Sebanyak 605 Skripsi ditemukan

KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAUN TEH (Camellia sinensis L. Kuntze) DARI TAWANGMANGU DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN SUN PROTECTION FACTOR (SPF)

No. 975 Daun teh memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, fenol, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar total fenol dan flavonoid ekstrak etanol 70% daun teh (Camellia sinensis L. Kuntze) Tawangmangu dan potensinya sebagai antioksidan dan Sun Protection Factor (SPF). Kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol 70% daun teh diidentifikasi melalui uji fitokimia, kemudian kadar fenol dan flavonoid, aktivitas antioksidan dan nilai SPF dari ekstrak etanol 70% daun teh ditentukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian pada uji fitokimia menunjukkan ekstrak etanol 70% positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, dan triterpenoid. Dengan metode spektrofotometer UV-Vis pada ekstraknya, didapatkan kadar total fenol 601,08 mg GAE/gram, total flavonoid GAE/gram ekstrak dan kadar total flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun teh sebesar 119,226 mg QE/gram. Hasil uji aktivitas aktioksidannya menunjukkan nilai IC50 sebesar 9,50 ppm yang tergolong kuat dan nilai SPF ekstraknya 37,46 yang termasuk kategori proteksi ultra. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan kadar total fenol dan flavonoid ekstrak etanol 70% daun teh (Camellia sinensis L. Kuntze) Tawangmangu memiliki potensi antioksidan yang kuat dan kemampuan proteksi ultra sebagai tabir surya. Kata kunci : ekstrak etanol, daun teh, kadar fenol, kadar flavonoid, antioksidan, SPF.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT AMLODIPIN TUNGGAL DENGAN OBAT KOMBINASI AMLODIPIN DAN RAMIPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

No. 973 Hipertensi adalah penyebab kematian dini di seluruh dunia. Salah satu target global untuk penyakit tidak menular adalah untuk mengurangi prevalensi hipertensi (World Health Organization, 2019). Batasan normal tekanan darah adalah 120/80 mmHg, seseorang dikatakan penderita hipertensi ketika diperiksa tekanan darahnya menunjukkan hasil melebihi 140/90 mmHg. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran data pasien hipertensi meliputi Usia, Jenis Kelamin dan Pekerjaan, gambaran Klasifikasi tekanan darah pada pasien hipertensi, mengetahui perbandingan efektivitas obat hipertensi amlodipin tunggal dengan kombinasi amlodipin dan ramipril. Penelitian ini bersifat deskriptif pengambilan dilakukan secara retrospektif observasional, data diambil dari rekam medik , pengambilan sampel menggunakan metode total sampling menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukan kategori umur paling banyak 55-65 dengan jumlah 28 pasien (33,3%), jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan 56 pasien (66,7%), jenis pekerjaan ibu rumah tangga 38 pasien (45,2%), Gambaran Klasifikasi tekanan darah sistolik dan diastolik paling banyak Hipertensi Stage 1 dengan nilai sistolik 59,5% dan diastolik 48,8%. Dari hasil uji distribusi frekuensi, pencapaian tekanan darah kombinasi Amlodipin dan Ramipril 32 pasien (76,2%) lebih baik dibandingkan dengan Amlodipin Tunggal 29 pasien (69,0%), Namun secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok amlodipin tunggal dengan amlodipin dan ramipril dilihat dari nilai P-value sebesar 0,115>0,05 (sistolik), dan 0,876>0,05 (diastolik). Kata Kunci : Hipertensi , Perbandingan Efektivitas , Amlodipin , Ramipril

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT AMLODIPINE DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS GIRIJAYA SUKABUMI

