Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol 10, No 2 June 2021
Lemari Referensi
- Keri Lestari,
- Edisi : Vol 10, No 2 June 2021
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
No. 868 Terong ungu merupakan tumbuhan suku solanaceae yang memiliki
kegunaan sebagai bahan makanan dan banyak digunakan sebagai tanaman obat.
Salah satu bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebaga
Selengkapnya...
No. 212 Waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan merupakan standar mutu pelayanan
kefarmasian, yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian. Penelitian ini bertujuan u
Selengkapnya...
No. 874 Body Scrub merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan
kulit. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku
adalah limbah dari kulit buah apel hijau. Kul
Selengkapnya...
No. 849 TB(Tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberkulosis. Program Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) adalah
salah satu cara untuk mengatasi penyakit
Selengkapnya...
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
No. 868 Terong ungu merupakan tumbuhan suku solanaceae yang memiliki kegunaan sebagai bahan makanan dan banyak digunakan sebagai tanaman obat. Salah satu bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat adalah daunnya. Daun terong ungu mengandung senyawa alkaloid, solasonine, solasodine, solanine, flavonoid, tanin, steroid , glikosida jantung, antrakuinon, asam klorogenat, asam hidrokafeik dan asam protekatekuat. Senyawa tersebut diduga berpotensi sebagai obat antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi antikanker ekstrak etanol daun terong ungu melalui pengujian toksisitas ekstrak terhadap Artemia salina dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dengan konsentrasi 40% , 70% dan 96%. Pengujian toksisitas dinyatakan dengan nilai LC50. Hasil pengujian toksisitas menunjukan nilai LC50 yang paling lemah hingga paling kuat adalah ekstrak etanol 40%, ekstrak etanol 96%, ekstrak etanol 70% dan kontrol positif Cyclophospamide dengan nilai berturut turut 357.83 ppm, 147.28 ppm,133.74 ppm, dan 53.55 ppm. Ketiga ekstrak berada pada tingkat toksisitas sedang menurut Clarkson dan memilliki nilai LC50 dibawah 1000 ppm dengan nilai LC50 terendah pada ekstrak etanol 70% daun terong ungu sehingga dianggap memiliki bioaktivitas dan dapat diteliti lebih lanjut aktivitas antikankernya. Kata Kunci = Daun terong ungu, Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), LC50 ,Toksisitas, Anti kanker.
No. 212 Waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan merupakan standar mutu pelayanan kefarmasian, yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk pelayanan resep obat rawat jalan racikan dan bukan racikan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional dengan teknik pengumpulan data secara Retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata waktu tunggu obat rawat jalan racikan di Rs.Mitra Keluarga cibubur adalah 55 menit 53 detik, sedangkan untuk obat bukan racikan rawat jalan adalah 11 menit 21 detik. Dari data yang di dapat, dapat disimpulkan bahwa bila berdasarkan Kepmenkes maka waktu tunggu pelayanan rawat jalan memenuhi standar pelayanan minimal Kepmenkes. Apa bila berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah sakit maka waktu tunggu obat rawat jalan tidak memenuhi standar pelayanan minimal Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur. Kata kunci : Waktu tunggu, Resep obat, Rawat jalan, Instalasi Farmasi
No. 874 Body Scrub merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku adalah limbah dari kulit buah apel hijau. Kulit buah apel hijau (Malus domestica (Suckow) Brokh.) mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan membuat sediaan body scrub ekstrak etanol 70% kulit buah apel dan diuji aktivitas antioksidannya. Ekstrak etanol 70% kulit buah apel dibuat formula sediaan body scrub. Selanjutnya pada setiap formula body scrub ini kemudiaan dilakukan uji evaluasi mutu fisik dan aktivitas antioksidan dengan metode peredaman menggunakan DPPH (1,1- diphenyl-2-picrylhydrazy1). Evaluasi mutu fisik (pH, organoleptik, viskositas, tipe emulsi, uji iritasi, dan uji homogenitas) dari sediaan body scrub ini memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan. Nilai IC50 dari ekstrak etanol 70% kulit apel, formula I (ekstrak 2,5%), formula II (ekstrak 3%), dan formula III (ekstrak 3,5%) berturut turut sebesar 71,92 ppm, 75,36 ppm , 74,12 ppm , dan 73,59 ppm. Oleh karena it, sediaan body scrub memilki aktivitas antioksidandengan kategori kuat serta memenuhi syarat mutu. Kata kunci : Antioksidan, body scrub, kulit buah apel, mutu fisik
No. 849 TB(Tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Program Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) adalah salah satu cara untuk mengatasi penyakit TB. Angka konversi, angka kesembuhan dan angka drop out merupakan parameter untuk menilai keberhasilan pengobatan dalam program DOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar angka konversi, angka kesembuhan dan angka drop out pasien TB Paru BTA Positif dalam program DOTS di Rumah Sakit Umum daerah Leuwiliang selama tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental dengan rancangan deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Angka konversi, angka kesembuhan dan angka drop out yang diperoleh dibandingkan dengan angka konversi target (>80%), angka kesembuhan target (>85%), dan angka drop out target (<5%) yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Perbandingan ini untuk mengetahui keberhasilan program DOTS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa angka konversi BTA adalah 91,13%, angka kesembuhan 89,16%, dan angka drop out 2,46%, menunjukkan bahwa program DOTS di RSUD Leuwiliang berhasil sesuai dengan yang ditetapkan WHO. Kata kunci : Tuberkulosis, Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS), Evaluasi.