No.159 Daun kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan salah satu tanaman yang
berkhasiat sebagai antioksidan. Daun kelor mengandung senyawa metabolit
sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid.
Flavonoid dalam daun kelor mampu mengurangi efek buruk radikal bebas
penyebab kerusakan kulit. Tujuan penelitian ini membuat formulasi sediaan
masker gel peel-off dari ekstrak etanol 70% daun kelor serta mengevaluasi
sediaan masker gel peel-off melalui uji mutu fisik yang menjadi persyaratan
masker gel peel-off yang baik. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi
menggunakan pelarut etanol 70% selama 3×24 jam, lalu diuapkan menjadi
ekstrak kental dan dibuat formulasi masker gel peel-off dengan variasi
konsentrasi ekstrak 3% (F1), 5% (F2), dan 7% (F3). Pengujian mutu fisik yang
dilakukan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya
sebar, dan uji waktu kering. Hasil evaluasi menunjukkan ketiga formulasi telah
memenuhi persyaratan mutu fisik, F2 dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 5%
merupakan formulasi terbaik dengan nilai pH 5,0, viskositas 2700 Cps, daya
sebar 5,79 cm dan waktu kering selama 25 menit.
No.143 Sabun kertas adalah salah satu jenis sabun padat yang umumnya digunakan
sebagai sabun cuci tangan sekali pakai. Penambahan zat aktif pada sabun kertas
yaitu Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin Benth) dan Minyak Atsiri Serai
Wangi (Cymbopogon nardus) yang mampu menghambat aktivitas antibakteri.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu fisik sabun kertas berdasarkan SNI
3532:2016, serta daya hambat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
dengan metode difusi cakram dan menggunakan dettol cair (chloroxylenol 4,8%
w/v) sebagai kontrol positif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
eksperimental laboratorium yang dikaji secara kuantitatif. Perbandingan
konsentrasi minyak atsiri nilam dan serai wangi pada formulasi sabun kertas adalah
F1= basis, F2= 2:1, F3= 1:1, F4= 1:2. Parameter yang diuji meliputi organoleptik,
susut pengeringan, pH, asam lemak bebas/alkali bebas, bahan tak larut dalam
etanol, lemak tak tersabunkan, stabilitas busa, hedonik, dan aktivitas antibakteri.
Hasil mutu fisik berdasarkan SNI 3532:2016 yang terbaik adalah sediaan F4= (n:sw
1:2), kecuali pada kadar lemak tak tersabunkan. Sedangkan hasil nilai hedonik
secara umum perlakuan F4 dengan nilai skor sebesar 3,30. Hasil uji aktivitas
antibakteri perlakuan F2= (n:sw 2:1) mempunyai daya hambat terhadap s.aureus
tertinggi sebesar 15,87 mm sedangkan daya hambat terhadap e.coli tertinggi
terdapat pada F4= (n:sw 1:2) sebesar 15,33 mm. Dari hasil analisis statistik bahwa
sediaan sabun kertas minyak atsiri nilam dan serai wangi mempunyai pengaruh
terhadap aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dan E.coli
No.793 Kolesterol merupakan sterol yang penting karena merupakan bagian
struktural membran sel dan komponen pembentuk berbagai hormon steroid, asam
empedu dan vitamin D. Banyak tanaman tradisional yang dapat digunkan untuk
menurunkan kolesterol dalam tubuh seperti, daun yakon dan daun stevia.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dalam menghambat
pembentuk kolesterol ekstrak air daun yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.)
H. Rob.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni ) baik tunggal atau
kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol
dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis
pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi
dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun yakon antara lain Alkaloid
pereaksi Mayer dan dragendrof, Saponin, Flavonoid, Steroid dan Fenol,
Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan
Dragendroff, Saponin, Tanin, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh
dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun yakon sebesar 55,16ppm dan daun stevia
sebesar 305,73ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun
yakon dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 49,90ppm, 41,54ppm dan
134,33ppm
No.789 Diabetes merupakan penyakit kronis dengan gangguan metabolisme akibat
pankreas tidak menghasilkan cukup insulin yang ditandai dengan hiperglikemia.
