Inawati; M. Ikhwan Setiawan; MHD AGUS RIDUAN
2021 · Book · Open Access
Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut
yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri
Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman
obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor
bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk
kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun
cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel
tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans
secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,
saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh
wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23
mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1)
dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat.
Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih
baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor
bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25%
yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk
kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi
memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus
mutans.
Ferry Effendi; SELVY FEBRIYANI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan
pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, tanaman kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck)
dan herba Pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) mengandung senyawa yang berpotensi
sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi
sediaan body lotion kombinasi kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba
pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) sebagai antioksidan. Sediaan body lotion dibuat
dengan mevariasikan setil alkohol yaitu pada F1 (2g), F2 (4g), dan F3 (8g) dengan
perbandingan konsentrasi ekstrak 2:1 (4g:2g). Evaluasi fisik dilakukan antara lain uji
organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, dan stabilitas mutu fisik. Pengujian aktivitas
antioksidan dilakukan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji menunjukkan
nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah lemon sebesar 48,951 μg/mL (sangat kuat), herba
pegagan sebesar 56,435 μg/mL (kuat), kombinasi ekstrak sebesar 46,499 μg/mL (sangat
kuat). Sedangkan nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan pada sediaan F1 sebesar 54,959
μg/mL (kuat), F2 sebesar 54,604 μg/mL (kuat), F3 sebesar 54,006 μg/mL (kuat). Vitamin
C sebesar 5,288 μg/mL (sangat kuat). Formulasi body lotion F3 terpilih karena nilai IC50
lebih baik dibanding formula lainnya dan stabil secara mutu fisik.
GEOFANY NUR HAYATI; Sitaresmi Yuningtyas; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan
rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak
etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah
(Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi
menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan
menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang
terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid.
Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor
dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai
14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi
terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar :
rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh
karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai
potensi antifungi terhadap Candida albicans.
Herson Cahaya Himawan; MARIANA NURCAHAYA SILABAN; Siti Mariam
2021 · Book · Open Access
Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai
dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman
yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun
kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini
menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan
tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak
24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na
(kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n-
heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis
0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg
BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk
memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat
plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik
(ANOVA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis
1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB
(inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas
50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil
asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.
ARMANDO SIMBOLON; Baringin TA Manik; Ferry Effendi
2021 · Book · Open Access
Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia
yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Obat yang digunakan dalam
menanggulangi ISPA dengan penggunaan antibiotik.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola terapi, dan evaluasi efektifitas
penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan ISPA di Puskesmas Nanggung.
Data pasien rawat jalan ISPA diperoleh dari data rekam medis pasien rawat jalan
sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian dari sosiodemografi pasien berdasarkan
jenis kelamin laki-laki sebanyak 45 pasien (45%) dan perempuan sebanyak 55
pasien (55%). Pasien ISPA berdasarkan usia yang lebih besar adalah pasien Balita
sebanyak 60 pasien (60%). Pola terapi yang digunakan pada pasien ISPA
Amoxicillin 75 (75%), Cotrimoxazole 25 (25%). Efektifitas penggunaan
antibiotik yang lebih efektif dalam pengobatan ISPA adalah penggunaan obat
antibiotik Amoxicillin yaitu sebanyak 74 (74%). Dari hasil uji Chi-Square P sig
0,000 menunjukan bahwa adannya hubungan yang signifikan antara efektifitas
terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin dan Cotrimoxazole
Eem Masaenah; Rumella Simarmata; SELVIA NASWITA
2021 · Book · Open Access
Bakteri endofit yang hidup di jaringan tanaman mampu menghasilkan
senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Bakteri endofit
yang diperoleh dari tanamansirih merah (Piper cf. fragile. Benth) mempunyai
potensi menghasilkan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menyeleksi bakteri endofit yang mempunyai aktivitas antioksidan yang
berasal dari daun, batang, dan akar tanaman sirih merah (Piper cf. fragile. Benth)
dan mengetahui kandungan senyawa aktifnya yang berperan sebagai antioksidan.
Masing-masing isolat difermentasikan dalam media NB (NutrientBroth). Hasil
fermentasi dipisahkan antara supernatan dan biomassa. Supernatan diekstraksi
dengan etilasetat. Ekstrak kental yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara
kualitatif dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan
pereaksi ABTS. Hasil uji menunjukan dari 15 isolat bakteri endofit hanya 4 isolat
yang menunjukan aktivitas antioksidan secara kualitatif. Isolat dengan kode
SMB1 dan SMD 3.1 mempunyai nilai IC50 berturut –turut 23,11 ppm dan 94,88
ppmdan trolox sebagai kontrol positif mempunyai nilai IC50 sebesar 4,041 ppm.
Dari hasil uji kuantitatif dipilih isolat dengan kode SMB 1 untuk dianalisis dengan
GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan isolat dengan kode SMB 1yang diduga
mengandung senyawa1,2-Benzenediccarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl)ester
dengan persentase kemiripan 93%.
ANNISA NURMALASARI; Freddy Arifta Nassel; Lilik Sulastri
2021 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam
efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki
kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid
yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)
merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan
makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik,
memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba,
antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai
antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid,
saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan
aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan
metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret
konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10,
20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada
deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan
dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun
salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat),
daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan
perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44
ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.
Fernanda Putri Setianingsih; Ferry Effendi; Krysantus Surya Nugroho
2021 · Book · Open Access
InfeksiSaluranPernafasanAkutmerupakanpenyakitinfeksiakutyang
menyerangsalahsatubagianataulebihdarisalurannafasmulaidari
hidung(saluranatas)hinggaalveoli(saluranbawah)termasukjaringan
adneksanyasepertisinus,ronggatelingatengahdanpleura.Penggunaan
obatsecaratepatmerupakanhalpentingyangperludilakukandalam
meningkatkanmutupelayanankesehatankepadapasien.Berdasarkan
KemenkesRI(2011)tentangPOR,penggunaanobatdapatdikatakan
rasionalapabila pasien menerima obatyang sesuaidengan kondisi
klinisnya,dalam periode waktu yang tepat,dan dengan biaya yang
terjangkau untuk pasien dan kebanyakan masyarakat.Penelitian ini
dilakukanuntukmengetahuigambarandatasosiodemografipasiendan
rasionalitasantibiotikpadapasienISPA rawatjalandewasadiKlinik
CaritasBogor.Penelitianinidilakukandenganmetodedeskriptifdengan
mengambildatarekam medispasienISPAsecararetrospekifpadabulan
JulisampaiDesember2019.Berdasarkandari82sampelyangteliti,hasil
penelitianmenunjukkanbahwasosiodemografiberdasarkanusiayang
palingbanyakmenderitaISPAyaitupadakategoridewasaakhirsebanyak
25pasien(30,49%),berdasarkanjeniskelaminyaitulaki-lakisebanyak51
paien(62,20%).Berdasarkanprofilpenggunaanantibiotikyangpaling
banyakdigunakan yaitu Cefixime sebanyak48 pasien (58,54%).Dan
berdasarkanrasionalitaspenggunaanobat,tepatindikasisebanyak77
pasien(93,90%),tepatdosissebanyak78pasien(95,12%),tepatlama
pemberian sebanyak 79 pasien (96,34%)dan tepatintervalwaktu
sebanyak78pasien(95,12%).
Herson C. Himawan; NURAINI RAHMADIANTI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat memberikan efek yang
tidak diinginkan pada kulit sehingga diperlukan senyawa atau zat yang dapat
memantulkan ataupun menyerap sinar UV yaitu tabir surya. Daun jambu biji
memiliki potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang
mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan
body lotion ekstrak etanol daun jambu biji yang memiliki aktivitas sebagai tabir
surya. Formulasi sediaan body lotion dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak
daun jambu biji yang berbeda yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Ketiga
formula menghasilkan sediaan homogen, memiliki pH antara 6.5-7.1. Viskositas
antara 5000-6000 cps. Memiliki tipe emulsi minyak dalam air dan memiliki daya
sebar antara 6,21-6,51 cm. Nilai SPF pada FI (5%) yaitu 21,627, pada FII (10%)
yaitu 31,402 dan pada FIII (15%) yaitu 32,334 ketiga sediaan tersebut termasuk
dalam kategori perlindungan ultra. Evaluasi karakteristik fisik yang dilakukan pada
FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas,
daya sebar, pH dan SPF masih termasuk pada rentang sediaan topikal namun setelah
dilakukan cycling test viskositas, daya sebar dan nilai SPF dari sediaan cenderung
tidak stabil selama peyimpanan.
DEVI SAFITRI; Sofyan Ramani; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Daun karet kerbau merupakan bagian tanaman yang efektif sebagai obat
herbal. Aktivitas biologis dari daun karet kerbau diprediksi berpotensi sebagai
senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk pencegah serta
obat penyakit degeneratif. Riset ini menentukan kemampuan serta aktivitas
antioksidan pada daun karet kerbau dengan menggunakan DPPH. Ekstrak etanol
96% fraksinasi menggunakan ekstrasi cair- cair serta diperoleh 3 fraksi, ialah fraksi
etil asetat dengan nilai IC50 93, 74 ppm, fraksi heksan dengan nilai IC50 141, 39
ppm serta air dengan nilai IC50 95, 57 ppm. Berdasarkan riset seluruh fraksi
mempunyai potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan teraktif ada pada
fraksi etil asetat dengan presentase konsentrasi penghambatan sebesar 93,74 ppm.
