Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.533 item publik

Publikasi

Halaman 85 dari 127

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DISLIPIDEMIA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RS BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

Febi Ishfahani; MUHAMAD PANJI ERLANGGA; Rizal M. Abidin
2022 · Book · Open Access

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Angka kematian yang disebabkan oleh PJK di Indonesia cukup tinggi mencapai 1,25 juta jiwa jika populasi penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Obat dislipidemia merupakan salah satu pilihan terapi untuk PJK. Statin merupakan obat yang efektif digunakan untuk dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksprimental dengan rancangan penelitian observasional menggunakan pengambilan data retrospektif responden bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, profil penggunaan obat, dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat dislipidemia pada pasien PJK rawat jalan di RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Dari hasil pengambilan sampel didapatkan 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien terbanyak wanita 53 orang dan pria 47 orang. Usia penderita terbanyak adalah lansia awal (56-65 tahun) 36 orang. Golongan obat terbanyak dipakai adalah statin 97% dan fibrat 3%. Adapun aspek ketepatan obat meliputi penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval waktu pemakaian. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 93%, dan tepat interval waktu pemberian 100%.

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP DENGAN FORMULARIUM NASIONAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI INSTALASI FARMASI RSJ. dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

ENDANG MARIYANI; Euis Pudjasari H; Karuma Barza
2022 · Book · Open Access

Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan jaminan kesehatan nasional. Ketidak sesuaian penulisan resep dengan Fomularium Nasional untuk peserta BPJS kesehatan akan menyebabkan terjadinya kekurangan dan kekosongan obat serta akan mempengaruhi biaya rawatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian penulisan resep, gambaran obat-obatan yang diresepkan serta gambaran kelas terapi obat-obatan di luar Formularium Nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dimana data yang diambil adalah data masa lalu yaitu resep-resep pasien rawat inap di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Oktober-Desember 2020. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan pencatatan dan menampilkan obat-obatan, kelas terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan Formularium Nasional pada bulan Oktober 98,10%, bulan Nopember 98,77%, bulan Desember 98,10%. Rata-rata kesesuaian dengan Formularium Nasional diperoleh data 98,32%. Obat-obatan golongan kelas terapi vasodilator menunjukkan banyak diresepkan di luar Formularium Nasional. Kesimpulannya adalah kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Nasional di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit yaitu di atas 90%.

HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP TUNAI DENGAN KEPUASAN PELANGGAN Dl APOTEK KIMIA FARMA JUANDA PERIODE MARET 2021

Kuandi Tandiara Tan; MAMIEK ROSYIDHA; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access

Waktu tunggu pasien merupakan.salah satu komponen yang potensial menyebabkan. ketidakpuasan. Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma Juanda, kepuasan pelanggan terkait waktu tunggu, dan hubungan.waktu,tunggu.resep,tunai dengan kepuasan.pelanggan. Metodenya adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data waktu tunggu di peroleh dari pencatatan waktu dari resep masuk sampai obat di terima, meliputi resep obat jadi dan racikan. Data kepuasan di peroleh dari kuesioner yang di berikan ke 120 responden. Kemudian di lakukan uji chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu tungggu resep dengan kepuasan pelanggan. Hasilnya menunjukkan waktu tunggu resep obat jadi, yang sesuai standar 88,3 % dan yang tidak sesuai standar 11,7 %. Obat racikan yang sesuai standar 61,7% dan yang tidak sesuai standar 38,3%. Data kepuasan untuk obat jadi, yang puas 46,7%, yang tidak puas 53,3%. Untuk obat racikan, yang puas 45% dan yang tidak puas 55%. Rata-rataawaktuutungguapelayanannobat jadi 10,7 menitndannobatnracikan 32,4 menit. Pada uji stastistik chi square di peroleh hasil dengan nilai Asymp.sig(2-sided) untuk obat jadi = 0,554 > 0,05 dan obat racik = 0,471n>0,05.nKesimpulannyanberartintidakaadaxhubunganaantaraawaktuatunggu pelayanan resep.tunai dengan. Kepuasan.pelanggan.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RAWAT JALAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JIWA MARZOEKI MAHDI BOGOR

Euis Pujasari H; Karuma Barza; RUDI HARTONO
2022 · Book · Open Access

Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep, sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata- rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.

KESESUAIAN PERSEDIAAN OBAT PARETO A DENGAN MINIMUM - MAXIMUM STOCK LEVEL DI APOTEK KIMIA FARMA 389 NUSANTARA DEPOK

Chandra Haribowo; DIAN ANDRIANI; Fredy Arifta Nasel
2022 · Book · Open Access

Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat 33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item (54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.

OPTIMASI EMULGATOR TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN KRIM ANTI ACNE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma domesticae Val) DAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa)

M. Ikhwan Setiawan; Silvi Nurafni; WAHYUNI AYU LESTARI
2022 · Book · Open Access

Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus. Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80 dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span 80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48% dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram. Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik, karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SERTA KOMBINASINYA

Halimatussa'adiyah; RUSTI VIA SARI; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Buah pepaya merupakan buah yang mengandung senyawa antioksidan tinggi antara lain vitamin C, polifenol dan β-karotena. Lidah buaya diantaranya mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan membuat kulit tidak cepat kering. Masker gel peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya, membuat formulasi sediaan masker gel peel off dan menguji sediaan yang memiliki mutu fisik yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% disimpan 3 x 24 jam lalu diuapkan menjadi ekstrak kental. Setelah didapat ekstrak kental dilakukan uji fitokimia. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya terdapat senyawa alkaloid dan polifenol. Dibuat formulasi sediaan masker dengan konsentrasi ekstrak etanol buah pepaya 2,5%, ekstrak etanol lidah buaya 2,5%, perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1. Dilakukan evaluasi sediaan yaitu uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, waktu mengering dan uji iritasi. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas serta berwarna coklat dan hijau. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar sebesar 5,1 cm sampai 6,5 cm. pH sebesar 4,9 sampai 5,2. Waktu mengering 22,23 menit sampai 25,38 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Kelima formula sediaan masker gel peel off memenuhi mutu fisik yang baik. Hasil terbaik terdapat pada formula II (masker dengan bahan aktif ekstrak etanol lidah buaya 2,5%) dengan nilai pH sebesar 5,2 dan waktu mengering selama 22,23 menit. Serta pada formula III (masker dengan bahan aktif kombinasi ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya perbandingan 1:1) dengan daya sebar sebesar 6,5 cm.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK LARAS KABUPATEN SUKABUMI

AYU ULFA MAULIDA; Ferry Effendi; R. Noviana Nurmaulida M
2022 · Book · Open Access

Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance). Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas, pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.

ANALISA TINGKAT.KEPATUHAN.PASIEN.HIPERTENSI TERHADAP.PENGGUNAAN.OBAT.ANTIHIPERTENSI.DI lNSTALASI.POLIKLINIK.RAWAT.JALAN.RUMAH.SAKIT SENTOSA.BOGOR

Binar Nursanti; NURSIAH; Ulfiaturohmah
2022 · Book · Open Access

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Analisa penggunaan obat antihipertensi untuk mengetahui kepatuhan penderita hipertensi terhadap penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi cross sectional. menggunakan data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Hasil penelitian terhadap 68 responden berdasarkan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan (51,5%), usia 46-55 tahun (36,8%), pendidikan terakhir SD (35,3%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (44,1%). Hasil kuesioner MMAS-8 sebanyak 46 responden (67,6%) memiliki kepatuhan sedang, sebanyak 21 responden (30,9%) memiliki kepatuhan tinggi dan 1 responden (1,5%) memiliki kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan responden yaitu lupa meminum semua obat antihipertensi kemarin, responden terkadang lupa meminum obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter dan selama 2 minggu terakhir terkadang tidak meminum obat antihipertensi.

EVALUASI.KELENGKAPAN.ADMINISTRASI RESEP DI.APOTEK.KIMIA.FARMA JUANDA BOGOR PERIODE.MARET 2021

Andi Ahriansyah; DIKA MEILINDA; Kuandi Tandiara Tan
2022 · Book · Open Access

Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan 3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat 96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep 82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya medication error.

PERBANDINGAN WAKTU TUNGGU PASIEN UMUM DAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUD PALABUHANRATU

RISKA PARIDA; Sofyan Ramani; Tety Padmasari
2022 · Book · Open Access

Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut, penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PARADISE SUKAHATI CIBINONG

Ayi Munawaroh; Karuma Barza; SOPIANINGSIH
2022 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016 merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98 responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian 90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai sudah sangat baik.

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiberis officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIDIABETES

Harry Noviardi; INTAN DELLAMARTI; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50 pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001 < 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam penambahan konsentrasi pada sampel.

AKTIVITAS ANTI JAMUR SEDIAAN LOTION KOMBINASI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin) DAN MINYAK PALA (Myristica fragrans) TERHADAP JAMUR Trichophyton mentagrophytes

Eem Masaenah; KARTIKA SOVA SUMARNI; M. Ikhwan Setiawan
2022 · Book · Open Access

Trichophyton mentagrophytes merupakan jamur yang dapat menyebabkan peradangan. Salah satu tipe peradangan pada kulit yang disebabkan oleh Trichophyton mentagrophytes ialah tinea pedis yang biasa menimpa sela jari serta telapak kaki. Minyak nilam dan minyak pala sudah banyak digunakan sebagai antijamur dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak nilam dan minyak pala. Memperoleh sediaan lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dengan stabilitas mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton mentagrophytes. Formulasi lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dibuat perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan 35% (F3). Uji Stabilitas mutu fisik lotion dilakukan secara cycling test dan uji aktiivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan minyak nilam mengandung flavonoid, steroid, dan terpenoid. Minyak pala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Stabilitas lotion semua formula menunjukkan mutu fisik sesuai persyaratan untuk parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar dan viskositas. Zona hambat F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 23,6 mm; 28,3 mm, dan 35,9 mm, semuanya termasuk kategori sangat kuat. Zona hambat terbesar terdapat pada F3. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang dihasilkan.