Terapi farmakologi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa dalam
darah salah satunya dengan menghambat kerja enzim -glukosidase sehingga
menunda penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan. Penggunaan bahan alam
yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim -glukosidase adalah daun
salam yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif dari isolat daun
salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Penarikan
senyawa polar dalam fraksi air daun salam dengan partisi dari ekstrak etanol 96%
daun salam, diisolasi menggunakan metode kromatografi dan dilakukan pengujian
aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Identifikasi senyawa kimia
menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan panjang gelombang
maksimum pada 203,5 nm. Hasil analisis LC-MS/MS didapatkan puncak dengan
kelimpahan terbesar dengan bobot molekul ion m/z 413. Kesimpulan senyawa
kimia Stigmasterol dalam isolat fraksi air daun salam memiliki aktivitas
penghambatan enzim -glukosidase dengan nilai IC50 21,54 ppm
No.787 Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis karena pankreas
tidak cukup memproduksi insulin sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan
kadar glukosa dalam darah. Kadar glukosa darah dapat diturunkan dengan cara
menghambat enzim α-glukosidase pada organ pencernaan sehingga menunda
proses absorbsi glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
aktivitas dan struktur senyawa kimia dalam fraksi air daun teh (Camellia sinensis
(L.) Kuntze) berpotensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak
diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi
dengan etil asetat dan air. Karakteristik senyawa kimia dilakukan dengan metode
kromatografi kolom. Pengujian aktivitas enzim α-glukosidase untuk memperoleh
%inhibisi terbaik dan IC50 dari fraksi air daun teh untuk selanjutnya dilakukan
identifikasi senyawa kimia menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan LC/MS-
MS. Kandungan fitokimia fraksi air daun teh antara lain : flavonoid, tannin,
saponin, triterpenoid, fenolik, quinon dan glikosida. Hasil penelitian IC50 isolat
CSWA-1.1 sebesar 19,37 ppm dan isolat CSWA-1.4 sebesar 17,25 ppm.
Berdasarkan serapan spektrofotometer UV-Vis CSWA-1.1 dan CSWA-1.4
terdapat serapan pada λ maksimum 204.5 nm. Hasil LC/MS-MS isolat CSWA-1.1
dengan waktu retensi 5,09 menit dengan bobot molekul 195,0907 m/z diduga
senyawa kafein, sedangkan CSWA-1.4 dengan waktu retensi 1,37 menit dengan
bobot molekul 136,0655 m/z diduga senyawa adenin
No.773 Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit metabolik kronis yang timbul saat
tubuh tidak dengan cukup melakukan produksi insulin atau saat tubuh tidak bisa
memanfaatkan insulin yang di produksi dengan efektif. Beberapa penelitian secara
in vitro ataupun in vivo memperlihatkan dimana senyawa alkaloid mempunyai
aktivitas sebagai antidiabetes.
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan senyawa alkaloid yang
memiliki Rerank Score terbaik dan mengetahui aktivitas farmakokinetika sertia
toksisitas senyawa alkaloid sebagai kandidat obat antidiabetes. Prediksi sifat
fisikokimia mengacu pada Lipinski rule's serta dilihat dari hasil farmakokinetika
menggunakan pkCSM online tool, prediksi toksisitas senyawa menggunakan
Toxtree dan prediksi interaksi ligan dengan reseptor menggunakan Molegro Virtual
Docker (MVD). Dilaksanakan validasi dengan parameter valid apabila nilai RMSD
< 2Å. Protein reseptor diabetes yang dimanfaatkan ialah 3L4W, 2RGU, 4A79,
1ECV dan 1V4S.
Hasil penelitian menunjukkan reseptor 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan
1V4S dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2Å. 30 senyawa alkaloid
memenuhi aturan Lipinski dan dilanjutkan proses docking. Dari 30 senyawa
alkaloid tersebut, senyawa squamosamide, mahanine dan pandamarilactonine A
mempunyai aktivitas lebih baik dibandingkan native ligand dikarenakan
mempunyai nilai Rerank Score yang paling rendah. Ketiga senyawa memiliki
aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 yang
artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi