Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 68 dari 127

FORMULASI DAN STABILITAS GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL 96 % JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

Antonius Padua Ratu; Lilik Sulastri; YOGI RIZAL HADI
2022 · Book · Open Access

Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2 (0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas yang baik.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK PERTIWI DEPOK

Ferry Effendi; LIFYA MEGA FEBRIYANI; Selpina
2022 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular lain yang menjadi penyebab banyak kematian di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting untuk tercapainya efek terapi pengobatan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pasien. Desain penelitian ini bersifat prospektif non eksperimental pengambilan data selama periode April – Mei 2022 sebanyak 62 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 71%, rentang usia terbanyak usia 56 – 65 tahun sebanyak 56,5%, tingkat pendidikan terbanyak SMA sebanyak 66,1% dan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak 61,3%. Gambaran tekanan darah normal (<120/80 mmHg) sebanyak 3,2%, prahipertensi (120-139/80-89 mmHg) sebanyak 14,5%, hipertensi tahap 1 (140- 159/90-99 mmHg) sebanyak 40,3% dan hipertensi tahap 2 (>160/100 mmHg) sebanyak 41,9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan kepatuhan rendah sebanyak 37,1%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 46,8% dan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 16,1%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi, p-value (0,267) > (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Pertiwi 1 Depok.

EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL

ANISA SALSABILILA YULIANA; Noneng Kurniasih; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 290 pasien menunjukkan, sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 192 pasien (66,21%) dengan rentang usia terbanyak 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40%). Penyakit penyerta terbanyak adalah myalgia sebanyak 73 pasien (20%). Pasien mayoritas mendapatkan 2–4 obat dengan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan, yaitu amlodipin sebanyak 284 pasien (91,03%), sedangkan obat penyakit penyerta yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 171 pasien (17%). Kejadian interaksi obat terjadi pada 29,70% dari obat antihipertensi maupun obat- obat penyakit penyerta. Interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7 kasus (44%). Ketiga kejadian interaksi obat terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.

EVALUASI DRPs PADA TERAPI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK AZKA KECAMATAN CICURUG SUKABUMI

Indra Lesmana; SRI INDA PURNAMA; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi. Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021.

EVALUASI PENGOBATAN DIARE AKUT NONSPESIFIK RAWAT JALAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK INSANI CITEUREUP

ANNISA RUSMIA; Febi Ishfahani; Irmin
2022 · Book · Open Access

Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak 56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi 95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%, tepat frekuensi pemberian 98,74%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN RSUD KOTA BOGOR DENGAN METODE ATC/DDD

Andi Ahriansyah; Elin Herlina; GUSTIA DIVA MAULIDHA
2022 · Book · Open Access

Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020. Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime 35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%. Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime 1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan nilai DDD WHO 300.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PASIEN ANAK DI APOTEK KIMIA FARMA 202 KEJAYAAN DEPOK

Fredy Arifta N; M. Idris Abdullah; NABILA DESNIRA HERYANA
2022 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88 pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS 2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki 57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37 resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%, parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%, ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.

ANALISIS BIAYA MEDIK LANGSUNG OBAT RANITIDIN DAN LANSOPRAZOL PADA PASIEN DISPEPSIA RAWAT JALAN DI KLINIK INSANI CITEUREUP BOGOR

BACHTIAR; Ferry Effendi; Irmin
2022 · Book · Open Access

Dispepsia merupakan suatu gangguan lambung yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman diulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut terasa perih. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan tukak doudeni dan kanker lambung tapi umumnya tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Dispepsia dan untuk mengetahui biaya medik langsung pasien yang menggunakan Ranitidin dan Lansoprazol di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia dewasa awal dan dewasa akhir sebanyak 23,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 60%, pendidikan SMA sebanyak 75%, pekerjaan karyawan swasta sebanyak 32,1%, dan untuk biaya medik langsung Lansoprazol dengan total biaya yang di keluarkan sebesar Rp.44.000,00, sedangkan Ranitidin sebesar Rp. 27.059,20.

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP’S) PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS CIRIMEKAR CIBINONG

Meita Medina; RESTIANA; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access

Menurut KEMENKES RI tahun 2018, penyakit diare merupakan penyakit endemis dan juga merupakan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) disertai dengan kematian. Pengobatan diare pada anak dapat menimbulkan Drug Related Problems (DRP’s). DRP’s yaitu kejadian yang sangat tidak diinginkan oleh pasien terkait terapi obat, yang secara nyata ataupun potensial berpengaruh pada outcome yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s pada pasien pediatri yang menderita diare. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional . Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep pasien diare pada anak. Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah sampel 119 resep diperoleh kejadian DRP’s sebanyak 25 kasus diantaranya kejadian DRP’s terbanyak yaitu pada dosis subterapeutik 18 kejadian (15,1%), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (4,2%), indikasi tanpa terapi 2 kejadian (1,7%), dan yang tidak mengalami DRP’s yaitu interaksi obat dan over dosis sebanyak 94 kejadian (79%). Profil penggunaan obat yang paling banyak digunakan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yaitu Zink sebanyak 112 pasien (94,11%).

PERBEDAAN STABILITAS HEMODINAMIK OBAT KOMBINASI PROPOFOL-KETAMIN-MIDAZOLAM DAN KOMBINASI PROPOFOL-FENTANYL-MIDAZOLAM PADA INDUKSI ANESTESI PASIEN OPERASI DI RS SILOAM BOGOR

Adrian Christianus; Febi Ishfahani; VERONICA HANDAYANI SETIAWATI
2022 · Book · Open Access

Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70 pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg. Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05 (0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk RR.

EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RS ANNISA CITEUREUP

Febi Ishfahani; MUTIA PUTRI SALFATIERA; Vera Fatmawati
2022 · Book · Open Access

Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan pelayanan yang diberikanApoteker kepada pasien guna meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan resiko terjadinya efek samping. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik dan terkenal sebagai the silent killer. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi PIO yang diberikan kepada pasien Diabetes melitus (DM) tipe 2 di RS Annisa. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien mengetahui gambaran PIO terhadap pasien DM tipe 2 rawat jalan RS Annisa dan mengetahui gambaran kesesuaian PIO terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di RS Annisa. Penelitian dilakukan secara prospektif dimulai bulan Mei-Juni 2021 dengan databerupa pengisian formchecklist dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 141 sampel dengan jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 72,34% dan usia dengan pasien terbanyak yaitu usia lansia akhir 40%. Indikator PIO yang digunakan berupa nama obat, sediaan obat, indikasi obat, cara penggunaan obat, frekuensi pemakaian dan waktu sesudah atau sebelum makan sudah mencapai nilai 100%, selanjutnya untuk indikator PIO waktu konsumsi obat mencapai 96,45%, jumlahobat 69,50% dan dosis obat 46,80%, juga terdapat indikator PIO yang belum disampaikan berupa, cara penyimpanan, interaksi obat dan efek samping obat. Rata- rata kesesuaian PIO dengan SOP RS Annisa sebesar 67,70%.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METFORMIN DAN GLIBENKLAMID TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS CISAAT KABUPATEN SUKABUMI

Ferry Effendi; NURWIDYA; Wieka Tyfani
2022 · Book · Open Access

Diabetes melitus adalah suatukelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM tipe 2 merupakan lima penyakit dengan jumlah penderita terbanyak yang ditangani oleh Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi. Metformin dan Glibenklamid merupakan dua obat antidiabetik oral dengan mekanisme yang berbeda tetapi menjadi pilihan untuk terapi DM tipe 2 sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas kedua obat tersebut terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara retrospektif yang bersumber dari pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi periode Oktober-Desember 2020. Dari penelitian ini diperoleh hasil pasien berjenis kelamin perempuan (59%), dengan kategori usia lansia akhir (40%), dan dengan IMT normal (85,86%). Pengobatan terapi antidiabetik oral metformin lebih banyak diberikan pada pasien berjenis kelamin perempuan (51%), dengan kategori usia lansia akhir (63,89%) dan IMT normal (52,50%). sedangkan glibenklamid lebih banyak diberikan pada pasien berjenis kelamin perempuan (49%), dengan kategori usia lansia awal (36,11%) dan IMT normal (47,50%). Hasil uji Independent Sample T-test menunjukan nilai Asym.Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara efektivitas metformin dan glibenklamid terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Berdasarkan persentase rata-rata efektivitas obat, glibenklamid (91%) dinilai lebih efektif dibandingkan dengan metformin (73%).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN Garcinia forbesii King MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN VARIASI DAUN HIJAU DAN DAUN GUGUR

ANDI VIRGIAWAN; Lilik Sulastri; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI RSUD CIMACAN

Andi Ahriansyah; Dewi Legianawati; ERNI KARTINI
2022 · Book · Open Access

Penyakit ginjal kronik adalah penurunan progresif fungsi ginjal dalam beberapa bulan atau tahun yang didefinisikan juga sebagai kerusakan ginjal dan/ atau penurunan Glomerulal Filtration Rate (GFR) kurang dari 60ml/menit/1,73m2 selama minimal 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross- sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mencatat data yang bersumber pada rekam medik pasien Instalasi Hemodialisa di RSUD Cimacan dengan diagnosa Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa periode tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan 77 pasien yang dianalisis diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 64% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak usia 20-60 tahun (dewasa) sebanyak 84%, dengan nilai LFG terbanyak pada stadium 5 (93,5%) dengan berat badan pada rentang 31-60kg (83%) dan tekanan darah terbanyak pada hipertensi tingkat 2 (38%) . Hasil analisis 77 pasien sampel yang diperoleh hasil 85% tepat pemilihan obat dan 100% tepat dosis.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

Febi Ishfahani; LOLA DWI ANASTASYA; Lani Nopika
2022 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan tekanan darah meningkat diatas normal atau kurang dari 140/90 mmHg. Dalam penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kedung Badak, obat yang digunakan terdiri dari amlodipin dan kaptopril. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi melalui ketepatan penggunaan obat dan kesesuaian target tekanan darah. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, dan bersifat observasi yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September – November 2021. Sampel yang diambil sebanyak 83 pasien dengan metode purposive sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 46-55 tahun sebanyak 39 pasien (47%), jenis kelamin perempuan sebanyak 69 pasien (75%), penggunaan amlodipin sebanyak 79 pasien (95%), dan obat kaptopril yang diubah menjadi amlodipin sebanyak 4 pasien (5%). Hasil evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan; Evaluasi tepat pemilihan obat 51% sudah tepat; Evaluasi tepat pemberian dosis 100% tepat dosis; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat interval/frekuensi 95% sudah tepat; Waspada efek samping 5% ada efek samping. Kesesuaian target tekanan darah berdasarkan JNC VIII 33 pasien (40%) sudah sesuai target.

AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya Linn) TERHADAP Candida albicans DAN Pityrosporum ovale

LALA MEILAN SARI; Nanang Hermawan; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun sirsak (Anonna muricata Linn) dan daun pepaya (Carica papaya Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata Linn) dan daun pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Pityrosporum ovale. Daun sirsak dan Daun pepaya diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Kedua ekstrak dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antifungi dengan menggunakan difusi cakram. Ekstrak etanol 96% daun sirsak dan daun pepaya mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale dengan kategori sedang. Variasi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1 memiliki daya hambat yang tidak beda nyata (α>0,05) satu sama lain terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale.