Achmad Fauzi Isa; Eem Masaenah; HASNAH BAINATI
2021 · Book · Open Access
Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya
peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus
aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn)
mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas
antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper
betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik
sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep
menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol
negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik
sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya
sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat
ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm
dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi
2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori
kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan
mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar
dan viskositas.
Aulia Irfaniafshah; BILZON GOMBUINIS TOBIA; Fredy Arifta Nasel
2021 · Book · Open Access
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks ,
ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau
dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan
menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama
yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi,
yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada
pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi
meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data
yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun
periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak
dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran
penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal :
Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal :
Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi
atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien
(30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat
antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%,
tepat frekuensi pemberian obat 97%.
ACHMAD FARID; Barnad; Febi Ishfahani
2021 · Book · Open Access
Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor
Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi
Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar
gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu
periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah
sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan
penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah
yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan
gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian
dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi
cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36
tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit
sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau
sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah
pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal
sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis
terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan
waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%.
Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan
kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah
kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis
di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan
kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah
yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu
rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian.
Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena
berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada
pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).
Eem Masaenah; NADDYA SYAFITRI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang
digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan
kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila
digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50
dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang
terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI,
F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body
lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm,
sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu
35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi
3.
AULIA PUSPITA SARI; Herson Cahaya Himawan; Rakhmat Ramdhani Alwie
2021 · Book · Open Access
Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol
infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid,
flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan
biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil
asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol
96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam
konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri
ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan
pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades
yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm.
Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada
ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.
Lilik Sulastri; Sofyan Ramani; TIFA JANINA
2021 · Book · Open Access
Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis
whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu
panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk
mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan
kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet
(Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai
optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet
diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji
kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim
dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang
492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan
saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet
dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim
dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.
ASTARI SIMANJUNTAK; Eem Masaenah; Herson Cahaya Himawan
2021 · Book · Open Access
Jerawat adalah kelainan berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang
disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri.
Salah satu agen utama penyebab terjadinya inflamasi jerawat yaitu bakteri
Propionibacterium acnes. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan yang memiliki
konsistensi yang cocok digunakan untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh
bakteri. Bunga mawar merah (Rosa chinensis Jacq). mengandung flavonoid yang
bersifat antibakteri yang merupakan turunan flavonoid yaitu senyawa antosianin.
Senyawa ini merupakan zat pewarna alami yang larut air, mudah diserap tubuh yang
berfungsi menghentikan infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menentukan aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak mahkota bunga
mawar merah terhadap bakteri Propionibacterium acne serta menetukan mutu fisik
sediaan salep dari ekstrak mahkota bunga mawar merah. dengan uji menggunakan
metode sumuran. mutu fisik meliputi: uji organoleptik, homogenitas, pH, uji daya
sebar dan viskositas dari ekstrak sediaan salep mahkota bunga mawar merah. dibuat
tiga formula sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak yang diformulasi kebasis
sebesar 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak mahkota bunga
mawar merah mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin.
Aktivitas antibakteri ekstrak mahkota bunga mawar merah konsentrasi 5%, 10%,
15% diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 13,99 mm, 17,05 mm, 21,02
mm, 22,36 mm. Sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah F1, F2, dan
F3 diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 11,2 mm, 12,83 mm, 17,8 mm,
21,94 mm yang menunjukan sediaan salep dengan kategori kuat pada konsentrasi
15%. Pada uji mutu fisik sediaan salep dengan hasil organoleptik warna coklat,
aroma khas ekstrak mawar merah, memiliki pH 4,5-6,5 viskositas pada kisaran
2000-50000 cPs sesuai dengan literatur.
ANISA NURHASANAH; Fredy Ariefta Nasel; M. Reyhan Riksamuliman
2021 · Book · Open Access
Hipertensi.merupakan.salah.satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di
Indonesia. Pada pemberian obat antihipertensi sering terjadi Drug Related
Problems (DRPs) kategori dosis. DRPs merupakan suatu kejadian yang berpotensi
mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. DRPs domain kategori
dosis meliputi dosis obat terlalu rendah, dosis obat terlalu tinggi, frekuensi
pemberian regimen dosis terlalu rendah, frekuensi pemberian regimen dosis terlalu
tinggi, informasi waktu dosis salah, tidak jelas atau hilang. Tujuan penelitian.ini
adalah untuk mengetahui.hubungan DRPs kategori dosis.pada pemberian obat
antihipertensi dengan kondisi tekanan darah penderita hipertensi di rawat inap
Rumah Sakit Dr. Hafiz Kabupaten Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian
analitik komparatif dengan desain retrospektif yang berasal dari rekam medis.
Analisis.data.yang.digunakan adalah univariat.dan bivariat. Analisis data bivariat
penelitian ini menggunakan analisis Chi square. Hasil penelitian dari 105 pasien
secara total sampling diperoleh: pasien paling banyak berusia 56-65 tahun sebanyak
40 pasien (38,1%); pasien jenis kelamin perempuan 61 pasien (58,1%) dan laki laki
44 pasien (41,9%);.obat antihipertensi yang paling.banyak digunakan adalah
Amlodipine sebanyak 75 resep (33,5%); kejadian DRPs kategori dosis pada pasien
hipertensi sebesar 18 kejadian (17,1%); DRPs kategori dosis yang mengalami
penurunan tekanan darah yang tidak tercapai yaitu 12 pasien (66,7%). Tidak ada
hubungan yang signifikan antara kejadian DRPs kategori dosis dengan
ketidaktercapaian.tekanan darah target.(p=0,418)
AMELIA ABIDIN; Padmono Citroreksoko; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access
Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang
banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim
tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya
adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang
diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat-
zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia
tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang
diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu
dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3
pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali
dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia
tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose).
selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak
15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok
larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi
tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur
volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol
negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai
kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg
sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang
(Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya
perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga
p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang
memiliki efekdiuretik.
Anna P. Roswiem; RIFHA SHAFIRA AWALIA; Sitaresmi Yuningtyas
2021 · Book · Open Access
Indonesia merupakan negara yang memiliki kelembapan tinggi, dimana
kelembapan tersebut merupakan media tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu ketombe. Salah satu
penyebab utama timbulnya ketombe yaitu Pityrosporum ovale. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol, etil asetat dan heksana dari biji
pepaya (Carica papaya L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale dengan metode
difusi sumuran. Serbuk simplisia dimaserasi secara bertingkat menggunakan
pelarut heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Dan pengujian aktivitas antijamur
Pityrosporum ovale dari masing – masing ekstrak dengan konsentrasi 10%, 15%,
dan 20% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan heksana dari biji pepaya mengandung
alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ketiga ekstrak biji pepaya mempunyai aktivitas
antifungi terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale berbeda nyata (α<0,05) satu
sama lain. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Pityrosporum ovale tertinggi
pada ekstrak etanol biji pepaya dengan respon hambat pertumbuhan yaitu kuat
(10,9-16,0 mm).
Andi Ahriansyah; DEWI YULIANA; Krysantus Surya Nugroho
2021 · Book · Open Access
Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan
oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang menimbulkan
peradangan pada paru-paru sehingga alveoli dipenuhi cairan seperti nanah dan
menyebabkan kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Berdasarkan hasil
Survey Kesehatan Nasional tahun 2011, diketahui bahwa pneumonia menjadi
penyebab kematian balita tertinggi (22,8%). Penggunaan antibiotik yang tidak
tepat dapat menyebabkan kurang efektif dalam pengobatan. Berdasarkan hal
tersebut, maka dilakukan evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien
pneumonia balita di Klinik Caritas Bogor periode Januari-Desember 2019.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif, populasi
dalam penelitian ini sebanyak 89 pasien rawat jalan di Klinik Caritas Bogor.
Pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling, maka sampel
yang diperoleh berjumlah 60 pasien. Hasil penelitian mengenai profil penggunaan
antibiotik yang terbanyak adalah sefiksim sebanyak 58,33%. Tepat indikasi 100%,
tepat pasien 100%, tepat obat 100%, dan tepat dosis mencapai 81,25%.
HANY SHALIHAT SETIAWATI; Muhammad Afqary; Wahyu Dwi Lesmono
2021 · Book · Open Access
Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan
antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien,
pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis
kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi
di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif
dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel
yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara
online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis
kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner
menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum
tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel
dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan
yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat
pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut
Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin
laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah
kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan
kurang.
Harry Noviardi; Lilik Sulastri; R.A JASUMANIA OKTAVIANI
2021 · Book · Open Access
Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan
produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat
yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara
untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin
dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan
fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol
96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim
tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%
dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap
enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125
ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96%
daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun
beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan
bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan
pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan
metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.
ARUM HIDAYANTI; Ferry Effendi; Vivian Sugianti
2021 · Book · Open Access
Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang
sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau
berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein
rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada
seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penyimpanan dan
distribusi vaksin BCG dan DPT berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017 di
Puskesmas Ratu Jaya dengan 3 kategori untuk penyimpanan vaksin yaitu cara
sarana dan prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan dalam penyimpanan
vaksin, serta melihat data suhu cold chain dan vaccine carrier. Jenis penelitian ini
adalah accidental sampling dan pengamatan langsung menggunakan lembar
observasi. Hasil penelitian diperoleh persentase untuk sistem penyimpanan, yaitu
kategori sarana dan prasarana dengan persentase 90%, keadaan lemari es dengan
persentase 89,47%, pengelolaan dalam penyimpanan vaksin dengan persentase
94,44%, dan suhu cold chain dengan persentase 100%. Untuk sistem
pendistribusian vaksin diperoleh persentase 81,25% dan suhu vaccine carrier
dengan persentase 100%. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kesesuaian
sistem penyimpanan vaksin Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 93,48% dan
kesesuaian pendistribusian vaksin BCG dan DPT di Puskesmas Ratu Jaya dengan
persentase 90,62% dinyatakan baik atau sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun
2017.
ALDI ALPIANDI; Nanang Hermawan; Teguh Alamsyah
2021 · Book · Open Access
Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang
menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.
Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan,
mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan
professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk
mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi
farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan
metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan
pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah
sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk
pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode
univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan
kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ),
ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%,
sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang
puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas
56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas
36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4
variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas
pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035),
pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value
0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara
manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi
adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685
hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.
EMILDA WIRDATUL AWALIAH; Ferry Effendi; Rio Julyo
2021 · Book · Open Access
Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak
dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan
dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip
erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di
Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik
pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB),
jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin
i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil
penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik
dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink
probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian
zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih
kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak
H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan
penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat
kombinasizinkprobiotik.
AFRILLIYANTI WIJAYA; Febi Ishfahani; M. Ikhwan Setiawan
2021 · Book · Open Access
Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi
dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol,
steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi
sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa
metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan
masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi
formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%)
dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan
tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki
aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta
pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4
(XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089
ppm dan 42,509 ppm.
Inawati; M. Ikhwan Setiawan; YASICA NUR’HALIZA
2021 · Book · Open Access
Pewarna rambut adalah salah satu sediaan kosmetika yang digunakan dalam
tata rias rambut untuk mengganti ataupun mengembalikan warna rambut. Daun
urang aring (Eclipta prostrata) dan daun rambutan (Naphelium lappaceum)
merupakan tumbuhan yang memiliki senyawa tanin yang berfungsi sebagai
penghasil warna dari warna kuning, coklat sampai keemasan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak daun rambutan dan ekstrak daun urang
aring dengan perbedaan bahan pembangkit warna dapat memberikan efek dan
stabilitas warna pada rambut, mutu fisik dan kesukaan dari warna rambut yang
dihasilkan sediaan pewarna rambut. Penelitian ini membuat formula pewarna
rambut dengan membandingkan pembangkit warna. Pembangkit warna pirogalol
ditambah tembaga (II) sulfat dan asam askorbat ditambah besi (II) sulfat dapat
diformulasikan ke dalam sediaan pewarna rambut dengan bahan pembangkit
tersebut didapatkan hasil dari warna light ivory hingga warna chocolate brown.
Jangka waktu perendaman rambut mempengaruhi warna rambut yang dihasilkan,
pada formula 2 memiliki daya lekat warna yang lebih kuat pada rambut dapat
bertahan hingga 15 kali pencucian, dan untuk stabilitas warna terhadap sinar
matahari menunjukkan hasil tetap stabil. Sediaan pewarna rambut dari ekstrak
urang aring dan daun rambutan berbentuk gel, beraroma khas, memiliki pH sediaan
4,5-6,5, viskositas pada kisaran 3000-49400 cps. Formula yang banyak diminati
oleh masyarakat ialah F1 urang aring.
Antonius Padu Ratu; Kenli Kendi Tampoliu; RINA RUSTIYANINGSIH
2021 · Book · Open Access
Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi
yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia
yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah
batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang
dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat
mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas
sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu
ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test
selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan
metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri
diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20
mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm,
8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu
Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm
dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu
dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan
nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.
Fredy Ariefta Nasel; Inawati; STEPANY BR SEMBIRING
2021 · Book · Open Access
Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif
flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah
(antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo.
Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan
hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan
kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan
dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan
dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan
17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah
yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging
buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.