Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 67 dari 127

EVALUASI PENATALAKSANAAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL

Noneng Kurniasih; RINDA ADINDA; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik melebihi batas normal 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Penggunaan obat pada penyakit hipertensi haruslah tepat dan efektif. Dampak negatif dari pemilihan obat antihipertensi yang salah dapat mempersulit pengontrolan tekanan darah dan menimbulkan penyakit lain seperti stroke dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien melakukan kontrol sebanyak 3 kali pada periode Januari – Desember 2021. Hasil penelitian dari total pasien sebanyak 290 pasien, paling banyak berjenis kelamin perempuan sebesar 74,48%, kelompok usia terbanyak dengan usia 46-55 tahun sebesar 36,55%, kelompok pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) sebesar 66,90%. Berdasarkan tingkatan hipertensi terbanyak yaitu hipertensi stage 1 dengan rata-rata sebesar 57,47%. Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipine sebesar 97,36%. Hasil evaluasi kesesuaian berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII, pada pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta sebesar 60,05% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII. Sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus sebesar 64,10% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.

EVALUASI PENATALAKSANAAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP RS PMI BOGOR

RIRI FAJRIANI; Siti Mariam; Veronika
2022 · Book · Open Access

Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg dengan proteinuria yang terjadi sejak kehamilan minggu ke-20 atau lebih. Dalam penatalaksanaan preeklampsia pada ibu hamil obat yang digunakan terdiri dari obat tunggal dan kombinasi. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di Instalasi Rawat Inap RS PMI Bogor berdasarkan pedoman dari Perkumpulan Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien dengan periode 2019-2021. Sampel yang diambil sebanyak 97 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukan usia paling banyak 20 – 35 tahun (63%), usia kehamilan trimester III (98%), derajat preeklampsia berat (87%), status multigravida (73%), kadar proteinuria dipstick 3+ (38%), penggunaan obat tunggal nifedipin (57%), tungal metildopa (2%), kombinasi nifedipin & metildopa (40%), kombinasi nifedipin & amlodipin (1%). Evaluasi penatalaksanaan obat antihipertensi yang sesuai menurut POGI (2016) mendapatkan persentase sebesar 78,29%.

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS OBAT ANTIDIABETIK BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

NOVITA DEWI; Nasmiati Baisu; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

DM tipe 2 merupakan merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober - Desember 2021 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian dilakukan terhadap 70 pasien penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling tinggi pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 29 pasien (41,4%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 pasien (54,3%), DM tipe 2 dengan hipertensi sebanyak 38 pasien (54,3%). Penggunan obat tertinggi merupakan OAT metformin sebanyak 38 pasien (54,3%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepirid pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Bogor Selatan periode Oktober - Desember 2021 (p = 0,521).

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS(DRPs) PENGOBATAN ISPA PADA PASIEN BALITA

ANGGITA SEVI; Garnies Kurnia H; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan menyerang apabila ketahanan tubuh (immunitas) menurun. Dalam penatalaksanaan ISPA balita yang menjalani pengobatan akan berdampak munculnya masalah dalam pemberian obat obat Drug Related Problems (DRPs) di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Azra Bogor pada periode 1 Januari 2019 sampai 31 Maret 2020. Dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisi secara deskriktif, metode yang dipakai menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel sebanyak 109 sampel pasien dengan rentan 0-5 tahun. Hasil pengumpulan dan pengolahan data menunjukan bahwa pasien di Rumah Sakit Azra Bogor Jenis kelamin laki-laki 60 pasien dan perempuan 49 pasien. Terapi obat yang banyak diterima oleh penderita ISPA adalah obat tremenza, triamcinolon, ketotifen, paracetamol, salbutamol. Sedangkan obat lain yang digunakan bersamaan dengan obat ISPA untuk terapi ISPA adalah antibiotik. Hasil evaluasi menunjukan DRPs, yaitu interaksi obat 94 pasien, terapi tanpa indikasi 18 pasien, indikasi tanpa terapi 4 pasein, overdosis 6 pasien, dosis subterapeutik 8 pasien, pemilihan obat yang kurang tepat 0 pasien, reaksi obat yang dikehendaki 0 Pasien, kegagalan menerima obat 2 pasien.

