Lilik Sulastri; Padmono Citroreksoko; SAKINAH MUNCAHAYANI
2022 · Book · Open Access
Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti
kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak
tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol,
daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai
antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit
sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol
ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode
infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan
metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk
menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara
lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid,
Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain
Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid
dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh
sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk
kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai
IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.
NAJIB ABDUL SYUKUR; Rahmat Riyadi; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Penyakit dispepsia di RSUD Ciawi cukup banyak. Dispepsia yang dialami
pasien dikarenakan pola makan yang tidak teratur dan penyakit saluran
pencernaan seperti maag yang telah diderita sebelumnya. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui sesiodemografi pasien rawat inap di RSUD Ciawi
dan membandingkan efektifitas obat dispepsia pada pasien rawat inap yang
menderita dispepsia berdasarkan lama hari rawat inap. Penelitian ini bersifat
restropektif observasional. Pengambilan data untuk gambaran sesiodemografi dan
lama rawat inap melalui rekam medis pasien instalasi rawat inap di RSUD Ciawi
periode Januari-Desember 2020. Terdapat 96 pasien yang memenuhi kriteri
penelitan dan didapatkan data sesiodemografi pasien seperti jenis kelamin, usia,
pendidikan dan pekerjaan pasien. Data dianalisa statistik dalam bentuk tabel dan
diagram. Obat yang digunakan pasien dispepsia adalah Antagonis Reseptor H2
(28,10%), PPI (39,60%), PPI + Antagonis Reseptor H2 (2,10%), PPI +
Sitoproktetif (19,80%), PPI + Sitoproktetif + Antasida (1%), PPI + Sitoproktetif +
Prokinetik (1%), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (3,10%), Antagonis
Reseptor H2 + Sitoproktetif (5,20%). Lama rawat inap pasien dispepsia yang
menggunakan Antagonis Reseptor H2 (3,11 hari), PPI (3,89 hari), PPI +
Antagonis Reseptor H2 (1,50 hari), PPI + Sitoproktetif (3,68 hari), PPI +
Sitoproktetif + Antasida (3 hari), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (2 hari), PPI +
Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (4,33 hari), Antagonis Reseptor H2 +
Sitoproktetif (3,80 hari). Hasil efektifitas obat dispepsia yang digunakan pada
pasien rawat inap di RSUD Ciawi pada periode Januari-Desember 2020 tidak
terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan nilai P-
Value 0,273 pada uji kruskal wallis.
Rahmat Riyadi; Siti Mariam; YETI NURHASANAH
2022 · Book · Open Access
Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hepar atau sel-sel hati yang
merupakan penyakit dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat
berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat
pengobatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi terapi yang
diberikan kepada pasien hepatitis B meliputi obat, dosis, frekuensi serta profil
pasien dan profil pengobatan pasien di RSUD Ciawi Bogor. Metode penelitian
berupa observasional deskriptif potong lintang, pengumpulan data dilakukan
secara retrospektif melalui 86 rekam medis rawat jalan periode 2019-2020 berusia
17-65 tahun. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, terapi antiviral (52,32%)
menggunakan lamivudin, terapi hepatoprotektor yaitu curcuma (72,09%), terapi
simtomatik ondansentron (45,35%), terapi supportif asam folat (9,30%).
Kesesuaian obat yang diberikan (93,33%) sesuai, kesesuaian dosis (100%) sesuai,
kesesuaian frekuensi (100%) sesuai.
DEVI YULIANTI; Dhaifiana Alyani; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang berorientasi
langsung dalam proses penggunaan obat, untuk menjamin keamanan, efektifitas
dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan
fungsi dalam perawatan pasien. Standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan
dalam menjalankan suatu apotek. Suatu apotek tidak menggunakan standar
pelayanan farmasi dalam menjalankan apotek maka tidak akan tercapai derajat
kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pelayanan farmasi klinik dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan PMK
No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data
melalui resep yang masuk ke apotek secara prosfektif pada periode Mei – Juni 2021.
Penerapan standar pelayanan farmasi klinik belum dilaksanakan secara maksimal
di apotek Kimia Farma 335 Sukabumi. Hasil penelitian dari 90 resep, gambaran
pelayanan farmasi klinik yang dilakukan pada pengkajian resep 92,2%, dispensing
100%, PIO 100%, konseling 100%, PTO 7,78%, untuk home pharmacy care dan
MESO tidak dilakukan 100%. Evaluasi kesesuaian pelayanan farmasi klinik dari
90 resep didapatkan hasil pengkajian resep sesuai 92,22%, dispensing sesuai 100%,
Pelayanan Informasi Obat (PIO) sesuai 100%, Konseling sesuai 100%, serta
pemantauan Terapi Obat (PTO) sesuai 7,78%.
Ana Lusina; ELISA DARMAWATI; Febi Ishfahani
2022 · Book · Open Access
Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup
20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia
tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi
pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa,
demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas
cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang
tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan
perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan
antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat
pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam
medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember
2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien
perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan
amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%.
Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat
indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan
antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.
Antonius Padu Ratu; NOVI ARINI KAIFA; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
ADRIAN GABRIEL HUKUBUN; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun
sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.
Fredy Arifta Nasel; Siti Mariam; TANTI RAHAYU PRAMESTI
2022 · Book · Open Access
Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga
masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun
pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari
infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya)
terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa
daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi
yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya
adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan
perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28
ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit
digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun
ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan
pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar
66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa
1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada
kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek
analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak
lebih baik dari infusa tunggalnya.
Herson Cahaya Himawan; JAMALUDIN; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi
meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa.
Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri
Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies.
Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid,
flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang
terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan
kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik
sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33
mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya
hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan
sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada
konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way
ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari
ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156
dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang
didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kedua perlakuan.
CINDY CYNTIA DEWI; Emma Amalia; Nuzul Gyatana
2022 · Book · Open Access
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting,
khususnya dinegara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah
tersebut adalah antibiotik. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi
menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi
kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.penggunaan antibiotik
yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang
dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan
indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD di
UPTD Puskesmas Cilodong Depok terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan
metode ATC/DDD .Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif
dimana pengambilan data secara retrospektif, berupa resep diUPTD Puskesmas
Cilodong Depok. Selama periode januari – desember 2019 ,berdasarkan kriteria
jenis kelamin perempuan paling banyak menggunakan antibiotik, berdasarkan
kriteria umur 17-25 paling banyak menggunakan antibiotik , Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan diUPTD Puskesmas
Cilodong Depok tahun 2019 adalah Amoxicillin sebesar 252,132 DDD/1000
pasien/tahun
Anna P. Roswiem; Ikhwan Setiawan; JUBAIR PUTRA HERMAWAN
2022 · Book · Open Access
Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik.
Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito
oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap
pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul
beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik
mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan
Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula
F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam
laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.
Ferry Effendi; TENY RIYANTI; Zahra Kesturi Rifandari
2022 · Book · Open Access
Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih
tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24
jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang
disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan
menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap,
dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara
pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki
anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun).
Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA
Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan
terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada
aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%,
dan tepat cara pemberian 100%.
NISA JULYANCA PERMATA GEA; Nina Imaniar; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Kacang kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi. Didalam proses
pembuatan pangan fungsional kacang kedelai diperkaya dalam pembuatan yogurt
nabati menggunakan fermentasi Lactobacillus casei Shirotta strain dan
Lactobacillus acidophillus. Yogurt memiliki manfaat diantaranya untuk mencegah
obesitas, mencegah diabetes, mencegah kanker, hiperkolestrolemia dan mengatasi
gangguan pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai
aktivitas antioksidan dan karakteristik dari yogurt kedelai yang ditambahkan sari
daun pandan. Penelitian ini menggunakan sari kedelai pandan yang difermentasi
dengan Lactobacillus casei Shirotta strain 3%, Lactobacillus acidophillus 3% dan
kultur campuran selama 18 jam. Yogurt sari kedelai dengan penambahan sari daun
pandan akan diuji karakteristik nilai pH, total asam, total BAL, organoleptik,
aktivitas antioksidan dan total fenol. Berdasarkan hasil penelitian yogurt kedelai
sari pandan didapat nilai pH, nilai total asam dan total BAL sudah masuk kedalam
kriteria SNI 291:2009. Dengan nilai rerata antioksidan pada masing-masing sampel
fermentasi 29,77%, 89,50%, 73,99%. Dengan analisis statistik ANOVA dengan uji
lanjut Ducan menunjukkan (α < 0,05) beda nyata. Oleh karena itu yogurt sari
kedelai dengan penambahan sari pandan dengan penambahan Lactobacillus
acidophillus 3% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi mempunyai rerata pH 4,1,
rerata kadar total asam 0,52%, rerata bakteri asam laktat 1,62x1012 dan total fenol
457,38 ppm.