No. 972 Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menimbulkan gejala, atau bila ada gejalanya tidak jelas. Faktor - faktor seseorang dapat menderita hipertensi yaitu karena, pola hidup tidak sehat, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat-obat hipertensi, gamabaran tekanan darah dan mengetahui perbedaan efektivitas dari obat amlodipine dan captopril pada terapi pasien hipertensi dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pengambilan data secara restropektif dengan jumlah sampel 138 pasien. Perempuan sebanyak 87 pasien dengan persentase 63% dan 51 pasien laki-laki dengan persentase 37%. Usia paling banyak menderita penyakit hipertensi yaitu pada usia >65 tahun dengan persentase sebesar 28%. Obat yang digunakan yaitu amlodipine sebanyak 80 pasien dengan 58% dan captopril 58 pasien dengan persentasi 42 %. Frekuensi tingkat pendidikan paling banyak yaitu pendidikan sekolah dasar sebanyak 49 pasien. Pekerjaan pasien penderita hipertensi paling banyak yaitu ibu rumah tangga sebanyak 63 pasien deanan persentase 46%. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik amlodipine 20,2 mmHg dengan tekanan darah diastolik 13,2 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan darah obat captopril dengan tekanan darah sistolik 11,19 mmHg dengan tekanan darah diastolik 9,9 mmHg. Pada uji Mann- whitney ada perbedaan efektivitas dari obat amlodipine dan captopril dilihat dari nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,000. Kata kunci: Amlodipin, Captopril, Efektivitas, Hipertensi.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) TAWANGMANGU

No. 971 Daun teh diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai IC50 dari ekstrak etil asetat daun teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) dan memperoleh fraksi teraktif dari ekstrak etil asetat daun teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze). Ekstrak etil asetat daun teh diperoleh melalui metode maserasi etanol 96%, kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Ekstrak etil asetat daun teh di uji aktivitas antioksidan, dilakukan pemisahan dengan metode kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom hingga diperoleh fraksi teraktif. Penentuan antioksidan dilakukan menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 514,5 nm. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari beberapa fraksi yang telah diuji, fraksi F-8.10 merupakan fraksi teraktif sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 8,95 ppm dengan vitamin C sebagai pembanding yang memiliki nilai IC50 sebesar 5,52 ppm. Fraksi F-8.10 dan vitamin C termasuk kedalam kategori sangat kuat mengandung antioksidan. Kata kunci: Antioksidan, Daun Teh, Fraksi Etil Asetat.

EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN DEMAM BERDARAH PADA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LEUWILIANG

No. 970 Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan virus dengue. Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit dengan jumlah kasus dan angka kematian tinggi, sehingga perlu adanya ketepatan terapi untuk menekan angka kesakitan. Salah satu aspek yang berkaitan dengan hal tersebut adalah ketepatan penggunaan obatnya. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan pengobatan Demam Berdarah Dengue pada pasien anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 194 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada anak laki-laki (52,1%), dengan rentan usia 0-5 tahun (42,3%), dan berat badan 11-15 kg (23,7%). Pada penggunaan obat Demam Berdarah Dengue yaitu parasetamol (100%) dan ringer laktat (100%). Evaluasi penggunaan obat Demam Berdarah Dengue diketahui tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis parasetamol (90,20%) dan ringer laktat (91,24%), tepat indikasi (100%), dan tepat interval waktu untuk parasetamol (82,5 %). Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Evaluasi Ketepatan Pengobatan Demam Berdarah Pada Anak

EVALUASI KETEPATAN PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK DI APOTEK TAMANSARI BOGOR

No. 969 Infeksi saluran pernapasan akut merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Prevalensi kematian yang disebabkan di Indonesia mencapai 17% setiap tahunnya dan sebagian besar terjadi pada anak dengan usia di bawah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan pemberian antibiotik pada pasien ISPA anak di Apotek Tamansari Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data sekunder secara retrospektif dari rekam medis pasien ISPA anak. Sampel yang digunakan sebanyak 105 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien anak berjenis kelamin laki-laki 64 pasien (60,95%), paling banyak terjadi pada usia 1- 5 tahun sebanyak 84 pasien (80%), paling banyak terkena ISPA yaitu berat badan antara 11-20 kg dengan jumlah 51 pasien (48,57%). Penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan infeksi saluran pernapasan akut atas meliputi cefadroksil dengan jumlah 58 (55,23%), cefiksim dengan jumlah 33 (31,42%), dan eritromisin sirup dengan jumlah 14 (13,33%). Ketepatan penggunaan antibiotik yaitu tepat indikasisebanyak 100%, tepat obat sebanyak 68,5%, tepat dosis sebanyak 13,33%, tepat lama pemberian sebanyak 32,38%, tepat frekuensi sebanyak 32,38% dan tepat pasien sebanyak 100%. Kata kunci : Infeksi, Pernapasan, Antibiotik, Ketepatan

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOMBINASI OBAT AMLODIPIN DAN CANDESARTAN DENGAN AMLODIPIN DAN RAMIPRIL PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