EVALUASI KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPATKAN MONOTERAPI DAN KOMBINASI TERAPI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD CIAWI BOGOR

Fredy Arifta Nasel; INDIRA TRIANTI; Novita Ika Mayasari Atmaputri
2022 · Book · Open Access

Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah 53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup (p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden (26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10 responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) RAWAT JALAN DI APOTEK KIMIA FARMA RSUPN Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA

Silvi Nurafni; Tryas Yanuari; WIWIN SULISTIOWATI
2022 · Book · Open Access

Potensi interaksi obat yaitu suatu kemungkinan interaksi yang terjadi ketika efek dari satu obat berubah karena penggunaan bersamaan dengan obat lain. Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak adalah salah satu faktor potensi interaksi obat. Pasien dengan penyakit Systemic Erythematosus Lupus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kerusakan jaringan dan sel oleh autoantibodi patogen dan kompleks imun, dimana selalu mendapatkan obat lebih dari satu sehingga berisiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien SLE rawat jalan di apotek Kimia Farma RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan data rekam medis pasien. Jumlah sampel yang diambil yaitu 291 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien SLE terdiri dari terapi utama dan terapi lain. Terapi utama yang digunakan pasien SLE di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta yaitu obat golongan kortikosteroid (15%); NSAID (3,1%) dan antibiotik (1,7%), sedangkan terapi lain yang digunakan yaitu kalsium karbonat (12,1%); vitamin B complex (0,3%), vitamin B6 (0,3%) kolkatriol (4,4%) calcium laktat (0,1%). Dari 291 pasien yang berpotensi interaksi obat, diketahui terjadi 217 pasien yang mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya diketahui 3,3% Major, 56% moderat, dan 40,5% Minor.

PROFIL METABOLIT Lactobacillus plantarum MENGGUNAKAN GC-MS

Harry Noviardi; Nina Imaniar; REGINA HAUDIL MAWADHI
2022 · Book · Open Access

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan efek baik atau kesehatan bagi inangnya. Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah salah bakteri yang umumnya digunakan sebagai bakteri probiotik karena kemampuannya dalam mengubah karbohidrat (gula termasuk laktosa) menjadi asam laktat. Agen probiotik yang seringkali digunakan yaitu Lactobacillus yang merupakan kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus plantarum termasuk bakteri homofermentatif yang memiliki karakteristik tumbuh pada suhu 45°C, tetapi tidak pada suhu 15°C, sel berbentuk batang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa metabolit dari Lactobacillus plantarum yang telah fermentasi pada substrat berbeda yaitu pada media MRSB dan media susu. Penentuan senyawa metabolit yang terkandung dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa yang sebelumnya diderivatisasi dengan BSTFA (N,O-bis(trimetilsilil)- trifluoroasetamid). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diperoleh 3 profil yaitu terdapat sebanyak 68% senyawa metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada kedua jenis substrat berupa 26,31% senyawa hanya dapat dutemukan pada Lactobacillus plantarum yang hanya difermentasikan pada substrat MRSB dan 5,26% senyawa hanya diperoleh dari Lactobacillus plantarum yang difermentasikan substrat susu. Dari kedua sampel yang di uji, kromatogram tertinggi merupakan senyawa Asam Dodekanoat dengan kadar masing-masing yaitu 28,535% dan 33,046%.

EVALUASI PENATALAKSANAAN DAN KEBERHASILAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

Fredy Arifta Nasel; NURANNISA SAKTIANI; Nasmiati Baisu
2022 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien, gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38 pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika, uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kesesuaian dengan keberhasilan terapi.