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK SARTIKA BOGOR

Muhammad Afqary; RIANI GUSMARIANI KEKE; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access

Berdasarkan Permenkes RI No.73 tahun 2016 penyimpanan sediaan obat disusun memakai sistem FEFO dan FIFO untuk meminimalkan kerusakan serta hilangnya jenis obat. Selain itu obat disusun berdasarkan alfabetis untuk memudahkan dalam pengawasan serta pencarian jenis obat ketika dalam distribusi obat ke pasien. Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan pada obat, kadaluwarsa dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Sartika Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan data secara prospektif pada bulan Maret 2021. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa sistem penyimpanan obat di Apotek Sartika berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, suhu dan alfabetis. Penyimpanan obat bebas mencapai persentase 98,6%, penyimpanan obat bebas terbatas mencapai 97,8% dan penyimpanan obat tradisional mencapai persentase 80% sehingga sudah sesuai dengan Permenkes No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

TOKSISITAS FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

Harry Noviardi; Lilik Sulastri; SRI WULANA
2022 · Book · Open Access

Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai antikanker.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

Harry Noviardi; JULIA NUR KUSMARANTI; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH GEDONG PANJANG KOTA SUKABUMI

ILHAM GURUN SUGARA; Karuma Barza; Yudesti
2022 · Book · Open Access

Hipertensi menjadi salah satu kasus dengan prevalensi cukup tinggi. Kepatuhan1adalah derajat dimana pasien mengikuti anjuran klinis dari dokter yang mengobatinya maupun berupa terapi non-farmakologi sebagai modifikasi gaya hidup. Terapi farmakologi dan non-farmakologi pada pengobatan hipertensi dengan adanya hubungan dengan karakteristik responden1seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, Pendidikan terakhir hal tersebut mempengaruhi tingkat kepatuhan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan1untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan2pasien hipertensi di wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan yang dilakukan dengan cara cross senctional study. Penelitian ini menggunakan2Teknik purposive sampling. data diperoleh dari pengamatan langsung dan pengisian kuesioner. Wawancara dilakukan pada pasien2hipertensi di wilayah Gedong Panjang. Hasil penelitian ini2menunjukan bahwa dari 100 responden yang diteliti pada tingkat kepatuhan terapi farmakologi dengan tingkat kepatuhan tinggi yaitu 7 (7,00%), tingkat kepatuhan sedang yaitu 61 (61,00%), dan tingkat kepatuhan rendah yaitu 32 (32,00%) Responden. Sedangkan pada terapi non-farmakologi menunjukan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 5 (5,00%), tingkat kepatuhan sedang menunjukan 66 (66,00%), dan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 29 (29,00%) responden. Menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pasien hipertensi di wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi mayoritas berada pada tingkat kepatuhan sedang, bahwa perlu adanya peningkatan seperti edukasi, dorongan dari lingkungan

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI MADRASAH ALIYAH DALAM SWAMEDIKASI BATUK DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA BOGOR PERIODE APRIL – MEI TAHUN 2021

Assajadda Lizikri; IVAN ZULMY NASUTION; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah upaya yang paling sering dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari bantuan dari tenaga kesehatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan- keluhan dan penyakit ringan seperti batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi santri Madrasah Aliyah terhadap penyakit batuk di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 86 responden dengan kriteria pernah melakukan swamedikasi batuk. Kuesioner terdiri dari 20 item pernyataan pilihan benar salah yang terbagi menjadi 8 indikator. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan persentase dan pembahasan. Hasil penelitian ini adalah 39,5% berjenis kelamin laki-laki, 60,5% berjenis kelamin perempuan, usia paling banyak 16-19 tahun 70,9%, tingkat kelas paling banyak 11 Aliyah 57%, pengetahuan swamedikasi batuk responden berdasar indikator yang menjawab dengan benar tentang definisi batuk (70,9%), jenis - jenis batuk (97,65%), penyebab dan cara mencegah batuk (93,9%), aturan minum obat batuk (91,06%), terapi farmakologis dan non farmakologis (93,96%), stabilitas obat (84,85%), penyakit lain yang berhubungan dengan batuk (95,35%) dan efek samping obat batuk (88,4%). Dari hasil 8 indikator yang diperoleh menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang swamedikasi batuk sebesar 96,5%, dan responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebesar 3,5 %.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIENRAWAT JALAN DI RUMAH SAKITANNISA CITEUREUP

Febi Ishfahani; Fredy Arifta Nasel; KUSWANDA
2022 · Book · Open Access

Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru, kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia 36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80 responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi, 36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam melakukan pengobatan tuberkulosis.