Achmad Fauzi Isa; M. ICHWAN MAHENDRA; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Kombucha adalah minuman ringan dari china yang merupakan hasil fermentasi
teh yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk uji toksisitas
kombucha daun salam (Syzigium polyantha (Wigh) Walp) dengan metode Brine
Shrimp Lethality Test (BSLT). Kombucha daun salam dibuat melalui fermentasi
hasil infusa daun salam dan gula dengan SCOBY (Symbotic Culture of Bacteria
Yeast). Kombucha daun salam yang diperoleh di uji fitokimia dan ditetapkan nilai
pH nya. Uji toksisitas kombucha dilakukan dengan metode BSLT untuk
mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan kombucha daun salam
mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin dan tanin, serta bersifat masam
dengan nilai pH 3,09-3,17. Dalam Uji toksisitas diperoleh Nilai LC50 kombucha
daun salam pada konsentrasi 0,625%, 1,25%, 1,875%, 2,5% dan 3,75% secara
berturut-turut sebesar 476,43 ppm, 439,54 ppm, 434,51 ppm, 373,25 ppm, dan
370,68 ppm. Dengan demikian kombucha daun salam termasuk dalam kategori
toksik yang berpotensi potensi sebagai antikanker.
DEWI LAELA RHAMIDANI; Freddy Arifta Nassel; Wellya Hartati
2022 · Book · Open Access
Multi Drug Resistant Tuberculosis atau TB-MDR adalah TB resistan obat
terhadap minimal 2 obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin
secara bersama sama atau disertai resistan terhadap obat anti TB lini pertama
lainnya seperti Etambutol, Streptomisin dan Pirazinamid. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pemetaan kejadian efek samping OAT pada pasien TB-MDR di
RSPG Cisarua Bogor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional
yang dianalisis dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif dengan metode
pengambilan data secara purposive sampling pada rekam medik pasien. Hasil
penelitian dari 67 pasien secara total sampling diperoleh: 26-35 tahun sebanyak
24 pasien (36%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 40 pasien (60%); OAT yang
paling sering digunakan Levofloksasin 750mg sebanyak 55 orang (11,96%); efek
samping OAT yang paling banyak dikeluhkan adalah mual muntah ringan
sebanyak 60 pasien (25,32%); efek samping berdasarkan OAT paling banyak
diterima adalah Etionamid (Eto) dengan efek samping mual muntah sebanyak 55
pasien (13,16%), disertai ruam kulit sebanyak 4 pasien (0,96%), sakit kepala
sebanyak 21 pasien (5,02%), dan gangguan penglihatan sebanyak 5 pasien
(1,20%); penggunaan OAT berdasarkan efek samping paling banyak dikeluhkan
pasien TB-MDR adalah mual muntah dengan pemberian Etionamid (Eto)
sebanyak 55 pasien (13,55%); waktu kejadian efek samping diperoleh data
terbanyak pada bulan 1 sampai 6 yaitu sebanyak 96 keluhan (25,33%); total
keluhan selama 20 bulan yang paling banyak adalah mual muntah ringan
sebanyak 126 keluhan (33,25%).
Lilik Sulastri; Padmono Citroreksoko; WIRO JUANG TEGUH FAOMASI WARUWU
2022 · Book · Open Access
Daun yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Andes yang
memiliki khasiat sebagai anti diabetes, anti oksidan, dan lain-lain, daun yakon dapat
digunakan sebagai bahan baku untuk obat herbal alternatif. agar bahan baku
tersebut sesuai dengan persyaratan mutu, maka dilakukan standardisasi. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui nilai standar mutu serta identitas dari ekstrak etanol
96% daun yakon yang mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia. Metode yang
dilakukan meliputi beberapa tahap antara lain, persiapan simplisia, ekstraksi dengan
metode maserasi, perhitungan rendemen, penapisan fitokimia, perhitungan bobot
jenis ekstrak, penetapan kadar air dengan metode gravimetri, pengujian angka
logam berat Pb dan Cd menggunakan metode spektrofotometri, dan pengujian
cemaran mikroba angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil dari
penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak etanol daun yakon memiliki kandungan
fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dengan nilai
rendemen 9,59%, kadar total flavonoid sebesar 8,432 mg QE/g Ekstrak, kadar abu
total sebanyak 5,59%, kadar air 3,6%, kadar logam Pb dan Cd tidak terdeteksi,
angka lempeng total dan angka kapang khamir negatif. Kesimpulan dari penelitian
ini bahwa ekstrak etanol 96% daun yakon yang berasal dari perkebunan di
Wonosobo memenuhi standar mutu untuk dapat dijadikan sebagai bahan obat
herbal.
Fitriyah Silviyani; Fredy Ariefta Nasel; LADY NURDIYANI
2022 · Book · Open Access
Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain
yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan, akibat yang tidak dikehendaki
dari peristiwa interaksi ini ada dua kemungkinan yakni meningkatkannya efek
toksik atau efek samping obat atau berkurangnya efek klinis yang diharapkan.
Coronary Artery Disease (CAD) merupakan penyakit terbanyak dan menduduki
peringkat pertama pada tahun 2019 di RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pasien CAD, mengetahui profil
penggunaan obat, dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat dengan
obat, yang terjadi pada pasien yang menderita penyakit CAD di Instalasi Rawat
Jalan RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan dengan
desain observasi dengan metode analisis deskriptif, interaksi obat CAD dianalisis
menggunakan aplikasi lexicomp untuk menganalisis potensi interaksi obat dengan
mengambil data resep obat terapi CAD secara retrospektif pada bulan Januari-
Desember 2019. Hasil penelitian dari 377 resep secara systematic random
sampling diperoleh : pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 277 pasien
(73,47%); obat untuk terapi CAD yang paling banyak digunakan yaitu aspirin
sebanyak 214 resep (14,11%); Jumlah interaksi obat dalam satu resep paling
banyak yaitu 1 kejadian (36,07%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi
obat secara potensial sebanyak 261 kejadian interaksi; potensi interaksi obat
berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian moderate sebanyak 183 (64,66%),
major sebanyak 63 (22,26%), minor sebanyak 37 (13,07%).
DESRI; Devi Ratnasari; Herson Cahaya Himawan
2022 · Book · Open Access
Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai
proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang.
Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain
umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu.
Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa
seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa
kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman
yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah
mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus
L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96%
dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil
flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam
2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan
konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi
meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH
konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula
I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji
viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic
formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III
sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai
kekentalannya.
AHMAD JAMALUDIN; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access
Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) telah diteliti memiliki kandungan
polifenol dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk
meningkatkan kadar trombosit pada keadaan demam berdarah. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan granul effervescent dari ekstrak daun ubi jalar ungu
yang memiliki mutu karakteristik yang sesuai sediaan formula standar
menggunakan metode granulasasi basah. Rancangan penelitian ini menggunakan
penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan granul effervescent
ekstrak daun ubi jalar ungu. Pada granul effervescent yang telah dihasilkan,
dilakukan uji mutu fisik karakteristik dan uji evaluasi stabilitas granul meliputi;
kadar air,sudut istirahat,waktu larut, pH larutan, organoleptik. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pada formulasi 1, didapatkan hasil pengujian kadar air %LOD
2,2%,sudut istirahat 28°, waktu larut 15 gram/detik dengan pengadukan dan tanpa
pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 05.24 detik, pH 3,91, pada formulasi 2,
didapatkan hasil pengujian kadar air %MC 2,04%, sudut istirahat 26°, waktu larut
20 gram/detik dengan pengadukan, tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir
06.40 detik,pH 3,81. Kedua formulasi memenuhi syarat mutu fisik granul efferves-
cent, kecuali pH tidak memenuhi syarat, namun kurang stabil selama waktu penyimpanan
INTAN TRI ASTUTI; Ikhwan Setiawan; Nina Imaniar
2022 · Book · Open Access
Tape merupakan hasil produk makanan tradisioanal yang berbahan dasar
beras ketan yang dalam pengolahannya ditambahkan ragi tertentu sebagai agent
biologis yang dapat melalukan fermentasi pada beras ketan. Dalam pembuatan
tape terdapat peran mikroorganisme yaitu mikroba jenis khamir. Pada prinsipnya,
selama fermentasi berlangsung, gula yang terkandung didalam beras ketan akan
diubah oleh mikroba khamis menjadi bentuk alkohol dan bentuk karbondioksida.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar alkohol di dalam tape
ketan dan karakteristik sensoris dengan waktu fermentasi. Pada penelitian ini,
metode pengujian kadar alkohol pada tape ketan hitam dan tape ketan putih
dilakukan menggunakan spectrofotometer UV Vis dengan variasi waktu
fermentasi dan variasi suhu fermentasi. Variasi waktu fermentasi yang selanjutnya
dijadikan sebagai waktu pengujian adalah pada waktu hasil fermentasi hari ke-3,
hari ke-4, dan hari ke-5. Sedangkan variasi suhu pengujian dilakukan pada suhu
ruang dan pada suhu dingin (4oC). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin
lama waktu fermentasi maka akan mempengaruhi tingginya kadar alkohol dalam
tape ketan hitam dan tape ketan putih, cita rasa tape dan pH tape . Dari seluruh
perlakuan, kadar alkohol tertinggi dihasilkan pada fermentasi tape ketan hitam
menggunakan ragi NK pada kondisi suhu 4 C dengan kadar alkohol 8,53% .