No. 871 Temu mangga merupakan bagian tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat
herbal. Temu mangga mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai
penangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
potensi temu mangga sebagai minuman fungsional ditinjau dari kualitas stabilitas
dan total flavonoid yang terkandung. Penelitian ini dilakukan secara
eksperimental meliputi pengumpulan sampel, pengolahan sampel, skrining
fitokimia, pembuatan ekstrak dan pembuatan sediaan sirup. Temu mangga
kemudian diekstraksi dengan metode dekok menggunakan pelarut air.
Penetapan kadar total flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri
dengan penambahan pereaksi AlCl3 yang diukur menggunakan spektrofotometer
UV-Vis. Hasil penentuan kadar total flavonoid Ekstrak terbanyak terdapat pada
konsentrasi formula 20% sebesar 55,055 mgQE/L eks dan konsentrasi formula
10% sebesar 36,699 mgQE/L eks. Ekstrak air temu mangga tertinggi kemudian
diformulasi dengan serbuk kering stevia. Formula minuman temu mangga diuji
secara sensoris berupa uji stabilitas dan uji fungsionalitas berupa kandungan
kadar total flavonoid. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji Duncan
menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap minggu dan suhu.
Formula minuman fungsional temu mangga yang memiliki kualitas stabilitas dan
kadar flavonoid total tertinggi adalah konsentrasi F2 sebesar 80,729 mgQE/L eks
dengan kondisi penyimpanan di suhu ruang (27°C±2°C).
Kata kunci: Curcuma mangga Valeton & Zijp, Total Flavonoid, UV-Vis
spectrophotometry.
No.172 Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang
berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup
atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau
keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium)
merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan
kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau
dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai
pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan
mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji
pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan
daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah
terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova.
Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki
kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.
No.165 Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) merupakan tanaman yang
mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin dan fenol. Formulasi sediaan gel
diketahui paling efektif dan efisien obat untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan
untuk membuat formula sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu yang memiliki
efektivitas terhadap luka bakar mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan
memformulasikan sediaan gel ekstrak daun gaharu pada konsentrasi 2% (Kelompok
I), 4% (Kelompok II), 8% (Kelompok III), kontrol positif (Kelompok IV) dan
kontrol negatif (Kelompok V). Uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu
dalam proses penyembuhan luka bakar dilakukan selama 14 hari pengamatan. Hasil
uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu hingga hari ke-14 adalah Kelompok
I (58.66%), Kelompok II (50.00%), Kelompok III (65.33%), Kelompok IV
(57.33%), dan Kelompok V (50.66%). Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil
perbandingan terbaik ditunjukkan pada kelompok III konsentrasi 8% dengan
persentase penyembuhan sebesar 65.33%, sedangkan kelompok perlakuan yang
menggunakan Bioplacenton Gel® memperoleh persentase penyembuhan sebesar
57.33% yang artinya formula dengan konsentrasi 8% lebih efektif dalam proses
penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan Bioplacenton Gel®.
No.164 Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang
diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚
tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak
etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel
dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid
total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik
termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta
pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas
menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta
homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi
perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter
viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. .
Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum
cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.
No.155 Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit
sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan
sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan
gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari
sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total
ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar
4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%.
Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu
meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar.
Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil
pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak
stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas
bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang
rendah.