawa Asam Dodekanoat dengan kadar masing-masing
yaitu 28,535% dan 33,046%.
Ashok Katdar; Mahesh V. Chaubal
2022 · Book · Open Access
Sarfaraz K. Niazi
2022 · Book · Open Access
Volker Bühler
2022 · Book · Open Access
don rittner; ronald A. Bailey
2022 · Book · Open Access
Fredy Arifta Nasel; NURANNISA SAKTIANI; Nasmiati Baisu
2022 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien,
gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran
penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan
hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross
sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari
SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode
total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38
pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi
tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan
yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC
VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan
JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika,
uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara
kesesuaian dengan keberhasilan terapi.
INDRA K. REDDY; MANSOOR A. KHAN
2022 · Book · Open Access
Departemen Kesehatan RI
2022 · Book · Open Access
ALEX AVDEEF
2022 · Book · Open Access
Timothy M. Crowder
2022 · Book · Open Access