No. 968 Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus. Menurut WHO, batasan normal tekanan darah 120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan hipertensi apabila tekanan darahnya ≥140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari kombinasi obat Amlodipin dan Candesartan dengan Amlodipin dan Ramipril pada pasien hipertensi berdasarkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medik pasien hipertensi. pengambilan data dilakukan secara retrospektif selama 3 bulan. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 96 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan pasien dengan rentang usia paling banyak adalah 55-65 tahun sebanyak 28 pasien (29,2%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 66 pasien (68,8%), pekerjaan paling banyak Ibu Rumah Tangga sebanyak 45 orang (46,9%). Gambaran tekanan darah sistolik dan diastolik paling banyak Hipertensi Stage 1 sebanyak 49 orang (51%). Dari hasil uji distribusi frekuensi, pencapaian tekanan darah kombinasi Amlodipin dan Candesartan (77,1%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Amlodipin dan Ramipril (68,8%). Namun tidak terdapat perbedaan bermakna dengan nilai P-value >0,05 (P- value = 0,609 untuk sistolik, dan P-value = 0,743 untuk diastolik). Kata Kunci : Hipertensi, Perbandingan Efektivitas, Amlodipin, Candesartan, Ramipril

KAJIAN TERAPI FARMAKOLOGIS ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SEKARWANGI

No. 967 Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg dan adanya proteinuria (300 mg/24 jam) pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Terapi antihiperensi merupakan salah satu komponen penunjang dalam keberhasilan pengobatan preeklampsia. Antihipertensi yang digunakan pada pasien preeklampsia harus aman, efektif, dan digunakan secara rasional untuk menghasilkan efek yang diinginkan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui karakteristik pasien, pola penggunaan obat, penatalaksanaan terapi, outcome pasien serta lama rawat pasien terhadap penggunaan antihipertensi pada pasien preeklampsia. Desain penelitian secara deskriptif dengan metode retrospektif observasional terhadap pasienpreeklampsia di instalasi rawat inap RSUD Sekarwangi periode Januari- Desember 2019 dan dibandingkan dengan standar Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Diagnosis dan Tata Laksanan Preeklampsia Perkumpulan Obstertri dan Ginekologi Indonesia (PNPK PreeklampsiaPOGI 2016). Dari populasi 604 pasien, yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 199 pasien yang terdiri dari pasien preeklampsia ringan sebanyak 32 pasien dan pasien preeklampsia berat sebanyak 167 pasien. Hasil penelitian menunjukan karakteristik pasien berdasarkan usia 26-35 tahun (41%), dengan usia kehamilan trimester III (96%), pekerjan ibu rumah tangga (92%), klasifikasi pasien preeklampsia berat (84%), pasein dengan tidak ada riwayat penyakit (65%). Antihipertensi yang banyak digunakan berupa kombinasi antihipertensi nifedipin+dopamet (70%), lama rawat pasien paling banyak 4-6 hari (46%), persentase kesesuaian terapi antihipertensi menghasilkan (96%), degan outcome perbaikan pasien (91%). Kata kunci: Preeklampsia, antihipertensi, karakteristik pasien, Kesesuain terapi

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS LEMBURSITU SUKABUMI

No. 966 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Terapi ISPA salah satunya adalah terapi antibiotik, namun masih banyak terapi antibiotik yang tidak tepat di dunia baik dari pasien maupun tenaga kesehatan. Ketidaktepatan ini bisa menyebabkan perpanjangan penyakit, meningkatnya resiko kematian, dan biaya kesehatan akan semakin meningkat seiring dengan dibutuhkannya antibiotik baru yang lebih kuat dan tentunya lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan terapi antibiotik berdasarkan tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis dan tepat interval untuk pasien ISPA di Puskesmas Lembursitu Sukabumi pada periode Juli-Desember 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan dibandingkan dengan Pharmaceutical Care untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Pengambilan sampel secara retrospektif yang digunakan dalam penelitian sebesar 87 data rekam medis dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terapi antibiotik pada pasien ISPA terdiri dari Amoxicillin sebanyak 72 resep (82,76%), dan Ciprofloxacin sebanyak 15 resep (17,24%). Hasil ketepatan terapi antibiotik yaitu tepat indikasi sebanyak 100%, tepat dosis sebanyak 100%, tepat lama pemberian sebanyak 21,14%, dan tepat interval waktu sebanyak 100%. Kata Kunci : Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Antibiotik, POR (Penggunaan Obat Rasional)