Febi Ishfahani; MUHAMAD PANJI ERLANGGA; Rizal M. Abidin
2022 · Book · Open Access
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh
penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot
jantung. Angka kematian yang disebabkan oleh PJK di Indonesia cukup tinggi mencapai
1,25 juta jiwa jika populasi penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Obat dislipidemia
merupakan salah satu pilihan terapi untuk PJK. Statin merupakan obat yang efektif
digunakan untuk dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksprimental
dengan rancangan penelitian observasional menggunakan pengambilan data retrospektif
responden bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, profil penggunaan obat, dan
mengevaluasi ketepatan penggunaan obat dislipidemia pada pasien PJK rawat jalan di
RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Dari hasil pengambilan sampel didapatkan 100
pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien terbanyak wanita 53 orang dan pria
47 orang. Usia penderita terbanyak adalah lansia awal (56-65 tahun) 36 orang. Golongan
obat terbanyak dipakai adalah statin 97% dan fibrat 3%. Adapun aspek ketepatan obat
meliputi penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval
waktu pemakaian. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis 93%, dan tepat interval waktu pemberian 100%.
ENDANG MARIYANI; Euis Pudjasari H; Karuma Barza
2022 · Book · Open Access
Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan tersedia
di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan jaminan kesehatan
nasional. Ketidak sesuaian penulisan resep dengan Fomularium Nasional untuk peserta BPJS
kesehatan akan menyebabkan terjadinya kekurangan dan kekosongan obat serta akan
mempengaruhi biaya rawatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
kesesuaian penulisan resep, gambaran obat-obatan yang diresepkan serta gambaran kelas
terapi obat-obatan di luar Formularium Nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif
retrospektif dimana data yang diambil adalah data masa lalu yaitu resep-resep pasien rawat
inap di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Oktober-Desember 2020. Pengolahan
data dilakukan dengan melakukan pencatatan dan menampilkan obat-obatan, kelas
terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan Formularium Nasional
pada bulan Oktober 98,10%, bulan Nopember 98,77%, bulan Desember 98,10%. Rata-rata
kesesuaian dengan Formularium Nasional diperoleh data 98,32%. Obat-obatan golongan
kelas terapi vasodilator menunjukkan banyak diresepkan di luar Formularium Nasional.
Kesimpulannya adalah kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Nasional di RSJ. dr.
H. Marzoeki Mahdi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit yaitu di
atas 90%.
Kuandi Tandiara Tan; MAMIEK ROSYIDHA; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access
Waktu tunggu pasien merupakan.salah satu komponen yang potensial
menyebabkan. ketidakpuasan. Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui gambaran
waktu tunggu pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma Juanda, kepuasan
pelanggan terkait waktu tunggu, dan hubungan.waktu,tunggu.resep,tunai dengan
kepuasan.pelanggan. Metodenya adalah deskriptif dengan teknik purposive
sampling. Data waktu tunggu di peroleh dari pencatatan waktu dari resep masuk
sampai obat di terima, meliputi resep obat jadi dan racikan. Data kepuasan di
peroleh dari kuesioner yang di berikan ke 120 responden. Kemudian di lakukan uji
chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu tungggu resep
dengan kepuasan pelanggan. Hasilnya menunjukkan waktu tunggu resep obat jadi,
yang sesuai standar 88,3 % dan yang tidak sesuai standar 11,7 %. Obat racikan yang
sesuai standar 61,7% dan yang tidak sesuai standar 38,3%. Data kepuasan untuk
obat jadi, yang puas 46,7%, yang tidak puas 53,3%. Untuk obat racikan, yang puas
45% dan yang tidak puas 55%. Rata-rataawaktuutungguapelayanannobat jadi 10,7
menitndannobatnracikan 32,4 menit. Pada uji stastistik chi square di peroleh hasil
dengan nilai Asymp.sig(2-sided) untuk obat jadi = 0,554 > 0,05 dan obat racik =
0,471n>0,05.nKesimpulannyanberartintidakaadaxhubunganaantaraawaktuatunggu
pelayanan resep.tunai dengan. Kepuasan.pelanggan.
Euis Pujasari H; Karuma Barza; RUDI HARTONO
2022 · Book · Open Access
Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah
waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat
jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau
keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep,
sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa
Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu
pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata-
rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di
Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit
untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum
memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.
Chandra Haribowo; DIAN ANDRIANI; Fredy Arifta Nasel
2022 · Book · Open Access
Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi
pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang
tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis
ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level
di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan
data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh
enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat
kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil
penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung
terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat
33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan
hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item
(45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item
(54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut
menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan
Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang
mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa
obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.
M. Ikhwan Setiawan; Silvi Nurafni; WAHYUNI AYU LESTARI
2022 · Book · Open Access
Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan
minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang
menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus.
Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80
dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat
pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span
80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan
sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48%
dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram.
Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik,
karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan
dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang
dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak
ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB
yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.
Halimatussa'adiyah; RUSTI VIA SARI; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Buah pepaya merupakan buah yang mengandung senyawa antioksidan tinggi antara
lain vitamin C, polifenol dan β-karotena. Lidah buaya diantaranya mengandung
senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan
membuat kulit tidak cepat kering. Masker gel peel off adalah salah satu jenis masker
wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung
dalam ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya, membuat
formulasi sediaan masker gel peel off dan menguji sediaan yang memiliki mutu fisik
yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut
etanol 70% disimpan 3 x 24 jam lalu diuapkan menjadi ekstrak kental. Setelah
didapat ekstrak kental dilakukan uji fitokimia. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol
buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya terdapat senyawa alkaloid dan
polifenol. Dibuat formulasi sediaan masker dengan konsentrasi ekstrak etanol buah
pepaya 2,5%, ekstrak etanol lidah buaya 2,5%, perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1.
Dilakukan evaluasi sediaan yaitu uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH,
waktu mengering dan uji iritasi. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki
bentuk setengah padat, bau khas serta berwarna coklat dan hijau. Homogen dengan
tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar sebesar 5,1 cm
sampai 6,5 cm. pH sebesar 4,9 sampai 5,2. Waktu mengering 22,23 menit sampai
25,38 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Kelima formula sediaan masker gel peel
off memenuhi mutu fisik yang baik. Hasil terbaik terdapat pada formula II (masker
dengan bahan aktif ekstrak etanol lidah buaya 2,5%) dengan nilai pH sebesar 5,2
dan waktu mengering selama 22,23 menit. Serta pada formula III (masker dengan
bahan aktif kombinasi ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya
perbandingan 1:1) dengan daya sebar sebesar 6,5 cm.
AYU ULFA MAULIDA; Ferry Effendi; R. Noviana Nurmaulida M
2022 · Book · Open Access
Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah
kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul
sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan
kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada
pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5
dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance).
Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive
sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil
penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas,
pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat
puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa
sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa
sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien
merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa
sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.
Binar Nursanti; NURSIAH; Ulfiaturohmah
2022 · Book · Open Access
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Analisa penggunaan obat
antihipertensi untuk mengetahui kepatuhan penderita hipertensi terhadap
penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi dan tingkat kepatuhan pasien
hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode observasi cross sectional. menggunakan
data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Hasil
penelitian terhadap 68 responden berdasarkan data sosiodemografi yaitu jenis
kelamin perempuan (51,5%), usia 46-55 tahun (36,8%), pendidikan terakhir SD
(35,3%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (44,1%). Hasil kuesioner MMAS-8
sebanyak 46 responden (67,6%) memiliki kepatuhan sedang, sebanyak 21
responden (30,9%) memiliki kepatuhan tinggi dan 1 responden (1,5%) memiliki
kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan
responden yaitu lupa meminum semua obat antihipertensi kemarin, responden
terkadang lupa meminum obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter dan
selama 2 minggu terakhir terkadang tidak meminum obat antihipertensi.
Andi Ahriansyah; DIKA MEILINDA; Kuandi Tandiara Tan
2022 · Book · Open Access
Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena
dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara
administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode
bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode
pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling
dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil
pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data
pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan
3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat
96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep
82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya
medication error.
RISKA PARIDA; Sofyan Ramani; Tety Padmasari
2022 · Book · Open Access
Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana
pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat
kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk
terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus
resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan
peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut,
penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu
tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi
farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan
melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum
dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien
BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan
proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.
Ayi Munawaroh; Karuma Barza; SOPIANINGSIH
2022 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak
pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016
merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga
kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode
purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98
responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi
pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian
90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata
persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas
pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai
sudah sangat baik.
Harry Noviardi; INTAN DELLAMARTI; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi
insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor
α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan
glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang
mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu
manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk
antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes
formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim
α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil
pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas
inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50
pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan
pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas
inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya
hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami
peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001
< 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam
penambahan konsentrasi pada sampel.
Eem Masaenah; KARTIKA SOVA SUMARNI; M. Ikhwan Setiawan
2022 · Book · Open Access
Trichophyton mentagrophytes merupakan jamur yang dapat menyebabkan
peradangan. Salah satu tipe peradangan pada kulit yang disebabkan oleh
Trichophyton mentagrophytes ialah tinea pedis yang biasa menimpa sela jari serta
telapak kaki. Minyak nilam dan minyak pala sudah banyak digunakan sebagai
antijamur dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelompok
senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak nilam dan minyak pala.
Memperoleh sediaan lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dengan
stabilitas mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap
Trichophyton mentagrophytes. Formulasi lotion kombinasi minyak nilam dan
minyak pala dibuat perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan
35% (F3). Uji Stabilitas mutu fisik lotion dilakukan secara cycling test dan uji
aktiivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia
menunjukkan minyak nilam mengandung flavonoid, steroid, dan terpenoid. Minyak
pala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Stabilitas
lotion semua formula menunjukkan mutu fisik sesuai persyaratan untuk parameter
organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar dan viskositas. Zona hambat F1, F2,
dan F3 berturut-turut sebesar 23,6 mm; 28,3 mm, dan 35,9 mm, semuanya termasuk
kategori sangat kuat. Zona hambat terbesar terdapat pada F3. Hal ini menunjukan
bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang dihasilkan.
Muhammad Afqary; RIANI GUSMARIANI KEKE; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Berdasarkan Permenkes RI No.73 tahun 2016 penyimpanan sediaan obat
disusun memakai sistem FEFO dan FIFO untuk meminimalkan kerusakan serta
hilangnya jenis obat. Selain itu obat disusun berdasarkan alfabetis untuk
memudahkan dalam pengawasan serta pencarian jenis obat ketika dalam distribusi
obat ke pasien. Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan
pada obat, kadaluwarsa dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Sartika
Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan
data secara prospektif pada bulan Maret 2021. Hasil penelitian ini menerangkan
bahwa sistem penyimpanan obat di Apotek Sartika berdasarkan kelas terapi,
bentuk sediaan, suhu dan alfabetis. Penyimpanan obat bebas mencapai persentase
98,6%, penyimpanan obat bebas terbatas mencapai 97,8% dan penyimpanan obat
tradisional mencapai persentase 80% sehingga sudah sesuai dengan Permenkes
No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
Harry Noviardi; Lilik Sulastri; SRI WULANA
2022 · Book · Open Access
Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam
jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe
merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari
jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh
sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik
sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai
antikanker.
Harry Noviardi; JULIA NUR KUSMARANTI; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan
kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan
pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan
sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya
mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai
pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai
kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi
sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami
dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat
dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang
dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode
Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil
penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan
Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang
baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.
ILHAM GURUN SUGARA; Karuma Barza; Yudesti
2022 · Book · Open Access
Hipertensi menjadi salah satu kasus dengan prevalensi cukup tinggi. Kepatuhan1adalah derajat dimana pasien mengikuti anjuran klinis dari dokter
yang mengobatinya maupun berupa terapi non-farmakologi sebagai modifikasi
gaya hidup. Terapi farmakologi dan non-farmakologi pada pengobatan hipertensi
dengan adanya hubungan dengan karakteristik responden1seperti usia, jenis
kelamin, pekerjaan, Pendidikan terakhir hal tersebut mempengaruhi tingkat
kepatuhan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Penelitian ini
bertujuan1untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan2pasien hipertensi di
wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan yang dilakukan dengan cara cross senctional study. Penelitian ini
menggunakan2Teknik purposive sampling. data diperoleh dari pengamatan
langsung dan pengisian kuesioner. Wawancara dilakukan pada pasien2hipertensi
di wilayah Gedong Panjang. Hasil penelitian ini2menunjukan bahwa dari 100
responden yang diteliti pada tingkat kepatuhan terapi farmakologi dengan tingkat
kepatuhan tinggi yaitu 7 (7,00%), tingkat kepatuhan sedang yaitu 61 (61,00%), dan tingkat kepatuhan rendah yaitu 32 (32,00%) Responden. Sedangkan pada
terapi non-farmakologi menunjukan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 5 (5,00%), tingkat kepatuhan sedang menunjukan 66 (66,00%), dan tingkat kepatuhan rendah
sebanyak 29 (29,00%) responden. Menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pasien
hipertensi di wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi mayoritas berada pada
tingkat kepatuhan sedang, bahwa perlu adanya peningkatan seperti edukasi, dorongan dari lingkungan
Assajadda Lizikri; IVAN ZULMY NASUTION; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah upaya yang paling sering dilakukan oleh masyarakat untuk
mengatasi gejala penyakit sebelum mencari bantuan dari tenaga kesehatan.
Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan- keluhan dan penyakit
ringan seperti batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
tingkat pengetahuan swamedikasi santri Madrasah Aliyah terhadap penyakit batuk
di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 86 responden
dengan kriteria pernah melakukan swamedikasi batuk. Kuesioner terdiri dari 20
item pernyataan pilihan benar salah yang terbagi menjadi 8 indikator. Pengambilan
sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan
menggunakan persentase dan pembahasan. Hasil penelitian ini adalah 39,5%
berjenis kelamin laki-laki, 60,5% berjenis kelamin perempuan, usia paling banyak
16-19 tahun 70,9%, tingkat kelas paling banyak 11 Aliyah 57%, pengetahuan
swamedikasi batuk responden berdasar indikator yang menjawab dengan benar
tentang definisi batuk (70,9%), jenis - jenis batuk (97,65%), penyebab dan cara
mencegah batuk (93,9%), aturan minum obat batuk (91,06%), terapi farmakologis
dan non farmakologis (93,96%), stabilitas obat (84,85%), penyakit lain yang
berhubungan dengan batuk (95,35%) dan efek samping obat batuk (88,4%). Dari
hasil 8 indikator yang diperoleh menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat
pengetahuan baik tentang swamedikasi batuk sebesar 96,5%, dan responden dengan
tingkat pengetahuan cukup sebesar 3,5 %.
Febi Ishfahani; Fredy Arifta Nasel; KUSWANDA
2022 · Book · Open Access
Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman
Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta
sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru,
kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain
melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung
ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan
oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di
daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis
dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer
yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut
sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia
36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah
jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase
terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan
persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat
pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk
mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80
responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi,
36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam
melakukan pengobatan tuberkulosis.