The Indonesian Journal of Internal Medicine Volume 54 Number 2 April 2022
Lemari Referensi
- Teguh Santoso,
- Edisi : Volume 54 Number 2 April
- Call Number : 610. 5 TEG t
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
No. 975 Daun teh memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, fenol, dan tanin
yang berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas. Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan kadar tota
Selengkapnya...
No. 973 Hipertensi adalah penyebab kematian dini di seluruh dunia. Salah satu target
global untuk penyakit tidak menular adalah untuk mengurangi prevalensi hipertensi
(World Health Organization, 2019)
Selengkapnya...
No. 972 Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menimbulkan gejala, atau bila ada
gejalanya tidak jelas. Faktor - faktor seseorang dapat menderita hipertensi yaitu
karena, pola hidup tidak sehat, je
Selengkapnya...
No. 959 Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyerang atau
menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh
manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah
Selengkapnya...
No. 970 Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan
virus dengue. Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit dengan
jumlah kasus dan angka kematian tinggi, sehingga p
Selengkapnya...
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
Lemari Referensi
No. 975 Daun teh memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, fenol, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar total fenol dan flavonoid ekstrak etanol 70% daun teh (Camellia sinensis L. Kuntze) Tawangmangu dan potensinya sebagai antioksidan dan Sun Protection Factor (SPF). Kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol 70% daun teh diidentifikasi melalui uji fitokimia, kemudian kadar fenol dan flavonoid, aktivitas antioksidan dan nilai SPF dari ekstrak etanol 70% daun teh ditentukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian pada uji fitokimia menunjukkan ekstrak etanol 70% positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, dan triterpenoid. Dengan metode spektrofotometer UV-Vis pada ekstraknya, didapatkan kadar total fenol 601,08 mg GAE/gram, total flavonoid GAE/gram ekstrak dan kadar total flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun teh sebesar 119,226 mg QE/gram. Hasil uji aktivitas aktioksidannya menunjukkan nilai IC50 sebesar 9,50 ppm yang tergolong kuat dan nilai SPF ekstraknya 37,46 yang termasuk kategori proteksi ultra. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan kadar total fenol dan flavonoid ekstrak etanol 70% daun teh (Camellia sinensis L. Kuntze) Tawangmangu memiliki potensi antioksidan yang kuat dan kemampuan proteksi ultra sebagai tabir surya. Kata kunci : ekstrak etanol, daun teh, kadar fenol, kadar flavonoid, antioksidan, SPF.
No. 973 Hipertensi adalah penyebab kematian dini di seluruh dunia. Salah satu target global untuk penyakit tidak menular adalah untuk mengurangi prevalensi hipertensi (World Health Organization, 2019). Batasan normal tekanan darah adalah 120/80 mmHg, seseorang dikatakan penderita hipertensi ketika diperiksa tekanan darahnya menunjukkan hasil melebihi 140/90 mmHg. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran data pasien hipertensi meliputi Usia, Jenis Kelamin dan Pekerjaan, gambaran Klasifikasi tekanan darah pada pasien hipertensi, mengetahui perbandingan efektivitas obat hipertensi amlodipin tunggal dengan kombinasi amlodipin dan ramipril. Penelitian ini bersifat deskriptif pengambilan dilakukan secara retrospektif observasional, data diambil dari rekam medik , pengambilan sampel menggunakan metode total sampling menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukan kategori umur paling banyak 55-65 dengan jumlah 28 pasien (33,3%), jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan 56 pasien (66,7%), jenis pekerjaan ibu rumah tangga 38 pasien (45,2%), Gambaran Klasifikasi tekanan darah sistolik dan diastolik paling banyak Hipertensi Stage 1 dengan nilai sistolik 59,5% dan diastolik 48,8%. Dari hasil uji distribusi frekuensi, pencapaian tekanan darah kombinasi Amlodipin dan Ramipril 32 pasien (76,2%) lebih baik dibandingkan dengan Amlodipin Tunggal 29 pasien (69,0%), Namun secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok amlodipin tunggal dengan amlodipin dan ramipril dilihat dari nilai P-value sebesar 0,115>0,05 (sistolik), dan 0,876>0,05 (diastolik). Kata Kunci : Hipertensi , Perbandingan Efektivitas , Amlodipin , Ramipril
No. 972 Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menimbulkan gejala, atau bila ada gejalanya tidak jelas. Faktor - faktor seseorang dapat menderita hipertensi yaitu karena, pola hidup tidak sehat, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat-obat hipertensi, gamabaran tekanan darah dan mengetahui perbedaan efektivitas dari obat amlodipine dan captopril pada terapi pasien hipertensi dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pengambilan data secara restropektif dengan jumlah sampel 138 pasien. Perempuan sebanyak 87 pasien dengan persentase 63% dan 51 pasien laki-laki dengan persentase 37%. Usia paling banyak menderita penyakit hipertensi yaitu pada usia >65 tahun dengan persentase sebesar 28%. Obat yang digunakan yaitu amlodipine sebanyak 80 pasien dengan 58% dan captopril 58 pasien dengan persentasi 42 %. Frekuensi tingkat pendidikan paling banyak yaitu pendidikan sekolah dasar sebanyak 49 pasien. Pekerjaan pasien penderita hipertensi paling banyak yaitu ibu rumah tangga sebanyak 63 pasien deanan persentase 46%. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik amlodipine 20,2 mmHg dengan tekanan darah diastolik 13,2 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan darah obat captopril dengan tekanan darah sistolik 11,19 mmHg dengan tekanan darah diastolik 9,9 mmHg. Pada uji Mann- whitney ada perbedaan efektivitas dari obat amlodipine dan captopril dilihat dari nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,000. Kata kunci: Amlodipin, Captopril, Efektivitas, Hipertensi.
No. 959 Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyerang atau menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Banyaknya angka pada penyakit HIV/AIDS di Indonesia khususnya Jawa barat menduduki peringkat kedua pada masalah HIV/AIDS. Tujuan utama pada pemberian antiretroviral (ARV) adalah untuk menekan jumlah Viral load. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS RSUD Sekarwangi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 60 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Pada uji univariat gambaran karakteristik usia responden diperoleh sebanyak 50% yaitu usia dewasa awal (26-35 tahun). Persentase jenis kelamin responden paling banyak adalah laki-laki sebanyak 75%. Pada uji univariat dukungan keluarga paling tinggi diberikan adalah dukungan instrumental baik sebanyak 83.33%. Sedangkan kepatuhan pada pasien HIV/AIDS RSUD Sekarwangi tergolong tinggi yaitu sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara hubungan dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan penghargaan terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS RSUD Sekarwangi dengan nilai p-value > 0,05. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat ARV, HIV/AIDS
No. 970 Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan virus dengue. Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit dengan jumlah kasus dan angka kematian tinggi, sehingga perlu adanya ketepatan terapi untuk menekan angka kesakitan. Salah satu aspek yang berkaitan dengan hal tersebut adalah ketepatan penggunaan obatnya. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan pengobatan Demam Berdarah Dengue pada pasien anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 194 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada anak laki-laki (52,1%), dengan rentan usia 0-5 tahun (42,3%), dan berat badan 11-15 kg (23,7%). Pada penggunaan obat Demam Berdarah Dengue yaitu parasetamol (100%) dan ringer laktat (100%). Evaluasi penggunaan obat Demam Berdarah Dengue diketahui tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis parasetamol (90,20%) dan ringer laktat (91,24%), tepat indikasi (100%), dan tepat interval waktu untuk parasetamol (82,5 %). Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Evaluasi Ketepatan Pengobatan Demam Berdarah Pada Anak