Sebanyak 67 item atau buku ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TEH HERBAL DAUN GAHARU (Gyrinops verstegii (Gilg) Domke,.) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

No.172 Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium) merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova. Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.

SEDIAAN LOTION EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIN SEBAGAI PELEMBAB

No.166 Antioksidan merupakan zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi dari radikal bebas. Daun kelor mengandung tanin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan. Untuk mempermudah penggunaan antioksidan dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk sediaan lotion dengan menggunakan ekstrak etanol 96% daun kelor 0,1%, dengan memvariasikan gliserin sebagai pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak daun kelor 0,1% dengan variasi konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% dan menguji stabilitas fisiknya dengan metode cycling test yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, daya sebar, daya lekat, uji efektivitas lotion sebagai pelembab dengan menggunakan alat skin analyzer, uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol 96% daun kelor pada konsentrasi ekstrak sebesar 0,1% dengan metode peredamanradikal bebas DPPH, uji iritasi dari lotion. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dibuat deret konsentrasi 12,5, 25, 50, 100, dan 200 ppm, kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 514,5 nm. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 135,072 μg/mL. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dengan variasi konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% memiliki nilai efektivitas kelembaban sebesar 44,56%, 50,05% dan 66,26%.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI EKSTRAK AIR DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

No.793 Kolesterol merupakan sterol yang penting karena merupakan bagian struktural membran sel dan komponen pembentuk berbagai hormon steroid, asam empedu dan vitamin D. Banyak tanaman tradisional yang dapat digunkan untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh seperti, daun yakon dan daun stevia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni ) baik tunggal atau kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun yakon antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan dragendrof, Saponin, Flavonoid, Steroid dan Fenol, Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun yakon sebesar 55,16ppm dan daun stevia sebesar 305,73ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun yakon dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 49,90ppm, 41,54ppm dan 134,33ppm

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN FARMASI TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK PRO EMERGENCY CIBINONG

No.792 Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi penyediaan obat yang bermutu dengan maksud mencapai hasil yang untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan farmasi terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Klinik Pro Emergency cibinong, menggunakan metode prosfektif non eksperimental dan pengamatan langsung terhadap petugas farmasi dengan pengumpulan data berupa kuesioner, jumlah sampel dihitung berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel 62 pasien. Hasil data sosiodemografi pasien laki – laki sebanyak 58%, rata – rata usia pasien terbanyak 35-45 tahun yaitu 29%, pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi sebanyak 45%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 42%. Resep jadi sebanyak 78% dan obat racikan sebanyak 19%, berdasarkan etiket dan label dengan nilai 5 sebanyak 95%, dan berdasarkan pengetahuan pasien dengan nilai 3 sebanyak 95%. Kepuasan yang paling banyak adalah puas yaitu dimensi kehandalan sebesar 69%, dimensi daya tanggap sebesar 55%, dimensi jaminan sebesar 60%, dimensi empati sebesar 52%, dan dimensi wujud nyata sebesar 78%. Hubungan mutu pelayanan farmasi terhadap kepuasan pasien dari 5 dimensi kepuasan hanya dimensi kehandalan yang memiliki hubungan yang erat dilihat dari nilai p-value < 0,05 (p-value = 0,012)