Fraksi tersebut tergolong sebagai antioksidan yang teraktif.
Ferry Effendi; Ira Nilawati; UTAMI WIJAYANTI
2021 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian
nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode
Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk
mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug
Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data
rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan
data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data
tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam
satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan
bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang
dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan
2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90%
obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid
dan ramipril.
ARIEF MUHAMAD AL RACHMAN; Ferry Effendi; Novita Ika Mayasari Atmaputri
2021 · Book · Open Access
Salah satu faktor penyebab gagal jantung yaitu hipertensi yang tidak
terkontrol. Pemberian kombinasi obat Carvedilol – Ramipril dan Bisoprolol –
Candesartan dilaporkan efektif menurunkan tekanan darah sampai batas normal.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2 kombinasi obat
tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pengumpulan data
secara retrospektif melalui rekam medik. Data dianalisis dengan SPSS versi 25.
Pasien dengan kelompok umur 46-55 tahun paling mendominasi sebanyak 88
pasien dari total 116 pasien (75,86 %), kategori jenis kelamin lebih banyak terjadi
pada laki-laki sebanyak 66 pasien dari total 116 pasien (56,89%). Sedangkan pada
kategori kelas gagal jantung, kelas NYHA II paling mendominasi dengan jumlah
63 pasien dari total 116 pasien (54,31%). Perbandingan efektivitas kategori
sistolik maupun diastolik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P
value sebesar 0,237 > 0,05 (sistolik), dan 0,075 > 0,05 (diastolik). Dari hasil uji
distribusi frekuensi, pencapaian target tekanan darah kombinasi Bisoprolol –
Candesartan (89,7%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Carvedilol –
Ramipril (81%).
ROHMAH; Sitaresmi Yuningtyas; Tiwit Widowati
2021 · Book · Open Access
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) memiliki banyak manfaat, salah
satunya sebagai penghasil senyawa antioksidan. Bakteri endofit yang diisolasi dari
tanaman kakao diduga dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan
tanaman inangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada
tidaknya senyawa antioksidan dari bakteri endofit tanaman kakao dengan
menggunakan metode ABTS. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan
dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif
dengan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 bakteri
endofit yang diuji, diperoleh 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas
antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah CGK DT 1
dengan nilai IC50 sebesar 51,36 ppm, CGK DM 6 dengan nilai IC50 sebesar 295.42
ppm dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Ekstrak etil asetat isolat
CGK DT 1 selanjutnya dipilih untuk pengujian analisis GC-MS. Berdasarkan
hasil analisis GC-MS, senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi II
isolat CGK DT 1 diduga adalah senyawa 1-Heptacosanol dengan persentasi
kemiripan 95% dan luas area yang 8,99%. Senyawa ini diduga mempunyai
aktivitas antioksidan.
NUR HAPSARI FITRIYAH; Sofyan Ramani; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering
mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih.
Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi
kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah,
serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber
Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di
ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil
ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji
fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit
dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan
konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji
organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji
antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode
cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu
4
oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24
jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.
Puspita Kusuma Putri; Silvi Nurafni; Vina Fransisca
2021 · Book · Open Access
ALIFIA CAHYA AMALIA PUTRI; Inawati; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan permasalahan fisik yang banyak
dialami pada masa remaja. Salah satu penyebab jerawat karena adanya
aktivitas bakteri Propionibacterium acne (P.acnes). Pengobatan jerawat
menggunakan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan
iritasi dan resistensi pada kulit wajah. sehingga dibutuhkan alternatif
lain berasal dari bahan alam. Kulit buah pisang Ambon Musa
acuminata Colla (Group AAA)) tumbuhan berkhasiat sebagai
antibakteri pada penelitian ini digunakan bagian kulit buah pisang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan gel facial
wash yang mengandung ekstrak kulit buah pisang Ambon dengan
variasi konsentrasi ekstrak 3%, 6%, dan 9%. Selanjutnya dibuat
formulasi dengan zona hambat terbaik. Dilakukan evaluasi mutu fisik
sediaan gel facial wash meliputi uji organoleptik, uji homogentias, uji
pH, uji daya busa, uji daya sebar, uji viskositas dan uji stabilitas sediaan
.Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit
buah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap
Propionibacterium acne yang paling besar. Nilai zona hambat ekstrak
etanol 96% kulit buah pisang ambon 3%, 6%, dan 9% berturut – turut
6,13 mm ; 11,42 mm; dan 14,22 mm. Sediaan gel facial wash
konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki
zona hambat sebesar 15,24 mm. Hasil menunjukkan bahwa semakin
besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar nilai daerah zona hambat
yang terbentuk.
Irmin; ROSNAH HAYATI; Silvi Nurafni
2021 · Book · Open Access
Pemberian terapi obat lebih dari satu zat sering kali menimbulkan masalah
salah satunya pada pasien geriatri dalam upaya pengobatan suatu penyakit,
dimana obat – obatan yang digunakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya
interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran potensi interaksi obat
polifarmasi yang terjadi pada pasien geriatri di Klinik Insani periode Juni-
Desember 2019. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive
sampling dimana sampel memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 83
pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 pasien terdapat 29 (34,93%)
pasien laki laki dan 54 (65,06%) pasien perempuan. Usia paling banyak pada usia
55 – 65 tahun 48 pasien (57,14%) dan >65 tahun 36 pasien (42,85%). Polifarmasi yang
sering diberikan pada pasien geriatri adalah 5 jenis obat 68 pasien (81,92%), 6
jenis obat 12 pasien (14,45%), dan 7 jenis obat 3 pasien (3,61%). Obat yang
paling banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak 38 (17,67%). Penyakit
terbanyak adalah dispepsia sebanyak 28 pasien (40%). Potensi terjadi interaksi
obat sebanyak 79 pasien (95,18%) dan sebanyak 4 pasien (4,81%) tidak
berpotensi terjadi interaksi obat. Mekanisme interaksi tertinggi adalah
farmakodinamik yaitu 133 (72,28%) dan farmakokinetik 51 (27,71%). Level
keparahan interaksi obat paling banyak terjadi adalah moderate 127 (69,02%%),
minor 54 (29,34%), dan mayor 3 (1,63%).
Anna P Roswiem; DEYANI AULIYA AYU; Eem Masaenah
2021 · Book · Open Access
Penggunaan produk kosmetika maupun perawatan tubuh yang mengandung
bahan alami akhir-akhir ini lebih dipilih oleh masyarakat, salah satu jenis kosmetika
yang digemari adalah pewarna rambut. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor
L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung antosianin. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari pewarna rambut
dalam bentuk sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% daun bayam merah
(Amaranthus tricolor L.) berdasarkan mutu fisik dan kesukaan. Ekstrak kental
diperoleh dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 70% dan penambahan asam sitrat 3% kemudian maserat di rotary evaporator
kemudian di waterbath hingga didapatkan ekstrak kental. Formula sediaan gel
pewarna rambut dibuat dengan 3 konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang
berbeda, yaitu konsentrasi 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Hasil sediaan
berbentuk gel dan berwarna coklat. Hasil seluruh sediaan gel (basis gel, F1, F2 dan
F3) diuji stabilitas menggunakan metode cycling test. Pada uji pH, kisaran 2,5
hingga 3,56. Uji viskositas kisaran 5.500 sampai 49.000 cps. Uji daya sebar kisaran
5,35 sampai 5,89 cm. Rambut hasil bleaching yang telah direndam di dalam sediaan
gel selama 4 jam pada basis gel, F1, F2 dan F3 secara berturut-turut menghasilkan
warna black brown, nut brown, pearl copper, dan olive brown. Hasil stabilitas
terhadap pencucian dapat bertahan 4 kali pencucian pada F1. Hasil stabilias
terhadap sinar matahari tidak mengalami perubahan terhadap rambut yang diberi
perlakuan. Uji kesukaan menunjukan pada sampel rambut yang telah diberi
pewarna, panelis lebih menyukai F1 untuk parameter warna dan tekstur, sedangkan
aroma lebih menyukai F2. Uji kesukaan pada sediaan gel, panelis menyukai F1.
Kenli Kendi Tampoliu; M ALWAH ALPIANDI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang
mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar
ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas
menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji
Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50).
Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol
70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan
171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut
termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga
berpotensi sebagai antikanker.
Herson Cahaya Himawan; M. Ikhwan Setiawan; SINTIA FITRIANI KHOERUNNISA
2021 · Book · Open Access
Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019
menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala
(Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes
pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel
ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada
penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel
dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji
mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling
test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode
difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung
senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas
antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan
konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel
ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri
sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut
6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel
ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes.